1.30.2014

My Charming Yeoja ( Sequel of Rainbow)

My Charming Yeoja
(Sequel FF Rainbow)
Cast       : Park Hyun Rin
                  Lee Dong Hae
                  Lee Eun Sup
Genre   : GaJe, RCT, Hurt(?), Fun(?)
Song      : Kyu _ Late auntumn (Instrumen Piano)
                  KRY _ The One I Love
                  EunHae _ First Love

Annyeong Haseyo..
Ini FF pesenan Marensa, semoga kalian suka^^
Ini Sequel dari FF Rainbow kemarin u,u
Maaf kalo disini lebih jelek dan lebih nggak ceta u,u
Donghae tak buat teraniyaya disini XD
Huakakaka salah siapa dia berani-beraninya deketin Yeoja ‘itu’ dan sok-sokan nyiramin air ke kepalanya biar dapet perhatian yeoja ‘itu’
Huft sebelkan aku dari dulu sama yeoja ‘itu’
Kenapa harus ‘itu’ coba? XD
*Cuma Marensa yang tau siapa yang tak maksudt XD
Karena kebencian kita sama yeoja ‘itu’ sama *yaiyalah hlawong sama-sama istri Donghae juga XD
Dimohon untuk selalu kritik dan saran di kolom komentar..
Saya akan setia untuk mendengarkan dan memberi komentar balik(?) yang positif tentunya J
Terimakasih^^

Happy Reading..



29 October 2013
Seoul, Namsan Tower

Author POV

Seorang namja ber perawakan cukup tinggi untuk dibandingkan dengan yeoja disampingnya, sedang tergesa menuju suatu toko yang tak jauh dari tempat mereka berada.
Dengan cepat namja tampan itu keluar dari toko dan membawakan sesuatu untuk yeoja yang tadi menunggunya,
“Hosshh..Hosshh..” nafas namja itu begitu terengah, berlari menghampiri kursi dimana yeoja itu sedang duduk menunggunya.
Dress biru selutut yang sangat soft, dengan rambut yeoja tersebut yang dibiarkan terurai bergelombang dengan poni rata menyamping ke kanan ditemani dengan pita biru di dekat telinga kanannya, menambah kesan anggun nan manis pada yeoja ini..
“Kau sudah lama menunggu eoh?” Ucap Namja itu sembari mengatur nafasnya kembali
“Nde? Aniyo.. Gwaenchana~..” Ucap yeoja manis itu sembari menyunggingkan senyumannya selebar mungkin
“Ige.. saengil chukhae-yo, Hyu Rin-ah..” Namja tampan itu menyerahkan sekotak hadiah berwarna Sapphire Blue dengan pita pink diatasnya.
“Kotak yang sangat kecil.. Membuatku penasaran.. kekeke~” Yeoja yang bernama Hyu Rin itu memeluk erat namja didepannya dan terkekeh pelan
“Gomawo-yo..” Ucap yeoja tersebut singkat
“Kajja, bukalah..” Namja tersebut melepas pelukan mereka
“Shireo! Biar aku buka di apartemen saja.. eum, mana janjimu eoh?” Hyu Rin mengkerutkan keningnya seolah mengingat sesuatu.
Namja itu terkejut dan sedetik kemudian senyuman merekah diantara kedua sudut bibirnya
“Nae yaksokhae-yo? Aigo~ Kalau soal itu kau selalu ingat eoh?” Namja tampan tersebut menyentling(?) dahi Hyu Rin, membuatnya meringis kesakitan
“Yak! Donghae-ya! Kasar sekali kau..”

-Skip-
Siit.. *(bunyi suara ban mobil nge-rem)
“Kajja..” Namja bernama Donghae itu keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Hyu Rin yang masih terbengong dengan apa yang dilihatnya didepan
“Kau tak ingin membuatnya menunggu kan?” Ucap Donghae membuyarkan lamunan Hyu Rin
“Ne..” Singkat Hyu Rin

“Annyeong Haseyo, oppa..” Hyu Rin terduduk dengan sendirinya menatap nisan yang rapih didepannya itu
“Untuk pertama kalinya sejak 3 tahun yang lalu aku datang kesini menemui mu oppa..
Kau baik-baik saja kah Namja Rainbow? Kkkk~ Neomu phogosibo u,u.. Kau tahu adik sepupumu ini sangat membantuku.. Ia mengijinkanku tinggal di apartemen nya, eum tahun ini aku mendapat beasiswa untuk pergi ke Seoul dan sekolah di Seoul University.. Aku sudah tak bisa melihat Rainbow lagi di pantai Daegu.. Kau tahu? Aku rela menunggu 2 tahun lamanya setelah lulus agar bisa mengikuti tes masuk Seoul University, sesuai impianku dulu.. Ternyata tempat tinggalmu di Seoul.. Keunde, mengapa kau selalu datang ke pantai Daegu sore itu? Sedangkan jarak Daegu-do ke Seoul 3 jam..” Panjang lebar yeoja cantik ini bercerita.
1 jam lamanya Lee Donghae menunggu dari jauh dengan hati yang cukup tersayat, melihat yeoja yang dicintainya ternyata lebih menaruh perasaan pada kakak sepupunya yang lama telah tiada
“Geureom Kibum hyung, andai kau masih hidup aku rela menggantikan nyawamu sekarang juga..” Ucap namja itu penuh frustasi
“Mwo? Apa yang kau katakan tadi?” Tanya Hyu Rin yang ternyata telah selesai dengan aktivitasnya dan sedaritadi berada di belakangnya
“Ah.. Aniyo..”

***

Seoul University

“Sesudah pulang kuliah nanti, kau tunggu saja aku dikantin.. Kau kan belum mengenal kota ini, sebaiknya kau tetaplah bersamaku Hyurin-ah?” Donghae mengacak sedikit rambut bagian depan Hyurin sebelum ia meninggalkan tempatnya
“Arraseo Donghae-ya!” Balas Hyurin dengan senyum mengembang, ini adalah kali pertamanya menimba ilmu jauh dari tempat dimana ia dilahirkan
“Sunbae! Kau harus memanggilku Sunbae.. Kau ini meskipun kita seumuran, namun aku lebih tinggi 2 tahun tingkatannya daripada dirimu.. Ye?” Angkuh Donghae dengan santai
“Shireo..” belum sempat Hyurin menjawabnya, Donghae sudah meninggalkannya dan menuju pada aktivitas mereka masing-masing

Hari demi hari berganti, bulan demi bulan berganti
Kedekatan yang tak pernah Hyu Rin bayangkan kian menjadi..
Kemanapun ia pergi, disitulah akan ada Donghae yang selalu setia menemaninya
Bahkan pentas seni musim panas tahun berikutnya, tawaran menarik untuk Donghae beradu akting dengan yeoja tercantik di kampusnya dengan sangat sengaja ditolaknya
Dikarenakan Donghae yang teramat sangat menjaga perasaan Hyurin, yeoja yang sudah sejak SMP disukainya
Keadaan yang membuat Donghae selalu transit dari Seoul ke Daegu, kota dimana Hyurin dilahirkan
Donghae sadar jika Hyurin hanya menganggapnya sebagai sahabat yang selalu ada untuknya
Namun Donghae tak pernah berhenti berharap untuk dapat merebut hati Yeoja impiannya itu

Beberapa tahun kemudian

Park Hyu Rin POV

 “Sillyehamnida aghassi?” aku terkejut dengan suara seorang yeoja saat aku sedang asyik memakan Kimbab ku di kantin
“Nde? Nu..nuguya?” ucap ku agak terkejut
“Bolehkah aku duduk di sini..?” Ucap yeoja feminim ini ragu
“Jinjja? Tentu saja.. Ini kantin milik bersama bukan?” Ucapku agak aneh dengan pertanyaannya
“Aah, kenalkan Nan Jihyuk, Lee Ji hyuk imnida.. Aku murid baru di kampus ini.. Kau sendiri eonni?” Belum kenal pun yeoja ini sudah berani memperkenalkan dirinya padaku..
Sangat percaya diri..
“Park Hyu Rin.. Mannaseo bangapta eoh?” Ucapku mencoba cukup ramah dengannya
“Omo.. tampan sekali..” Ucapnya setelah selesai berkenalan denganku, pandangannya menuju kearah 3 namja tampan yang tengah menuju kearah kami saat ini
Omo?! Donghae beserta kedua temannya yang menuju arah kami kini. Apakah Donghae setampan itu hingga yeoja yang barusaja melihatnya pun langsung terpana padanya? U,u
Aish aku ini kenapa eoh? Andwae-yo, aku tak boleh punya pikiran buruk pada yeoja ini
“Eum.. Eonni, aku duluan ne? Annyeong” Ucapnya kemudian buru-buru melahap kimbabnya dan pergi begitu saja dari sampingku

“Yak! Mwo hago isseyo?” Ucap Donghae datang langsung melahap kimbab ku tanpa permisi
Anak ini sangat aneh dan bisa membuatku selalu ingin mengingatnya
“Ani.. Bertemu dengan adik tingkat tadi..”
“Sepulang kuliah, ku ajak kau makan malam heum?” Aku terkejut, ia selalu mengajakku makan malam dan membuatku seperti melayang-layang diudara
Aku belum siap menerimanya, karena aku belum bisa membiasakan untuk mencintainya
“A..aku..” belum sempat menjawab ia sudah menyahutnya
“Geurae arraseo.. Lain kali saja ne? Kau pasti akan menolakku (lagi) gwaenchana..” Ucapnya dengan senyuman yang aku tahu itu terpaksa
“Mianhae..” Aku menundukkan kepalaku dan takut-takut untuk menatapnya
“Kajja smile!” Ia mendongakkan wajahku dan selalu mengecup bibirku singkat agar aku tersenyum
Bukannya tersenyum namun aku malah merasa bersalah padanya

***

HyuRin’s Room

“Rainbow oppa.. Apa kau sudah menemukan yeoja yang lebih baik daripada aku disana? Aku harap seperti itu.. Kau pasti bisa setiap saat bukan melihat Pelangi yang sangat indah yang kapan saja bisa menampakkan dirinya pada langit? Oppa, hoaahhmm.. Aku mengantuk.. Jumuseyo Rainbow Oppa..” Aku mengakhiri bicaraku pada tembok yang bergambar bintang, sengaja di persiapkan Donghae agar aku bisa kapan saja mengingat Kibum hyungnya jika aku mau
*(Ya Ampyuun Hae baik banget ya to Cuma di PHP sama tuh yeoja >_< Sini sama aku aja tak jamin gak bakal tak PHP XD *Digolok marensa)

Lee Donghae POV

“Jumuse-yo Hyurin-ah..” Aku mengintipnya dari pintu kamarnya yang sedikit terbuka
Sebegitu berartikah Kibum hyung untukmu. Hyurin-ah?
Tuhan, bantu aku mengubah isi hati Hyurin untukku..

Aku kembali menutup pintu kamar Hyurin dengan perlahan, dan berjalan menuju dapur
Membuatkan semangkuk puding strawberry kesukaannya, dan 30 menit kemudian puding itu jadi
Aku segera menyimpannya di kulkas

Hyurin Pabbo!
Makanlah puding ini agar kau dapat ceria hari ini..
Geudae-yo, aku sudah susah payah membuatnya..
Mian, aku tak bisa menemanimu sarapan pagi, karena jadwalku yang semakin padat..
Annyeong My Charming yeoja..
-Lee Donghae-

Aku pun beranjak menuju kamarku untuk tidur. Hoaahmm lelah sekali aku hari ini? -_-

-skip-

Makan malam tiba, aku hanya sibuk memakan kimchi buatan Hyurin dengan lahap
Sungguh lezat masakan Hyurin, andai saja ia menjadi istriku aku bahkan tak akan pernah membeli makanan diluar..
Aku bahkan merelakan waktu ku hanya untuk bisa makan malam bersama Hyurin dirumah..
“Eotteohke-yo?” Ucap Hyurin dengan nada dibuat rendah
“Neomu..mashitta..Jinjja..” Kataku sambil tersenyum lebar-lebar menunjukkan enaknya masakannya
“Jeongmal-yo? Aaa~ gomapta!” Ucapnya girang
Aku pun melanjutkan makanku (lagi). Setelah selesai aku berniat untuk beranjak ke kamar dan beristirahat, namun sebuah suara menghentikanku

“Donghae-ya?”
“Nde?” Aku berbalik menghadap suara itu
“Tak usah repot membuatkan puding untukku, tak usah repot menitipkan kimbab pada temanmu untukku, tak usah merepotkan dirimu dengan semua tugas-tugasku.. Jebal juseyo, aku tak ingin menjadi bebanmu..” Dengan wajah tertunduk dan menahan sebuah air mata ia melontarkan itu semua
Hupp.. Sungguh bagaikan disayat oleh ribuan duri hatiku sakit sangat sakit ketika mendengarnya berkata seperti itu
Bahkan hingga kini ia masih belum bisa menyukai ku eoh?
Aku kaku ditempat tanpa sepatah kata apapun, aku mencoba pergi darinya kini namun aku tak sanggup, rasanya ingin sekali keluar dan berteriak sebisa yang aku dapat keunde itu semua tak mungkin
“Maldo andwae..” Ucapku tanpa sadar,
Tes.. setetes air mata bahkan tumpah membasahi pipiku

21 August
Daegu-do, Beach

Aku berjalan seorang diri menyusuri tiap-tiap pasir pantai yang lembut, menghirup dalam-dalam udara di pantai ini
Aku jadi rindu akan seseorang..
Seseorang yang mungkin kini tengah fokus pada kuliahnya di Seoul, seseorang yang tanpa sengaja melupakan ucapan selamat atas kelulusanku, seseorang yang hanya memikirkan dirinya sendiri..
Aah aku merasa bersalah tak mengajaknya kemari, kota dimana ia dilahirkan
Yah, tak hanya itu
Kota ini bahkan menyimpan kenangan yang cukup buruk untukku..
“Kibum hyung..” Aku mengigau nama Kibum hyung tanpa sadar
“Woaaah.. Yeppeuda..” Ucapku kala aku melihat sebuah pelangi yang tiba-tiba menampakkan jatidirnya didepan mataku
Jadi begini rasanya melihat pelangi yang sangat indah di pantai yang sangat damai bersama orang yang sangat kucintai dulu, Kibum hyung?
Aku segera mengabadikannya ke ponselku untuk ku tunjukkan pada Hyurin sesudah aku sampai di Seoul nantinya
Klik..
Belum sempat aku menutup ponselku, ada sebuah pesan masuk untukku

Nae Charming Yeoja~
Yak! Donghae-ya? Neo eodisseo? Aku mencarimu 2 hari ini, mengapa kau tak pulang ke apartemen?
Aku sendirian Donghae-ya! Apa kau tega eoh?
Kau tak ingin melihat aku mati di apartemenmu kan? – Park Hyu Rin

Kyaaa~!! Ternyata Hyurin merindukanku!!
Senangnyaaa...
“Yak! Rainbow! Aah aniyo, Kibum hyung! Ige lihat lah! Hyurin merindukanku kau tahu ha?”
Aku pun dengan segera kembali menuju Seoul karena tak ingin membuat Hyurin menunggu

Author POV

Ting..tong..

“Mwo? Cepat sekali sampainya..” Hyurin terkejut dan segera membukakan pintu
“Yak! Kau cepat...” Belum sempat Hyurin melanjutkan ucapannya, ia bingung tak mengerti kenapa ada sesosok yeoja di depan apartemen Donghae, dengan membawa koper yang lumayan berat mungkin?
“Naega mueoseul tugisetsumnikka? (ada yang bisa saya bantu?)” Ucap Hyurin dengan ramah
“Huh? Neo nugunde?” Balas yeoja itu kurang sopan
“Joneun Park Hyu Rin imnida.. Saya tinggal disini nona.. Anda mencari siapa?” Hyurin masih bersikap lebih sopan pada yeoja ini
“Ani..Arigato..” Yeoja tersebut pergi begitu saja membawa koper-kopernya yang berat
“Aih, nona! Chankaman-yo?” Hyurin menghampiri yeoja tersebut dan memberikan sekaleng minuman untuknya
“Igeseumnida.. Anda bisa membawanya, udara diluar cukup dingin, jika tangan Anda terasa panas minumlah minuman jahe ini untuk menstabilkan badan Anda bila lelah..” Hyurin membungkukkan badannya kemudian pergi dari hadapan yeoja itu
“Yak! Ige! Tak perlu.. Arigato” Ucap yeoja itu kemudian meletakkan kaleng kelantai dan melanjutkan langkahnya
Hyurin sempat bingung dibuatnya, ada apa dengan yeoja itu
“Ck.. dasar aneh..” Ucap Hyurin kemudian masuk lagi dengan membawa kaleng minuman jahe
***

Hyurin berniat untuk membeli persediaan dapur yang habis di supermaarket
Sembari menunggu Donghae pulang, ia ingin membuatkan kimchi dan Chobab kesukaan Donghae..
Ketika melewati lahan parkir, Hyurin sempat terkejut
Ia melihat Donghae sedang duduk bersanding dengan seorang yeoja
“Mwo? Donghae-ya?” Bisik nya dari jauh
“Sedang apa dia disana? Mengapa tak pulang kerumah eoh?” Hyurin gelisah
Entah apa yang dirasakannya kini, mendadak perasaannya sungguh tak tenang
Hyurin pun lupa dengan tujuan awalnya malah kembali ke apartemen

“Hiks.. Ige mwo-ya? Mengapa sesak?” Ia memegangi dadanya, menangis sesenggukan didalam kamarnya
Tanpa sadar memeluk sebuah foto dan mulai bercerita dengan foto itu panjang lebar

“Eodiseo eotteohke, jakkuman maetineunji na do moreujyo
Geunyang naega mani apeun geotman arayo
Ddeugeowotddeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo..
Mworago malhaji, eotteohke butjapeulji na do moreugetjjana..
Eotteohke, nan eotteohke hajyo?

Ketika satu kata dingin darimu itu membuat hatiku tersentuh..
Di pupil mataku tanpa kuketahui menetes jatuh membasahi
Dari mana, bagaimana hal ini terus-menerus terbentuk akupun tidak tahu..
Aku banyak tersakiti, hari yang hangat perlahan-lahan menjadi sangat dingin..
Bagaimana, apa yang harus aku lakukan?”

***

Donghae dengan sigap menyiapkan banyak makanan di meja makan, ia sangat sibuk hari ini..
Ia harus melamar sebuah pekerjaan baru, dan mulai bekerja sebagai pegawai bukan lagi sebagai mahasiswa seperti hal nya Hyurin
Kimbab dan strawberry milk kesukaan Hyurin sudah tersedia kini dimeja
Tak lupa ia meninggalkan sepucuk surat seperti halnya biasa ia menitipkan pesan pada Hyurin

Park Hyu Rin pabboya yeoja..
Hehe,
Mianhae aku berangkat pagi sekali hari ini..
Kajja makanlah kimbabmu, habiskanlah susu strawberrymu..
Aku tak ingin melihatmu jatuh sakit..
-          Lee Dong Hae –

Ia segera berpakaian rapi dan keluar dari apartemennya
Ia terkejut atas siapa yang datang menemuinya pagi-pagi begini
“Aigo, kenapa pagi sekali?” Ucap Donghae pada yeoja didepannya
“Oppa antarkan aku..” Ucap yeoja itu manja
“Eodiga?” Sebenarnya Donghae malas jika suruh mengantarkan dan mencampuri urusan yeoja, namun jika bukan karena yeoja didepannya ini mungkin dia tak akan mau
“Arra..arra..Masuklah ke mobil dulu..” Ucap Donghae
Yeoja itu menurut dan pergi mendahului Donghae, yang kemudian disusul Donghae dibelakang yeoja itu

“Hiks.. lagi-lagi kau pergi pagi buta dan menyiapkan makanan untukku.. Bahkan pagi ini kau memilih pergi bersama seorang yeoja.. Aish Tuhan ada apa sebenarnya aku? Kenapa aku menangisinya?” Hyurin kesal dengan perasaan yang menimpanya saat ini,
Ia membiarkan kimbab dan strawberry milk itu dimeja tanpa memakan dan menyentuhnya sedikitpun
Hyurin segera beranjak untuk pergi ke Seoul University

Kacamata hitam, syal biru dan penutup kepala yang melengkapi penampilan Yeoja manis ini ke kampusnya. Ia berjalan agak lambat kali ini, dengan mendengarkan dentuman musik dari dalam headphone nya yang di pasang cukup keras untuk menghindari kebisingan yang tercipta dijalanan(?)
5menit.. 10menit..
Matanya menatap lurus kedepan tanpa memperhatikan sekelilingnya
Tiba-tiba
Crot..
Ia terkejut dan segera melepas headphone nya
“yak!! Bisa tidak kau mengendalikan mobilmu itu pelan sedikit?!!” Ia berteriak sangat kencang layaknya meluapkan amarah yang sedaritadi dipendamnya
“Ini halte bus!! Seharusnya Kau itu tidak terlalu kencang mengemudikannya!!” Mobil itu tiba-tiba berhenti, Hyurin terkejut dan sedikit takut-takut untuk melanjutkan jalannya
Seperti disengat oleh listrik bertegangan paling tinggi,
Bu..bukankah itu mobil Donghae?!
Seorang yeoja yang keluar dari mobil itu menghadap kearah Hyurin tanpa penyesalan dan permintaan maaf, mobil itu melaju pergi
Yeoja yang turun dari mobil itu pun memasuki gerbang Seoul University
“bu..bukankah yeoja itu yang semalam datang ke apartemen Donghae?!” ia segera mengikuti yeoja itu kedalam kampus

***

“Baiklah kelas hari ini cukup sekian.. Hyurin-ssi, segera selesaikan skripsimu ne jika tak ingin kau terlambat lulus..”
“Geuraeseumnida sabeum-nim..”
Setelah ini Hyurin tak tau apakah ia akan pulang dan tak tau dimana ia akan tinggal jika ia tak pulang ke apartemen Donghae
Ia tak menyangka yeoja angkuh nan sombong yang semalam mendatangi apartemen Donghae dan yang tadi pagi pergi bersama Donghae ternyata satu kampus dengannya
Bahkan ia bisa melihat yeoja itu menelfon Donghae dan memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’
Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua?

Danhanboman nado saranghaejwoyo.. Geuraeneun~ (nada dering Hyurin)
“Yeoboseyo??”
“Hyurin-ah, waeyo? Kau tak menyentuh meja makan sedikitpun?” Ternyata Donghae yang menelponnya
Tadinya Hyurin sempat terkejut dan ingin sekali mengomel karena tak menjemputnya sekarang, namun ia mengurungkan niatnya itu
“Aaa~ gwaenchana Donghae-ya.. aku sedang tak selera makan..”
“Mwoya? Kau belum makan sejak tadi pagi?”
“Ani Donghae-ya.. Aku sudah membeli makanan di kantin tadi siang.. Tak usah khawatir begitu padaku..” Ucap Hyurin berbohong
“ah geuraesseo.. Baiklah kalau begitu.. Aku tak bisa pulang malam ini Hyurin-ah..
Aku harus menyelesaikan laporanku di Cheonan, karena besok aku sudah bisa bekerja di perusahaan ternama di Seoul.. Kau bisa mengurus rumah kan Hyurin-ah?” Ucapan Donghae yang panjang lebar namun menusuk, membuat Hyurin kembali meneteskan air matanya
“N..ne.. Aku bisa Donghae-ya..” Ucapan Hyurin tercekat menahan tangisnya

“Neo gwaenchana-yo Hyurin-ah?”
“Ani.. Nan gwaenchana.. Jeongmal..”
“Geurae.. Sampai jumpa besok Hyurin-ah.. Annyeong..”
Piip...
Belum sempat Hyurin melanjutkan bicaranya Donghae sudah menutup teleponnya begitu saja
“Ja..ga kesehatanmu Donghae-ya..”
Tes.. lagi-lagi air mata ini menetes begitu saja

3 hari kemudian

“Tak ada lagi puding strawberry oppa.. Tak ada lagi yang membuatkanku Kimbab, Susu strawberry ataupun menanyakan keadaanku meskipun hanya lewat pesan.. Oppa, apa kah aku sudah mulai jatuh cinta pada Dongsaengmu itu huh? Namun aku juga masih menyimpan perasaan kepadamu.. Oppa, apa aku terlalu kejam pada adikmu? Apa aku terlalu tak menganggapnya? Hiks..Oppa..”
Hyurin memeluk erat bingkai foto Kibum dan menangis sesenggukan disitu
Ia bingung akan perasaan nya kini
Perasaannya berubah 100% tak seperti dulu kala ia menganggap Donghae hanyalah sahabatnya
Ceklekk..
“Aku pulang...”
Dengan tergesa Hyurin menghapus air matanya dan bersikap seperti biasa
Ia keluar menghampiri Donghae
“Yak! Lee Donghae! Kau ini kemana saja? Aku hampir gila mengurus apartemen besar ini sendirian eoh..” Ucap Hyurin dengan seceria mungkin dihadapan Donghae
“Kau rindu padaku Hyurin-ah? Hahaha” Donghae terkekeh geli dengan penuturan Hyurin tadi
“Aish.. Kau ini! Aku tak rindu dengan dirimu, melainkan rindu dengan susu strawberry buatanmu tau!” Hyurin menutup wajahnya dengan tangan tak ingin Donghae melihat wajahnya yang mungkin sudah memerah saat ini
“Tak usah ditutup seperti itu..” Udap Donghae datar
Membuat Hyurin terkejut akan sikap Donghae barusan
“Hae-ya? Kau kenapa?” Hyurin mendekati Donghae dan mengelus punggungnya
“Ani.. Aku butuh istirahat Hyurin-ah.. kau bisa membuat susu strawberry mu sendiri kan?” Donghae pergi begitu saja kedalam kamarnya

..blam..
Menutup pintunya dengan rapat
Donghae tiduran menatap langit-langit atap kamarnya sambil menggumam
“Hyurin pabbo, apakah kau mulai jatuh cinta padaku huh?” Donghae tersenyum penuh kemenangan
Ia sengaja mendiamkan Hyurin agar perlahan Hyurin jatuh cinta padanya

Satu pesan masuk

Euniunie~
Oppa.. antarkan aku ke mall besok..
Aku ingin berbelanja keperluanku untuk ku bawa ke Jepang beberapa hari lagi.. –Lee Eun Sup-

“Aish anak ini selalu merepotkanku saja.. Selalu minta diantar kesana kemari jika ia sudah kembali ke Seoul.. Kenapa tak suruh namjacingunya atau supir huh?!”

Shireo..
Kau kan punya namjachingu.. –send
Satu pesan masuk (lagi)

Euniunie~
Ani..
Aku tak punya namjachingu di Korea..
Semua namja ku ada di Japan.. Oppa, siapa yeoja di apartemenmu itu? – Lee Eun Sup

“Hahahahaha!” Donghae tertawa cukup keras membuat Hyurin penasaran dan mengintip nya dari balik pintu
Hyurin sempat salah paham akan keadaan ini, ia berfikir bahwa Donghae sedang asyik mengirim pesan pada seorang yeoja yang kemarin diantar dengan mobilnya
Namun sebenarnya perkiraan Hyurin itu memang tepat
“Aish dasar yeoja yadong! Hahaha” Hyurin terkejut
“Mwo? Apa yang sedang mereka bicarakan?!! Kenapa berhubungan dengan yadong eoh?”
“Hahaha! Myicheosseo-yo jeongmal?!” Donghae terkekeh dan membuat Hyurin sedikit terkejut
Dug..
Ia menatap meja yang ada disampingnya
“Aww... Appo..”

Cklek..
“Hyurin-ah, mwo hago isseyo?!” Donghae keluar dan melihat Hyurin yang jongkok sambil memperhatikan lubang pintunya
“Kau..memata-mataiku ya?” Pergok Donghae dan BINGO! Seketika itu Hyurin terkejut ia tak bisa berbuat apa-apa lagi kini
“Aish dasar namja hidung belang!” Ucap Hyurin sambil menahan malu dan beranjak pergi kembali ke kamarnya, sungguh ia sangat malu atas semua ini
“Tapi kau suka kan!!!” Teriak Donghae ketika Hyurin menutup pintu kamarnya

***

Seoul University

Park Hyu Rin POV

Apa benar Donghae tengah berpacaran dengan yeoja itu?
Hari ini Donghae tak mau menemaniku untuk melihat pentas seni di kampus
Terpaksa aku harus pergi sendiri tanpa pasangan yang menemaniku
Padahal semua temanku sedang pergi bersama pasangan mereka huft

“Baiklah.. Kita saksikan penampilan Lee Eun Sup!!”
Mwo? Itu kan yeoja yang sering aku lihat bersama Donghae?!
Apa yang dia lakukan diatas panggung itu?!

Ting..ting..ting..Ting.. *dentuman piano*
“Kawaranai tameni ka o saka shinagara..
Kawatte iku kisetsu wa aru mitai..
Kimi to itsu demo, te o tsunaginagara kitanda yeah~
Promise you~ Kimi o mamotte boku wa ikiru yo
Tsunegatte iru kokoro no kokoro kara..
Promise you~ Tsutaetai nowa, tada aishiteru..
Chikauyo eien no kakera o..”
“Woaaah keren sekali dia! Bermain piano sambil menyanyi..”
Prokk..Prokk..Prok..
“Sungguh Cantik!!”
“Yak! Siapa namamu?! Bolehkah aku berkenalan denganmu, cantik?!

Kyaaa hebat sekali yeoja itu, layak jika Donghae menyukainya
Yeoja yang multitalenta dan juga sangat cantik..

“Lagu ini ku persembahkan untuk orang yang sedang duduk dengan mawar merah ditangannya.. Lee Dong Hae.. Dia yang selalu menemaniku selama ini.. Gomawo oppa..”
Prokk.Prokk..Prok..
Hupp, bagaikan ditusup oleh ribuan jarum ternyata mereka telah mengenal sejak lama, bisa jadi mereka berdua berpacaran??
Tes..
Aku tak bisa lagi membendung air mataku ini, ingin rasanya aku berlari keluar dan menjeburkan diriku ke dalam kolam
Aku segera keluar dari kerumunan para mahasiswa dan menuju ketempat yang sepi
Aku menangis sejadinya disini menumpahkan segala kepedihan dihatiku
Ternyata aku baru sadar selama ini aku sungguh mencintai Donghae diam-diam
Tuhan, sesakit ini kah dulu yang dirasakan Donghae ketika aku malah mencintai hyung nya?
Hiks...

“Heum.. Oppa, aku akan mengadukanmu pada eomma jika kau menyimpan seorang yeoja di apartemenmu.. hahaha”
“Aish kau ini! Omo? Hyurin-ah?!”
Aigoo bodoh sekali aku ini, Hyurin kau memang pabbo eoh?!
Donghae dan yeojachingunya berjalan kearahku sedangkan aku masih menangisimu, Donghae-ya hiks
Aku segera menjauhi mereka, keluar gerbang Seoul University dan berniat untuk menaik bis serta pulang ke Daegu-do

Ketika aku akan menyebrang kearah halte, banyak sinar yang menembus mataku saat ini
Aku terkejut dan ..
Tiin!!Tiin!!

“Park Hyu Rin!!!” Aku mendengar teriakan namja yang ku sukai, Tuhan jika ini akhir dari hidupku aku ikhlas.. Mungkin memang benar Donghae bukanlah jodoh darimu untukku Ya Tuhan..
Prang.. Byum..Chess..Brakk..

Aku pasti mati saat ini juga..
Gelap.. hanya itu yang kurasakan sekarang..

***

“Eonni? Neo gwaenchana-yo?” Seorang yeoja menuntunku untuk bangun dari tidurku dan meminumkan segelas air putih hangat kepadaku
“Nan eodi-ya?” Ucapku masih tak mengerti
Kenapa aku sama sekali tak merasakan sakit di tubuhku?
“Hiks.. Eonni.. Kau tak apa kan? Kau berada di rumah sakit kini.. Oppa.. Oppaa.. hiks” Ada apa dengan yeoja ini?
Bukankah ini Lee Eun Sup yeoja yang disukai Donghae?
Kenapa ia bisa berada disampingku?
Kemana Lee Dong Hae? Mengapa aku tak melihatnya?
Apa ia sudah lupa dengan keadaanku eoh?
Tes..
Air mataku menetes lagi..
“Nan eodi-ya?!! Neo nugunde?!!” Ucapku sedikit teriak karena frustasi aku tak melihat Donghae sama sekali disini
Kemana perginya Tuhan?! Apa dia tak memikirkan keadaanku eoh?! Hiks
“Eonni dengarkan aku dulu!! Donghae oppa menyelamatkan mu tadi.. Kini ia sedang dirawat di ICU, kau tahu keadaannya sangat parah!! Hiks.. Aku Lee Eun Sup, adik tersayang Donghae Oppa.. Kau salah paham padaku selama ini eonni.. hiks”
Jlebb..
Aku tak menyangka selama ini aku sungguh salah paham pada gadis ini dan juga Donghae
Kalau saja waktu itu aku mengetahuinya tak mungkin aku berlari keluar Gerbang kampusku dan menangis tak karuan membuat Donghae menjadi khawatir padaku
Aku sungguh jahat selama ini pada Donghae aku mengabaikannya dan tak memberi kesempatan untuknya menjelaskan sesuatu kepadaku
Hiks.. aku menyesal Tuhan

Aku berlari menuju ruangan dimana Donghae terbujur kaku diatasnya
Dengan alat bantu pernafasan yang seadanya, aku kalut benar-benar kalut Tuhan
Aku sangat takut Engkau mengambil Donghae dari sisiku
Aku belum siap menerima yang ke dua kalinya Tuhan..
Aku sudah cukup sakit menerima kenyataan bahwa Kibum Oppa telah pergi meninggalkan aku disaat aku mulai mencintainya
Aku tak ingin Kau mengulangi nya sekali lagi, Ya Tuhan..
Hiks..
“Donghae-yaaaaa!! Jebal kajimaraaa~!!! Jebal Kajimaraaa~!!!” Aku meronta didepan pintu kamar rawat ini
Menatap tubuhnya yang sangat tenang berbaring disana
“Eonni!! Sudahlah jangan kau menangis seperti itu!!” tiba-tiba Lee Eun Sup datang dan memelukku dengan erat
Aku merasa mendapat kenyamanan berada disampingnya

Cklek..
Seorang uisa dengan nama ‘Kim Young Woon’ di Jas Dokternya keluar dari kamar Donghae
“apakah Anda keluarga pasien?” Ucap uisa itu dengan banyak peluh di dahinya
“Begini.. Pasien ini keadaannya sangat kritis, kami tak tahu apakah kami bisa menolongnya lebih banyak lagi.. Kecelakaan itu membuat Hati dan Ginjalnya rusak parah..”
Brugg..
Aku terududuk lemas dilantai, tak bisa membayangkan apa jadinya aku tanpa Donghae di apartemen
Tak ada lagi puding strawberry, tak ada lagi Susu strawberry, tak ada lagi Kimbab, tak ada lagi pesan singkat nya, tak ada lagi tulisan yang selalu memenuhi buku-buku ku
:’(
“Lee Dong Hae!!! Jebal kajimaaa~!!” Aku menerobos masuk kedalam ruangan ini, tak peduli Lee Eun Sup yang mencoba menahanku dan memberi kekuatan untukku
Aku tetap masuk kedalam ruangan itu
Memeluk tubuh Donghae yang sudah sangat lemah
Menciumi bibir nya yang dulu sering mengecup singkat bibirku
Menangis sesenggukan diatas tubuh kakunya
“Aku mohon jangan tinggalkan akuu~!!” Aku menggoyang-goyang kan tubuhnya hebat, berharap akan ada keajaiban yang datang menjemput kami
Namun sia-sia, aku tak melihat tubuhnya bergerak menyentuhku
“Hyu..Rin-ah..?” Matanya perlahan terbuka, memandangiku dengan sangat teduh
Aku sangat merindukan mata ini..
“Donghae-ya?! Bangunlah, aku .. aku.. aku sangat mencintaimu Donghae-ya...” Ucapku terbata air mata bercucuran membasahi pipiku
Donghae tersenyum penuh arti menatapku, ia menghapus air mataku dengan ibu jarinya
Menyentuh bibirku dengan ibu jarinya
Aku mengunci mulutnya dengan mulutku, melumat bibirnya dengan cepat, aku tak memberi kesempatan untuk nya berbicara yang tak aku inginkan
Aku menyusuri tiap-tiap giginya, bermain lidah didalam mulutnya, air mata kami berpadu menjadi satu, hingga Donghae memintaku menghentikan aksiku saat ini
“Kau kehabisan nafas..Donghae..-ya?” Ucapku agak terengah
“Ani..” balasnya lemah
“Gomawo, Hae-ya..” Ucapku menundukkan kepala
Ia mendongakkan kepalaku dan menciumku (lagi) sekilas
“Hyurin-ah.. Ma..ukah kau menjadi Yeojaku seumur hidupku..?” Ucapnya dengan lancar
Aku pun mengangguk dengan cepat tanda aku setuju atas permintaannya
“I..I do Donghae-ya..”
Aku memeluk tubuhnya lagi dan lagi
Donghae membalas pelukanku, aku harap waktu berhenti saat ini juga Tuhan..

Aku Mencintaimu..
Kata-kata itulah yang aku teriakan dalam hatiku..
Aku mencintaimu..
Kata-kata itulah yang hanya aku bisikkan dibelakangmu..
Aku mencintaimu..
Kata-kata yang tak dapat kukatakan karena aku takut kata itu akan hilang..
Mencintaimu membuatku takut untuk sangat mencintaimu.. – Park Hyu Rin

Pada akhirnya takdirlah yang menentukan kepada siapa Cinta itu akan diucapkan..
Aku hanya langit yang tak berdosa yang hanya diam menunggu kau membalas rasaku
Aku hanya daun yang berterbangan kesana-kemari mencari kenyamanan
Yang ku temukan bila bersamamu..
Mencintaimu adalah hal yang terindah yang pernah kurasakan
Jika waktu dapat berhenti, aku harap Tuhan akan memberhentikan waktu itu untuk ku..
Untukku serah kan sepenuhnya padamu,my charming yeoja.. – Lee Dong Hae

The End...

Huaaaah akhirnya selesai juga XD Nggak Jelas kan ENDINGy nya? Arbsurb banget ya kan? Wkwkw
Mianhae Marensa Magdalena jika tak sesuai dengan pesanan XD
Tapi aku sudah mengorbankan diriku(?) menjadi adik nya Donghae >__< disini –“
Silahkan beri Komentar kritik, saran, bashing atau apalah terserah :D
Saya terima dengan senang hati..
Sekiaaaaan, semoga kalian suka dengan karya-karya saya selanjutnya~
Annyeong ^^
Assalamualaikum J
Ika FaFajrin | ELFishy Jewels Sparkyupel | Lee Eun Sup a.k.a Cho Han Rin

5 Nov 13 | Dalam rangka #Happy8thAnnivSuperJunior | 6 Nov ‘05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar