1.30.2014

A Miracle (MinSul Shipper) | Chapter 1

A Miracle
Cast       : Choi Jin Ri
                   Choi Min Ho
                   Lee Tae Min
                   Cho Kyu Hyun
Genre   : Sad, Hurt, Romance, etc
Song      : Taeyeon _ Closer
                  Onew _ In Your Eyes
                  EunHae _ Still You

Annyeong haseyo readers J
Saya datang lagi dan membawakan FF yg berbeda dari biasanya(?) hohoho :o
Kok isa beda ya? Kenapa? Karena cast yg saya pakai tumben bukan dari Member SJ *berhubung saya Elf
Saya Minsul Shipper, atau Sulho shipper.. Entah kenapa saya sukaaaa bgt sama couple itu, gara-gara TTBY hohoho :v
Eh tapi sebelumnya memang bias saya di F(x) itu si Sulli XD dan bias saya di SHINee itu JongMin (Jonghyun-Minho) hahahaha XD
Baiklah ini FF jauuuuh dari kata sempurna, jadi mohon saran dan kritikannya ya chingudeul :D
Terimakasih..

~Happy Reading~

Terkadang aku bisa menahan semua rasa sakit yang menusuk hatiku, hanya karena dirimu..
Karenamu aku jadi mengerti apa itu pengorbanan. Mungkin aku hanyalah orang yg merugi karena aku tak mengerti indahnya langit sesungguhnya..

Ah kau tak menganggapku? Aku setiap detik bahkan setiap nafas yang kuhirup selalu kuingat dirimu.. Apa kau tak bisa melihatku hanya sedikit saja? Oh jebal~ Geumanhae! Geumanhae atas semua yang kau lakukan padaku..

Ranting pohon sangatlah rapuh, namun ia bisa menggoyangkan puluhan daun.. Ia bisa mengikuti kemana arus angin itu pergi.. Seperti dirimu, kau lemah andai saja aku bisa menjadi yg pertama di hatimu.. Tak akan kubuat air mata keluar dari pelupuk matamu..

Author POV

Genie High School , Gyeong-do
May 13, 2012 . Saturday

“Selamat atas semua murid SMA Genie yang telah LULUS 100%.. Saya Kepala Sekolah Jang turut Bangga atas prestasi memuaskan dari kalian.. Dan saya akan mengumumkan 3 siswa peraih nilai tertinggi..” Itulah semangat dari Kepala Sekolah Jang, dengan wajah ceria melihat prestasi anak didiknya yang begitu memuaskan.. Bahkan salah 1 dari 120 siswa meraih nilai Sempurna
“Kita panggilkan peraih nilai sempurna di sekolah kita.. CHOI JIN RI.. Naiklah untuk menerima penghargaan..” Yang dipanggil pun hanya bengong dan tidak percaya dengan ini semua
Yeoja berambut cokelat sebahu dengan poni penuh, kulit putih pucat seperti susu, tubuh yang ramping dan cenderung kecil itu naik keatas panggung untuk memenuhi panggilan Kepala Sekolah
Cklik..
Cklik..
Begitu banyak siswa-siswi yang mengambil gambar nya, untuk disebarkan ke sosial media dengan tujuan mengangkat nama baik sekolahan mereka..
“Jeongmal Gamsahamnida~” Ucap yeoja cantik nan manis itu kala dirinya diminta berpidato menghadap para Seonsaengnim dan teman-temannya
“Tapi.. Ini semua takkan terjadi bila tak ada seseorang yang telah memberiku semangat.. Seseorang yang membuatku merasa senang kala aku melihat senyumannya.. Seseorang yang mungkin tak pernah tau jika ini semua berkat dirinya.. Someone, I’m really love you.. Thanks for your smile, always give it to me.. And I’m never to forget this.. Saranghae-yo!!!”
Gila,.. Benar-benar gila bukan? Yeoja ini bahkan menyatakan perasaannya pada orang yang dimaksut didepan semua teman-teman dan gurunya
“Sulli-ya!! Apa yg kau lakukan eoh? Kenapa kau malah menyatakan perasaanmu?!” Ucap Yoona, teman sekelasnya mengingatkan
“Ani.. Dia bahkan tak ada disini yoong-ah.. Jadi, tenanglah..” Yang di peringatkan pun hanya santai dan kembali melihat sekitar
Tak ada yang ditemukan, ia pun pergi meninggalkan temannya untuk mencari angin katanya

---
“Chukhae-yo oppa.. Kau lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.. hihi..” Seorang yeoja tengah bergelayut manja pada seorang Namja yang jika dilihat cukup dingin dan cuek
“Heum..” Jawab namja itu dan kembali cuek
“Omo?! Bu..bukankah? sedang apa mereka di tempat sepi seperti ini?” Sulli terkejut seperti melihat namja yang tadi ia sindir saat berpidato tengah bersama yeoja lain
Tes.. Air mata jatuh dari pelupuk mata yeoja manis ini tatkala melihat yeoja centil itu bergelayut manja di lengan Choi Minho. Namja yang dimaksut Sulli
“Yuri-ya, mianhae.. Sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini..” Sontak jantung Sulli serasa di hantam batu yang begitu besar, kini ia bersembunyi dibalik pohon lumayan jauh dari tempat Minho dan Yuri berdiri
“Minho..mengakhiri hubungannya?” Gumam Sulli
Ia tetap berdiri dibelakang pohon demi mendengar semuanya
“Aku..Telah..dijodohkan..Aku tak mengerti semua ini berlangsung begitu saja..Eommaku sakit keras dan ia ingin aku segera menikah dengan yeoja pilihannya..Mianhae Yuri-ya, semoga kau mendapatkan namja yang lebih baik dari aku..” Panjang lebar Minho menjelaskan pada yeojachingunya, dan ia beranjak untuk pergi
“Keunde?! Minho-ya?! Hiks..”

Sreek..
“Auww..” Keluh Sulli kala Minho barusaja melewati dirinya yang hampir terpeleset
“Mi..mianhae..Ak..aku tak mendengar apapun yg kalian bicarakan..Sungguh..Peracayalah..” Ucap Sulli gugup dan menundukan wajahnya
“Aisshh! Kau! Selalu saja berusaha mengikutiku?! Ingat! Meski aku putus dari yeojaku, namun jangan harap kau bisa menggantikan posisinya! Arra?!”
Jederrrr!! Kata-kata yang terlontar dari mulut Minho barusan begitu menyayat hati Sulli
Ia menangis dan terus-terusan menangis
Sepanjang perjalanan pulangnya, Ia tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya
“Sebegitu bencikah dirimu padaku Minho-ya? Hiks.. Apa kau tak tau selama ini aku lah yang tulus mencintaimu..”

