One Fine Spring Day
Cast : Lee Hyuk
Jae
Go Han Kyo
Park Seo Young
Genre :
Fun,Romance,Hurt,Sad(?)
Song : The Star _
OST Crazy Little Thing
Ryeowook _ keu Saram
Ryeowook _ If u love me more
Author : Orang yang
gak jelas, ngakunya Fishy tapi cintanya dibagi sama orang yang udah 3 th yg
lalu dicintainya XD waks
Annyeonghaseyo...
I’m comeback again readers...
FF kali ini sedikit ambil dari perasaan saya.. *Sedikit
lohya.. Kalo diambilnya jangan yang bagian yadong u,u aku gapernah lakuin kayak
gitu la ya :p diambilnya hanya saya dan Tuhan yang tau pas bagian apa XD huakss
Wkwk
Yasudah sekian cuap-cuapnya yo..
Checkidot(?)
^Happy Reading^
Cinta memang tak bisa ditafsirkan..
Karena cinta sendiri tersirat didalam hati masing-masing
saram..
Setiap manusia di dunia pasti akan mengalami patah hati..
Tak bisa menyangka bukan, orang yang sudah lama dicintai
ternyata dia jodoh yang tertunda..
Mungkin Tuhan belum menjodohkan dia dan dirinya di dunia ini,
Mungkin Tuhan belum menjodohkan dia dan dirinya di dunia ini,
Namun, apa kita tahu rencana Tuhan esoknya?
Hanya ada satu sikap yang bisa kita ambil dalam menghadapi
ini semua
Jangan pernah memikirkan hal buruk yang akan terjadi pada
dirimu~
Namwon Station
Saat musim Salju
Author POV
Kringg..kringg..
“Aah, yeoboseyo?” Seorang yeoja tengah berdiri di pinggiran pintu
masuk kereta yang akan menuju ke Gwangju sekitar 10menit lagi. Yeoja ini tengah
sibuk mengangkat telepon masuk, mencari jalan keluar dari kereta untuk
mengangkat telepon nya
“Nde? Bagaimana bisa?” Ia mengikatkan syal Birunya yang
sempat terurai kearah lehernya
“Jadi..Aku tak jadi pindah sekolah di Gwangju eomma?” Yeoja
ini mengerucutkan bibirnya setelah mendapat kan kabar dari eommanya melalui
telepon
“Geuraesseo, aku akan segera pulang..”
..piip.. Yeoja ini segera menutup teleponnya dan masuk
kembali ke kereta,
Beberapa menit kemudian yeoja ini keluar sembari membawa
barang-barang yang begitu menyiksanya
Ia berjalan membawa sebuah koper, keranjang berisi
buah-buahan dan tas ransel dipunggungnya yang mungkin berisi buku-buku
persiapan Kelulusannya tahun ini
Ia berjalan seorang diri di tengah dinginnya salju menuju
kesebuah halte yang sudah cukup sepi malam ini
Matanya sempat melirik kearah jam tangan Sapphire Blue yang
bertengger di pergelangan tangan kirinya
“Aisshh~! Sinca?! Sudah jam 9 malam, tak ada bus yang
melewati jalanan ini eoh?!” Gerutunya tak sabaran
Hampir setengah jam menunggu ia pun memutuskan untuk
berjalan kaki hingga sampai rumah
Satu jam lebih ia berjalan dari Stasiun Namwon kearah
rumahnya,
Hawa dingin yang menusuk kulitnya, dedaunan yang menari
didepan matanya, cahaya malam yang sedaritadi menemaninya berjalan tak
membuatnya merasa lelah untuk terus berjalan
Matanya sontak menatap sekerumunan namja yang letaknya tak
jauh dari tempatnya
Takut, itu perasaannya kini
Ia tak mungkin lari ke lawan arah sedangkan sudah tak ada
bus yang lewat di halte tadi
Dengan sangat terpaksa ia berjalan melewati 3 orang namja
yang tengah berkumpul bersama itu
Namja dengan postur tubuh tinggi nan gagah,, rambut yang
lumayan habis tengah memegang sebotol soju dan menghampiri yeoja cantik ini
Ia menyentuh dagu yeoja polos ini dan mulai menggodanya
“Yak yeoja manis..Mau kemana kau malam-malam begini ha?”
Yeoja ini memalingkan wajahnya dari namja tinggi berperawakan gagah yang tengah
mabuk
“Aish Young woon-ah! Jangan membuat masalah! Sebaiknya kita
bersenang-senang saja..” Ucap salah satu namja yang tengah memegang sebatang
rokok
“Sejak kapan kau perhatian pada nya, Kyu-ya?” Ucap namja
satunya lagi yang sedang memegang sebuah Iphone sambil berbaring menatap langit
Namja itu beranjak dari duduknya dan menghampiri yeoja itu
Sontak yeoja cantik itu terkejut dan hampir mengeluarkan air
matanya
“N..neo? Mwo..mwo hago isseyo?” Yeoja ini mendekat kearah
namja yang tengah melepaskan Iphone nya karena terkejut akan kehadiran yeoja
dihadapannya ini
“Han..Kyo-ya? Sedang apa malam-malam begini dengan koper
besar mu dan sebuah ransel?!” bukannya menjawab pertanyaan, namja ini malah
balik bertanya dan mencoba menolong sang yeoja dengan membantu meraih kopernya
“A..aniyo Hyukkie-ya.. Kau sedang menunggu seorang yeoja
untuk kau kencani?” Namja bernama Hyukkie itu terdiam
“Ah geurae arraseo.. Mianhae aku mengganggumu.. Annyeong”
Yeoja yang disebut dengan nama Han Kyo ini pergi dan meninggalkan Hyukkie
dengan wajah terbengong-bengong(?)
Go Han Kyo POV
Aku tak menyangka ternyata Hyukkie orang yang berandalan dan
suka mempermainkan perempuan
Sunggu, hampir 3 tahun aku mengenalnya dan menjadi sahabat
baiknya
Sahabat yang selalu membuatkan PR Matematika untuknya
Sahabat yang selalu menemaninya ke supermarket untuk membeli
strawberry dan susu vanilla
Sahabat yang selalu membawakan Teobbokki kesukaannya setiap
hari
Sahabat yang tau akan semua hal tentang dia, termasuk dia
yang pemalu dan tak pernah sama sekali punya seorang yeojachingu
Karena itulah aku menyimpan sebuah perasaan yang cukup lama
padanya
Aku selalu mengorbankan semua waktuku untuk mendengarkan
semua curhatannya
Aku tak pernah memperdulikan kesehatanku kala dia memintaku
datang ke Taman Namwon meskipun saat itu aku sedang demam
Aku juga rela membagi nilai ku demi dirinya yang sangat
minim dalam pelajaran matematika
Aku mungkin sangat mencintainya, mencintainya ketika ia
pernah memainkan sebuah lagu untukku menggunakan alat musik piano
First Love, lagu itu adalah lagu pertamanya yang ia
nyanyikan untuk yeoja
Dan yeoja itu adalah aku..
Teman-teman Namwon-do High School selalu mengatakan disetiap
langkah yang dilalui seorang Lee Hyuk Jae, yeoja bernama Go Han Kyo selalu ada
menemaninya
Itu sangat manis bukan?
Hyukjae sangat perhatian padaku, ia tak pernah lupa
menanyakan keadaanku setiap malam
Mungkin ini yang dinamakan sebuah hubungan tanpa status
Hubungan dimana kita merasa nyaman dengan seseorang
disisinya, namun kita tak mempunyai sebuah hubungan yang cukup jelas di mata publik
Karena kita bersahabat, aku bingung akan perasaan yang
selalu membuatku merasa dag dig dug setiap ada di sisinya
Namja pemalu yang sangat polos ternyata berubah
Namja yang tak pernah mau berteman dengan yeoja, kini malah
menjadi idaman para yeoja
Semenjak Hyukjae menang tim basket sekolah kami, ia selalu
menjadi dambaan para yeoja
Aku sangat cemburu, sudah hampir 3 bulan ini ia tak pernah
mendekatiku lagi
Hanya menyapaku jika aku berpapasan dengannya
Sedih rasanya hati ini mengetahui sikapnya yang berubah
Mungkin aku hanya mengharapkan sebuah keajaiban..
