Ehem..
Cuma pengen perkenalan saja..
Hai.. namaku Ika Fajrin.. biasa di panggil Fajrin/ika/fafa/terserah kalian deh..
Aku lahir di Semarang,29 Okt 97. skrg sedang menempuh D3 tepatnya di Akademi Farmasi Theresiana Semarang. aku bekerja di sebuah apotek di semarang..
jadi kalo pagi aku kerja sorenya kuliah..
Aku suka drama korea sejak kelas 7 SMP, jaman"nya Janggeum, Dong Yi, BBF de el el wkwk
Tapi, aku tau Suju baru 1-2tahun setelah aku tau drama korea..
dan aku jadi ELF sejak masuk SMK tepatnya kelas X..
aku suka menulis FF mulai kelas XI karena banyak waktu luang nya itu.. aku fokus sekolah fokus PKL juga Fokus sama Super Junior juga.. hehehe
tadinya menulis FF hanya untuk hiburan belaka, aku menulisnya sendiri, membacanya sendiri, mencetaknya sendiri. kadangkala jika temanku ingin membaca dan melihat aku pinjamkan..
yaaa ada yang bilang Jelek,gak patut dibaca, ada juga yang bilang bagus, feelnya dapet, ini itu lah..
trs aku coba buat posting di facebook dulu.. FF pertamaku yang berjudul Still To Love U
itu diangkat dari kisahnyata ku juga sih sebenernya hehehe
eh Alhamdulillah likers di Facebook bisa mencapai 40-50an orang.. dan komentarnya mayoritas positif
aku lalu melanjutkan dg sering nge post FF" ku yang baru-baru dg tema dan judul yang hampir mirip" hehehe
dan likers di facebook semakin lama semakin bertambah malah pernah mencapai hampai 100 hehe tp belom genap 100 sih :)
Biasanya aku kalo nulis FF pas suasana hatiku sedang galau krn putus cinta atau krn sedang suka dg seseorang atau jika iseng yaaa cuma iseng" aja di waktu luang..
pada tahun 2012 aku berfikir buat ahh bikin blog FF aja, dan jadilah Blog ku sampai saat ini :D begitu sejarah blog ini.. ehehehe
sekian dan terimakasih :)
Super Junior's Fanfiction and Other
Wellcome in my Blog ;D Hai perkenalkan namaku Ika Fajrin, and you can call me Fafa ;) Tadinya aku berfikir untuk posting sesuatu yang lebih bermanfaat seperti Farmakognosi atau ilmu Farmakologi berhubung aku sekolah di farmasi, Tapi karena aku juga suka sama all about Korea udah dari kelas 7 SMP yaa kira-kira 6 tahun yang lalu jd aku post Blog ini^^ Aku lahir di Semarang,29 Okt 1997 ;) oke deh, selamat berkunjung ke Blog ku ;D Hope U Like It ;)
9.03.2014
1.31.2014
A Miracle (MinSul Shipper) | Chapter 2 END
Cast : Choi
Jin Ri
Choi Min Ho
Lee Tae Min
Cho Kyu Hyun
Genre : Sad, Hurt,
Romance, etc
Song : Taeyeon
_ Closer
Onew _ In Your Eyes
EunHae _ Still You
Annyeong haseyo readers J
Saya datang lagi dan membawakan FF yg berbeda dari
biasanya(?) hohoho :o
Kok isa beda ya? Kenapa? Karena cast yg saya pakai tumben
bukan dari Member SJ *berhubung saya Elf
Saya Minsul Shipper, atau Sulho shipper.. Entah kenapa
saya sukaaaa bgt sama couple itu, gara-gara TTBY hohoho :v
Eh tapi sebelumnya memang bias saya di F(x) itu si Sulli
XD dan bias saya di SHINee itu JongMin (Jonghyun-Minho) hahahaha XD
Baiklah ini FF jauuuuh dari kata sempurna, jadi mohon
saran dan kritikannya ya chingudeul :D
Terimakasih..
~Happy Reading~
Terkadang aku bisa menahan semua rasa sakit yang menusuk
hatiku, hanya karena dirimu..
Karenamu aku jadi mengerti apa itu pengorbanan. Mungkin
aku hanyalah orang yg merugi karena aku tak mengerti indahnya langit
sesungguhnya..
Ah kau tak menganggapku? Aku setiap detik bahkan setiap
nafas yang kuhirup selalu kuingat dirimu.. Apa kau tak bisa melihatku hanya
sedikit saja? Oh jebal~ Geumanhae! Geumanhae atas semua yang kau lakukan
padaku..
Ranting pohon sangatlah rapuh, namun ia bisa
menggoyangkan puluhan daun.. Ia bisa mengikuti kemana arus angin itu pergi..
Seperti dirimu, kau lemah andai saja aku bisa menjadi yg pertama di hatimu..
Tak akan kubuat air mata keluar dari pelupuk matamu..
Part Sebelumnya ...
***
Camping’s Day End~
Author POV
“Jadi.. Kau telah membujuk pelatih Park agar mau melatih
Minho lagi di club Renang?” Ucap Taemin sembari meraih kedua tangan Sulli
“Heum..” Sulli mengangguk
“Woaah.. Kau berkorban sangat banyak? Lalu Minho? Apa dia
sudah kembali ke club itu?” Tanya Taemin semakin girang
“Entahlah..” Sulli menggeleng tak mengerti jawabannya
“Yah..” Seketika tangan Taemin mengendor
“Lalu apa yang kau jelaskan pada Pelatih Park tentang
kedudukan Minho yang dulu kau rebut?” Ucap Taemin lagi menginterogasi
“Hahaha kau konyol sekali Taemin-ah.. Aku merebut
kedudukan Minho, membuatnya malu habis-habis an karena seorang atlet seperti
dia yang sedang naik daun tiba-tiba tak mengikuti Lomba Renang tingkat
Nasional? Dan malah membuatnya mengundurkan diri dari club renangnya? Hingga ia
di cibir berbagai teman-temannya termasuk musuh terbesarnya? Kkkk~ itu ..
benar-benar..” Sulli masih tertawa sejenak kemudian ia berhenti dan air mata
kembali tumpah
“Namun itu sangatlah kejam..” Ucapannya meneruskan
Taemin pun menenangkan Sulli dan memeluknya erat
Minho sedari tadi melihat mereka dari balik pohon, merasa
sangat sakit
“Sebegitu kejamkah dirimu Sulli-ya? Apa perasaanku salah
akhir-akhir ini? Memang sepantasnya aku membencimu!” Umpat Minho pada Sulli
geram
Ucapannya barusan membuatnya meneteskan air mata entah
darimana asalnya(?)
Part Selanjutnya ...
“Bukan sesungguhnya yang kau dengar.. Itu semua tidak
benar..” Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Minho dari belakang
“Hyun..Jae??” Ucap Minho terbata
“Ada yang ingin ku bicarakan padamu..” Ucap Hyunjae
dengan menunduk
“Tidak sekarang, aku harus menyelesaikan satu urusanku
dulu..” Minho bergegas pergi meninggalkan Hyunjae yang ingin meraih tangan
kekar Minho
2 Hari Kemudian
*Kantor Kejaksaan Tinggi Daerah*
“Baiklah dengan ini saya putuskan, kalian resmi bercerai.
Dok..Dok..Dok..”
Seketika itu air mata sukses jatuh dari pelupuk mata
gadis yang tengah duduk di Kursi Tersangka(?) dengan menatap suami nya yang
baru saja memutuskan perceraian dengannya
Memori-memori yang sempat menari di otak nya berputar
begitu cepat
Ingin rasanya gadis itu berlari memeluk mantan suami nya
itu, dan mengatakan bahwa dirinya begitu mencintai seorang Choi Minho
Tapi apa daya? Kontrak tetaplah Kontrak, hanya hukum yang
bisa berbicara tentang ini
Dengan tubuh yang melemas, gadis ini beranjak dari kursi
memunguti koper-koper yang telah disiapkan nya sejak semalam dan berjalan
perlahan keluar dari ruangan yang membuat dada nya begitu sesak kini
@Bandara Incheon
“Kajja, eomma mu sudah menunggu mu disana.. ia bilang,
seorang pria akan membuatmu melupakan Minho dengan sekejap..” Ucap Choi Yeun
Geun ahjumma kepada Sulli
Drap..drap
“Chankaman-yo!!” Seketika langkah Sulli terhenti ia
membalikkan tubuhnya kebelakang
Syuut..
Seorang namja memeluknya dengan erat sangat erat bahkan,
seperti tak ingin Sulli cepat-cepat meninggalkannya
“Jebal kajimara.. hiks, nan neo saranghanda Sulli-ya..”
