1.30.2014

One Fine Spring Day | One Longth

One Fine Spring Day
Cast       : Lee Hyuk Jae
                  Go Han Kyo
                  Park Seo Young
Genre   : Fun,Romance,Hurt,Sad(?)
Song      : The Star _ OST Crazy Little Thing
                  Ryeowook _ keu Saram
                  Ryeowook _ If u love me more
Author  : Orang yang gak jelas, ngakunya Fishy tapi cintanya dibagi sama orang yang udah 3 th yg lalu dicintainya XD waks

Annyeonghaseyo...
I’m comeback again readers...
FF kali ini sedikit ambil dari perasaan saya.. *Sedikit lohya.. Kalo diambilnya jangan yang bagian yadong u,u aku gapernah lakuin kayak gitu la ya :p diambilnya hanya saya dan Tuhan yang tau pas bagian apa XD huakss
Wkwk
Yasudah sekian cuap-cuapnya yo..
Checkidot(?)

^Happy Reading^

Cinta memang tak bisa ditafsirkan..
Karena cinta sendiri tersirat didalam hati masing-masing saram..
Setiap manusia di dunia pasti akan mengalami patah hati..
Tak bisa menyangka bukan, orang yang sudah lama dicintai ternyata dia jodoh yang tertunda..
Mungkin Tuhan belum menjodohkan dia dan dirinya di dunia ini,
Namun, apa kita tahu rencana Tuhan esoknya?
Hanya ada satu sikap yang bisa kita ambil dalam menghadapi ini semua
Jangan pernah memikirkan hal buruk yang akan terjadi pada dirimu~

Namwon Station
Saat musim Salju

Author POV

Kringg..kringg..

“Aah, yeoboseyo?” Seorang yeoja tengah berdiri di pinggiran pintu masuk kereta yang akan menuju ke Gwangju sekitar 10menit lagi. Yeoja ini tengah sibuk mengangkat telepon masuk, mencari jalan keluar dari kereta untuk mengangkat telepon nya
“Nde? Bagaimana bisa?” Ia mengikatkan syal Birunya yang sempat terurai kearah lehernya
“Jadi..Aku tak jadi pindah sekolah di Gwangju eomma?” Yeoja ini mengerucutkan bibirnya setelah mendapat kan kabar dari eommanya melalui telepon
“Geuraesseo, aku akan segera pulang..”
..piip.. Yeoja ini segera menutup teleponnya dan masuk kembali ke kereta,
Beberapa menit kemudian yeoja ini keluar sembari membawa barang-barang yang begitu menyiksanya
Ia berjalan membawa sebuah koper, keranjang berisi buah-buahan dan tas ransel dipunggungnya yang mungkin berisi buku-buku persiapan Kelulusannya tahun ini
Ia berjalan seorang diri di tengah dinginnya salju menuju kesebuah halte yang sudah cukup sepi malam ini
Matanya sempat melirik kearah jam tangan Sapphire Blue yang bertengger di pergelangan tangan kirinya
“Aisshh~! Sinca?! Sudah jam 9 malam, tak ada bus yang melewati jalanan ini eoh?!” Gerutunya tak sabaran
Hampir setengah jam menunggu ia pun memutuskan untuk berjalan kaki hingga sampai rumah
Satu jam lebih ia berjalan dari Stasiun Namwon kearah rumahnya,
Hawa dingin yang menusuk kulitnya, dedaunan yang menari didepan matanya, cahaya malam yang sedaritadi menemaninya berjalan tak membuatnya merasa lelah untuk terus berjalan
Matanya sontak menatap sekerumunan namja yang letaknya tak jauh dari tempatnya
Takut, itu perasaannya kini
Ia tak mungkin lari ke lawan arah sedangkan sudah tak ada bus yang lewat di halte tadi
Dengan sangat terpaksa ia berjalan melewati 3 orang namja yang tengah berkumpul bersama itu