Yah, keajaiban dimana Hyukjae menyatakan perasaannya padaku
Dan itu akan terjadi suatu saat nanti, aku bisa
memastikannya :’)
***
December,12-2011
Dear Diary
Hari ini aku sangat
sedih..
Aku tak jadi mengambil
beasiswa Universitasku di Gwangju..
Itu artinya aku harus
menemani Eomma di Namwon karena eomma tak sanggup hidup tanpa Appa yang kini
tengah merantau ke Jepang
Diary aku terkejut
saat pulang dari stasiun tadi..
Hyukjae orang yang
sangat kukenal, ternyata sikapnya sudah sangat berubah
Ia anak yang baik dan
pemalu, kini menjadi anak yang nakal dan mungkin sudah kenal yeoja
Aku egois jika tak
membolehkannya menyukai seorang yeoja..
Namun aku sangat sakit
hati jika melihatnya tertawa bersama seorang yeoja selain diriku..
^Go Han Kyo^
“Han Kyo-yaaaa???!”
Sebuah suara membuat aku menghentikan aktivitasku dan segera
menutup Diary ku
Aku menghampiri suara tersebut, menuruni anak tangga secepat
mungkin dan menuju ruang televisi
“Mwo-ya eomma?”
“Ambilah formulir pendaftaran Universitas Seni di Namwon di
atas meja itu chagi.. Kau isi saja biodatamu, eomma akan segera mengirimnya..”
Apa-apaan ini? Kenapa dengan sekolah Seni? Aku sangat tak menyukai sekolah
seni..
Aku berniat pergi ke Gwangju karena aku ingin mengejar
cita-citaku menjadi seorang ahli matematika dan bekerja menjadi Guru di sebuah
Universitas terkenal di Seoul
Meski aku tau aku memiliki suara yang sangat bagus namun aku
tak mau karena menurutku suara itu hanya cocok untukku pelihara bukan ku kembangkan
T_T
“Shireo Eommanim! Shiero..” Aku segera naik keatas menuju
kamarku dan menutup pintu tak ingin mendengar ocehan eomma lagi
***
Namwon-do High School
“Perpisahan angkatan tahun ini, kalian akan menyiapkan
berbagai macam acara yang cukup berat.. Salah satunya adalah pesta dansa.. Bagi
kalian yang pintar bernyanyi dan bermain musik, sepulang sekolah temui Siwon
Seonsaengnim ne? Geureom aku segera ada urusan.. Annyeong”
“Ne Seonsaengnim..” Ucap semua murid kelas 12 serempak
Aku melihat kearah bangku Hyukjae, ia mengisi data diri
tersebut dan segera menghubungi Siwon Seonsaengnim lewat telepon nya
Sebenarnya aku ingin, namun aku segera mengurungkan niatku
dan berniat untuk segera pulang kerumah
Saat aku melewati sebuah mading, aku melihat namaku
terpampang jelas disana
“Anak-anak kelas 12 B yang mengikuti kegiatan musik untuk
acara perpisahan..
1.
Kwon Ha Neul
2.
Lee Sung Min
3.
Lee Dong Hae
4.
Park Seo Young
5.
Han Chae Rin
6.
Lee Hyuk Jae
7.
Go Han Kyo
Diharap menghubungi Siwon Seonsaengnim untuk mendapat jadwal
latihan SECEPATNYA!”
Omo-ya?!!! Wae geurae?? Go Han Kyo ada disitu! Aish jinjja
Hyukkie-ya, anak itu memang sangat keterlaluaaaaan >___<!”
“Eotteohke-yo?” Sebuah suara mengagetkanku membuatku
membalikkan badan ke arah suara
“Hyukkie-ya, kenapa kau lakukan semua ini ?” Ucapku rendah
“Gwaenchana-yo.. Kau pasti bisa..” Ucapnya sambil tersenyum
ramah
“Heum soal kemarin malam itu jangan diingat lagi ne? Aku
sangat terpengaruh minuman beralkohol saat itu.. Sungguh..” Ucapnya sambil
menarik tanganku dan melingkarkan jari kelingkingnya kearah kelingking ku
“Ne.. Aku Percaya..” Ucapku dengan mudah mempercayainya
padahal semalam aku benar-benar menangisinya
***
Author POV
Teather Room’s
“Yaaak!! Han Kyo-ssi! Kenapa latihanmu tak fokus hah?! Kau
telat masuk sedari tadi.. seharusnya kau masuk sewaktu sang pianis menekan
accord F, apa yang sedang kau lamunkan? Aish sincaaa!” Siwon Seonsaengnim
dengan mudahnya membentak Han Kyo yang tengah melamun sedari tadi
Matanya terus-menerus menatap ke arah Hyukjae yang sedang
menari bersama Kwon Ha Neul, murid dengan penghargaan lomba menari terbaik
se-Namwon tahun ini
Ada rasa sakit ketika Hyukjae menatap kedua mata Ha Neul,
yeoja dengan rambut sebahu
“aah nde? Bu..busunsuria saebum-nim?” Ucap Han Kyo tanpa
dosa
“Mwo-ya?! Kau tak mendengarkanku sedari tadi?! Aisshh~!!”
Siwon seonsaengnim mengacak rambutnya frustasi
“Mi..mianhamnida sabeum-nim..” Ucap Han Kyo sembari
membungkuk cukup lama
“Jota..Jota.. Lanjutkan latihanmu dan fokuslah..”
-------
“Ige.. Kau pasti lelah..” Han Kyo menyodorkan sebotol air
mineral untuk Hyukjae
“Aaa.. Geudaeneun! Gomawo-yo..” Sambil tersenyum tulus
Hyukjae meraih botol mineral itu
“Hyukkie-ya?” Han Kyo menghampiri Hyukjae dan duduk
disampingnya
“Heum?” Cuek Hyukjae
“Oenjenga, kajja kita pergi bersama! Seperti dulu lagi..
eotte?” Ucap Han Kyo dengan penuh harapan
“Mian, shireo.. aku banyak latihan Hankyo-ya.. Bagaimana
jika seusai pentas ini? Eum ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu..”
Hyukjae menatap Han Kyo cukup lama
Membuat Han Kyo terus-terusan merasa salah tingkah
“wa..wa..wae-yo? M..mwo-ya? Mwo-ya Hyukkie-ya?” Ucapnya
gugup
“Kenapa kau selalu ada disaat aku..membutuhkanmu ?” Han Kyo
terkejut atas pertanyaan Hyukjae barusan
Bagaimana bisa Hyukjae menanyakan hal seperti itu tiba-tiba?
Tanpa ada angin dan hujan..
“Itu..itu karena kau adalah sahabatku..” Jawab Han Kyo agak
ragu
“Jeongmal hanya karena itu?” Tatapan Hyukjae menginterogasi
yeoja manis itu
“Han Kyo-ya? Kau tahu kata-kata kita dulu bukan? Kau ingat
ketika kau menyemangatiku karena aku kehilangan eommaku 2 tahun yang lalu? Kau
ada disisiku saat itu..” Sejenak Han Kyo terdiam
Flashback ON
“Kajjaaa! Hyukkie-ya kau ini lemah sekali! Kajja palliwa
juseyo?!” Han kyo terus menerus meneriaki Hyukjae sambil berlari menghampiri
sebuah bendera kemenangan
“Aish kau cepat sekali Han Kyo-ya! Chankaman-yo!” Ucapnya
tergesa-gesa menyusul Han Kyo
“Hoshh..Hosshh.. Ige..Ige..Ige..Aku dapaaat! Hoaaah aku bisa
mengalahkanmu kau tahu?”
Han Kyo tersenyum penuh arti dan memeluk Hyukjae dengan
perasaan yang sangat sulit diartikan
“Chukhae-yo.. Kau memang hebat..” Ucap Han Kyo bersemangat
-----
“Kyaaa, daging sapi dan tiket pesawat menuju Osaka ini mau
kau berikan pada siapa? Hanya ada 2 tiket, itu artinya...Kau dan..Aku?
Omonaaa?!” Han Kyo melompat dengan senangnya sembari memeluk Hyukjae
“Nde? Hahaha aniyo! Neoneun aniyo..” Hyukjae tersenyum
menatap langit
“Mwo? Nugunde?” Ucap Han Kyo agak kesal
“Kajja ikut aku pulang, akan ku tunjukkan sesuatu..”
Mereka berjalan menyusuri setiap jalanan Namwon dengan wajah
yang berseri-seri menuju rumah Hyukjae
Kringg..Kringg..
“Nugusseo? Kenapa tak kau angkat?” Han Kyo menatap ponsel
Hyukjae yang sedaritadi terus berdering
“ne..ne..Chankaman..”
“Yeoboseyo?” Hyukjae mengangkat teleponnya dan meminta Han kyo
membawakan kotak dagingnya sementara ia mengangkat telepon
“Nde???!” Nada tingginya membuat Han Kyo terkejut
Wajah Hyukjae yang tadinya berseri-seri, kini berubah 180
derajat, air mata tumpah dari pelupuk matanya dengan deras
“Andwae-yo?! Maldo andwae!” Dengan secepat tenaga ia
berlari, Han Kyo agak kesulitan mengikutinya sambil membawa kotak daging yang
begitu berat
Hyukjae’s Home
“Eommaaaaaaaaa!! Jebal kajimaraaa~!!” Hyukjae berlari
menghampiri tubuh Eommanya yang telah terbujur kaku disamping Appa tersayangnya
dan Noona tersayangnya
Han Kyo yang baru saja datang menghampiri Hyukjae mencoba
menenangkannya
Air mata Han Kyo terus-menerus keluar dengan derasnya, ia
begitu merasakan penderitaan yang dirasakan Hyukjae saat ini
“Hiks.. Jebal uljima-yo Hyukkie-yaa..!!” Ia memeluk Hyukjae
dengan sangat erat mencoba memberi kekuatan untuknya
“Arrasseo.. Nan jeongmal arrasseo.. Ini kado yang akan kau
berikan pada eomma mu bukan? Waktu itu kau pernah bilang jika eomma mu
menginginkan kau mengikuti lomba tahunan maraton Namwon karena eomma mu sangat
ingin pergi ke Osaka bukan? Jebal juseyo.. Uljima-yo Hyukkie-yaaa~..” Hyukjae
dengan penuh frustasi dan menangis sesenggukan diatas jenazah eommanya
“Aku datang eomma.. Igeseumnikka! Tiket pesawat Osaka eomma!
Palli irreonnaaa!! Jebal kajimara! Bagaimana kecelakaan ini bisa terjadi
noona?! Aku berniat untuk makan daging bersama malam ini bersama Han Kyo!
Keunde, kenapa Tuhan membuatnya jadi seperti ini?! Aaaaaa!!” Hyukjae
terus-terusan meronta
-skip-
3 hari kemudian
Pemakaman-
“Hyukkie-ya.. Sudahlah.. Semua yang telah kau lakukan selama
ini cukup membuat eomma mu bangga Hyukkie-ya.. Kita tak pernah tahu bukan apa
rencana yang akan Tuhan berikan? Cukup hadapilah dengan cara jangan pernah
memikirkan hal buruk yang akan terjadi padamu setelah ini! Pikirkan bagaimana
kau bisa terbiasa dengan semua ini.. Air matamu tak akan bisa membuat eomma mu
kembali.. Eomma mu hanya ingin kau menjadi anak yang kuat, bukan lemah seperti
ini..” Ucap Han Kyo panjang lebar
Ia membawakan payung dan menutupi seluruh tubuh Hyukjae agar
tak kehujanan didepan nisan eomma nya
Bahkan ia rela tubuhnya basah kuyub terkena air karena
payung itu tak cukup
“Keunde, aku belum mengucapkan maaf dan terimakasih
padanya..” Hyukjae terlihat lemah bahkan sangat rapuh didepan Hankyo
“Seorang Eomma pasti telah memaafkan segala kesalahan anae
nya.. Baik yang tak disengaja maupun sangat disengaja, Hyukkie-ya! Kau harus
tahu itu..Rajinlah berlatih agar kau menjadi pemain basket dan mendapat banyak
penghargaan, tunjukkan pada eomma mu esok! Arrachi?!” Seketika itu Hyukjae
beranjak dari duduknya dan menatap Han Kyo penuh arti
“Gomapta Han Kyo-ya..” Ia pun memeluk tubuh Han kyo yang
tengah basah kuyup sambil menangis dipundaknya
Falshback Off
“Kau selalu ada disaat aku membutuhkanmu.. Gomapta
Hankyo-ya..” Ucap Hyukjae (lagi) itu sangat membuat Hankyo risih
“Aah arrasseo..arraseo.. tak usah berlebihan seperti itu
hehe..” Hyukjae kembali memeluk Hankyo (lagi) dan menangis dipundaknya
Nyaman, perasaan ini sangat nyaman
Bahkan keduanya merasakan hal yang sama
“Keunde apa yang akan kau tunjukkan beberapa bulan lagi
heum? Apa kau akan memberiku sebuah kejutan?” Ucapan Hankyo sedikit menggantung
‘Geuresseo, Tuhan aku mengerti kini.. apakah ini jawaban
atas doa ku? Apa Hyukjae mulai melihatku sebagai yeoja?’ Batinnya
***
Hari-hari latihan mereka jalani dengan senang, meskipun
Hankyo sering patah hati kala melihat Hyukjae harus menari bersama Kwon Ha Neul
Namun ia bisa menyadari karena itu hanya semata-mata
pekerjaan sekolah tak lebih
Mereka berdua semakin hari semakin lengket layaknya sebuah
susu tanpa air
Kedekatan mereka kembali seperti dulu lagi
May 2011
Hingga hari yang dinanti-nanti Han Kyo pun tiba..
Ia sangat penasaran akan apa yang akan dikatakan oleh
Hyukjae, sahabat nya pada Han Kyo
“Ingat! Setelah pentas ini selesai, temui aku di taman
Namwon.. arrachi?”
Saat itu Han Kyo tengah sibuk mempersiapkan diri secantik
mungkin untuk menemui Hyukjae
Ia tampil sangat cantik malam itu
Namwon’s garden
19:05
“Hosshh..hosshh.. Apa aku terlambat?” Ucap Han Kyo tergesa
“Ani.. Gwaenchana-yo..” Hyukjae tersenyum lembut padanya
Ia mengajak Hankyo berjalan-jalan layaknya sepasang kekasih
di musim semi ini
“Sepertinya topi rusa itu cocok untukmu eoh? Eum Ahjumma,
aku beli yang itu ne? Gomapseumnida..” Hyukjae memakaikan topi rusa pada kepala
Hankyo, membuat Hankyo tak mengerti dibuatnya
“Aku tak memerlukan ini, kenapa kau malah membelinya huh?”
ucap Hankyo protes
Hampir 2 jam lamanya mereka berjalan-jalan dan membeli
banyak susu strawberry favorit Hyukjae
“Woaah! Kajja lihatlah.. Lampu yang begitu indah..” Hankyo
takjub atas kejutan yang diberikan Hyukjae
Sebenarnya lampu-lampu bersinar itu hanyalah kebetulan saja
bukan Hyukjae yang mempersiapkannya
“Ah Sillyehamnida Ahjussi? Bisakah kau fotokan kami berdua
disitu?” Ucap Hyukjae pada seorang ahjussi yang tengah bergurau dengan
istrinya,
“Jota..”
1..2..3.. Klik..
1..2..3.. Klik..
“Gomapseumnidaa..” Hyukjae membungkukkan badannya
23:00
“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan heum?” Tanya Han Kyo
penasaran setelah mereka sampai di taman Namwon lagi
“Han kyo-ya.. Mianhada..” Han kyo menyerngitkan(?) dahinya
tak mengerti
“Aku..aku akan berangkat ke Amerika setelah kelulusan
besok.. Appaku memintaku bekerja disana ditempat perusahaan sahabatnya.. Aku..
Akan berangkat besok,” Seperti sengatan listrik 20.000 Volt sangat menusuk
bagian dalam hati Han Kyo
Kaku, Lemas, Sakit, itu yang kini ia rasakan
Ingin sekali ia meledak dan mengatakan yang sejujurnya pada
Hyukjae kini
“Pengumuman kelulusan mu eotteohke-yo?” Han Kyo masih bisa
menahan air matanya
“Aku berangkat setelah pengumuman itu besok.. Han Kyo-ya,
jaga lah dirimu baik-baik disini.. Jeongmal Gomawo telah menjadi yang berarti
untukku selama ini..”
Syuut..
Hyukjae menarik Hankyo dalam pelukannya, erat sangat erat
seolah tak akan pernah bertemu lagi dengannya
Han Kyo menangis sesenggukan dipelukan Hyukjae
“Aku akan merindukanmu Hankyo-ya..”
Hankyo pun merenggangkaan pelukan mereka, sejenak menatap
mata Hyukjae dalam, dan mencium bibirnya sekilas
Cuuu~p
Tiba-tiba,
Plugg..
Sebuah surat terjatuh dari saku Hyukjae membuat Hankyo
penasaran dengan isi surat itu dan membukanya
“Ige..mwo-ya?”
“Aaah ani..ani.. itu..” belum sempat Hyukjae menyelesaikan
ucapannya, Hankyo tengah membuka surat itu
Matanya membulat takpercaya, air matanya turun tambah deras
“Ja..jadi selama ini kau tengah berpacaran dengan anak
sahabat ayahmu itu? Park Seo young? Yeoja yang selama ini kau benci??” Hyukjae
bingung harus menjelaskan apa pada Hankyo
“Itu..sebabnya kau ke Amerika? Kau..menikah dengannya?”
Hyukjae mencoba menarik Hankyo (lagi) dalam pelukannya erat, sangat erat
“Hyukkie-ya! Lepaskan! Pergilah.. Rupanya aku tak berarti
selama ini untukmu.. Se..semoga kau bahagia..” Hankyo dengan gontai berjalan
menjauhi Hyukjae yang tengah terpaku dan sakit merasakan sesak didadanya
Hyukjae terduduk ditengah derasnya salju yang turun malam
itu, dan menggumamkan sebuah kata-kata yang sudah sejak lama ingin ia katakan
pada seseorang
“Hankyo-ya.. Go Han Kyo.. Nan.. Nan neo johahaeyo.. Nan jeongmal
saranghaesseo..”
***
“Selamat! Murid Namwon-do High School 100% Lulus
sempurnaaa!!” Ucap kepala sekolah mengawali pembukaan upacara pagi ini, membuat
118 siswa-siswi di sekolah ini bersorak penuh kepuasan
Hyukjae mencari sosok yang sangat berarti dalam hidupnya,
memeluknya erat seakan ini adalah pertemuan terakhirnya
“Goodbye.. Baik-baiklah di Amerika Hyukkie-ya..” Hankyo melepas pelukan Hyukjae dan menghindar
darinya
Yeoja bernama Seo young menghampiri Hyukjae dan mengucapkan
selamat padanya
“Hyukjae-ssi.. Chukhae-yo..” dan hanya dibalas tatapan
dingin oleh Hyukjae
Seo young juga menghampiri Hankyo dan memeluknya, Hankyo
membalas pelukannya
“Mian..mianhae Hankyo-ya..”
Hankyo tersenyum penuh arti pada Seo young
“chukhae-yo atas kelulusanmu..” Ia pun segera pergi sebelum
air matanya tumpah sempurna
14:00
Incheon Airport
“Jagalah dirimu baik-baik disana..” Ucap kakak Hyukjae
Hankyo tengah berdiri jauh dari tempat mereka berada saat
ini, menatap kepergian Hyukjae dengan pilu
“Selamat tinggal sahabatku.. saranghae.. Kau berarti
untukku..” Ucap hankyo dalam hati
-Pesawat pun berangkat 5 menit setelah check in-
Selama didalam pesawat, Hyukjae selalu memikirkan keadaan
Hankyo tanpa sedikitpun ia taak bergumam namanya
“Omo Hankyo-ya? Mwo hago-ya?” Ucap kakak Hyukjae ketika
melihat Hankyo berada dibelakangnya sedaritadi
“Aniyo eonni..” Hankyo segera pergi setelah membungkuk
dengan sopan pada eonni hyukjae
“Ah Hankyo-ya.. Ige..” Kakak Hyukjae menyerahkan sepucuk
surat dari Hyukjae untuk Hankyo
“Go..mapseumnida..”
***
Tiga Tahun Kemudian
Dear Go Han Kyo..
Yak! Yeoja ceroboh..
Mungkin saat kau membuka surat ini, aku telah berada di Amerika..
Hankyo-ya, aku hanya
ingin mengatakan yang sesungguhnya
Perlakuanmu padaku
selama ini, membuatku merasakan yang lain dalam hatiku
Aku..Sungguh
mencintaimu, Hankyo-ya..
Jeongmal
saranghaesseo..
Mianhae baru
mengatakannya sekarang, perasaanku sangat gugup ketika berada didekatmu
Akhir-akhir ini aku
menghindar darimu karena aku belum siap mengatakan yang sejujurnya jika aku
telah dijodohkan dengan Seo Young oleh appaku..
Aku mohon, kenanglah
aku seperti yang pernah kau katakan untuk ku kala aku mengenang Eommaku..
Jebal jangan benci
aku.. Aku akan selalu meluangkan waktu untuk mengunjungimu beberapa tahun
lagi..
Semoga kau temukan
namja yang lebih baik dariku..
Saranghae, Go Han Kyo~
Your Monkey, Hyukjae
Tes.. Air mata Hankyo selalu menetes tak pernah berhenti..
Bahkan hingga kini..
Mungkin akan terus mengalir selama yang Hankyo inginkan
untuk mengenang seorang Lee hyuk Jae
Ia tak pernah tahu kapan ia bisa menemukan pengganti yang
mirip dengan Hyukjae bahkan lebih baik darinya..
Sampai sekarang hanyalah Hyukjae yang masih membasahi
pikirannya
Pemakaman Namwon
“hyukkie-ya.. Aku datang lagi.. Apa kau baik-baik saja disana?
Aku tak menyangka ini adalah surat terakhir mu untukku.. Na do saranghae
Hyukkie-ya.. Hiks.. Gomawo.. Telah mencintaiku selama ini hingga kecelakaan
pesawat yang menimpamu.. Jarak Gwangju ke Namwon tak menjadi halangan untukku
tetap berkunjung ke makam mu.. Baiklah aku pergi dulu Hyukkie-ya.. Tunggu aku
disana ne?” Hankyo terus menerus menangis diatas nisan yang tertata dengan
banyak bunga sangat rapi itu
“Hankyo-ya, kajja..” Ucap seorang namja yang tengah berdiri
dibelakangnya itu
“Kau duluan saja Sungmin-ssi..”
Namja itu pun menurut dan segera pergi
“Arrasseo.. Aku tunggu kau dimobil.. Jangan terlalu lama”
“Heum” Hankyo hanya melirik Sungmin sekilas dan menatap
kembali nisan rapi Hyukjae
Mungin saat yang tepat ketika aku menafsirkan cintaku padamu,
adalah ketika nyawaku tengah ada di Surga.. Karena aku tak dapat menafsirkan
cinta.. Cintaku padamu tersirat begitu saja, tak mungkin aku memberikan
alasannya padamu.. Saranghae.. – Lee Hyuk Jae
Terkadang aku melakukan diluar kendaliku semua itu hanya untukmu..
Karena kau adalah semangatku, aku tak dapat lepas darimu, perasaan ini sungguh
menyiksa
Aku tak ingin melihatmu pergi meninggalkanku.. Karena itu
begitu sulit untukku melepasmu, dan menerima yang lain.. – Go Han Kyo
Jika bukan karena amanat aku tak mungkin mau mendampingi
yeoja yang sama sekali tak menganggapku..
Aku juga berhutang, karena mata ini aku dapat melihat
indahnya dunia..
Dan melihat, indahnya ciptaan Tuhan.. Itu adalah kau, Kau
sangat cantik ketika mata ini menatapmu.. – Lee Sung Min
-----The End-------
Huahahahhaaha sumpah ENDING nya NGGAJE banget XD
Huakakakakka gara-gara habis lihat brilliant legacy nih lo
XD
Huakakaka
Jadi ngelantur kan pikirannya
Jewels, maaf ya Hyukjae nya tak buat mati disini XD
Aku bingung mau jalan cerita yang gimana, jujur aku gak bisa
buat cerita yang Happy Ending XD
Selalu Sad sad sad dan sad
Huhuhu T_T
Silahkan kritik dan koment yang banyak yang bisa membangun
sesuatu yang berharga untuk ku contoh kedepannya..
Terimakasih..
Khobkhun-kha..
Jeongmal Ghamsahamnida ^^ *bow
Ika FaFajrin
Lee Eun Sup
a.k.a
ChoHanRin
Istri nya Namja yang
lahir di mokpo, 15 Okt 1986

Tidak ada komentar:
Posting Komentar