Lee Taemin terus saja mengucapkan bahwa dirinya mencintai Sulli, sahabatnya
yang selama ini selalu hadir di sisinya entah dalam keadaan suka mau pun duka
Namun sepertinya kenyataan ini harus sirna mengingat
beberapa menit lagi pesawat yang menuju Amerika akan segera lepas landas
“Aku akan membuat Minho menyesali perbuatannya, jebal
tetaplah di Seoul.. Aku akan membuat nya kembali mencintaimu..” Taemin melepas
pelukannya dan menghapus bulir-bulir air mata Sulli
“Amoepda aniya.. tak perlu Taemin-ah, ia sudah lebih
bahagia saat ini.. Geure aku pergi dulu, jaga dirimu ne? Arrachi? Nado
saranghanda “ Ucap Sulli kemudian mengikuti eomma nya masuk kedalam pesawat
***
L.A – Amerika Serikat
“Hahahaha, ani kau lebih cocok menjadi oppa ku.. Aku sama
sekali tak tertarik denganmu Kyuhyun-ah” Gadis yang bernama Sulli berulang kali
bergelayut manja di lengan seorang namja nan gagah ini
“Arraseo terserah kau saja.. Terpenting aku tak ingin
pertunangan ini berlanjut.. Ckck kasihan sekali kau bahkan 2 tahun menikah
belum pernah sama sekali melakukan hubungan suami-istri? Ckck, geure adikku ini
sebaiknya kembali lah ke pelukan seorang Choi Minho bukan nya Cho
Kyuhyun,arrachi?” Ucap pria ini panjang lebar membuat Sulli mengembangkan
senyumannya
“Keunde ia tak mau lagi bertemu denganku, itu percuma
karena tak akan bisa merubah tekadnya oppa..” Ucap Sulli dengan penuh canda dan
tawa
“Heum? Maldo andwae.. Itu pasti akan berubah sesuai
dengan waktu nya nanti.. Kau fokuslah pada kuliah mu di sini, setelah kau lulus
dan mendapat gelar Dokter, baru lah aku antar kau pulang ke Seoul..” Ucapan Kyu
membuat Sulli sedikit terhenyak
“Jinjja??? Aaaaa gomawo oppaa” Jawab Sulli penuh
kegirangan
-skip-
“Yak! Choi Sulli? Kau masih didalam eoh? Kajja cepatlah
aku tak bisa menahannya.. Aisshh” Kyuhyun mondar – mandir didepan Kamar Mandi
rumahnya menunggu Sulli keluar
“Nde..” Setelah menunggu beberapa menit yang ditunggu pun
akhirnya keluar dengan perasaan tak bersalah sama sekali membuat Kyu ingin
memakannya hidup-hidup
“Ada email balasan yang masuk untukmu, kajja lihatlah aku
telah mengetahui siapa pengirimnya..” Kyu pun segera masuk kamar mandi dan
menutup pintu dengan cukup keras membuat Sulli terkejut dengan tiba-tiba
“Aissh! Lain kali berhati-hatilah pabbo!!” Teriak Sulli
sebal
Ia pun beranjak dari tempatnya dan menuju laptop milik
tunangannya, Cho Kyuhyun
Betapa terkejutnya ia mengetahui seseorang yang begitu ia
cintai membalas email yang pagi tadi ia kirimkan
“Annyeong
haseyo.. Anda orang Korea? Senang berkenalan denganmu..”
“Sulli-ya?
Kau kah itu? Aku mencari kabarmu ke semua orang, mencari dan terus mencari
keberadaanmu tak ada seorang pun yang memberitahu nya untukku.. Kau tahu? Aku
hampir mati karena tak bisa melihatmu untuk yang terakhir saat di bandara itu,
aku terlambat 2 menit setelah pesawat lepas landas.. Sulli-ya, nafas ku sesak
ketika tahu kau telah bertunangan di Amerika sana. Aku ingin memutar kembali
kejadian kemarin dan tak akan pernah menceraikanmu lagi.. hiks, jebal beri aku
satu kesempatan.. jangan terima dirinya Sulli-ya.. Dan terimakasih karena kau
telah berkorban banyak hal yang selama ini tak kuketahui.. Kau yang merancang
semua nya demi menyelamatkan ku.. Jeongmal Saranghamnida, gujil-gujilku.. –
Choi Minho”
Tes.. air mata terus menetes di pelupuk mata gadis cantik
ini
Sungguh bergetar hatinya, ia merasa sangat puas dengan
kenyataan yang terjadi saat ini
Choi Minho? Kau kembali padaku? Batin nya
Sebuah senyuman menyungging bebas di wajahnya, membuat
wajahnya berkali-kali lipat lebih cerah dari biasanya
“Aku putuskan untuk tetap mencintaimu Minho-ya..” Ucap
Sulli penuh semangat
Flashback On
“Aku ingin bicara padamu.. Ini masalah penting.. Jebal”
ucap Hyunjae
“Kau tak lihat?! Aku baru saja bercerai dengan Choi
Sulli, apa kau tak bisa melihat situasi heum?? Ini kantor kejaksaan bodoh!”
Caci maki Minho pada Hyunjae
Hyunjae hanya bisa mendengus sebal dan menundukkan
kepalanya menyesal
Ya.. Seseorang yang sangat membenci Minho, seseorang yang
telah membuat Sulli menjadi sengsara seperti ini. Hyun Jae mengajak Minho
berbicara dan ia akan menjelaskan semuanya
Minho pun akhirnya menuruti permintaan musuh terbesarnya
untuk berbicara serius padanya
Deoholic Caffee
“MWO-YA?! Neo?!! Neoneun jeongmal myiecheosseo-ya??!”
Plakk! Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Hyun Jae
“Mi..mianhada..” Tunduk Hyun Jae menyesali perbuatannya
“Selama ini kau telah membuatku membenci sosoknya,
Hyunjae-ya! Apa kau tahu betapa sakitnya bila berada di posisi nya? Jinjja kau
ini benar-benar!” Murka Minho, mengingat keadaan Sulli beberapa hari yang lalu
sebelum dirinya resmi bercerai dengan Minho karena kehabisan waktu kontrak
“Semua sudah terlambat Minho-ya, aku benar-benar meminta
maaf padamu.. Lagi pula kau tak pernah mau mendengarkan suara hati mu
sesungguhnya.. Aku tahu kalian sudah mempunyai perasaan masing-masing meski
kebencianmu menutupi rasa cinta mu yang sesungguhnya.. Aku harap kau kejar
dirinya lagi..” Ucap Hyunjae dengan penuh menyesal
Flashback Off
Los Angeless-Amerika Serikat
3 Tahun telah berlalu
Musim dingin juga telah berlalu
Bergantian dengan Musim Semi
Para pelajar berlarian kesana-kemari mengelilingi pantai
yang sejuk ini
Tak terkecuali seorang gadis yang tengah menatap Kimchi
nya dengan malas dan hanya membuang air nya saja ke tempat sampah, membuat
lelaki disebelahnya hanya mendengus sebal
“Yak! Daripada kau hanya merusak selera makanku, lebih
baik kau pergi saja bermain seperti anak-anak itu!! Sincaa?!” Lelaki itu
merebut Kimchi yang tengah disantap Sulli dan melahapnya
“Aishh! Dasar evil kau!!” Ucap Sulli sebal
Ia berlari kearah pasir pantai dan mulai bermain ceria
bersama-sama dengan anak-anak disana
“Can I playing with u?” Ucapnya girang
“Okay! Let’s to make a wonderfull building sist!” jawab
salah satu anak kecil dengan tak kalah cerianya
Tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya
“Sillyehamnida, bisakah aku bertemu dengan tunanganmu?”
Sulli terkejut dan masih sembari bermain pasir ia menjawab
“Mwo? Kau bisa berbahasa Korea? Nde akan kupanggilkan”
Ucap Sulli agak tak peduli
“Sist, what’s your mean?” Seorang anak bertanya karena
tak mengerti maksudt ucapan Sulli pada pria yang berdiri dibelakangnya itu
“No, just Korean language..” ucapnya cuek dan terus
menyelesaikan kastilnya
“Yaak!! Cho Kyu Hyun!! Ada yang ingin bertemu denganmu!!
Sepertinya kita memang harus memutuskan pertunangan! Aku tak ingin pergi
bersamamu seperti ini.. Kau ini evil sekali!” Teriak Sulli membuat banyak anak
kecil menutup telinga nya karena tak mengerti apa yang Sulli bicarakan
“kkkkk~ Lucu sekali kau ini.. Tak pernah berubah” Sulli
tak mengerti mengapa pria ini menertawainya, ia pun segera berdiri dan
membalikkan badannya
Cho Kyuhyun yang melihat ini dari jauh hanya bisa tertawa
“Kau mau wine lagi hyung?” Ucap Taemin yang sedari tadi
tiduran di sebelah Kyu
“Heum, gomawo.. Ternyata banyak juga yang menyukai
seorang Choi Sulli.. ckck” Kyuhyun meremehkan
“Termasuk aku..” Ucap Taemin santai membuat Kyu memelotot
ke arahnya tak percaya
Sulli membalikkan badannya dan mulai memaki pria ini
“Aisshh! Namja yang tak punya sopan santun!!” Belum
sempat melanjutkan ucapannya, Sulli terkejut dan hampir tak percaya
Membuat air matanya tumpah seketika
“Long time no see, princess?” Choi Minho memeluk erat
tubuh mungil Sulli dan tak segan-segan ia mengucapkan kata-kata di telinganya
“Kyaaaaaa Minho-ya?! Neomu phogosibo~”
Semakin erat dan semakin erat
“Putuskanlah pertunanganmu, karena kau akan segera
menikah lagi denganku, wahai dokter hatiku..”
“Aigooo sejak kapan kau belajar merayu seperti itu eoh?
Hahaha”
Dan semua pun berakhir bahagia~~
The End
Huaaaaaahhh akhirnya Endingnya SUPER DUPER GAJELAS!!
Terimakasih sudah mau membaca FF yang sangat ABAL ini XD
Terimakasih sudah mau membaca FF yang sangat ABAL ini XD
KU ucapkan banyak maaf karena FF nya HANCUR TOTAL XD
Kesalahan Author sih pengennya cepet-cepet wleeek :p
Kesalahan Author sih pengennya cepet-cepet wleeek :p
Baiklah sekian dan terimakasih
Mohon kritik dan sarannya oKyu??
Ika Fajrin
ELFishy Jewels
Sparkyu ^^
1.30.2014
A Miracle (MinSul Shipper) | Chapter 1
A Miracle
Cast : Choi
Jin Ri
Choi Min Ho
Lee Tae Min
Cho Kyu Hyun
Genre : Sad, Hurt,
Romance, etc
Song : Taeyeon
_ Closer
Onew _ In Your Eyes
EunHae _ Still You
Annyeong haseyo readers J
Saya datang lagi dan membawakan FF yg berbeda dari
biasanya(?) hohoho :o
Kok isa beda ya? Kenapa? Karena cast yg saya pakai tumben
bukan dari Member SJ *berhubung saya Elf
Saya Minsul Shipper, atau Sulho shipper.. Entah kenapa
saya sukaaaa bgt sama couple itu, gara-gara TTBY hohoho :v
Eh tapi sebelumnya memang bias saya di F(x) itu si Sulli
XD dan bias saya di SHINee itu JongMin (Jonghyun-Minho) hahahaha XD
Baiklah ini FF jauuuuh dari kata sempurna, jadi mohon
saran dan kritikannya ya chingudeul :D
Terimakasih..