Flashback On

Sulli’s POV
Genie High School
“Junbi ! Hana, Dul , Set, Sijak!!”
Prokk..prokk..
Aku menyempatkan diriku datang kala pertandingan Basket Sekolah dimana Minho menjadi pemain penggantinya, padahal aku barusaja sembuh dari sakit typusku setelah dirawat beberapa minggu di Rumah Sakit
Ya.. Choi Minho adalah teman sekelasku, mulai aku masuk di Ilsan Junior High Shool dan sejak saat itu aku mulai menyukainya
Mengikutinya kemanapun ia pergi, bahkan aku rela masuk sekolah ini demi ingin mengetahui bahwa ia baik-baik saja
Aku selalu menjadi penguntitnya, melindunginya kala ada orang yang ingin menyelakainya dari belakang.. Aku selalu rela jika diriku yang sakit meskipun mati sekalipun..
“Aarrgh!!” Lututku lemas seketika saat melihat wasit menyempritkan peluit tanda ada pemain yang cidera
“Minho?! Minho?! Ada apa dengannya?!” Aku segera turun ke lapangan basket berniat membantu Minho.. Menyusulnya ke ruang ganti, membawakan handuk dan obat yang diperlukan, dan menaruhnya di dekat lokernya
Aku tak pernah berani mendekatinya, karena aku adalah yeoja yang sangat dibenci Minho
Karena aku pernah merebut posisinya saat lomba Renang tingkat Nasional SMP. Padahal itu kulakukan juga demi dirinya, agar aku saja yang celaka bukan dirinya
Dan benar, saat itu aku yang celaka karena air kaporit yang mengandung banyak senyawa asam, kulitku memerah, banyak dari peserta lomba yang harus dirawat di rumah sakit
Tak ada yang tau jika semua ini adalah ulah musuh dari Choi Minho, hanya aku yang tahu..

---
“Minho, Sulli, Donghae, kalian satu kelompok.. Silahkan cari artikel-artikel yang berhubungan dengan Metabolisme.. kerjakan nanti pulang sekolah dan kumpulkan di meja saya besok pagi..” Ucap Park Seonsaengnim tegas
Aku begitu senang mendengar jika aku satu kelompok kerja dengan Minho
“Minho-ya, Sulli-ya, mianhae.. Keunde hari ini aku ada acara dengan keluargaku.. Aku sudah mencari beberapa artikel.. Ige, hanya itu yang bisa kubantu..” Aku terkejut saat Donghae mengakatakan itu pada ku dan Minho
“Yak! Neol busunsuri-ya?! Andwae!! Aku tak mau jika hanya berdua dengannya!” Namun aku lebih terkejut melihat Minho mengatakan semua itu padaku
Sebegitu bencikah dirinya padaku? Ingin rasanya ku lontarkan kalimat bahwa aku sangat mencintainya, namun mulut ini terasa kelu dan tak mampu mengutarakannya
Hanya isakan-isakan kecil dan jeritan dalam hati yang aku simpan cukup diriku yang mengetahuinya
“Geu..geure..Arraseo.. Biar aku saja yang membuatnya..” Aku sebisa mungkin menahan rasa sakit ini
Gwaenchana, gwaenchana, Sulli kau pasti bisa.. Demi Choi Minho, kekuatan yang sampai saat ini membuatmu kuat demi dirinya.. Fighting!! – batinku
“Ne..Memang kau yang pantas membuatnya!” Ucap Minho dingin, dan segera berlalu meninggalkanku
Sendiri.. Hingga waktu menunjukkan pukul 7 pm aku masih disekolah menyusun tugasku
“Sulli-ya, pulanglah bersama kami..” Ajak Yoona dan Nara teman sekelasku
“Ani..Tugasku belum selesai..Aku bisa pulang sendiri nanti..” Jawabku dengan senyuman yang meyakinkan mereka
“Jinjja? Geure, aku pulang dulu..Jaga dirimu,arrayo?”
“Ne..” Aku tersenyum penuh keceriaan, untuk meyakinkan mereka bahwa aku baik-baik saja

---
Hari ini suasana Kelas tercipta sangat damai, tak seperti biasanya yang sungguh membuatku tak nyaman..
Aku berniat untuk naik bus dan tak meminta Kyuhyun oppa menjemputku, karena aku ingin mengetahui dimana Minho tinggal.. hihihi
Ketika aku keluar gerbang dan hendak menyeberang ke halte di seberang jalan, aku melihat Minho tengah melamun saat menyebrang
Aku takut ia akan tertabrak, aku mendekatinya dan mengikuti tepat dibelakangnya
Dan benar, sebuah motor melaju dengan cepat hendak menabrak kami
Sekuat tenaga aku mendorong tubuh Minho dan
Brakk..
Kami terjatuh bersama di trotoar “Oh..aigo..” dengusku kesal pada diriku sendiri
“Yakk! Mwo hago-ya?! Neo myiecheosseo?! Handpone ku! Kau!! Aargh!!” Aku tak sengaja menindih handpone nya dan pecah
Aku menangis saat ini, menangis mengingat tak seharusnya aku menindih handpone nya, tak seharusnya aku ikut ke trotoar, seharusnya aku membiarkan diriku tertabrak motor tadi
Hiks..
“Minho-ya..Jebal mianhae-yo..Jebal useyo..” Ucapku bergetar

Flashback Off

Author’s POV

“Bahkan hingga kini kau tak pernah mengajakku biara lebih dulu.. Tak pernah menyapaku, dan tak pernah berlaku baik padaku..”
Gadis ini berjalan penuh lamunan hingga seseorang mengejutkannya
“Aigo.. Taemin-ah? Mwo hago isseyo? Huh?” dengan cepat Sulli menghapus air mata yang tengah membasahi pipinya
“Ige..” Ucap Taemin sembari menyodorkan sapu tangan miliknya
“Mwo? Waeyo?” Sulli benar-benar gadis yang polos. Taemin terkekeh geli
“Ck.. Yeoja pabbo. Pakai ini untuk membersihkan air matamu, aish sinca? Kkkk” Sulli hanya tersenyum tulus pada Taemin, membuat Taemin bergidik ngeri melihat senyuman itu
Senyuman yang disukai banyak orang, termasuk Taemin
“Geumanhae.. Jangan tersenyum seperti itu.. Membuatku hilang kendali nanti..” Canda Taemin sembari menuntun Sulli untuk duduk di pinggir trotoar, menikmati semilir angin malam Gyeong-do
Hening. Keadaan hening sejenak sebelum Taemin memulai pembicaraannya
“Kau tahu? Kita hanya selisih 0,85 jika saja Matematika ku mendapat nilai sempurna.. hahaha” Taemin menyenggol hidung kecil Sulli, membuat Sulli tersenyum dan mulai bercanda dengan Taemin sahabat dekat yang akhir-akhir ini sangat dekat dengannya
Bahkan Taemin lah yang selalu ada kala Sulli menangis, membutuhkan bantuan, dan sakit hati karena Minho
“Ck.. Taemin pabbo.. Hahaha” Sejenak, gadis ini melupakan rasa sakit hati nya yang baru saja ia rasakan tadi
“Aku senang membuatmu tersenyum.. Jika saja aku yang ada di hatimu saat ini..” Batin Taemin, menatap mata Sulli dengan sangat dalam membuat Sulli salah tingkah
“Yak! Waeyo? Tatapanmu setan sekali.. Hahaha” Canda Sulli
Suasana kembali hidup kini, Taemin pun menemani Sulli hingga gadis yang disukainya merasa tenang
Kemudian Namja imut ini mengantarkan Sulli sampai rumah

***

Minho’s POV

Choi Yeun Geun’s Family
Ruang Tengah

“MWONDE?! SHIREO!! AKU TAK AKAN MENERIMA SEMUA INI!! MALDO ANDWAE,APPA!!” Ucap ku membentak Appa ku sendiri
Aku benar-benar muak. Apa maksudtnya? Apa yang ada di pikirannya? Jebal geumanhae! Kau selalu membuat hidupku penuh dengan aturan
Aku benci semua ini!
“Appa tak mau tau!! Jika kau tak ingin Eomma mu kecewa, minggu depan kau datang ke pertunanganmu! Acara perjodohan itu akan dilakukan didepan Eomma mu!! Neo jinjja arra-yo??” Setelah mengatakan kata-kata menjijikan itu, Appa pergi meninggalkan ku di ruang tengah ini sendirian
Aku memang anak terakhir dari 2 bersaudara.. Noona ku yang telah bersuami dan menetap di Amerika saat ini, memang sudah mapan. Ayahku seorang pengusaha terkenal se Korea Selatan, dan aku akan dijodohkan oleh anak dari sahabat Ayahku saat ia Kuliah dulu?
Cih~ Apa-apaan ini? Apa ini sandiwara? Dengan mudahnya Ayahku memasukkan ku ke Seoul University dengan bidang Management. Sedangkan aku ingin sekali menjadi Atlet Renang yang hebat, jika saja yeoja itu tak merusak semuanya!
“Aaaaargh!!” Aku berteriak tak karuan sekarang
Rasanya, hidupku telah hancur! Impianku ingin kembali ke dunia Atlet Renang ku telah kandas!
Ayahku akan menjodohkanku, menguliahkan ku, dan memberikan aku pekerjaan bodoh perusahaannya padaku!
Jika saja saat itu aku tak mengikuti kata-kata ayahku, mungkin kini aku sudah terkenal dan menjadi Atlet. Mengatur hidupku sendiri tanpa ada penguntit yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, selalu menjadi pahlawan sedangkan aku tak memintanya!
Jinjja! Aku benci dirinya!
“Yeoja itu! Aku sangat benci dirinya!”

***
Sulli’s POV

Sudah hampir satu minggu aku berdiam diri dirumah, menunggu panggilan masuk di Universitas incaranku..
Yah, anggap ini adalah liburan panjang. Sehingga aku bisa menikmati tidur panjangku juga.. Hahahaha

Tiba-tiba
Ting..ting..tongtingtong.. *bunyi dering Handpone
“Aissshh.. Nugusseo? Pagi-pagi begini menelpon!” Dengan malas aku membuka mataku, berdiri ke meja belajarku dan mengambil handpone ku
“Ne?Yeoboseyo?” Ucapku malas
“Mwonde?Jinjja?” Aku terkejut dan sontak membuka mataku lebar-lebar
“Eom..eomma? Dia tak apa kan ahjumma??” Aku sedikit mengeluarkan air mataku
“Arrasseo..Arrasseo..Aku akan segera kesana sekarang juga..” Ucapku sedikit panik
“Ingat satu hal..Berpakaian dengan dress yang telah eomma mu berikan tadi.. Anggap itu adalah pemberian terakhirnya..” hiks, kata-kata ahjumma membuat air mataku semakin deras
Piip..
Aku segera menutup telepon dan menuju kamar mandi dengan cepat
Berdandan seadanya, memakai baju yang telah eomma belikan, dan segera menyusul eomma ke Rumah Sakit dimana ahjumma dan eomma dirawat

Seoul National Hospital
Aku bergegas mencari kamar inap ahjumma, beliau mengatakan eomma ku sedang ada disana. Aku benar-benar panik saat ini,hingga tak kupedulikan orang yang berlalu lalang didepanku saat ini
Brukk..
“Auuwww.. Agassi! Jika berjalan itu hati-hati!”Ups aku tak sengaja menabrak seseorang sekarang
“Mianhamnida..Jeongmal..” Aku membungkuk dan terus mengatakan maaf padanya
“Ck..Yeoja murahan, untuk apa kerumah sakit berpakaian sakral seperti itu?” Hupp, kata-kata namja ini benar-benar membuatku naik darah
“Kyaa! Apa kau bilang?!! Yeoja Murahan?! Tau apa kau soal yeoja?! Tau apa kau soal aku?!” Aku mendongakkan wajahku menatap wajahnya
“Kau!! Namja pab..” Belum sempat melanjutkan ucapanku, aku terkejut dengan siapa yang ada dihadapanku saat ini
“Min..Minho-ssi?!” Ucapku gugup, DEG! Jantung ini berdegup sangat sangat kencang, bibirku kelu untuk mengatakan apapun, sontak tubuhku bergetar hebat
Air mataku ingin keluar, aku sangat terharu bisa bertemu dengannya lagi..
Setelah aku fikir, aku tak akan pernah bisa bertemu dengannya, setelah kejadian yang sangat menyedihkan itu
“Aissh” Ia hanya mendengus dan pergi berlalu meninggalkanku setelah tahu orang yang menabrak nya adalah aku
Hiks.. Tes.. Air mata ini jatuh lagi.. Segera aku menghapusnya dengan tissue, dan segera aku menuju kamar inap ahjumma

***
Minho’s POV

Aish sial sekali aku?! Bertemu yeoja yang sangat kubenci tadi! Baru saja semalam aku memikirkan nya, memikirkan kelakuan nya yang membuat aku sangat membencinya!
Aku segera menuju dimana Eomma dirawat
Ceklek..
“Minho-ya? Kau sudah datang heum?” Ucap Eomma mencoba bangun dari tiduran nya
Dengan cepat aku membantunya untuk duduk di ranjang
“Eomma? Neo geudaeui gwaenchana heum?” Tanyaku penuh kasih sayang
“Geudaeui..” glekk.. Ia tersenyum padaku, dan mengelus puncak kepalaku
Akuu sangat rindu kasih sayang seorang eomma setelah lama ia dirawat di rumah sakit ini karena penyakit hepatitis nya
“Ahjumma? Annyeong hashimnikka.. Bangapseumnida ahjumma..” Sapaku pada ahjumma Han dengan hangat. Tumben sekali ia kemari setelah beberapa tahun yang lalu kami tak bertemu lagi
“Dia kesini, ingin memperkenalkan seseorang kepadamu..” Ucap appa tiba-tiba
“Nde? Jeongmalseumnikka ahjumma?” tanyaku pada ahjumma
Dan beliau hanya mengangguk tanda mengiyakan
“Keunde, geunyeo nugunde?” Ucapku agak tak mengerti
Ceklek..
“Silyehamnida..Jeongmal jweseonghamnida, saya terlambat..” Tiba-tiba seorang yeoja berlambut cokelat sebahu bergelombang dengan poni ratanya masuk mengenakan dress sakral, dan menunduk menatap lantai Kamar Inap ini
Aku lumayan terkejut, seperti kenal suara ini. Batinku
“Geunyeo-ga, yeoja yang akan Eomma jodohkan padamu.. Jin Ri-ya, kajja kemarilah..” Ucap eomma ku lembut pada yeoja ini
Dan, GLEKK!! Aigo!! Aku sungguh tak percaya?! Yeoja ini?! Jin Ri?! Sulli??! Yeoja yang sangat kubenci?!
Sejenak pandangan kami saling bertatapan tanda kami terkejut atas semua ini
Aku tahu ia juga terkejut, dan tak percaya
***
Sulli’s POV