Namja dengan postur tubuh tinggi nan gagah,, rambut yang lumayan habis tengah memegang sebotol soju dan menghampiri yeoja cantik ini
Ia menyentuh dagu yeoja polos ini dan mulai menggodanya
“Yak yeoja manis..Mau kemana kau malam-malam begini ha?” Yeoja ini memalingkan wajahnya dari namja tinggi berperawakan gagah yang tengah mabuk
“Aish Young woon-ah! Jangan membuat masalah! Sebaiknya kita bersenang-senang saja..” Ucap salah satu namja yang tengah memegang sebatang rokok
“Sejak kapan kau perhatian pada nya, Kyu-ya?” Ucap namja satunya lagi yang sedang memegang sebuah Iphone sambil berbaring menatap langit
Namja itu beranjak dari duduknya dan menghampiri yeoja itu
Sontak yeoja cantik itu terkejut dan hampir mengeluarkan air matanya
“N..neo? Mwo..mwo hago isseyo?” Yeoja ini mendekat kearah namja yang tengah melepaskan Iphone nya karena terkejut akan kehadiran yeoja dihadapannya ini
“Han..Kyo-ya? Sedang apa malam-malam begini dengan koper besar mu dan sebuah ransel?!” bukannya menjawab pertanyaan, namja ini malah balik bertanya dan mencoba menolong sang yeoja dengan membantu meraih kopernya
“A..aniyo Hyukkie-ya.. Kau sedang menunggu seorang yeoja untuk kau kencani?” Namja bernama Hyukkie itu terdiam
“Ah geurae arraseo.. Mianhae aku mengganggumu.. Annyeong” Yeoja yang disebut dengan nama Han Kyo ini pergi dan meninggalkan Hyukkie dengan wajah terbengong-bengong(?)

Go Han Kyo POV

Aku tak menyangka ternyata Hyukkie orang yang berandalan dan suka mempermainkan perempuan
Sunggu, hampir 3 tahun aku mengenalnya dan menjadi sahabat baiknya
Sahabat yang selalu membuatkan PR Matematika untuknya
Sahabat yang selalu menemaninya ke supermarket untuk membeli strawberry dan susu vanilla
Sahabat yang selalu membawakan Teobbokki kesukaannya setiap hari
Sahabat yang tau akan semua hal tentang dia, termasuk dia yang pemalu dan tak pernah sama sekali punya seorang yeojachingu
Karena itulah aku menyimpan sebuah perasaan yang cukup lama padanya
Aku selalu mengorbankan semua waktuku untuk mendengarkan semua curhatannya
Aku tak pernah memperdulikan kesehatanku kala dia memintaku datang ke Taman Namwon meskipun saat itu aku sedang demam
Aku juga rela membagi nilai ku demi dirinya yang sangat minim dalam pelajaran matematika
Aku mungkin sangat mencintainya, mencintainya ketika ia pernah memainkan sebuah lagu untukku menggunakan alat musik piano
First Love, lagu itu adalah lagu pertamanya yang ia nyanyikan untuk yeoja
Dan yeoja itu adalah aku..
Teman-teman Namwon-do High School selalu mengatakan disetiap langkah yang dilalui seorang Lee Hyuk Jae, yeoja bernama Go Han Kyo selalu ada menemaninya
Itu sangat manis bukan?
Hyukjae sangat perhatian padaku, ia tak pernah lupa menanyakan keadaanku setiap malam
Mungkin ini yang dinamakan sebuah hubungan tanpa status
Hubungan dimana kita merasa nyaman dengan seseorang disisinya, namun kita tak mempunyai sebuah hubungan yang cukup jelas di mata publik
Karena kita bersahabat, aku bingung akan perasaan yang selalu membuatku merasa dag dig dug setiap ada di sisinya
Namja pemalu yang sangat polos ternyata berubah
Namja yang tak pernah mau berteman dengan yeoja, kini malah menjadi idaman para yeoja
Semenjak Hyukjae menang tim basket sekolah kami, ia selalu menjadi dambaan para yeoja
Aku sangat cemburu, sudah hampir 3 bulan ini ia tak pernah mendekatiku lagi
Hanya menyapaku jika aku berpapasan dengannya
Sedih rasanya hati ini mengetahui sikapnya yang berubah
Mungkin aku hanya mengharapkan sebuah keajaiban..
Yah, keajaiban dimana Hyukjae menyatakan perasaannya padaku
Dan itu akan terjadi suatu saat nanti, aku bisa memastikannya :’)

***

December,12-2011
Dear Diary
Hari ini aku sangat sedih..
Aku tak jadi mengambil beasiswa Universitasku di Gwangju..
Itu artinya aku harus menemani Eomma di Namwon karena eomma tak sanggup hidup tanpa Appa yang kini tengah merantau ke Jepang
Diary aku terkejut saat pulang dari stasiun tadi..
Hyukjae orang yang sangat kukenal, ternyata sikapnya sudah sangat berubah
Ia anak yang baik dan pemalu, kini menjadi anak yang nakal dan mungkin sudah kenal yeoja
Aku egois jika tak membolehkannya menyukai seorang yeoja..
Namun aku sangat sakit hati jika melihatnya tertawa bersama seorang yeoja selain diriku..
^Go Han Kyo^

“Han Kyo-yaaaa???!”
Sebuah suara membuat aku menghentikan aktivitasku dan segera menutup Diary ku
Aku menghampiri suara tersebut, menuruni anak tangga secepat mungkin dan menuju ruang televisi
“Mwo-ya eomma?”
“Ambilah formulir pendaftaran Universitas Seni di Namwon di atas meja itu chagi.. Kau isi saja biodatamu, eomma akan segera mengirimnya..” Apa-apaan ini? Kenapa dengan sekolah Seni? Aku sangat tak menyukai sekolah seni..
Aku berniat pergi ke Gwangju karena aku ingin mengejar cita-citaku menjadi seorang ahli matematika dan bekerja menjadi Guru di sebuah Universitas terkenal di Seoul
Meski aku tau aku memiliki suara yang sangat bagus namun aku tak mau karena menurutku suara itu hanya cocok untukku pelihara bukan ku kembangkan T_T
“Shireo Eommanim! Shiero..” Aku segera naik keatas menuju kamarku dan menutup pintu tak ingin mendengar ocehan eomma lagi

***

Namwon-do High School

“Perpisahan angkatan tahun ini, kalian akan menyiapkan berbagai macam acara yang cukup berat.. Salah satunya adalah pesta dansa.. Bagi kalian yang pintar bernyanyi dan bermain musik, sepulang sekolah temui Siwon Seonsaengnim ne? Geureom aku segera ada urusan.. Annyeong”
“Ne Seonsaengnim..” Ucap semua murid kelas 12 serempak
Aku melihat kearah bangku Hyukjae, ia mengisi data diri tersebut dan segera menghubungi Siwon Seonsaengnim lewat telepon nya
Sebenarnya aku ingin, namun aku segera mengurungkan niatku dan berniat untuk segera pulang kerumah

Saat aku melewati sebuah mading, aku melihat namaku terpampang jelas disana

“Anak-anak kelas 12 B yang mengikuti kegiatan musik untuk acara perpisahan..
1.       Kwon Ha Neul
2.       Lee Sung Min
3.       Lee Dong Hae
4.       Park Seo Young
5.       Han Chae Rin
6.       Lee Hyuk Jae
7.       Go Han Kyo
Diharap menghubungi Siwon Seonsaengnim untuk mendapat jadwal latihan SECEPATNYA!”

Omo-ya?!!! Wae geurae?? Go Han Kyo ada disitu! Aish jinjja Hyukkie-ya, anak itu memang sangat keterlaluaaaaan >___<!”
“Eotteohke-yo?” Sebuah suara mengagetkanku membuatku membalikkan badan ke arah suara
“Hyukkie-ya, kenapa kau lakukan semua ini ?” Ucapku rendah
“Gwaenchana-yo.. Kau pasti bisa..” Ucapnya sambil tersenyum ramah
“Heum soal kemarin malam itu jangan diingat lagi ne? Aku sangat terpengaruh minuman beralkohol saat itu.. Sungguh..” Ucapnya sambil menarik tanganku dan melingkarkan jari kelingkingnya kearah kelingking ku
“Ne.. Aku Percaya..” Ucapku dengan mudah mempercayainya padahal semalam aku benar-benar menangisinya

***

Author POV

Teather Room’s

“Yaaak!! Han Kyo-ssi! Kenapa latihanmu tak fokus hah?! Kau telat masuk sedari tadi.. seharusnya kau masuk sewaktu sang pianis menekan accord F, apa yang sedang kau lamunkan? Aish sincaaa!” Siwon Seonsaengnim dengan mudahnya membentak Han Kyo yang tengah melamun sedari tadi
Matanya terus-menerus menatap ke arah Hyukjae yang sedang menari bersama Kwon Ha Neul, murid dengan penghargaan lomba menari terbaik se-Namwon tahun ini
Ada rasa sakit ketika Hyukjae menatap kedua mata Ha Neul, yeoja dengan rambut sebahu
“aah nde? Bu..busunsuria saebum-nim?” Ucap Han Kyo tanpa dosa
“Mwo-ya?! Kau tak mendengarkanku sedari tadi?! Aisshh~!!” Siwon seonsaengnim mengacak rambutnya frustasi
“Mi..mianhamnida sabeum-nim..” Ucap Han Kyo sembari membungkuk cukup lama
“Jota..Jota.. Lanjutkan latihanmu dan fokuslah..”

-------
“Ige.. Kau pasti lelah..” Han Kyo menyodorkan sebotol air mineral untuk Hyukjae
“Aaa.. Geudaeneun! Gomawo-yo..” Sambil tersenyum tulus Hyukjae meraih botol mineral itu
“Hyukkie-ya?” Han Kyo menghampiri Hyukjae dan duduk disampingnya
“Heum?” Cuek Hyukjae
“Oenjenga, kajja kita pergi bersama! Seperti dulu lagi.. eotte?” Ucap Han Kyo dengan penuh harapan
“Mian, shireo.. aku banyak latihan Hankyo-ya.. Bagaimana jika seusai pentas ini? Eum ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu..” Hyukjae menatap Han Kyo cukup lama
Membuat Han Kyo terus-terusan merasa salah tingkah
“wa..wa..wae-yo? M..mwo-ya? Mwo-ya Hyukkie-ya?” Ucapnya gugup
“Kenapa kau selalu ada disaat aku..membutuhkanmu ?” Han Kyo terkejut atas pertanyaan Hyukjae barusan
Bagaimana bisa Hyukjae menanyakan hal seperti itu tiba-tiba? Tanpa ada angin dan hujan..
“Itu..itu karena kau adalah sahabatku..” Jawab Han Kyo agak ragu
“Jeongmal hanya karena itu?” Tatapan Hyukjae menginterogasi yeoja manis itu
“Han Kyo-ya? Kau tahu kata-kata kita dulu bukan? Kau ingat ketika kau menyemangatiku karena aku kehilangan eommaku 2 tahun yang lalu? Kau ada disisiku saat itu..” Sejenak Han Kyo terdiam

Flashback ON

“Kajjaaa! Hyukkie-ya kau ini lemah sekali! Kajja palliwa juseyo?!” Han kyo terus menerus meneriaki Hyukjae sambil berlari menghampiri sebuah bendera kemenangan
“Aish kau cepat sekali Han Kyo-ya! Chankaman-yo!” Ucapnya tergesa-gesa menyusul Han Kyo
“Hoshh..Hosshh.. Ige..Ige..Ige..Aku dapaaat! Hoaaah aku bisa mengalahkanmu kau tahu?”
Han Kyo tersenyum penuh arti dan memeluk Hyukjae dengan perasaan yang sangat sulit diartikan
“Chukhae-yo.. Kau memang hebat..” Ucap Han Kyo bersemangat

-----
“Kyaaa, daging sapi dan tiket pesawat menuju Osaka ini mau kau berikan pada siapa? Hanya ada 2 tiket, itu artinya...Kau dan..Aku? Omonaaa?!” Han Kyo melompat dengan senangnya sembari memeluk Hyukjae
“Nde? Hahaha aniyo! Neoneun aniyo..” Hyukjae tersenyum menatap langit
“Mwo? Nugunde?” Ucap Han Kyo agak kesal
“Kajja ikut aku pulang, akan ku tunjukkan sesuatu..”
Mereka berjalan menyusuri setiap jalanan Namwon dengan wajah yang berseri-seri menuju rumah Hyukjae

Kringg..Kringg..

“Nugusseo? Kenapa tak kau angkat?” Han Kyo menatap ponsel Hyukjae yang sedaritadi terus berdering
“ne..ne..Chankaman..”
“Yeoboseyo?” Hyukjae mengangkat teleponnya dan meminta Han kyo membawakan kotak dagingnya sementara ia mengangkat telepon
“Nde???!” Nada tingginya membuat Han Kyo terkejut
Wajah Hyukjae yang tadinya berseri-seri, kini berubah 180 derajat, air mata tumpah dari pelupuk matanya dengan deras
“Andwae-yo?! Maldo andwae!” Dengan secepat tenaga ia berlari, Han Kyo agak kesulitan mengikutinya sambil membawa kotak daging yang begitu berat

Hyukjae’s Home

“Eommaaaaaaaaa!! Jebal kajimaraaa~!!” Hyukjae berlari menghampiri tubuh Eommanya yang telah terbujur kaku disamping Appa tersayangnya dan Noona tersayangnya
Han Kyo yang baru saja datang menghampiri Hyukjae mencoba menenangkannya
Air mata Han Kyo terus-menerus keluar dengan derasnya, ia begitu merasakan penderitaan yang dirasakan Hyukjae saat ini
“Hiks.. Jebal uljima-yo Hyukkie-yaa..!!” Ia memeluk Hyukjae dengan sangat erat mencoba memberi kekuatan untuknya
“Arrasseo.. Nan jeongmal arrasseo.. Ini kado yang akan kau berikan pada eomma mu bukan? Waktu itu kau pernah bilang jika eomma mu menginginkan kau mengikuti lomba tahunan maraton Namwon karena eomma mu sangat ingin pergi ke Osaka bukan? Jebal juseyo.. Uljima-yo Hyukkie-yaaa~..” Hyukjae dengan penuh frustasi dan menangis sesenggukan diatas jenazah eommanya
“Aku datang eomma.. Igeseumnikka! Tiket pesawat Osaka eomma! Palli irreonnaaa!! Jebal kajimara! Bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi noona?! Aku berniat untuk makan daging bersama malam ini bersama Han Kyo! Keunde, kenapa Tuhan membuatnya jadi seperti ini?! Aaaaaa!!” Hyukjae terus-terusan meronta

-skip-

3 hari kemudian

Pemakaman-

“Hyukkie-ya.. Sudahlah.. Semua yang telah kau lakukan selama ini cukup membuat eomma mu bangga Hyukkie-ya.. Kita tak pernah tahu bukan apa rencana yang akan Tuhan berikan? Cukup hadapilah dengan cara jangan pernah memikirkan hal buruk yang akan terjadi padamu setelah ini! Pikirkan bagaimana kau bisa terbiasa dengan semua ini.. Air matamu tak akan bisa membuat eomma mu kembali.. Eomma mu hanya ingin kau menjadi anak yang kuat, bukan lemah seperti ini..” Ucap Han Kyo panjang lebar
Ia membawakan payung dan menutupi seluruh tubuh Hyukjae agar tak kehujanan didepan nisan eomma nya
Bahkan ia rela tubuhnya basah kuyub terkena air karena payung itu tak cukup
“Keunde, aku belum mengucapkan maaf dan terimakasih padanya..” Hyukjae terlihat lemah bahkan sangat rapuh didepan Hankyo
“Seorang Eomma pasti telah memaafkan segala kesalahan anae nya.. Baik yang tak disengaja maupun sangat disengaja, Hyukkie-ya! Kau harus tahu itu..Rajinlah berlatih agar kau menjadi pemain basket dan mendapat banyak penghargaan, tunjukkan pada eomma mu esok! Arrachi?!” Seketika itu Hyukjae beranjak dari duduknya dan menatap Han Kyo penuh arti
“Gomapta Han Kyo-ya..” Ia pun memeluk tubuh Han kyo yang tengah basah kuyup sambil menangis dipundaknya

Falshback Off

“Kau selalu ada disaat aku membutuhkanmu.. Gomapta Hankyo-ya..” Ucap Hyukjae (lagi) itu sangat membuat Hankyo risih
“Aah arrasseo..arraseo.. tak usah berlebihan seperti itu hehe..” Hyukjae kembali memeluk Hankyo (lagi) dan menangis dipundaknya
Nyaman, perasaan ini sangat nyaman
Bahkan keduanya merasakan hal yang sama
“Keunde apa yang akan kau tunjukkan beberapa bulan lagi heum? Apa kau akan memberiku sebuah kejutan?” Ucapan Hankyo sedikit menggantung
‘Geuresseo, Tuhan aku mengerti kini.. apakah ini jawaban atas doa ku? Apa Hyukjae mulai melihatku sebagai yeoja?’ Batinnya

***
Hari-hari latihan mereka jalani dengan senang, meskipun Hankyo sering patah hati kala melihat Hyukjae harus menari bersama Kwon Ha Neul
Namun ia bisa menyadari karena itu hanya semata-mata pekerjaan sekolah tak lebih
Mereka berdua semakin hari semakin lengket layaknya sebuah susu tanpa air
Kedekatan mereka kembali seperti dulu lagi

May 2011

Hingga hari yang dinanti-nanti Han Kyo pun tiba..
Ia sangat penasaran akan apa yang akan dikatakan oleh Hyukjae, sahabat nya pada Han Kyo
“Ingat! Setelah pentas ini selesai, temui aku di taman Namwon.. arrachi?”
Saat itu Han Kyo tengah sibuk mempersiapkan diri secantik mungkin untuk menemui Hyukjae
Ia tampil sangat cantik malam itu

Namwon’s garden
19:05

“Hosshh..hosshh.. Apa aku terlambat?” Ucap Han Kyo tergesa
“Ani.. Gwaenchana-yo..” Hyukjae tersenyum lembut padanya
Ia mengajak Hankyo berjalan-jalan layaknya sepasang kekasih di musim semi ini
“Sepertinya topi rusa itu cocok untukmu eoh? Eum Ahjumma, aku beli yang itu ne? Gomapseumnida..” Hyukjae memakaikan topi rusa pada kepala Hankyo, membuat Hankyo tak mengerti dibuatnya
“Aku tak memerlukan ini, kenapa kau malah membelinya huh?” ucap Hankyo protes
Hampir 2 jam lamanya mereka berjalan-jalan dan membeli banyak susu strawberry favorit Hyukjae
“Woaah! Kajja lihatlah.. Lampu yang begitu indah..” Hankyo takjub atas kejutan yang diberikan Hyukjae
Sebenarnya lampu-lampu bersinar itu hanyalah kebetulan saja bukan Hyukjae yang mempersiapkannya
“Ah Sillyehamnida Ahjussi? Bisakah kau fotokan kami berdua disitu?” Ucap Hyukjae pada seorang ahjussi yang tengah bergurau dengan istrinya,
“Jota..”
1..2..3.. Klik..
1..2..3.. Klik..
“Gomapseumnidaa..” Hyukjae membungkukkan badannya

23:00

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan heum?” Tanya Han Kyo penasaran setelah mereka sampai di taman Namwon lagi
“Han kyo-ya.. Mianhada..” Han kyo menyerngitkan(?) dahinya tak mengerti
“Aku..aku akan berangkat ke Amerika setelah kelulusan besok.. Appaku memintaku bekerja disana ditempat perusahaan sahabatnya.. Aku.. Akan berangkat besok,” Seperti sengatan listrik 20.000 Volt sangat menusuk bagian dalam hati Han Kyo
Kaku, Lemas, Sakit, itu yang kini ia rasakan
Ingin sekali ia meledak dan mengatakan yang sejujurnya pada Hyukjae kini
“Pengumuman kelulusan mu eotteohke-yo?” Han Kyo masih bisa menahan air matanya
“Aku berangkat setelah pengumuman itu besok.. Han Kyo-ya, jaga lah dirimu baik-baik disini.. Jeongmal Gomawo telah menjadi yang berarti untukku selama ini..”
Syuut..
Hyukjae menarik Hankyo dalam pelukannya, erat sangat erat seolah tak akan pernah bertemu lagi dengannya
Han Kyo menangis sesenggukan dipelukan Hyukjae
“Aku akan merindukanmu Hankyo-ya..”
Hankyo pun merenggangkaan pelukan mereka, sejenak menatap mata Hyukjae dalam, dan mencium bibirnya sekilas
Cuuu~p
Tiba-tiba,
Plugg..
Sebuah surat terjatuh dari saku Hyukjae membuat Hankyo penasaran dengan isi surat itu dan membukanya
“Ige..mwo-ya?”
“Aaah ani..ani.. itu..” belum sempat Hyukjae menyelesaikan ucapannya, Hankyo tengah membuka surat itu
Matanya membulat takpercaya, air matanya turun tambah deras
“Ja..jadi selama ini kau tengah berpacaran dengan anak sahabat ayahmu itu? Park Seo young? Yeoja yang selama ini kau benci??” Hyukjae bingung harus menjelaskan apa pada Hankyo
“Itu..sebabnya kau ke Amerika? Kau..menikah dengannya?” Hyukjae mencoba menarik Hankyo (lagi) dalam pelukannya erat, sangat erat
“Hyukkie-ya! Lepaskan! Pergilah.. Rupanya aku tak berarti selama ini untukmu.. Se..semoga kau bahagia..” Hankyo dengan gontai berjalan menjauhi Hyukjae yang tengah terpaku dan sakit merasakan sesak didadanya
Hyukjae terduduk ditengah derasnya salju yang turun malam itu, dan menggumamkan sebuah kata-kata yang sudah sejak lama ingin ia katakan pada seseorang
“Hankyo-ya.. Go Han Kyo.. Nan.. Nan neo johahaeyo.. Nan jeongmal saranghaesseo..”

***

“Selamat! Murid Namwon-do High School 100% Lulus sempurnaaa!!” Ucap kepala sekolah mengawali pembukaan upacara pagi ini, membuat 118 siswa-siswi di sekolah ini bersorak penuh kepuasan
Hyukjae mencari sosok yang sangat berarti dalam hidupnya, memeluknya erat seakan ini adalah pertemuan terakhirnya
“Goodbye.. Baik-baiklah di Amerika Hyukkie-ya..”  Hankyo melepas pelukan Hyukjae dan menghindar darinya
Yeoja bernama Seo young menghampiri Hyukjae dan mengucapkan selamat padanya
“Hyukjae-ssi.. Chukhae-yo..” dan hanya dibalas tatapan dingin oleh Hyukjae
Seo young juga menghampiri Hankyo dan memeluknya, Hankyo membalas pelukannya
“Mian..mianhae Hankyo-ya..”
Hankyo tersenyum penuh arti pada Seo young
“chukhae-yo atas kelulusanmu..” Ia pun segera pergi sebelum air matanya tumpah sempurna

14:00
Incheon Airport

“Jagalah dirimu baik-baik disana..” Ucap kakak Hyukjae
Hankyo tengah berdiri jauh dari tempat mereka berada saat ini, menatap kepergian Hyukjae dengan pilu
“Selamat tinggal sahabatku.. saranghae.. Kau berarti untukku..” Ucap hankyo dalam hati

-Pesawat pun berangkat 5 menit setelah check in-
Selama didalam pesawat, Hyukjae selalu memikirkan keadaan Hankyo tanpa sedikitpun ia taak bergumam namanya

“Omo Hankyo-ya? Mwo hago-ya?” Ucap kakak Hyukjae ketika melihat Hankyo berada dibelakangnya sedaritadi
“Aniyo eonni..” Hankyo segera pergi setelah membungkuk dengan sopan pada eonni hyukjae
“Ah Hankyo-ya.. Ige..” Kakak Hyukjae menyerahkan sepucuk surat dari Hyukjae untuk Hankyo
“Go..mapseumnida..”

***

Tiga Tahun Kemudian

Dear Go Han Kyo..
Yak! Yeoja ceroboh.. Mungkin saat kau membuka surat ini, aku telah berada di Amerika..
Hankyo-ya, aku hanya ingin mengatakan yang sesungguhnya
Perlakuanmu padaku selama ini, membuatku merasakan yang lain dalam hatiku
Aku..Sungguh mencintaimu, Hankyo-ya..
Jeongmal saranghaesseo..
Mianhae baru mengatakannya sekarang, perasaanku sangat gugup ketika berada didekatmu
Akhir-akhir ini aku menghindar darimu karena aku belum siap mengatakan yang sejujurnya jika aku telah dijodohkan dengan Seo Young oleh appaku..
Aku mohon, kenanglah aku seperti yang pernah kau katakan untuk ku kala aku mengenang Eommaku..
Jebal jangan benci aku.. Aku akan selalu meluangkan waktu untuk mengunjungimu beberapa tahun lagi..
Semoga kau temukan namja yang lebih baik dariku..
Saranghae, Go Han Kyo~

Your Monkey, Hyukjae

Tes.. Air mata Hankyo selalu menetes tak pernah berhenti..
Bahkan hingga kini..
Mungkin akan terus mengalir selama yang Hankyo inginkan untuk mengenang seorang Lee hyuk Jae
Ia tak pernah tahu kapan ia bisa menemukan pengganti yang mirip dengan Hyukjae bahkan lebih baik darinya..
Sampai sekarang hanyalah Hyukjae yang masih membasahi pikirannya

Pemakaman Namwon

“hyukkie-ya.. Aku datang lagi.. Apa kau baik-baik saja disana? Aku tak menyangka ini adalah surat terakhir mu untukku.. Na do saranghae Hyukkie-ya.. Hiks.. Gomawo.. Telah mencintaiku selama ini hingga kecelakaan pesawat yang menimpamu.. Jarak Gwangju ke Namwon tak menjadi halangan untukku tetap berkunjung ke makam mu.. Baiklah aku pergi dulu Hyukkie-ya.. Tunggu aku disana ne?” Hankyo terus menerus menangis diatas nisan yang tertata dengan banyak bunga sangat rapi itu
“Hankyo-ya, kajja..” Ucap seorang namja yang tengah berdiri dibelakangnya itu
“Kau duluan saja Sungmin-ssi..”
Namja itu pun menurut dan segera pergi
“Arrasseo.. Aku tunggu kau dimobil.. Jangan terlalu lama”
“Heum” Hankyo hanya melirik Sungmin sekilas dan menatap kembali nisan rapi Hyukjae

Mungin saat yang tepat ketika aku menafsirkan cintaku padamu, adalah ketika nyawaku tengah ada di Surga.. Karena aku tak dapat menafsirkan cinta.. Cintaku padamu tersirat begitu saja, tak mungkin aku memberikan alasannya padamu.. Saranghae.. – Lee Hyuk Jae

Terkadang aku melakukan diluar kendaliku semua itu hanya untukmu.. Karena kau adalah semangatku, aku tak dapat lepas darimu, perasaan ini sungguh menyiksa
Aku tak ingin melihatmu pergi meninggalkanku.. Karena itu begitu sulit untukku melepasmu, dan menerima yang lain.. – Go Han Kyo

Jika bukan karena amanat aku tak mungkin mau mendampingi yeoja yang sama sekali tak menganggapku..
Aku juga berhutang, karena mata ini aku dapat melihat indahnya dunia..
Dan melihat, indahnya ciptaan Tuhan.. Itu adalah kau, Kau sangat cantik ketika mata ini menatapmu.. – Lee Sung Min

-----The End-------

Huahahahhaaha sumpah ENDING nya NGGAJE banget XD
Huakakakakka gara-gara habis lihat brilliant legacy nih lo XD
Huakakaka
Jadi ngelantur kan pikirannya
Jewels, maaf ya Hyukjae nya tak buat mati disini XD
Aku bingung mau jalan cerita yang gimana, jujur aku gak bisa buat cerita yang Happy Ending XD
Selalu Sad sad sad dan sad
Huhuhu T_T
Silahkan kritik dan koment yang banyak yang bisa membangun sesuatu yang berharga untuk ku contoh kedepannya..
Terimakasih..
Khobkhun-kha..
Jeongmal Ghamsahamnida ^^ *bow

Ika FaFajrin
Lee Eun Sup
a.k.a
ChoHanRin

Istri nya Namja yang lahir di mokpo, 15 Okt 1986

Tidak ada komentar:

Posting Komentar