~Happy Reading~
Terkadang aku bisa menahan semua rasa sakit yang menusuk
hatiku, hanya karena dirimu..
Karenamu aku jadi mengerti apa itu pengorbanan. Mungkin
aku hanyalah orang yg merugi karena aku tak mengerti indahnya langit
sesungguhnya..
Ah kau tak menganggapku? Aku setiap detik bahkan setiap
nafas yang kuhirup selalu kuingat dirimu.. Apa kau tak bisa melihatku hanya
sedikit saja? Oh jebal~ Geumanhae! Geumanhae atas semua yang kau lakukan
padaku..
Ranting pohon sangatlah rapuh, namun ia bisa
menggoyangkan puluhan daun.. Ia bisa mengikuti kemana arus angin itu pergi..
Seperti dirimu, kau lemah andai saja aku bisa menjadi yg pertama di hatimu..
Tak akan kubuat air mata keluar dari pelupuk matamu..
Author POV
Genie High School , Gyeong-do
May 13, 2012 . Saturday
“Selamat atas semua murid SMA Genie yang telah LULUS
100%.. Saya Kepala Sekolah Jang turut Bangga atas prestasi memuaskan dari
kalian.. Dan saya akan mengumumkan 3 siswa peraih nilai tertinggi..” Itulah
semangat dari Kepala Sekolah Jang, dengan wajah ceria melihat prestasi anak
didiknya yang begitu memuaskan.. Bahkan salah 1 dari 120 siswa meraih nilai
Sempurna
“Kita panggilkan peraih nilai sempurna di sekolah kita..
CHOI JIN RI.. Naiklah untuk menerima penghargaan..” Yang dipanggil pun hanya
bengong dan tidak percaya dengan ini semua
Yeoja berambut cokelat sebahu dengan poni penuh, kulit
putih pucat seperti susu, tubuh yang ramping dan cenderung kecil itu naik
keatas panggung untuk memenuhi panggilan Kepala Sekolah
Cklik..
Cklik..
Begitu banyak siswa-siswi yang mengambil gambar nya,
untuk disebarkan ke sosial media dengan tujuan mengangkat nama baik sekolahan
mereka..
“Jeongmal Gamsahamnida~” Ucap yeoja cantik nan manis itu
kala dirinya diminta berpidato menghadap para Seonsaengnim dan teman-temannya
“Tapi.. Ini semua takkan terjadi bila tak ada seseorang
yang telah memberiku semangat.. Seseorang yang membuatku merasa senang kala aku
melihat senyumannya.. Seseorang yang mungkin tak pernah tau jika ini semua
berkat dirinya.. Someone, I’m really love you.. Thanks for your smile, always
give it to me.. And I’m never to forget this.. Saranghae-yo!!!”
Gila,.. Benar-benar gila bukan? Yeoja ini bahkan
menyatakan perasaannya pada orang yang dimaksut didepan semua teman-teman dan
gurunya
“Sulli-ya!! Apa yg kau lakukan eoh? Kenapa kau malah
menyatakan perasaanmu?!” Ucap Yoona, teman sekelasnya mengingatkan
“Ani.. Dia bahkan tak ada disini yoong-ah.. Jadi,
tenanglah..” Yang di peringatkan pun hanya santai dan kembali melihat sekitar
Tak ada yang ditemukan, ia pun pergi meninggalkan
temannya untuk mencari angin katanya
---
“Chukhae-yo oppa.. Kau lulus dengan nilai yang cukup
memuaskan.. hihi..” Seorang yeoja tengah bergelayut manja pada seorang Namja
yang jika dilihat cukup dingin dan cuek
“Heum..” Jawab namja itu dan kembali cuek
“Omo?! Bu..bukankah? sedang apa mereka di tempat sepi
seperti ini?” Sulli terkejut seperti melihat namja yang tadi ia sindir saat berpidato
tengah bersama yeoja lain
Tes.. Air mata jatuh dari pelupuk mata yeoja manis ini
tatkala melihat yeoja centil itu bergelayut manja di lengan Choi Minho. Namja
yang dimaksut Sulli
“Yuri-ya, mianhae.. Sepertinya kita harus mengakhiri
hubungan ini..” Sontak jantung Sulli serasa di hantam batu yang begitu besar,
kini ia bersembunyi dibalik pohon lumayan jauh dari tempat Minho dan Yuri
berdiri
“Minho..mengakhiri hubungannya?” Gumam Sulli
Ia tetap berdiri dibelakang pohon demi mendengar semuanya
“Aku..Telah..dijodohkan..Aku tak mengerti semua ini
berlangsung begitu saja..Eommaku sakit keras dan ia ingin aku segera menikah
dengan yeoja pilihannya..Mianhae Yuri-ya, semoga kau mendapatkan namja yang
lebih baik dari aku..” Panjang lebar Minho menjelaskan pada yeojachingunya, dan
ia beranjak untuk pergi
“Keunde?! Minho-ya?! Hiks..”
Sreek..
“Auww..” Keluh Sulli kala Minho barusaja melewati dirinya
yang hampir terpeleset
“Mi..mianhae..Ak..aku tak mendengar apapun yg kalian
bicarakan..Sungguh..Peracayalah..” Ucap Sulli gugup dan menundukan wajahnya
“Aisshh! Kau! Selalu saja berusaha mengikutiku?! Ingat!
Meski aku putus dari yeojaku, namun jangan harap kau bisa menggantikan
posisinya! Arra?!”
Jederrrr!! Kata-kata yang terlontar dari mulut Minho
barusan begitu menyayat hati Sulli
Ia menangis dan terus-terusan menangis
Sepanjang perjalanan pulangnya, Ia tak henti-hentinya
mengeluarkan air matanya
“Sebegitu bencikah dirimu padaku Minho-ya? Hiks.. Apa kau
tak tau selama ini aku lah yang tulus mencintaimu..”
Flashback On
Sulli’s POV
Genie High School
“Junbi ! Hana, Dul , Set, Sijak!!”
Prokk..prokk..
Aku menyempatkan diriku datang kala pertandingan Basket
Sekolah dimana Minho menjadi pemain penggantinya, padahal aku barusaja sembuh
dari sakit typusku setelah dirawat beberapa minggu di Rumah Sakit
Ya.. Choi Minho adalah teman sekelasku, mulai aku masuk
di Ilsan Junior High Shool dan sejak saat itu aku mulai menyukainya
Mengikutinya kemanapun ia pergi, bahkan aku rela masuk
sekolah ini demi ingin mengetahui bahwa ia baik-baik saja
Aku selalu menjadi penguntitnya, melindunginya kala ada
orang yang ingin menyelakainya dari belakang.. Aku selalu rela jika diriku yang
sakit meskipun mati sekalipun..
“Aarrgh!!” Lututku lemas seketika saat melihat wasit
menyempritkan peluit tanda ada pemain yang cidera
“Minho?! Minho?! Ada apa dengannya?!” Aku segera turun ke
lapangan basket berniat membantu Minho.. Menyusulnya ke ruang ganti, membawakan
handuk dan obat yang diperlukan, dan menaruhnya di dekat lokernya
Aku tak pernah berani mendekatinya, karena aku adalah
yeoja yang sangat dibenci Minho
Karena aku pernah merebut posisinya saat lomba Renang
tingkat Nasional SMP. Padahal itu kulakukan juga demi dirinya, agar aku saja
yang celaka bukan dirinya
Dan benar, saat itu aku yang celaka karena air kaporit
yang mengandung banyak senyawa asam, kulitku memerah, banyak dari peserta lomba
yang harus dirawat di rumah sakit
Tak ada yang tau jika semua ini adalah ulah musuh dari
Choi Minho, hanya aku yang tahu..
---
“Minho, Sulli, Donghae, kalian satu kelompok.. Silahkan
cari artikel-artikel yang berhubungan dengan Metabolisme.. kerjakan nanti
pulang sekolah dan kumpulkan di meja saya besok pagi..” Ucap Park Seonsaengnim
tegas
Aku begitu senang mendengar jika aku satu kelompok kerja
dengan Minho
“Minho-ya, Sulli-ya, mianhae.. Keunde hari ini aku ada
acara dengan keluargaku.. Aku sudah mencari beberapa artikel.. Ige, hanya itu
yang bisa kubantu..” Aku terkejut saat Donghae mengakatakan itu pada ku dan
Minho
“Yak! Neol busunsuri-ya?! Andwae!! Aku tak mau jika hanya
berdua dengannya!” Namun aku lebih terkejut melihat Minho mengatakan semua itu
padaku
Sebegitu bencikah dirinya padaku? Ingin rasanya ku
lontarkan kalimat bahwa aku sangat mencintainya, namun mulut ini terasa kelu
dan tak mampu mengutarakannya
Hanya isakan-isakan kecil dan jeritan dalam hati yang aku
simpan cukup diriku yang mengetahuinya
“Geu..geure..Arraseo.. Biar aku saja yang membuatnya..”
Aku sebisa mungkin menahan rasa sakit ini
Gwaenchana, gwaenchana, Sulli kau pasti bisa.. Demi Choi
Minho, kekuatan yang sampai saat ini membuatmu kuat demi dirinya.. Fighting!! –
batinku
“Ne..Memang kau yang pantas membuatnya!” Ucap Minho
dingin, dan segera berlalu meninggalkanku
Sendiri.. Hingga waktu menunjukkan pukul 7 pm aku masih
disekolah menyusun tugasku
“Sulli-ya, pulanglah bersama kami..” Ajak Yoona dan Nara
teman sekelasku
“Ani..Tugasku belum selesai..Aku bisa pulang sendiri
nanti..” Jawabku dengan senyuman yang meyakinkan mereka
“Jinjja? Geure, aku pulang dulu..Jaga dirimu,arrayo?”
“Ne..” Aku tersenyum penuh keceriaan, untuk meyakinkan
mereka bahwa aku baik-baik saja
---
Hari ini suasana Kelas tercipta sangat damai, tak seperti
biasanya yang sungguh membuatku tak nyaman..
Aku berniat untuk naik bus dan tak meminta Kyuhyun oppa
menjemputku, karena aku ingin mengetahui dimana Minho tinggal.. hihihi
Ketika aku keluar gerbang dan hendak menyeberang ke halte
di seberang jalan, aku melihat Minho tengah melamun saat menyebrang
Aku takut ia akan tertabrak, aku mendekatinya dan
mengikuti tepat dibelakangnya
Dan benar, sebuah motor melaju dengan cepat hendak
menabrak kami
Sekuat tenaga aku mendorong tubuh Minho dan
Brakk..
Kami terjatuh bersama di trotoar “Oh..aigo..” dengusku
kesal pada diriku sendiri
“Yakk! Mwo hago-ya?! Neo myiecheosseo?! Handpone ku!
Kau!! Aargh!!” Aku tak sengaja menindih handpone nya dan pecah
Aku menangis saat ini, menangis mengingat tak seharusnya aku
menindih handpone nya, tak seharusnya aku ikut ke trotoar, seharusnya aku
membiarkan diriku tertabrak motor tadi
Hiks..
“Minho-ya..Jebal mianhae-yo..Jebal useyo..” Ucapku
bergetar
Flashback Off
Author’s POV
“Bahkan hingga kini kau tak pernah mengajakku biara lebih
dulu.. Tak pernah menyapaku, dan tak pernah berlaku baik padaku..”
Gadis ini berjalan penuh lamunan hingga seseorang
mengejutkannya
“Aigo.. Taemin-ah? Mwo hago isseyo? Huh?” dengan cepat
Sulli menghapus air mata yang tengah membasahi pipinya
“Ige..” Ucap Taemin sembari menyodorkan sapu tangan
miliknya
“Mwo? Waeyo?” Sulli benar-benar gadis yang polos. Taemin
terkekeh geli
“Ck.. Yeoja pabbo. Pakai ini untuk membersihkan air
matamu, aish sinca? Kkkk” Sulli hanya tersenyum tulus pada Taemin, membuat
Taemin bergidik ngeri melihat senyuman itu
Senyuman yang disukai banyak orang, termasuk Taemin
“Geumanhae.. Jangan tersenyum seperti itu.. Membuatku
hilang kendali nanti..” Canda Taemin sembari menuntun Sulli untuk duduk di
pinggir trotoar, menikmati semilir angin malam Gyeong-do
Hening. Keadaan hening sejenak sebelum Taemin memulai
pembicaraannya
“Kau tahu? Kita hanya selisih 0,85 jika saja Matematika
ku mendapat nilai sempurna.. hahaha” Taemin menyenggol hidung kecil Sulli,
membuat Sulli tersenyum dan mulai bercanda dengan Taemin sahabat dekat yang
akhir-akhir ini sangat dekat dengannya
Bahkan Taemin lah yang selalu ada kala Sulli menangis,
membutuhkan bantuan, dan sakit hati karena Minho
“Ck.. Taemin pabbo.. Hahaha” Sejenak, gadis ini melupakan
rasa sakit hati nya yang baru saja ia rasakan tadi
“Aku senang membuatmu tersenyum.. Jika saja aku yang ada
di hatimu saat ini..” Batin Taemin, menatap mata Sulli dengan sangat dalam
membuat Sulli salah tingkah
“Yak! Waeyo? Tatapanmu setan sekali.. Hahaha” Canda Sulli
Suasana kembali hidup kini, Taemin pun menemani Sulli
hingga gadis yang disukainya merasa tenang
Kemudian Namja imut ini mengantarkan Sulli sampai rumah
***
Minho’s POV
Choi Yeun Geun’s Family
Ruang Tengah
“MWONDE?! SHIREO!! AKU TAK AKAN MENERIMA SEMUA INI!!
MALDO ANDWAE,APPA!!” Ucap ku membentak Appa ku sendiri
Aku benar-benar muak. Apa maksudtnya? Apa yang ada di
pikirannya? Jebal geumanhae! Kau selalu membuat hidupku penuh dengan aturan
Aku benci semua ini!
“Appa tak mau tau!! Jika kau tak ingin Eomma mu kecewa,
minggu depan kau datang ke pertunanganmu! Acara perjodohan itu akan dilakukan
didepan Eomma mu!! Neo jinjja arra-yo??” Setelah mengatakan kata-kata
menjijikan itu, Appa pergi meninggalkan ku di ruang tengah ini sendirian
Aku memang anak terakhir dari 2 bersaudara.. Noona ku
yang telah bersuami dan menetap di Amerika saat ini, memang sudah mapan. Ayahku
seorang pengusaha terkenal se Korea Selatan, dan aku akan dijodohkan oleh anak
dari sahabat Ayahku saat ia Kuliah dulu?
Cih~ Apa-apaan ini? Apa ini sandiwara? Dengan mudahnya
Ayahku memasukkan ku ke Seoul University dengan bidang Management. Sedangkan
aku ingin sekali menjadi Atlet Renang yang hebat, jika saja yeoja itu tak
merusak semuanya!
“Aaaaargh!!” Aku berteriak tak karuan sekarang
Rasanya, hidupku telah hancur! Impianku ingin kembali ke
dunia Atlet Renang ku telah kandas!
Ayahku akan menjodohkanku, menguliahkan ku, dan
memberikan aku pekerjaan bodoh perusahaannya padaku!
Jika saja saat itu aku tak mengikuti kata-kata ayahku,
mungkin kini aku sudah terkenal dan menjadi Atlet. Mengatur hidupku sendiri
tanpa ada penguntit yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, selalu menjadi
pahlawan sedangkan aku tak memintanya!
Jinjja! Aku benci dirinya!
“Yeoja itu! Aku sangat benci dirinya!”
***
Sulli’s POV
Sudah hampir satu minggu aku berdiam diri dirumah,
menunggu panggilan masuk di Universitas incaranku..
Yah, anggap ini adalah liburan panjang. Sehingga aku bisa
menikmati tidur panjangku juga.. Hahahaha
Tiba-tiba
Ting..ting..tongtingtong.. *bunyi dering Handpone
“Aissshh.. Nugusseo? Pagi-pagi begini menelpon!” Dengan
malas aku membuka mataku, berdiri ke meja belajarku dan mengambil handpone ku
“Ne?Yeoboseyo?” Ucapku malas
“Mwonde?Jinjja?” Aku terkejut dan sontak membuka mataku lebar-lebar
“Eom..eomma? Dia tak apa kan ahjumma??” Aku sedikit
mengeluarkan air mataku
“Arrasseo..Arrasseo..Aku akan segera kesana sekarang
juga..” Ucapku sedikit panik
“Ingat satu hal..Berpakaian dengan dress yang telah eomma
mu berikan tadi.. Anggap itu adalah pemberian terakhirnya..” hiks, kata-kata
ahjumma membuat air mataku semakin deras
Piip..
Aku segera menutup telepon dan menuju kamar mandi dengan
cepat
Berdandan seadanya, memakai baju yang telah eomma
belikan, dan segera menyusul eomma ke Rumah Sakit dimana ahjumma dan eomma
dirawat
Seoul National Hospital
Aku bergegas mencari kamar inap ahjumma, beliau
mengatakan eomma ku sedang ada disana. Aku benar-benar panik saat ini,hingga
tak kupedulikan orang yang berlalu lalang didepanku saat ini
Brukk..
“Auuwww.. Agassi! Jika berjalan itu hati-hati!”Ups aku
tak sengaja menabrak seseorang sekarang
“Mianhamnida..Jeongmal..” Aku membungkuk dan terus
mengatakan maaf padanya
“Ck..Yeoja murahan, untuk apa kerumah sakit berpakaian
sakral seperti itu?” Hupp, kata-kata namja ini benar-benar membuatku naik darah
“Kyaa! Apa kau bilang?!! Yeoja Murahan?! Tau apa kau soal
yeoja?! Tau apa kau soal aku?!” Aku mendongakkan wajahku menatap wajahnya
“Kau!! Namja pab..” Belum sempat melanjutkan ucapanku,
aku terkejut dengan siapa yang ada dihadapanku saat ini
“Min..Minho-ssi?!” Ucapku gugup, DEG! Jantung ini
berdegup sangat sangat kencang, bibirku kelu untuk mengatakan apapun, sontak
tubuhku bergetar hebat
Air mataku ingin keluar, aku sangat terharu bisa bertemu
dengannya lagi..
Setelah aku fikir, aku tak akan pernah bisa bertemu
dengannya, setelah kejadian yang sangat menyedihkan itu
“Aissh” Ia hanya mendengus dan pergi berlalu
meninggalkanku setelah tahu orang yang menabrak nya adalah aku
Hiks.. Tes.. Air mata ini jatuh lagi.. Segera aku
menghapusnya dengan tissue, dan segera aku menuju kamar inap ahjumma
***
Minho’s POV
Aish sial sekali aku?! Bertemu yeoja yang sangat kubenci
tadi! Baru saja semalam aku memikirkan nya, memikirkan kelakuan nya yang
membuat aku sangat membencinya!
Aku segera menuju dimana Eomma dirawat
Ceklek..
“Minho-ya? Kau sudah datang heum?” Ucap Eomma mencoba
bangun dari tiduran nya
Dengan cepat aku membantunya untuk duduk di ranjang
“Eomma? Neo geudaeui gwaenchana heum?” Tanyaku penuh
kasih sayang
“Geudaeui..” glekk.. Ia tersenyum padaku, dan mengelus
puncak kepalaku
Akuu sangat rindu kasih sayang seorang eomma setelah lama
ia dirawat di rumah sakit ini karena penyakit hepatitis nya
“Ahjumma? Annyeong hashimnikka.. Bangapseumnida
ahjumma..” Sapaku pada ahjumma Han dengan hangat. Tumben sekali ia kemari
setelah beberapa tahun yang lalu kami tak bertemu lagi
“Dia kesini, ingin memperkenalkan seseorang kepadamu..”
Ucap appa tiba-tiba
“Nde? Jeongmalseumnikka ahjumma?” tanyaku pada ahjumma
Dan beliau hanya mengangguk tanda mengiyakan
“Keunde, geunyeo nugunde?” Ucapku agak tak mengerti
Ceklek..
“Silyehamnida..Jeongmal jweseonghamnida, saya
terlambat..” Tiba-tiba seorang yeoja berlambut cokelat sebahu bergelombang
dengan poni ratanya masuk mengenakan dress sakral, dan menunduk menatap lantai
Kamar Inap ini
Aku lumayan terkejut, seperti kenal suara ini. Batinku
“Geunyeo-ga, yeoja yang akan Eomma jodohkan padamu.. Jin
Ri-ya, kajja kemarilah..” Ucap eomma ku lembut pada yeoja ini
Dan, GLEKK!! Aigo!! Aku sungguh tak percaya?! Yeoja ini?!
Jin Ri?! Sulli??! Yeoja yang sangat kubenci?!
Sejenak pandangan kami saling bertatapan tanda kami terkejut atas semua ini
Sejenak pandangan kami saling bertatapan tanda kami terkejut atas semua ini
Aku tahu ia juga terkejut, dan tak percaya
***
Sulli’s POV
Ya Tuhan?! Apa semua ini adalah rencana-Mu untuk ku?
Benarkah aku akan dijodohkan dengan namja yang sudah lama aku sangat
mencintainya?
Benarkah ya Tuhan?
Melihat ekspresinya yang sangat terkejut dan wajah penuh
kebencian menatapku sangat sinis, membuat ku ingin menangis sekarang juga
Menjerit dan berlari kepelukan sahabatku Taemin,
menceritakan semua yang terjadi saat ini
“Neoneun?!” Ucap kami bersamaan sambil saling tunjuk
“Ah! Yeobo, sepertinya mereka sudah saling kenal.. Jadi,
kita percepat saja pernikahannya minggu depan..” Ucap ahjumma atau yang ternyata
adalah Eomma Minho
“Aigo! Andwae!” Ucap kami bersamaan lagi
“Wah kalian sangat serasi ne? Haha” Ucap eomma ku sambil
memegang cincin pertunanganku dengan Minho, dan menaruh nya ke tangan Minho
-skip-
5 hari kemudian
4 pm
Gyeong-go’s Garden
“Hiks..Aku juga tak mengerti kenapa semua ini bisa
terjadi Taemin-ah..” kepalaku menyandar di bahu Taemin, sahabatku
Nyaman, sangat nyaman. Aku selalu berkhayal jika aku bisa
seperti ini juga dengan Minho
Namun sepertinya itu hanyalah khayalanku belaka
“Hadapilah semuanya Sulli-ya.. Aku yakin kau yeoja yang
kuat.. Heum? Yaksokhae? Yaksokhalke? Arrachi?” Ucap Taemin mengelus puncak
kepalaku, dan menenangkanku
“Ne.. Yaksokhae-yo..” Ucapku pasrah
“Kajja..Smile-eu..” ucap Taemin sembari memperagakan
senyumannya didepanku, membuatku sedikit terhibur
Aku pun tersenyum karena nya.. haha memang sahabat yang
sangat baik padaku..
“Nah.. Yeppeuda jeongmal..kkkk” Godanya lagi
“Aku akan datang ke acara pernikahanmu.. Jadi, tenang
saja..” Taemin membenarkan posisi nya dan segera pamit karena ada urusan
mendadak
***
Married Day
Minho-Sulli
Daegi’s Ballroom, Gyeong-do’s Hotel, Seoul
11 August 2012
“Wah.. Selamat berbahagia ya! Aku kira aku duluan yang
menikah nanti, tak taunya kau duluan hyung.. kkkk,sehabis lulus langsung menikah
itu sangat bagus..” Ledek Taemin pada Minho yang sedaritadi hanya cemberut
tanpa senyuman sama sekali di wajahnya
Berbeda denganku, yang terus tersenyum menyambut tamu
yang datang
“Diamlah Taemin-ah.. Sedang tak ingin berdebat denganmu!”
Ucap Minho agak membentak Taemin
Taemin pun kesal dan pergi dari Minho, kemudian
menghampiriku dan mengajakku bercanda
“Buatkan aku keponakan ne nanti? Kkkk” Ucap Taemin sambil
menyentuh hidung mungil ku
Sebuah senyuman kuhadiahkan kepadanya, haha
Acara pernikahan berlangsung cepat, kini aku dan Minho
berada di rumah besar nan mewahnya yang beraksen agak ke barat-baratan itu
Minho membuat perjanjian yang harus aku tepati
Flashback On
Gyeong-do’s Garden
1 pm
“Aku mau menikah denganmu, asalkan kau tanda tangani ini..”
Ucap Minho
“ige..mwoya?” Tanyaku tak mengerti
“Palliwa tanda tangani!” Ucapnya dingin seolah aku tak
boleh tau isi nya
Kubuka isinya dan, sungguh membuatku sesak didada
mengingat perjanjian konyol macam ini?
Cih~
Selama menjadi istriku yang Sah dimata hukum dan
keluarga, kau belum Sah dimata seorang Choi Min Ho
1. Tidur
di kamarku boleh, tapi kau tidur dengan kasur busa di lantai..
2. Tak
boleh sekali pun tidur bersamaku
3. Jaga
jarak mu 1-2 m dari ku
4. Jangan
bersuara lebih dari 40 Desibel di kamarku
5. Bersikap
perhatian didepan eomma/appa/ayah-ibu mu
6. Bersikap
romantis didepan keluarga
7. Dan
yang penting, aku bukan siapa-siapa mu menurut diluar hukum. Sehingga aku boleh
mempunya yeojachingu
Dan dengan ini Choi Jin Ri sebagai istri Kontrak Choi Min
Ho menyetujui nya..
Pernikahan ini hanya berjalan 2 tahun, setelah itu Choi
Min Ho akan menceraikan nya secara baik-baik..
Kau mengerti?
“Arrasseo..” ucapku menahan tangis
“Good..” Minho menyeringai kepadaku, aku hanya pasrah
dibuatnya
Flashback Off
Jederr!!
Bagaikan ditusuk ribuan jarum tumpul
Sakit sekali, sesak rasanya dadaku ini
Apa ini perjanjian seorang Choi Minho untukku? Apa aku
hanyalah Istri Kontrakan nya? Hiks
Jika tahu kejadiaannya akan seperti ini lebih baik aku
tak usah menyetujui nya
Minho’s Room
“Baiklah ini appa sudah menyiapkan semuanya.. Untuk
kalian berdua.. kkkk, semoga tidur nyenyak malam ini..” Ucap Tuan Choi Yeun
Geun merapikan kasur Minho
Aku dan Minho hanya diam seribu bahasa
“Mwonde? Kenapa diam saja?!” Ucap appa mulai curiga
Dengan cepat aku merubah semua suasana hening yg tercipta
antara aku dan Minho
“Aniyo appa.. Eum, Minho-ya? Dimana kamarmandi nya,
mungkin aku perlu menyiapkan mu air hangat..” Ucapku sok perhatian pada Minho.
Minho hanya melirikku dan bersikap acuh padaku. Sakit.. Sangat menyakitkan..
***
1 Tahun berlalu
Hubunganku dengan Choi Minho berjalan mulus, dan yang
pasti Monoton
Aku selalu fokus pada kuliahku yang ternyata satu kampus
dengan dirinya
Namun berbeda bidang.. Aku mengambil bidang kedokteran
sedangkan dia mengambil bidang management
Setiap harinya aku diantar jemput Taemin, dengan alasan
dia adalah sahabat terdekatku
Minho bersikap seolah-olah tak kenal siapa aku jika di
kampus, aku sering menangis dibuatnya
Dia sangat manis pada yeoja-yeoja di kampus, bahkan dia
sudah ganti-ganti pasangan. Sedangkan aku tak ada yang melindungi di kampus
setiap ada yeoja yang curiga kenapa aku kadang satu mobil dengan Minho
Minho hanya menjawab “Ani..Dia hanya yeodongsaeng ku
saja..Marganya sama kan?” jawabannya itu membuatku sangat sakit
Oiya, hingga kini aku masih gadis. Mana mungkin Minho mau
menyentuhku? Cih~ Aku selalu melakukan semua pekerjaan rumah untuk membantu
ahjumma, namun aku tak pernah dianggap oleh Minho. Sama sesuai dengan
perjanjian, yang menyebutkan kita hanya Sah secara hukum, dan tidak Sah secara
hati
Minho tau dari dulu hingga sekarang aku masih mencintai
dirinya
Hingga sikapnya mulai sedikit berubah ketika suatu
kejadian menimpa kita berdua
Flashback On
5 bulan setelah menikah
Minho’s Room
“Kau! Apa yang kau lakukan di kasurku ha? Jangan
meyentuhnya!” Aku terkejut, Minho tiba-tiba keluar dari kamarmandi dengan hanya
menggunakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya
Aku tertegun melihat otot perutnya yang..aww..
“Mwo..mwonde?! Apa yang kau lihat?” Ucap Minho mendekat,
DEG.. Kenapa dia sangat dekat ya Tuhan? Sungguh sempurna ciptaan-Mu ini..
Aku terus mundur karena ketakutan, ia hanya mendengus
sebal padaku
Aku seperti orang bodoh, ah aniyo, anjing bodoh malah
yang menanti majikannya mendekat untuk sekedar mengelus buluku -_-
Blukk..
Aku terjatuh terpental di atas kasurnya
“Pergilah dari atas kasurku, pabbo!!” Minho mendekat dan
terus mendekat
Blukk..
Ia terpeleset sesuatu yang membuat dirinya jatuh di kasur
dan berada diatasku. Aku benar-benar gugup, rasanya malu dan ingin tertawa.
Handuk yang melilit di tubuh Minho sempat terlepas untung aku pura-pura untuk
tidak melihatnya
5 menit..
10 menit..
Kami tetap seperti ini, sebelum seseorang mengejutkan
kami
Ceklek..
“Ups.. Sepertinya kita salah situasi yeobo..” Ucap
eommaku pada appaku
Buru-buru kami kembali ke posisi biasa, Minho segera
masuk kamarmandi untuk memakai pakaiannya. 2 jam setelah kejadian itu, dan
setelah eomma-appa pergi, kami menjadi sedikit..Canggung..
Flashback Off
Bahkan hingga sekarang masih canggung..
Hari ini aku pulang terlambat, karena harus mengantarkan
Taemin mencari barang-barang untuk talkshow nya. Yah.. Taemin sudah terkenal
menjadi atlet sepak bola di Seoul, bahkan ia hampir menjadi Artis kalau saja
bukan karena ku. Aku tak ingin dirinya pergi meninggalkanku dan keluarganya,
akhirnya? Dia menurut dan tetap tinggal menjadi Atlet sepak bola
“Cha..Sudah sampai..” Taemin turun dari mobilnya didepan
rumah ku, aniyo, rumah Minho dan membukakan pintu untukku
“Gomawo.. Taemin-ah..” Ucapku sambil tersenyum
Minho’s POV
“Ck..Kenapa yeoja itu belum pulang jam segini?” Aish
apa-apaan aku ini? Kenapa sejak kini aku mulai memikirkannya? Aisshh sepertinya
aku mulai Gila !
Sekamar dengannya terus-terusan membuatku benar-benar
Gila
Terkadang aku selalu melirik kebawah hanya untuk
memastikan dia sudah tidur atau belum
Aku merasa ingin sekali membantunya saat ia kelelahan
karena mengurus rumah, namun lagi-lagi kejadian itu terulang di benakku membuat
aku menjadi benci dengan yeoja ini
Namun terkadang hatiku merasa gelisah saat Taemin sangat
sering berada di sisi yeoja yang kini menjadi Istri Kontrak ku
11 pm kenapa belum juga pulang eoh?
Aku berniat turun kebawah untuk mencarinya. Baru saja aku
membuka pintu, ternyata ia juga membuka pintu membuat darahku sedikit berdesir
dan jantungku sedikit lega
“Ka..kau mau pergi kemana?” Ucapnya mengkhawatirkanku
“Ani..Hanya keluar sebentar” Ucapku cenderung cuek dan
acuh padanya. Entah kenapa sikapku selalu seperti ini padanya, mungkin karena
rasa benciku sudah memuncak
Aku keluar dari rumah, dan hanya duduk di teras saja
Mwo? Itu mobil Taemin kan? Sedang apa dia? Aku
menghampirinya dan menyapanya
“Hyung?” Dia kaget saat aku ada di sebelahnya
“Kau mengantar Sulli lagi ne?” Ucapku berlagak cuek jika
menyebut nama Sulli
“Hemm..” Ia mengangguk
“Ohiya hyung, jangan buat dia menangis setiap saat
karenamu..” Glekk.. Kata-kata Taemin kali ini membuatku terkejut. Menangis? Aku
sering melihat dirinya menundukkan kepalanya, apa mungkin itu menangis?
Bahkan aku selalu bersikap kasar padanya..
“Aku tak pernah berhenti berusaha hyung.. Untuk merebut
hati Sulli, dan berusaha membuat ku ada di hatinya.. Kau tak mencintainya kan
hyung? Lepaskan saja untukku.. Jebal..” DEG. Ucapan Taemin kali ini entah
kenapa membuat hatiku gelisah. Sudah sangat sering ia berkata seperti ini
padaku, namun yang kali ini membuat ku benar-benar gelisah
“Baiklah hyung.. aku pergi dulu, mobilku sudah bisa jalan
lagi.. Annyeong” Ucap anak itu dengan songong(?)
Aku kembali masuk rumah dan berniat tidur
“Hiks..Hiks..Minho selalu tak menganggapku ada eoh?” Baru
saja aku ingin meraih gagang pintu, suara itu? Kenapa dengan Sulli ? Dia
menangis?
Hupp.. Entah kenapa melihatnya menangis membuat hatiku
merasa sesak
Ceklek..
Aku masuk dan pura-pura tidak menghiraukan suaranya. Aku
naik keatas kasurku dan berniat untuk tidur
Lagi-lagi aku melihat kebawah hanya untuk memastikan dia
sudah tertidur atau belum
“hoah? Cepat sekali tertidurnya? Padahal td baru saja
menangis :o” ucapku setengah bingung dan setengah tak percaya
“Min..ho-ya? Nan..neol..sa..saranghae-yo” DEG. Aku
terkejut ia mengatakan seperti itu padaku, segera aku melihat kebawah dan
memastikan nya
Yang benar saja? Ck. Ternyata dia hanya mengigau.. Aku
tersenyum ketika melihat wajahnya. Sangat damai ketika tertidur.. Bibirnya yang
tebal menambah aksen imut pada wajahnya. Glek.. apa yang sedang aku pikirkan
saat ini? Yak! Minho-ya! Jangan sampai termakan omonganmu sendiri -_-
“Eunggh..” Kenapa dia terus mengigau ne?
Tanganku mencoba untuk menyentuh keningnya, dan Omo?!
Suhu tubuhnya panas sekali?
Pantas saja ia mengigau tak jelas dari tadi?
Persetan dengan rasa benciku padanya, aku merasa kasihan
padanya. Memindahkannya diatas kasurku, merawatnya dengan mengompres keningnya,
dan menungguinya hingga esok pagi.
“Hoaaahmm..” Lenguhku, aku merasa lelah
Sudah pukul 00.00 ? Sepertinya aku memang harus tidur.
Tak mungkin jika aku tidur di sampingnya, -aku takut terjadi kesalah-pahaman
antara aku dan dirinya. Hemm, lebih baik aku tidur di tempat yang biasa dipakai
nya tidur.
7 am
Minho’s Room
Author’s POV
“Mwonde? Mengapa aku berada di kasur ini? Apa semalam aku
sangat kacau sehingga nekat tidur disini eoh?” Sulli terbangun dan sungguh
terkejut, melihatnya berada di atas kasur Minho dalam keadaan berselimut. Pagi
tadi, Minho sudah membereskan alat kompres dan kasur busa yang sering dipakai
Sulli untuk tidur. Minho hanya menyisakan selimut di tubuh Sulli, agar Sulli
tak curiga.
“Aku rasa, semalam aku demam? Heum, kenapa sudah sembuh?
Ah baiklah aku harus mandi..” Ucap Sulli sedikit curiga namun ia menepis semua
dugaannya jika Minho telah merawat dirinya semalaman
“Aku harap ini hanya karena rasa kasihan huh?” Batin
Minho ketika melihat Sulli yang bersikap tak tahu jika semalam Minho merawatnya
Seoul University
Entah kenapa, pagi ini Minho berangkat bersama Sulli
dalam satu mobil. Tadinya Sulli sempat menolak, namun karena appa nya memaksa,
ya bagaimana lagi?
“Woaaah.. Aigo, aigo.. Apa aku tak salah melihat?” Ucap
Taemin yang telah menyambut Sulli ketika turun dari mobil Minho
“Aniyo Taemin-ah.. Mungkin ia sudah sedikit jinak padaku.
Hehe” Jawab Sulli cengengesan(?)
Taemin segera meraih tangan Sulli dan menggandengnya
memasuki kampus
“Ck. Kenapa aku merasa khawatir melihat Taemin meraih
tangan Sulli eoh? Aissh !!” Sebal Minho ketika melihat Taemin dan Sulli
bergandengan memasuki kampus. Ia hanya bisa mengikuti mereka berdua dibelakang,
dan dengan sedikit mendengus sebal
Apa yang dirasakan Minho menjadi tak karuan. Ia merasa
perasaannya sedikit aneh pagi ini
***
16 Bulan berjalan
“Hahahaha..”
“Aigo.. Taemin-ah, jangan membuatku marah!”
“Haha coba saja kalau bisa mengalahkanku..”
Yah.. Taemin dan Sulli sedang bermain Playstasion di
kamar besar Minho. Minho telah mengijinkannya
1 tahun lebib berjalan, hubungan Minho dan Sulli semakin
membaik.. Meskipun Minho tak menyadari jika dirinya telah jatuh cinta pada
Sulli. Sulli yang menyadari perubahan sikap Minho hanya bisa berharap jika
suatu saat nanti Minho bisa belajar mencintai dirinya. Sulli hanya membayangkan
jika tak genap 8 bulan lagi dirinya harus rela berpisah dengan Minho. Sulli
selalu melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Mulai mengurus Minho ketika Minho
sakit, mencuci semua pakaian Minho, bahkan memijat Minho ketika Minho sedang
tidur.
Sebenarnya Minho mengetahui semua itu, namun ia tak
pernah bisa untuk menolak semua itu. Meskipun terkadang pikiran tentang
kejadian yang membuatnya membenci Sulli selalu memenuhi pikirannya, ia tak
pernah memikirkan itu lagi kini.
Sepertinya, Minho sudah bisa memaafkan Sulli..
“Yaaakk!! Kau mengalahkanku Sulli-ya!!” Ucap Taemin
frustasi. Sulli yang menyadari dirinya akan diserbu Taemin, ia segera berlari
menghindari Taemin
“Hahahahaha” Tawa mereka bersamaan. Minho yang melihat
dari luar pintu kamarnya hanya bisa pasrah
“Huft, apakah aku mulai jatuh cinta padamu nyonya Choi
Jin Ri?” Ucap Minho menatap Sulli dan Taemin yang sedang asyik bermain
kejar-kejaran layaknya anak-anak SD
“Aaaaa apa yang kau lakukan Sulli-ya?! Baiklah rasakan
ini!”
Brukk..
Seketika itu Minho langsung menoleh dan hendak membuka
knop pintu lebar
Glek.. Hatinya merasa sakit, dadanya sesak serasa
jantungnya ingin melompat keluar dari tubuhnya
Melihat Sulli terjatuh diatas kasurnya, dan disusul
Taemin yang menubruk Sulli. Bukannya cepat-cepat kembali ke posisi semula,
malah bercanda dengan posisi seperti itu. Itu membuat Minho mulai naik darah
Cklek..
“Yak!! Kalian jika ingin bermesra-mesraan jangan
dikamarku! Diluar saja sana!” Ucap Minho emosi
Sulli dan Taemin cepat-cepat merubah posisi dan
membungkuk pada Minho berulang kali
“Mi..mianhae Minho-ya.. Nanti akan kubereskan semuanya..”
Glek.. Bukan itu jawaban yang ingin didapatkan Minho dari mulut mungil Sulli.
Bukan seperti itu.
Hening. Kondisi yang tadinya seru menjadi hening semenjak
Minho mengacaukan semuanya
Buru-buru Taemin ijin untuk pulang
“Sulli-ya.. Jangan lupakan makan malam mu nanti.. Baiklah
hyung? Aku pergi dulu.. Gomawo-yo Playstasion nya tadi.. hehe Annyeong” yang
dibalas anggukan dan senyuman dari Sulli
“Mwo? Makan malam?” Ucap Minho tak mengerti pada Sulli
setelah Taemin menutup pintu kamarnya
“Ani.. Seperti biasa.. Hanya makan bersama..” Ucap Sulli
berusaha acuh, padahal sebenarnya ia sangat merasa canggung dengan keadaan
seperti ini. Jantung Sulli serasa mau copot kala Minho menatapnya dalam
“Sulli pabbo..” Ucap Minho sembari meraih tangan Sulli
ketika Sulli hendak keluar kamar
“Hah?” Sulli terkejut dengan sikap Minho yang mendadak
menjadi seperti ini
“Jangan bersikap acuh padaku jebal..” Suara Minho melemah
“Bu..busunsuri-ya?” Sulli menahan tangisnya
“Andwae.. Kau mulai lah bersikap baik padaku.. Aku..aku
ingin berteman denganmu” Bukan itu yang ingin dikatakan Minho sepertinya.
Hatinya merasa menyesal saat hanya mengatakan kata-kata itu
Hatinya sangat sakit
Hupp.. Teman? Hanya Teman? – batin Sulli
“Ge..geure..Kau kan sudah menjadi chinguku sejak awal..”
Suaranya bergetar menahan sesuatu yang ingin keluar dari pelupuk mata Sulli
“Mi..mian aku harus mencuci baju..” Syut.. Sulli
melepaskan tautan tangannya dengan Minho, dan keluar kamar.
Ia berlari kearah dapur, menumpahkan semua tangisannya
disana. Senang? Tentu saja.. Minho mulai menerima dirinya. Namun sakit? Sakit
karena hanya dianggap teman oleh Minho? Tentu saja.. Sudah sangat lama bukan
Sulli mencintai seorang Choi Min Ho?
Sedangkan Minho? Entah apa yang ada dipikirannya, ia juga
menumpahkan sedikit cairan matanya setelah mengatakan kata-kata yang tak
seharusnya keluar dari mulutnya pada Sulli tadi. Ia merasa menyesal
“Igo aniya Sulli-ya.. Bukan ini yang aku maksudtkan
padamu..” Suaranya sangat pelan
***
In Front of Minho’s Home
“Kyaa, kenapa kau selalu membuatku menunggu?” Ucap Taemin
berkacak pinggang
“Hehe mian Taemin-ah..” Jawab Sulli sambil tersenyum
“Ah geure, silahkan masuk tuan puteri..” Taemin
membukakan pintu mobilnya untuk Sulli
“Gomawo prince.. Hahaha” Sulli meledek Taemin dengan
kata-kata Prince
“Aish kau ini!”
Minho hanya bisa menatapnya lewat jendela kamar nya yang
berada di lantai 2
“Sampai kapan kau akan bersama-sama dengan Taemin eoh?”
Ucap nya dengan wajah yang sangat sulit diartikan. Sedih? Sudah pasti.
Menyesal? Entahlah..
10 pm
“Aish.. Geunyang eodisseo-ya?!” Sedaritadi Minho hanya
menatap jam dindingnya saat waktu mulai menunjukkan pukul 9 pm. Sebegitu
gelisahkah Minho? Menunggu Sulli pulang hingga 1 jam lebih?
Suara mobil membuat Minho cepat-cepat membuka Gorden
Jendelanya dan melihat siapa yang datang
Ada perasaan lega ketika melihat siapa yang datang
“Senyumannya selalu membuatku terus-terusan memikirkan
yeoja pabbo itu! Ckck” Ucapnya sedikit tersenyum
Ceklek..
“Mi..mian aku terlambat lagi..” Mwo? Kemana senyuman itu?
Kenapa tiba-tiba hilang saat bertatapan denganku? – batin Minho
“Neo eodi-ya?” Ucap Minho to the point tanpa basa-basi
“Nan molla.. Taemin mengajakku berputar Seoul..” Ucapnya
cuek, membuat Minho sedikit kesal
“Kau..Sudah mandi?” Ucap Sulli mencoba Perhatian pada
Minho
Minho tersenyum, perasaannya senang ketika Sulli
menanyakan itu padanya. Meski pertanyaan itu sangatlah tidak penting
“Hemm” Minho menggeleng
“Aish..” Sulli mendengus, ia belum ganti pakaian langsung
menuju Kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Minho nya
“Kajja tuan Choi Minho, air hangatmu sudah siap..” Ucap
Sulli berlagak seperti sang pelayan yang telah menyelesaikan tugasnya untuk
majikan
Senyum. Sulli tersenyum penuh arti ketika Minho menatap dalam
mata Sulli.
Deg.. Ia merasa kan sesuatu yang sangat tidak beres pada
tubuhnya
Minho semakin mendekat, ia memundurkan langkahnya
terus-menerus hingga menatap tembok
“Mw..mwo hago-ya?” Ucap Sulli takut-takut
Syut..
Tiba-tiba Minho memeluk tubuh ramping Sulli sangat erat
Sulli sangat heran dengan sikap Minho kali ini. Sikap
yang selalu sulit untuk Sulli tebak huft -_-
5 menit..
10 menit..
Minho masih memeluk Sulli dengan erat, mengelus puncak
kepalanya, dan sesekali mencium pundaknya
“Neo? Gwaenchana-yo?” Ha?? Pertanyaan macam apa ini? –
batin Sulli
Kenapa Minho bertanya seperti itu padaku? –batin Sulli
“N..neol busunsuri-ya?” Ucap Sulli gugup
“Apa ini Sulli-ya? Aku merasa menyesal telah berlaku
jahat padamu dulu.. Telah sangat sering membuat mu menangis..” Ucap Minho
menjelaskan
“Ka..kau? ak..aku tak pernah merasa dendam padamu..
Ak..aku sungguh tulus padamu..” Ucap Sulli penuh bergetar
“Kau?” Tiba-tiba Minho melepas pelukannya dan buru-buru
masuk kamar mandi
“w..wae? ada yang salah dengan ucapanku?” Ucap Sulli
kecewa
Jderr..
Minho menutup pintu kamarmandi cukup keras
Hehehehe Sulli malah tertawa, dan senyum-senyum mengingat
sikap Minho akhir-akhir ini
***
Seoul University
“Mwo? Camping?” Ucap Sulli dan Minho bersamaan
Sejak kejadian saling peluk kemarin, Minho jadi sering
mengantar Sulli ke kampus. Sering makan bersama dikantin, dan tak pernah malu mengakui
jika Sulli adalah saudara perempuan nya
Sebenarnya Sulli merasa sebal saat mendengar itu dari
Minho. Padahal dirinya adalah istri Minho
“Sulli-yaaaa?!” Sapa Taemin dengan riang
“Apa kau sudah menyiapkan semuanya?” Ucap Taemin sambil
mencoba merangkul Sulli didepan Minho
“Mwo?” Ucap Minho
“Yak! Aish, jebal Sulli-ya.. bantu aku menyiapkan
semuanya. Nanti malam aku akan menjemputmu. Arra-yo?” Ucap Taemin dan bergegas
segera pergi
“Aish shireo! Kau harus pergi bersama ku.. Kita kan satu
tim saat camping..” Ucap Minho memotong pembicaraan Sulli dan Taemin namun
Taemin sudah duluan pergi
“Lagipula, kita juga satu tim dengan Taemin. Pergi
bersama saja..” Ucap Sulli dengan penuh senyuman
“Huh?” Minho mengalah dan mengiyakan ajakan Sulli
Jika sudah melihat ia tersenyum seperti itu, aku bisa
saja mengatakan iya huft.. – batin Minho kesal
2 days later
Camping’s Day
“Geure.. Berhati-hatilah! Banyak jurang disini.. Jika
sudah sampai di lapangan, segera bangun tenda kalian dan tidurlah, karena kita
akan lelah hari esok.. Neol arra-yo?!” Ucap Sang pembina tegas
“Ne!!” Jawab semua mahasiswa serempak
Sulli berusaha mempompa tendanya dan mengangkat besi-besi
untuk menyangga tendanya tanpa ada yang membantu
Ya, dia akan tidur satu tenda dengan Suami Kontraknya,
Taemin, dan Haera temannya..
Tiba-tiba Minho datang dan mengambil alih pekerjaan Sulli
“Go..gomawo..” Ucap Sulli pada Minho
Minho hanya menatap Sulli dan tersenyum, kemudian
melanjutkan kembali pekerjaannya
Di Tempat Lain
“Sulli-ya? Apa kalian akan berpisah di waktu dekat ini?
Berapa bulan lamanya?” Ucap Taemin penuh dengan rasa penasarannya
“Maybe Taemin-ah.. 3 bulan lagi.. Masih tersisa 3 bulan
waktu aku bisa bersama nya.. hiks..” Seketika itu tangis Sulli pun pecah
“Gwaenchana, 3 bulan adalah waktu yang cukup lama untuk
kau mengubah hati Minho Sulli-ya..” Tenang Taemin
Syut..
Ia menyandarkan kepala Sulli agar bersandar pada dada
bidangnya
“Gomawo Taemin-ah.. Kau yang selalu ada disaat aku
membutuhkan bantuan..” Ucap Sulli
“Everything for you..” Jawab Taemin tulus dari dasar
hatinya
Minho hanya mendengus kesal melihat pemandangan yang tak
mengenakkan matanya ini
Ia bersembunyi dibalik semak-semak agar tak ketahuan
keduanya
Ckck.. perasaan apa ini Minho-ya? – batin Minho kesal
“Nan.. neo.. Sarang..hae-yo.. Sulli-ya..” Ucap Minho
tanpa sadar
Ia pun segera kembali ke basecamp karena tak ingin
keberadaannya semakin membuat kedua orang itu curiga
*Hari Pertama Camping*
(Backsound nya Super Junior KRY _ Sky yah J*)
Hari ini adalah hari pertama Mahasiswa Seoul University
tingkat I memulai campingnya. Dengan dibuka oleh Kepala Pembina yang memimpin
jalannya Upacara Pembukaan, kemudian disusul Outbound antar mahasiswa, dan
ditutup dengan makan malam Kimchi buatan mahasiswa jurusan Boga
“Huh? Dingin sekali...” Sulli berada cukup jauh dari
basecamp karena ia memang sedang ingin mencari angin
“Jeongmal? Ige..” Taemin datang membawa selimut miliknya
dan mengatupkannya ke tubuh Sulli
Mereka duduk di atas bukit menghadap padang rumput luas
yang dihiasi dengan lampu-lampu buatan teman-teman mereka untuk menyambut
Camping
Sungguh Romantis..
“Ehem..” Taemin berdehem(?) ketika Sulli menyandarkan
kepalanya lagi di pundak Taemin
“Waeyo? Kau kan sahabatku..” Ucap Sulli cuek dan kembali
menyandarkan kepalanya
“Keunde, hubunganmu dengan Minho? Apa dia sudah mulai
mencoba mencintaimu?” Tanya Taemin hati-hati
“Nan mollayo..” Ucap Sulli cuek. Pandangannya menerawang
lurus kedepan. Memorinya memutar kembali kejadian yang membuat Minho
membencinya seumur hidup. Kejadian yang hampir membuat dirinya mati karena
terserang alergi. Kejadian dimana hatinya hancur berkeping-keping
Air mata Sulli menetes lagi dan lagi jika mengingat
kejadian itu
“Sudahlah..” Ucap Taemin mencoba menenangkan
Dan lagi-lagi Minho melihat kebersamaan mereka dari jauh.
Hanya bisa memandangi dengan hati yang cukup tersayat. Entah apa yang kini
dirasakan Minho. Apakah dia mulai bisa menerima Sulli dan menghapus
kebenciannya terhadap Sulli?
Minho’s POV
Basecamp – MinSul’s Tenda
05:00 am
“Hoaaahmm..” Aku menguap dan terbangun dari tidurku.
Menyalakan handpone ku dan melihat jam. Ternyata masih sangat pagi
Aku melihat kasur yang ditempati Haera dan Sulli. Oh?
Sulli eodigayo? Kenapa hanya ada Haera disitu?
Aku pun memutuskan untuk keluar. Ternyata benar dugaanku
dia sudah bangun lebih awal..
Dia berjalan dan terus berjalan lagi-lagi keluar dari
Basecamp. Aigo?! Apa dia memang suka keluar-masuk Basecamp tanpa ijin eoh?
Aku tak henti-henti mengikuti dan memperhatikannya dari
belakang. Entah kenapa aku selalu ingin tahu tentang nya setiap bertambahnya
detik,menit,jam, bahkan hari..
Aku merasa menyesal tak melihat ketulusannya dari dulu..
Ketika sampai di Bukit dimana semalam ia dan Taemin
disini, Sulli malah duduk dan menikmati semilir angin yang menyapu wajah putih
dan cantiknya
“Apa tidak dingin eoh?” Kataku mencoba memecah suasana.
Ia terkejut ketika melihatku sudah ada dibelakangnya dan mendapati diriku telah
menguntitnya sejak tadi
“Yak! Minho-ya? Mwo hago-ya eoh?” Ucapnya dengan penuh
senyum
“Mengikutimu sejak tadi..” Ucapku cuek dan ikut duduk
disampingnya
“Omo? Kau menjadi penguntit sekarang.. hehehe” Tawanya
membuatku terus-terusan memperhatikan wajahnya tanpa henti
Membuat ia merasa kikuk dan salah tingkah tiba-tiba
“Mw..Mwo?” Ucapnya
“Aniyo..” Jawabku. Pandanganku tak lagi menatapnya, namun
tetap saja selalu mencuri pandangan kearahnya
“Kau suka udara pagi?” Tanya Sulli kepadaku tiba-tiba.
Ckck pertanyaannya sangat aneh menurutku
“Ne.. Neol eotteokhae?” Tanyaku kembali padanya
“Neomu..” Ucapnya menggantung
“Heum??” Aku penasaran dan menatapnya
“Dulu.. Aku sering bersahabat dengan angin pagi ini tiap
kali aku akan melakukan sesuatu demi seseorang yang ku suka..” Ucapnya menggantung
lagi. Semakin membuatku tak mengerti
“Dan juga, angin pagi yang telah membuatku merasa
tenang.. Seseorang telah menyudutkanku dulu, memaki ku, meneriaki ku, bahkan
membenciku.. aku sakit sangat sakit dibuatnya.. Angin pagi bahkan yang bisa
menyembuhkanku dari penyakit yang dulu sempat membuat ku hampir mati karena
kulitku yang sangat alergi..” Ucapannya panjang lebar. Namun aku masih tak
mengerti
“Hampir? Mati? Mworago-ya?” Tanyaku tak mengerti
“Minho-ya.. Masih tersisa 3 bulan untuk kita bisa bermain-main
lebih dari ini.. Kajja setelah pulang dari camping aku akan mengajakmu keliling
Seoul..” Ucapnya kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkanku sebelum
sebuah senyuman pagi ia hadiahkan padaku
Aku masih tak mengerti dengan sikapnya yang berubah
tadinya sedih menjadi sangat ceria. Itu membingungkan..
Aku pun segera menyusulnya dan meraih tangannya dari
belakang. Sontak ia terkejut dan menghadap ke belakang
Chuuu~
Aku meraih tangannya dan mengecup punggung tangannya.
Kemudian pergi bergegas meninggalkannya
“Geure arrasseo.. Aku tunggu ajakanmu!!” Teriakku
Masih bisa kurasakan ia berhenti di tempat dan berlagak
seperti orang bodoh. Ckck sungguh lucu kau Gujil-gujil ku..
***
Camping’s Day End~
Author POV
“Jadi.. Kau telah membujuk pelatih Park agar mau melatih
Minho lagi di club Renang?” Ucap Taemin sembari meraih kedua tangan Sulli
“Heum..” Sulli mengangguk
“Woaah.. Kau berkorban sangat banyak? Lalu Minho? Apa dia
sudah kembali ke club itu?” Tanya Taemin semakin girang
“Entahlah..” Sulli menggeleng tak mengerti jawabannya
“Yah..” Seketika tangan Taemin mengendor
“Lalu apa yang kau jelaskan pada Pelatih Park tentang
kedudukan Minho yang dulu kau rebut?” Ucap Taemin lagi menginterogasi
“Hahaha kau konyol sekali Taemin-ah.. Aku merebut
kedudukan Minho, membuatnya malu habis-habis an karena seorang atlet seperti
dia yang sedang naik daun tiba-tiba tak mengikuti Lomba Renang tingkat
Nasional? Dan malah membuatnya mengundurkan diri dari club renangnya? Hingga ia
di cibir berbagai teman-temannya termasuk musuh terbesarnya? Kkkk~ itu ..
benar-benar..” Sulli masih tertawa sejenak kemudian ia berhenti dan air mata
kembali tumpah
“Namun itu sangatlah kejam..” Ucapannya meneruskan
Taemin pun menenangkan Sulli dan memeluknya erat
Minho sedari tadi melihat mereka dari balik pohon, merasa
sangat sakit
“Sebegitu kejamkah dirimu Sulli-ya? Apa perasaanku
salah akhir-akhir ini? Memang sepantasnya aku membencimu!” Umpat Minho pada
Sulli geramTo Be Continued . . .
Dimohon Readers comentar nya yaaa :D
Apa kah masih pantas untuk dilanjutkan?
wkwk
Rencananya Author akan lanjutkan sebelum UN SMK tiba hoho *authornya persiapan UN XD
Langganan:
Komentar (Atom)