Ya Tuhan?! Apa semua ini adalah rencana-Mu untuk ku? Benarkah aku akan dijodohkan dengan namja yang sudah lama aku sangat mencintainya?
Benarkah ya Tuhan?
Melihat ekspresinya yang sangat terkejut dan wajah penuh kebencian menatapku sangat sinis, membuat ku ingin menangis sekarang juga
Menjerit dan berlari kepelukan sahabatku Taemin, menceritakan semua yang terjadi saat ini
“Neoneun?!” Ucap kami bersamaan sambil saling tunjuk
“Ah! Yeobo, sepertinya mereka sudah saling kenal.. Jadi, kita percepat saja pernikahannya minggu depan..” Ucap ahjumma atau yang ternyata adalah Eomma Minho
“Aigo! Andwae!” Ucap kami bersamaan lagi
“Wah kalian sangat serasi ne? Haha” Ucap eomma ku sambil memegang cincin pertunanganku dengan Minho, dan menaruh nya ke tangan Minho

-skip-

5 hari kemudian
4 pm
Gyeong-go’s Garden

“Hiks..Aku juga tak mengerti kenapa semua ini bisa terjadi Taemin-ah..” kepalaku menyandar di bahu Taemin, sahabatku
Nyaman, sangat nyaman. Aku selalu berkhayal jika aku bisa seperti ini juga dengan Minho
Namun sepertinya itu hanyalah khayalanku belaka
“Hadapilah semuanya Sulli-ya.. Aku yakin kau yeoja yang kuat.. Heum? Yaksokhae? Yaksokhalke? Arrachi?” Ucap Taemin mengelus puncak kepalaku, dan menenangkanku
“Ne.. Yaksokhae-yo..” Ucapku pasrah
“Kajja..Smile-eu..” ucap Taemin sembari memperagakan senyumannya didepanku, membuatku sedikit terhibur
Aku pun tersenyum karena nya.. haha memang sahabat yang sangat baik padaku..
“Nah.. Yeppeuda jeongmal..kkkk” Godanya lagi
“Aku akan datang ke acara pernikahanmu.. Jadi, tenang saja..” Taemin membenarkan posisi nya dan segera pamit karena ada urusan mendadak

***
Married Day
Minho-Sulli
Daegi’s Ballroom, Gyeong-do’s Hotel, Seoul
11 August 2012

“Wah.. Selamat berbahagia ya! Aku kira aku duluan yang menikah nanti, tak taunya kau duluan hyung.. kkkk,sehabis lulus langsung menikah itu sangat bagus..” Ledek Taemin pada Minho yang sedaritadi hanya cemberut tanpa senyuman sama sekali di wajahnya
Berbeda denganku, yang terus tersenyum menyambut tamu yang datang
“Diamlah Taemin-ah.. Sedang tak ingin berdebat denganmu!” Ucap Minho agak membentak Taemin
Taemin pun kesal dan pergi dari Minho, kemudian menghampiriku dan mengajakku bercanda
“Buatkan aku keponakan ne nanti? Kkkk” Ucap Taemin sambil menyentuh hidung mungil ku
Sebuah senyuman kuhadiahkan kepadanya, haha

Acara pernikahan berlangsung cepat, kini aku dan Minho berada di rumah besar nan mewahnya yang beraksen agak ke barat-baratan itu
Minho membuat perjanjian yang harus aku tepati

Flashback On

Gyeong-do’s Garden
1 pm
“Aku mau menikah denganmu, asalkan kau tanda tangani ini..” Ucap Minho
“ige..mwoya?” Tanyaku tak mengerti
“Palliwa tanda tangani!” Ucapnya dingin seolah aku tak boleh tau isi nya
Kubuka isinya dan, sungguh membuatku sesak didada mengingat perjanjian konyol macam ini?
Cih~

Selama menjadi istriku yang Sah dimata hukum dan keluarga, kau belum Sah dimata seorang Choi Min Ho
1.       Tidur di kamarku boleh, tapi kau tidur dengan kasur busa di lantai..
2.       Tak boleh sekali pun tidur bersamaku
3.       Jaga jarak mu 1-2 m dari ku
4.       Jangan bersuara lebih dari 40 Desibel di kamarku
5.       Bersikap perhatian didepan eomma/appa/ayah-ibu mu
6.       Bersikap romantis didepan keluarga
7.       Dan yang penting, aku bukan siapa-siapa mu menurut diluar hukum. Sehingga aku boleh mempunya yeojachingu
Dan dengan ini Choi Jin Ri sebagai istri Kontrak Choi Min Ho menyetujui nya..
Pernikahan ini hanya berjalan 2 tahun, setelah itu Choi Min Ho akan menceraikan nya secara baik-baik..
Kau mengerti?

“Arrasseo..” ucapku menahan tangis
“Good..” Minho menyeringai kepadaku, aku hanya pasrah dibuatnya

Flashback Off

Jederr!!
Bagaikan ditusuk ribuan jarum tumpul
Sakit sekali, sesak rasanya dadaku ini
Apa ini perjanjian seorang Choi Minho untukku? Apa aku hanyalah Istri Kontrakan nya? Hiks
Jika tahu kejadiaannya akan seperti ini lebih baik aku tak usah menyetujui nya

Minho’s Room
“Baiklah ini appa sudah menyiapkan semuanya.. Untuk kalian berdua.. kkkk, semoga tidur nyenyak malam ini..” Ucap Tuan Choi Yeun Geun merapikan kasur Minho
Aku dan Minho hanya diam seribu bahasa
“Mwonde? Kenapa diam saja?!” Ucap appa mulai curiga
Dengan cepat aku merubah semua suasana hening yg tercipta antara aku dan Minho
“Aniyo appa.. Eum, Minho-ya? Dimana kamarmandi nya, mungkin aku perlu menyiapkan mu air hangat..” Ucapku sok perhatian pada Minho. Minho hanya melirikku dan bersikap acuh padaku. Sakit.. Sangat menyakitkan..

***
1 Tahun berlalu
Hubunganku dengan Choi Minho berjalan mulus, dan yang pasti Monoton
Aku selalu fokus pada kuliahku yang ternyata satu kampus dengan dirinya
Namun berbeda bidang.. Aku mengambil bidang kedokteran sedangkan dia mengambil bidang management
Setiap harinya aku diantar jemput Taemin, dengan alasan dia adalah sahabat terdekatku
Minho bersikap seolah-olah tak kenal siapa aku jika di kampus, aku sering menangis dibuatnya
Dia sangat manis pada yeoja-yeoja di kampus, bahkan dia sudah ganti-ganti pasangan. Sedangkan aku tak ada yang melindungi di kampus setiap ada yeoja yang curiga kenapa aku kadang satu mobil dengan Minho
Minho hanya menjawab “Ani..Dia hanya yeodongsaeng ku saja..Marganya sama kan?” jawabannya itu membuatku sangat sakit
Oiya, hingga kini aku masih gadis. Mana mungkin Minho mau menyentuhku? Cih~ Aku selalu melakukan semua pekerjaan rumah untuk membantu ahjumma, namun aku tak pernah dianggap oleh Minho. Sama sesuai dengan perjanjian, yang menyebutkan kita hanya Sah secara hukum, dan tidak Sah secara hati
Minho tau dari dulu hingga sekarang aku masih mencintai dirinya
Hingga sikapnya mulai sedikit berubah ketika suatu kejadian menimpa kita berdua

Flashback On

5 bulan setelah menikah
Minho’s Room

“Kau! Apa yang kau lakukan di kasurku ha? Jangan meyentuhnya!” Aku terkejut, Minho tiba-tiba keluar dari kamarmandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya
Aku tertegun melihat otot perutnya yang..aww..
“Mwo..mwonde?! Apa yang kau lihat?” Ucap Minho mendekat, DEG.. Kenapa dia sangat dekat ya Tuhan? Sungguh sempurna ciptaan-Mu ini..
Aku terus mundur karena ketakutan, ia hanya mendengus sebal padaku
Aku seperti orang bodoh, ah aniyo, anjing bodoh malah yang menanti majikannya mendekat untuk sekedar mengelus buluku -_-
Blukk..
Aku terjatuh terpental di atas kasurnya
“Pergilah dari atas kasurku, pabbo!!” Minho mendekat dan terus mendekat
Blukk..
Ia terpeleset sesuatu yang membuat dirinya jatuh di kasur dan berada diatasku. Aku benar-benar gugup, rasanya malu dan ingin tertawa. Handuk yang melilit di tubuh Minho sempat terlepas untung aku pura-pura untuk tidak melihatnya
5 menit..
10 menit..
Kami tetap seperti ini, sebelum seseorang mengejutkan kami
Ceklek..
“Ups.. Sepertinya kita salah situasi yeobo..” Ucap eommaku pada appaku
Buru-buru kami kembali ke posisi biasa, Minho segera masuk kamarmandi untuk memakai pakaiannya. 2 jam setelah kejadian itu, dan setelah eomma-appa pergi, kami menjadi sedikit..Canggung..

Flashback Off

Bahkan hingga sekarang masih canggung..
Hari ini aku pulang terlambat, karena harus mengantarkan Taemin mencari barang-barang untuk talkshow nya. Yah.. Taemin sudah terkenal menjadi atlet sepak bola di Seoul, bahkan ia hampir menjadi Artis kalau saja bukan karena ku. Aku tak ingin dirinya pergi meninggalkanku dan keluarganya, akhirnya? Dia menurut dan tetap tinggal menjadi Atlet sepak bola
“Cha..Sudah sampai..” Taemin turun dari mobilnya didepan rumah ku, aniyo, rumah Minho dan membukakan pintu untukku
“Gomawo.. Taemin-ah..” Ucapku sambil tersenyum

Minho’s POV

“Ck..Kenapa yeoja itu belum pulang jam segini?” Aish apa-apaan aku ini? Kenapa sejak kini aku mulai memikirkannya? Aisshh sepertinya aku mulai Gila !
Sekamar dengannya terus-terusan membuatku benar-benar Gila
Terkadang aku selalu melirik kebawah hanya untuk memastikan dia sudah tidur atau belum
Aku merasa ingin sekali membantunya saat ia kelelahan karena mengurus rumah, namun lagi-lagi kejadian itu terulang di benakku membuat aku menjadi benci dengan yeoja ini
Namun terkadang hatiku merasa gelisah saat Taemin sangat sering berada di sisi yeoja yang kini menjadi Istri Kontrak ku
11 pm kenapa belum juga pulang eoh?
Aku berniat turun kebawah untuk mencarinya. Baru saja aku membuka pintu, ternyata ia juga membuka pintu membuat darahku sedikit berdesir dan jantungku sedikit lega
“Ka..kau mau pergi kemana?” Ucapnya mengkhawatirkanku
“Ani..Hanya keluar sebentar” Ucapku cenderung cuek dan acuh padanya. Entah kenapa sikapku selalu seperti ini padanya, mungkin karena rasa benciku sudah memuncak
Aku keluar dari rumah, dan hanya duduk di teras saja
Mwo? Itu mobil Taemin kan? Sedang apa dia? Aku menghampirinya dan menyapanya
“Hyung?” Dia kaget saat aku ada di sebelahnya
“Kau mengantar Sulli lagi ne?” Ucapku berlagak cuek jika menyebut nama Sulli
“Hemm..” Ia mengangguk
“Ohiya hyung, jangan buat dia menangis setiap saat karenamu..” Glekk.. Kata-kata Taemin kali ini membuatku terkejut. Menangis? Aku sering melihat dirinya menundukkan kepalanya, apa mungkin itu menangis?
Bahkan aku selalu bersikap kasar padanya..
“Aku tak pernah berhenti berusaha hyung.. Untuk merebut hati Sulli, dan berusaha membuat ku ada di hatinya.. Kau tak mencintainya kan hyung? Lepaskan saja untukku.. Jebal..” DEG. Ucapan Taemin kali ini entah kenapa membuat hatiku gelisah. Sudah sangat sering ia berkata seperti ini padaku, namun yang kali ini membuat ku benar-benar gelisah
“Baiklah hyung.. aku pergi dulu, mobilku sudah bisa jalan lagi.. Annyeong” Ucap anak itu dengan songong(?)
Aku kembali masuk rumah dan berniat tidur
“Hiks..Hiks..Minho selalu tak menganggapku ada eoh?” Baru saja aku ingin meraih gagang pintu, suara itu? Kenapa dengan Sulli ? Dia menangis?
Hupp.. Entah kenapa melihatnya menangis membuat hatiku merasa sesak
Ceklek..
Aku masuk dan pura-pura tidak menghiraukan suaranya. Aku naik keatas kasurku dan berniat untuk tidur
Lagi-lagi aku melihat kebawah hanya untuk memastikan dia sudah tertidur atau belum
“hoah? Cepat sekali tertidurnya? Padahal td baru saja menangis :o” ucapku setengah bingung dan setengah tak percaya
“Min..ho-ya? Nan..neol..sa..saranghae-yo” DEG. Aku terkejut ia mengatakan seperti itu padaku, segera aku melihat kebawah dan memastikan nya
Yang benar saja? Ck. Ternyata dia hanya mengigau.. Aku tersenyum ketika melihat wajahnya. Sangat damai ketika tertidur.. Bibirnya yang tebal menambah aksen imut pada wajahnya. Glek.. apa yang sedang aku pikirkan saat ini? Yak! Minho-ya! Jangan sampai termakan omonganmu sendiri -_-
“Eunggh..” Kenapa dia terus mengigau ne?
Tanganku mencoba untuk menyentuh keningnya, dan Omo?!
Suhu tubuhnya panas sekali?
Pantas saja ia mengigau tak jelas dari tadi?
Persetan dengan rasa benciku padanya, aku merasa kasihan padanya. Memindahkannya diatas kasurku, merawatnya dengan mengompres keningnya, dan menungguinya hingga esok pagi.
“Hoaaahmm..” Lenguhku, aku merasa lelah
Sudah pukul 00.00 ? Sepertinya aku memang harus tidur. Tak mungkin jika aku tidur di sampingnya, -aku takut terjadi kesalah-pahaman antara aku dan dirinya. Hemm, lebih baik aku tidur di tempat yang biasa dipakai nya tidur.

7 am
Minho’s Room

Author’s POV

“Mwonde? Mengapa aku berada di kasur ini? Apa semalam aku sangat kacau sehingga nekat tidur disini eoh?” Sulli terbangun dan sungguh terkejut, melihatnya berada di atas kasur Minho dalam keadaan berselimut. Pagi tadi, Minho sudah membereskan alat kompres dan kasur busa yang sering dipakai Sulli untuk tidur. Minho hanya menyisakan selimut di tubuh Sulli, agar Sulli tak curiga.
“Aku rasa, semalam aku demam? Heum, kenapa sudah sembuh? Ah baiklah aku harus mandi..” Ucap Sulli sedikit curiga namun ia menepis semua dugaannya jika Minho telah merawat dirinya semalaman
“Aku harap ini hanya karena rasa kasihan huh?” Batin Minho ketika melihat Sulli yang bersikap tak tahu jika semalam Minho merawatnya

Seoul University

Entah kenapa, pagi ini Minho berangkat bersama Sulli dalam satu mobil. Tadinya Sulli sempat menolak, namun karena appa nya memaksa, ya bagaimana lagi?
“Woaaah.. Aigo, aigo.. Apa aku tak salah melihat?” Ucap Taemin yang telah menyambut Sulli ketika turun dari mobil Minho
“Aniyo Taemin-ah.. Mungkin ia sudah sedikit jinak padaku. Hehe” Jawab Sulli cengengesan(?)
Taemin segera meraih tangan Sulli dan menggandengnya memasuki kampus
“Ck. Kenapa aku merasa khawatir melihat Taemin meraih tangan Sulli eoh? Aissh !!” Sebal Minho ketika melihat Taemin dan Sulli bergandengan memasuki kampus. Ia hanya bisa mengikuti mereka berdua dibelakang, dan dengan sedikit mendengus sebal
Apa yang dirasakan Minho menjadi tak karuan. Ia merasa perasaannya sedikit aneh pagi ini

***
16 Bulan berjalan

“Hahahaha..”
“Aigo.. Taemin-ah, jangan membuatku marah!”
“Haha coba saja kalau bisa mengalahkanku..”
Yah.. Taemin dan Sulli sedang bermain Playstasion di kamar besar Minho. Minho telah mengijinkannya
1 tahun lebib berjalan, hubungan Minho dan Sulli semakin membaik.. Meskipun Minho tak menyadari jika dirinya telah jatuh cinta pada Sulli. Sulli yang menyadari perubahan sikap Minho hanya bisa berharap jika suatu saat nanti Minho bisa belajar mencintai dirinya. Sulli hanya membayangkan jika tak genap 8 bulan lagi dirinya harus rela berpisah dengan Minho. Sulli selalu melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Mulai mengurus Minho ketika Minho sakit, mencuci semua pakaian Minho, bahkan memijat Minho ketika Minho sedang tidur.
Sebenarnya Minho mengetahui semua itu, namun ia tak pernah bisa untuk menolak semua itu. Meskipun terkadang pikiran tentang kejadian yang membuatnya membenci Sulli selalu memenuhi pikirannya, ia tak pernah memikirkan itu lagi kini.
Sepertinya, Minho sudah bisa memaafkan Sulli..

“Yaaakk!! Kau mengalahkanku Sulli-ya!!” Ucap Taemin frustasi. Sulli yang menyadari dirinya akan diserbu Taemin, ia segera berlari menghindari Taemin
“Hahahahaha” Tawa mereka bersamaan. Minho yang melihat dari luar pintu kamarnya hanya bisa pasrah
“Huft, apakah aku mulai jatuh cinta padamu nyonya Choi Jin Ri?” Ucap Minho menatap Sulli dan Taemin yang sedang asyik bermain kejar-kejaran layaknya anak-anak SD
“Aaaaa apa yang kau lakukan Sulli-ya?! Baiklah rasakan ini!”
Brukk..
Seketika itu Minho langsung menoleh dan hendak membuka knop pintu lebar
Glek.. Hatinya merasa sakit, dadanya sesak serasa jantungnya ingin melompat keluar dari tubuhnya
Melihat Sulli terjatuh diatas kasurnya, dan disusul Taemin yang menubruk Sulli. Bukannya cepat-cepat kembali ke posisi semula, malah bercanda dengan posisi seperti itu. Itu membuat Minho mulai naik darah
Cklek..
“Yak!! Kalian jika ingin bermesra-mesraan jangan dikamarku! Diluar saja sana!” Ucap Minho emosi
Sulli dan Taemin cepat-cepat merubah posisi dan membungkuk pada Minho berulang kali
“Mi..mianhae Minho-ya.. Nanti akan kubereskan semuanya..” Glek.. Bukan itu jawaban yang ingin didapatkan Minho dari mulut mungil Sulli. Bukan seperti itu.
Hening. Kondisi yang tadinya seru menjadi hening semenjak Minho mengacaukan semuanya
Buru-buru Taemin ijin untuk pulang
“Sulli-ya.. Jangan lupakan makan malam mu nanti.. Baiklah hyung? Aku pergi dulu.. Gomawo-yo Playstasion nya tadi.. hehe Annyeong” yang dibalas anggukan dan senyuman dari Sulli

“Mwo? Makan malam?” Ucap Minho tak mengerti pada Sulli setelah Taemin menutup pintu kamarnya
“Ani.. Seperti biasa.. Hanya makan bersama..” Ucap Sulli berusaha acuh, padahal sebenarnya ia sangat merasa canggung dengan keadaan seperti ini. Jantung Sulli serasa mau copot kala Minho menatapnya dalam
“Sulli pabbo..” Ucap Minho sembari meraih tangan Sulli ketika Sulli hendak keluar kamar
“Hah?” Sulli terkejut dengan sikap Minho yang mendadak menjadi seperti ini
“Jangan bersikap acuh padaku jebal..” Suara Minho melemah
“Bu..busunsuri-ya?” Sulli menahan tangisnya
“Andwae.. Kau mulai lah bersikap baik padaku.. Aku..aku ingin berteman denganmu” Bukan itu yang ingin dikatakan Minho sepertinya. Hatinya merasa menyesal saat hanya mengatakan kata-kata itu
Hatinya sangat sakit
Hupp.. Teman? Hanya Teman? – batin Sulli
“Ge..geure..Kau kan sudah menjadi chinguku sejak awal..” Suaranya bergetar menahan sesuatu yang ingin keluar dari pelupuk mata Sulli
“Mi..mian aku harus mencuci baju..” Syut.. Sulli melepaskan tautan tangannya dengan Minho, dan keluar kamar.
Ia berlari kearah dapur, menumpahkan semua tangisannya disana. Senang? Tentu saja.. Minho mulai menerima dirinya. Namun sakit? Sakit karena hanya dianggap teman oleh Minho? Tentu saja.. Sudah sangat lama bukan Sulli mencintai seorang Choi Min Ho?

Sedangkan Minho? Entah apa yang ada dipikirannya, ia juga menumpahkan sedikit cairan matanya setelah mengatakan kata-kata yang tak seharusnya keluar dari mulutnya pada Sulli tadi. Ia merasa menyesal
“Igo aniya Sulli-ya.. Bukan ini yang aku maksudtkan padamu..” Suaranya sangat pelan

***
In Front of Minho’s Home

“Kyaa, kenapa kau selalu membuatku menunggu?” Ucap Taemin berkacak pinggang
“Hehe mian Taemin-ah..” Jawab Sulli sambil tersenyum
“Ah geure, silahkan masuk tuan puteri..” Taemin membukakan pintu mobilnya untuk Sulli
“Gomawo prince.. Hahaha” Sulli meledek Taemin dengan kata-kata Prince
“Aish kau ini!”

Minho hanya bisa menatapnya lewat jendela kamar nya yang berada di lantai 2
“Sampai kapan kau akan bersama-sama dengan Taemin eoh?” Ucap nya dengan wajah yang sangat sulit diartikan. Sedih? Sudah pasti. Menyesal? Entahlah..

10 pm

“Aish.. Geunyang eodisseo-ya?!” Sedaritadi Minho hanya menatap jam dindingnya saat waktu mulai menunjukkan pukul 9 pm. Sebegitu gelisahkah Minho? Menunggu Sulli pulang hingga 1 jam lebih?
Suara mobil membuat Minho cepat-cepat membuka Gorden Jendelanya dan melihat siapa yang datang
Ada perasaan lega ketika melihat siapa yang datang
“Senyumannya selalu membuatku terus-terusan memikirkan yeoja pabbo itu! Ckck” Ucapnya sedikit tersenyum
Ceklek..
“Mi..mian aku terlambat lagi..” Mwo? Kemana senyuman itu? Kenapa tiba-tiba hilang saat bertatapan denganku? – batin Minho
“Neo eodi-ya?” Ucap Minho to the point tanpa basa-basi
“Nan molla.. Taemin mengajakku berputar Seoul..” Ucapnya cuek, membuat Minho sedikit kesal
“Kau..Sudah mandi?” Ucap Sulli mencoba Perhatian pada Minho
Minho tersenyum, perasaannya senang ketika Sulli menanyakan itu padanya. Meski pertanyaan itu sangatlah tidak penting
“Hemm” Minho menggeleng
“Aish..” Sulli mendengus, ia belum ganti pakaian langsung menuju Kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Minho nya
“Kajja tuan Choi Minho, air hangatmu sudah siap..” Ucap Sulli berlagak seperti sang pelayan yang telah menyelesaikan tugasnya untuk majikan
Senyum. Sulli tersenyum penuh arti ketika Minho menatap dalam mata Sulli.
Deg.. Ia merasa kan sesuatu yang sangat tidak beres pada tubuhnya
Minho semakin mendekat, ia memundurkan langkahnya terus-menerus hingga menatap tembok
“Mw..mwo hago-ya?” Ucap Sulli takut-takut
Syut..
Tiba-tiba Minho memeluk tubuh ramping Sulli sangat erat
Sulli sangat heran dengan sikap Minho kali ini. Sikap yang selalu sulit untuk Sulli tebak huft -_-
5 menit..
10 menit..
Minho masih memeluk Sulli dengan erat, mengelus puncak kepalanya, dan sesekali mencium pundaknya
“Neo? Gwaenchana-yo?” Ha?? Pertanyaan macam apa ini? – batin Sulli
Kenapa Minho bertanya seperti itu padaku? –batin Sulli
“N..neol busunsuri-ya?” Ucap Sulli gugup
“Apa ini Sulli-ya? Aku merasa menyesal telah berlaku jahat padamu dulu.. Telah sangat sering membuat mu menangis..” Ucap Minho menjelaskan
“Ka..kau? ak..aku tak pernah merasa dendam padamu.. Ak..aku sungguh tulus padamu..” Ucap Sulli penuh bergetar
“Kau?” Tiba-tiba Minho melepas pelukannya dan buru-buru masuk kamar mandi
“w..wae? ada yang salah dengan ucapanku?” Ucap Sulli kecewa
Jderr..
Minho menutup pintu kamarmandi cukup keras
Hehehehe Sulli malah tertawa, dan senyum-senyum mengingat sikap Minho akhir-akhir ini

***

Seoul University

“Mwo? Camping?” Ucap Sulli dan Minho bersamaan
Sejak kejadian saling peluk kemarin, Minho jadi sering mengantar Sulli ke kampus. Sering makan bersama dikantin, dan tak pernah malu mengakui jika Sulli adalah saudara perempuan nya
Sebenarnya Sulli merasa sebal saat mendengar itu dari Minho. Padahal dirinya adalah istri Minho
“Sulli-yaaaa?!” Sapa Taemin dengan riang
“Apa kau sudah menyiapkan semuanya?” Ucap Taemin sambil mencoba merangkul Sulli didepan Minho
“Mwo?” Ucap Minho
“Yak! Aish, jebal Sulli-ya.. bantu aku menyiapkan semuanya. Nanti malam aku akan menjemputmu. Arra-yo?” Ucap Taemin dan bergegas segera pergi
“Aish shireo! Kau harus pergi bersama ku.. Kita kan satu tim saat camping..” Ucap Minho memotong pembicaraan Sulli dan Taemin namun Taemin sudah duluan pergi
“Lagipula, kita juga satu tim dengan Taemin. Pergi bersama saja..” Ucap Sulli dengan penuh senyuman
“Huh?” Minho mengalah dan mengiyakan ajakan Sulli
Jika sudah melihat ia tersenyum seperti itu, aku bisa saja mengatakan iya huft.. – batin Minho kesal

2 days later
Camping’s Day

“Geure.. Berhati-hatilah! Banyak jurang disini.. Jika sudah sampai di lapangan, segera bangun tenda kalian dan tidurlah, karena kita akan lelah hari esok.. Neol arra-yo?!” Ucap Sang pembina tegas
“Ne!!” Jawab semua mahasiswa serempak

Sulli berusaha mempompa tendanya dan mengangkat besi-besi untuk menyangga tendanya tanpa ada yang membantu
Ya, dia akan tidur satu tenda dengan Suami Kontraknya, Taemin, dan Haera temannya..
Tiba-tiba Minho datang dan mengambil alih pekerjaan Sulli
“Go..gomawo..” Ucap Sulli pada Minho
Minho hanya menatap Sulli dan tersenyum, kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya
Di Tempat Lain

“Sulli-ya? Apa kalian akan berpisah di waktu dekat ini? Berapa bulan lamanya?” Ucap Taemin penuh dengan rasa penasarannya
“Maybe Taemin-ah.. 3 bulan lagi.. Masih tersisa 3 bulan waktu aku bisa bersama nya.. hiks..” Seketika itu tangis Sulli pun pecah
“Gwaenchana, 3 bulan adalah waktu yang cukup lama untuk kau mengubah hati Minho Sulli-ya..” Tenang Taemin
Syut..
Ia menyandarkan kepala Sulli agar bersandar pada dada bidangnya
“Gomawo Taemin-ah.. Kau yang selalu ada disaat aku membutuhkan bantuan..” Ucap Sulli
“Everything for you..” Jawab Taemin tulus dari dasar hatinya

Minho hanya mendengus kesal melihat pemandangan yang tak mengenakkan matanya ini
Ia bersembunyi dibalik semak-semak agar tak ketahuan keduanya
Ckck.. perasaan apa ini Minho-ya? – batin Minho kesal
“Nan.. neo.. Sarang..hae-yo.. Sulli-ya..” Ucap Minho tanpa sadar
Ia pun segera kembali ke basecamp karena tak ingin keberadaannya semakin membuat kedua orang itu curiga

*Hari Pertama Camping*
(Backsound nya Super Junior KRY _ Sky yah J*)

Hari ini adalah hari pertama Mahasiswa Seoul University tingkat I memulai campingnya. Dengan dibuka oleh Kepala Pembina yang memimpin jalannya Upacara Pembukaan, kemudian disusul Outbound antar mahasiswa, dan ditutup dengan makan malam Kimchi buatan mahasiswa jurusan Boga

“Huh? Dingin sekali...” Sulli berada cukup jauh dari basecamp karena ia memang sedang ingin mencari angin
“Jeongmal? Ige..” Taemin datang membawa selimut miliknya dan mengatupkannya ke tubuh Sulli
Mereka duduk di atas bukit menghadap padang rumput luas yang dihiasi dengan lampu-lampu buatan teman-teman mereka untuk menyambut Camping
Sungguh Romantis..
“Ehem..” Taemin berdehem(?) ketika Sulli menyandarkan kepalanya lagi di pundak Taemin
“Waeyo? Kau kan sahabatku..” Ucap Sulli cuek dan kembali menyandarkan kepalanya
“Keunde, hubunganmu dengan Minho? Apa dia sudah mulai mencoba mencintaimu?” Tanya Taemin hati-hati
“Nan mollayo..” Ucap Sulli cuek. Pandangannya menerawang lurus kedepan. Memorinya memutar kembali kejadian yang membuat Minho membencinya seumur hidup. Kejadian yang hampir membuat dirinya mati karena terserang alergi. Kejadian dimana hatinya hancur berkeping-keping
Air mata Sulli menetes lagi dan lagi jika mengingat kejadian itu
“Sudahlah..” Ucap Taemin mencoba menenangkan

Dan lagi-lagi Minho melihat kebersamaan mereka dari jauh. Hanya bisa memandangi dengan hati yang cukup tersayat. Entah apa yang kini dirasakan Minho. Apakah dia mulai bisa menerima Sulli dan menghapus kebenciannya terhadap Sulli?

Minho’s POV

Basecamp – MinSul’s Tenda
05:00 am

“Hoaaahmm..” Aku menguap dan terbangun dari tidurku. Menyalakan handpone ku dan melihat jam. Ternyata masih sangat pagi
Aku melihat kasur yang ditempati Haera dan Sulli. Oh? Sulli eodigayo? Kenapa hanya ada Haera disitu?
Aku pun memutuskan untuk keluar. Ternyata benar dugaanku dia sudah bangun lebih awal..
Dia berjalan dan terus berjalan lagi-lagi keluar dari Basecamp. Aigo?! Apa dia memang suka keluar-masuk Basecamp tanpa ijin eoh?
Aku tak henti-henti mengikuti dan memperhatikannya dari belakang. Entah kenapa aku selalu ingin tahu tentang nya setiap bertambahnya detik,menit,jam, bahkan hari..
Aku merasa menyesal tak melihat ketulusannya dari dulu..

Ketika sampai di Bukit dimana semalam ia dan Taemin disini, Sulli malah duduk dan menikmati semilir angin yang menyapu wajah putih dan cantiknya
“Apa tidak dingin eoh?” Kataku mencoba memecah suasana. Ia terkejut ketika melihatku sudah ada dibelakangnya dan mendapati diriku telah menguntitnya sejak tadi
“Yak! Minho-ya? Mwo hago-ya eoh?” Ucapnya dengan penuh senyum
“Mengikutimu sejak tadi..” Ucapku cuek dan ikut duduk disampingnya
“Omo? Kau menjadi penguntit sekarang.. hehehe” Tawanya membuatku terus-terusan memperhatikan wajahnya tanpa henti
Membuat ia merasa kikuk dan salah tingkah tiba-tiba
“Mw..Mwo?” Ucapnya
“Aniyo..” Jawabku. Pandanganku tak lagi menatapnya, namun tetap saja selalu mencuri pandangan kearahnya
“Kau suka udara pagi?” Tanya Sulli kepadaku tiba-tiba. Ckck pertanyaannya sangat aneh menurutku
“Ne.. Neol eotteokhae?” Tanyaku kembali padanya
“Neomu..” Ucapnya menggantung
“Heum??” Aku penasaran dan menatapnya
“Dulu.. Aku sering bersahabat dengan angin pagi ini tiap kali aku akan melakukan sesuatu demi seseorang yang ku suka..” Ucapnya menggantung lagi. Semakin membuatku tak mengerti
“Dan juga, angin pagi yang telah membuatku merasa tenang.. Seseorang telah menyudutkanku dulu, memaki ku, meneriaki ku, bahkan membenciku.. aku sakit sangat sakit dibuatnya.. Angin pagi bahkan yang bisa menyembuhkanku dari penyakit yang dulu sempat membuat ku hampir mati karena kulitku yang sangat alergi..” Ucapannya panjang lebar. Namun aku masih tak mengerti
“Hampir? Mati? Mworago-ya?” Tanyaku tak mengerti
“Minho-ya.. Masih tersisa 3 bulan untuk kita bisa bermain-main lebih dari ini.. Kajja setelah pulang dari camping aku akan mengajakmu keliling Seoul..” Ucapnya kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkanku sebelum sebuah senyuman pagi ia hadiahkan padaku
Aku masih tak mengerti dengan sikapnya yang berubah tadinya sedih menjadi sangat ceria. Itu membingungkan..
Aku pun segera menyusulnya dan meraih tangannya dari belakang. Sontak ia terkejut dan menghadap ke belakang
Chuuu~
Aku meraih tangannya dan mengecup punggung tangannya. Kemudian pergi bergegas meninggalkannya
“Geure arrasseo.. Aku tunggu ajakanmu!!” Teriakku
Masih bisa kurasakan ia berhenti di tempat dan berlagak seperti orang bodoh. Ckck sungguh lucu kau Gujil-gujil ku..


***

Camping’s Day End~

Author POV

“Jadi.. Kau telah membujuk pelatih Park agar mau melatih Minho lagi di club Renang?” Ucap Taemin sembari meraih kedua tangan Sulli
“Heum..” Sulli mengangguk
“Woaah.. Kau berkorban sangat banyak? Lalu Minho? Apa dia sudah kembali ke club itu?” Tanya Taemin semakin girang
“Entahlah..” Sulli menggeleng tak mengerti jawabannya
“Yah..” Seketika tangan Taemin mengendor
“Lalu apa yang kau jelaskan pada Pelatih Park tentang kedudukan Minho yang dulu kau rebut?” Ucap Taemin lagi menginterogasi
“Hahaha kau konyol sekali Taemin-ah.. Aku merebut kedudukan Minho, membuatnya malu habis-habis an karena seorang atlet seperti dia yang sedang naik daun tiba-tiba tak mengikuti Lomba Renang tingkat Nasional? Dan malah membuatnya mengundurkan diri dari club renangnya? Hingga ia di cibir berbagai teman-temannya termasuk musuh terbesarnya? Kkkk~ itu .. benar-benar..” Sulli masih tertawa sejenak kemudian ia berhenti dan air mata kembali tumpah
“Namun itu sangatlah kejam..” Ucapannya meneruskan
Taemin pun menenangkan Sulli dan memeluknya erat

Minho sedari tadi melihat mereka dari balik pohon, merasa sangat sakit
“Sebegitu kejamkah dirimu Sulli-ya? Apa perasaanku salah akhir-akhir ini? Memang sepantasnya aku membencimu!” Umpat Minho pada Sulli geram

To Be Continued . . .

Dimohon Readers comentar nya yaaa :D
Apa kah masih pantas untuk dilanjutkan?
wkwk

Rencananya Author akan lanjutkan sebelum UN SMK tiba hoho *authornya persiapan UN XD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar