Spring Rain Boy
Cast : Lee Hye Eun
Kim Jae Joong
Cho Kyu Hyun
Park Hye Mi
Genre : Fun, Comedy, Romance, Hurt
Age : All Age XD
Song : Baek Ji Young _ Spring Rain
JYJ _ In Heaven
Cho Kyuhyun _ Like the first
time feeling
Annyeong
Haseyo *bow
Saya datang
lagi untuk yang kesekian kalinya dengan FF pesanan Eonni saya yang paling
tercinta muah muah *Lebay XD* yaitu eonni yang namanya mirip dengan nama saya
*gak Tanya –“
Habis buatin
punya nya Nurul, skrg buatin punya Eon Ika –‘ besok masih ada nih *puyengg
Yesungdahlah,
oKyu langsung dibaca saja
Saya harap
gak ada yang nge-bash yaa karena FFnya masih sama GaJe nya *hlawong yang buat
juga GaJe gituu u,u
Kkkk~ dimohon
untuk selalu memberikan Kritik dan Sarannya yaaa XD
Gomawo-yo J
Chekidott
`Happy Reading`
Aku percaya disetiap keteguhan hati selalu ada
keajaiban, Tuhan selalu membuat sebuah rencana yang indah untukku suatu saat
nanti… dan Aku percaya, disetiap detik yang aku jalani aka nada lebih dari
seribu halangan yang senantiasa bersedia membuatku untuk terlihat lebih tegar
dan lebih sabar. Karena orang yang terpilih itu bukan karena dirinya mewah,
tapi orang terpilih itu terbentuk dari kata tegar sabar dan air mata (y) – Lee
Hye Eun
Didunia ini tak pernah ada kata tidak mungkin… setiap
detik kita menghirup udara, pasti mungki jika udara itu mengandung senyawa
kimia yang sangat berbahaya… setiap hati yang kita labuhi, taka da yang tidak
mungkin bila kita bisa menemukan orang yang tepat, orang yang membuat dirikita
nyaman dibuatnya, dan yang pasti orang yang setia – Kim Jae Joong
Satu dari sepuluh orang yang ada tak menghiraukan
sebuah keajaiban… apakah kau termasuk didalamnya? Keajaiban datang tak pernah
memilih siapapun namun keajaiban datang karena dipilih oleh Tuhan untuk
menyeleksi satu orang yang pantas mendapatkan sesuatu yang ia inginkan… Hatimu
itu 75% terbuat dari batu… kalau tak percaya coba saja ambil lalu makanlah!
Kenapa hanya manusia yang keras kepala? Kebapa hanya manusia yang selalu
melanggar garis takdirnya? Itu sangat dilarang bukan? – Cho Kyu Hyun
Lee Hye Eun
POV
“Hye Eun-ah,
Kajja cepalah! Kau itu manja sekali eoh?” saat aku sedang membenarkan tali
sepatuku, Park Hye Mi teman dekat ku itu langsung menarik tanganku membuatku
kehilangan keseimbangan dan
Brukk…
Upss aku
menjatuhkan banyak buku-buku yang sedari tadi bertengger di tangan kananku,
sedangkan tangan kiriku membenarkan tali sepatu yang menggelewer(?) dari
tempatnya
“Aish!!
Berhati-hatilah nona kalau sedang jalan!!” Seorang namja tiba-tiba memunguti
buku-buku ku dan terlihat berkacak pinggang didepanku. Hyemi yang merasa
bersalahpun terdiam sambil berlindung di belakangku, takut namja ini akan
memarahinya
“Eh? Ye?
Apakah buku-buku ku mengenai tubuhmu aghassi?” Namja itu mendekat kearah kami
berdua, membuat Hyemi maju selangkah dan memohon maaf pada namja itu
“Mi…mianhae
aghassi, aku yang menarik tangannya tadi. Mianhae kau jangan marah padanya u,u”
Namja itu terkekeh geli dengan penuturan Hyemi barusan
“Hahahaha
siapa yang akan memarahimu aghassi? Aku hanya ingin menegur temanmu itu.
Kepalaku terkena salah satu bukunya yang tebal! Kau tau? Kepalaku ini sangat
berharga… huft” aku yang mendengar itu sungguh kesal dan melangkahkan kaki
tepat didepan wajahnya
“Mianhae aku
tak sengaja… jika kepalamu itu Mahal, akan kuganti kan dengan kepalaku! Huft
namja payah” aku pun mengambil buku-buku ku dari tangannya, dan menarik Hyemi
agar segela memasuki kelas baru
@New Class
“Hye Eun-ah!
Apa yang kau lakukan padanya tadi? Isss kau itu sungguh lancang pada orang yang tak
kita kenal!” aku kesal dengan perkataan Hyemi yang bertubi-tubi, membuatku
ingin memakannya sekarang juga
“Kau diamlah
Hyemi-ya!! Aku tak bisa berkonsentrasi eoh?! Aku sangat tak menyukai pelajaran
matematika, jadi aku harus berkonsentrasi penuh pada pelajaran ini! Huft kau
mengacaukanku saja!” ucapku sebal pada Hyemi
“Lagian saat
kelulusan kemarin, aku yang memberimu contekan… kau pun lulus dengan nilai
matematika yang cukup bagus meskipun tak sebagus punyaku…” aku pun terdiam
sejenak, dan terlepas konsentrasiku dari pelajaran Choi Seonsaengnim
“Ye… dan kau
yang membantuku menyelesaikan soal Matematika saat aku kesulitan mengikuti tes
untuk masuk ke Universitas ini! Gomawo Hyemi-ya, hehehe. Mian karena telah
membentakmu…” Hyemi pun membalasnya dengan senyuman
Seusai
pelajaran matematika yang membuatku sangat pusing itu pun aku dan Hyemi
langsung menuju Kantin untuk membeli beberapa makanan
“Kurasa
perutku sangat lapar Hyemi-ya! Kajja akan ku traktir kau!” aku menarik lengan
Hyemi dan menuju salah satu meja yang kosong
Ketika aku
akan menduduki nya, seorang namja tiba-tiba mendahului ku dan duduk dengan
santai di meja kosong itu
“Aish kan aku
dulu yang melihatnya!!!” ucapku kesal pada namja itu
“………” namja
itu hanya menoleh kearahku sebentar, kemudian melanjutkan kegiatan nya lagi
memainkan tabletnya
“Aisshh
bukankah kau namja yang tadi mengataiku?!” Aku melepas headset yang ada di
telinganya cukup keras, dan duduk didepannya. Sedangkan Hyemi hanya
geleng-geleng melihat tingkahku
“Apa ada
masalah lagi aghassi?” balas namja itu dengan santai
“Ada! Kau
mendahuluiku di sini… di meja ini!” tegasku padanya sambil menunjuk-nunjuk meja
yang sedang ku tempati ini
“ahh jika
hanya itu, kita bisa makan bersama…” jawabnya dengan tenang
Mwo? Apa
namja ini gila? Ia bahkan tak marah sedari tadi aku bersikap kasar padanya?
Aish namja ini sungguh unik hehe
Akhirnya aku
pun memesan makanan bersama Hyemi, memakan makanan di meja yang sama yang
ditempati namja tampan itu
Mwo? Namja
tampan? Omo! Jangan bilang kau mulai tertarik pada namja itu Hye Eun pabbo!
Aish itu memalukan sekali –“
“Daritadi aku
belum mengetahui namamu, aghassi?” ucap Hyemi tiba-tiba membuyarkan lamunanku
yang daritadi memandanginya
“Nde? Oh… Kim
Jae Joong imnida… aku mahasiswa jurusan kedokteran *(what?! Jaejoong dokter? XD
waks) yang kini tengah menginjak semester 3, nona… kau sendiri?” balas Jaejoong
diiringi senyuman yang errr ternyata namja ini tampan juga
“Ahh, Park
Hye Mi imnida… yeoja yang gemar dengan pelajaran matematika hihi. Aku dan Hye
Eun sudah berteman sejak kami SMA dulu, dan kini kami baru masuk semester
pertama jurusan Ilmu Kimia… woaaah kau akan menjadi seorang dokter? Benar-benar
suami idamanku” ucap Hyemi dengan girang disertai tangannya yang membentuk
‘hope’ dan diletakkan di samping kiri pipinya
Membuatku
sangat muak dengan kelakuan Hyemi yang super kekanak-kanakan itu
“Dan kau akan
menjadi seorang professor Hyemi-ssi… senang berkenalan denganmu” ucap namja itu
sembari menjulurkan tangannya
Langsung saja
aku membalas uluran tangannya dan tersenyum kearahnya
“Ne, senang
bisa berkenalan denganmu Jaejoong-ssi…” akupun mendapat sebuah pukulan di
lengan dari Hyemi huft
“Kau itu!”
Ternyata
namja ini lebih tua 1tahun dari aku, ahh sepertinya mulutku sangat kelu untuk
memanggilnya dengan sebutan Oppa u,u jinjjayo?
“panggil saja dia Oppa, Hye Eun-ah...” bisik Hyemi tepat di telinga kiriku.
Membuatku agak sedikit geli
“Shireo..” ucapku kembali memasukkan beberapa Bibimbab ke mulutku
“Aaa, baiklah Hyemi-ya, dan Kau gadis menyebalkan, aku harus segera
mengikuti kelas sebentar lagi.. Aku pamit dulu semua.. annyeong!” Tiba-tiba
namja itu berpamitan pada kami dan memasukkan tabletnya ke dalam tas ransel
miliknya, segera pergi begitu saja
“hahahahahaha...” aku yang mendengar tawaan Hyemi setelah namja itu pergi
beberapa detik, tiba-tiba tersedak begitu saja
“Uhukk.. Aish kau ini ada apa?!!” Tanyaku kesal dan sedikit membentak nya
“Bahkan kau di panggil Jaejoong Oppa dengan sebutan Gadis Menyebalkan..
Hahahaha sebutan yang cocok untukmu Hye Eun-ah!” Aku terdiam dan terus memandanginya
“Geure, aku diam..” Ucap Hyemi kemudian menunduk dan kembali menyesap Milki
Soda miliknya, aku terkekeh melihat ekspresi takutnya ketika aku berpura-pura
kesal padanya haha taukah? Itu sangat lucu, Hyemi-ya!
3 bulan kemudian...
-skip-
Pagi ini aku sama sekali tak melihat namja tampan yang bernama Jaejoong
itu.. Kemana dia? Tumben sekali tak ada di kantin untuk sekedar bermain
tabletnya?
..pluk..
Ku dengar suara dentuman air kolam, seperti terkena lemparan batu. Aku yang
tertarik pun menghampiri sebuah kursi kosong di dekat kolam yang cukup luas
itu, yang jaraknya lumayan jauh dari kantin *(tajem juga pendengarannya Hye
Eun? Waks)
Omo? Itu bukan kah Jaejoong Op..pa? sedang apa dia disini?
..pluk..
Lagi-lagi ia melempar sebuah batu yang lebih kecil dari sebelumnya
“Kalau seperti itu terus, dentumannya tak akan bisa keras.. Lihat ini!” aku
mengambil batu yang ukurannya lebih besar, kulempar dengan sekuat tenaga
..PluKk..
“Tch.. Kau kuat juga?” Ucapnya datar
Ada apa dengan namja ini? Tak biasanya wajahnya datar seperti ini
“Neoneun gwaenchanayo?” ucapku hati-hati sambil memandang wajahnya yang
menatap lurus ke arah kolam
“Gwaenchana.. Tak usah bertanya seperti itu” Ucap nya singkat, dan
lagi-lagi mengambil beberapa batu yang kecil-kecil dan melemparnya ke tengah
kolam
“Yak!” ucapku sedikit mengagetkannya, namun yang dikagetkan tak merasa
sedikit pun jika dia sedang dikagetkan
“Yak!” ucapku sekali lagi
..syut..
Iya mengambil tas ranselnya yang berada di sebelahku dan meninggalkanku
begitu saja
Aku pun hanya bisa melongo dibuatnya :o
Segera aku mengejarnya, menarik tangannya yang kekar itu dan, syut..
Aku memeluknya sebentar, kemudian sedikit berjinjit dan mencium bibirnya
sekilas
Membuatnya terkejut sambil mebelalakkan matanya
“Nan..Nan neo.. Johahaeyo, Jaejoong-ssi...” Ucapku gugup sambil menatap
manik matanya begitu dalam
Aku pun melanjutkan ucapanku lagi setelah kurasa cukup lama aku terdiam
“Aku.. Aku menyukai mu sejak kau memarahiku waktu itu.. Sejak.. Sejak saat
itu, aku mulai tertarik padamu.. Aku selalu bersikap marah didepanmu, Aku
selalu bersikap acuh didepanmu, namun aku selalu memperhatikanmu.. ketika kau
sedang bersama beberapa Yeoja di kantin, ketika kau meminjamkan tabletmu
untukku, dan.. ketika kau tersenyum pada Hyemi u,u Mianhae aku lancang padamu,
aku tak pantas mengungkapkan ini padamu.. Aku memang gadis yang menyebalkan
dan.. bodoh” ucapku sedikit bergetar, tak terasa sebulir air mata jatuh
perlahan
Dikarenakan aku takut melihatnya menolakku, pikiranku bergelayut ke
mana-mana, Pikiranku berpikir bahwa sebentar lagi, jaejoong Oppa akan
menolakku..
Jantungku berdegup seribu kali lebih cepat, darah ku berdesir lebih cepat,
dan lagi-lagi aku tak berani menatap matanya
“Mi..mianhae..” Hanya kata itu yang keluar dari mulut indahnya, cukup lama
aku menanti kata-kata yang keluar dari mulut indahnya, berharap kata itu
berarti ternyata dugaanku salah
Perlahan tubuhku mulai melemas, pundakku bergetar menahan tangisan yang
akan keluar dari mulut nakalku ini
“Kau tak perlu menyukaiku seperti ini.. Hye Eun-ah” Ucapannya yang sangat
lembut membuat jantungku berdegup seribu kali lebih cepat sangat cepat dan
berasa hampir copot
Mataku memerah, kaki ku melemas, tak terasa buliran-buliran itu pun turun
begitu cepat dari biasanya
“Ka..u tak menyukaiku?” kuberanikan diri untuk bertanya hal itu padanya
“Aku..menganggapmu hanya..sebatas..Yeodongsaeng, tak lebih..Mianhaeyo”
ucapan terakhirnya sebelum ia memilih untuk pergi meninggalkan ku sendiri
menangis didekat kolam
Sakit.. ya Tuhan, kenapa sangat sakit melihat nya seperti itu
Aku tak dapat menopang tubuhku dan bruk.. aku terjatuh di rumput, menangis
sejadinya disitu tak peduli berapa banyak yeoja dan namja yang bertanya-tanya
apa yang membuatku jadi seperti ini
Setelah cukup lama aku
menumpahkan semua isi hatiku, aku pun segera berlari untuk cepat sampai rumah
Tak mengikuti mata
pelajaran Choi Seonsaengnim, dan tak menjawab telepon dari Hyemi yang mungkin
kini sedang panik mencariku
***
Aku terduduk diam di
dalam bus yang melaju cukup cepat menuju Gyeosangnam-do, kota yang belum pernah
aku berkunjung kesana
Kota yang katanya
sangat indah akan panorama yang menyejukkan disana
Mataku terus menatap
lekat pemandangan di sebelah kiriku tanpa berkedip sekalipun, hingga sebuah
suara tiba-tiba mengagetkanku
“Ahgassi.. Apa kau
tetap ingin disini selagi bus nya sudah berhenti?”
Aaah saking asyiknya
melihat pemandangan yang indah itu, aku bahkan lupa jika sudah sampai tujuan
“Aah Joseonghamnida
tuan.. Aku tak memperhatikanmu sedaritadi..” ucapku sedikit membungkuk dan
segera pergi dari bus
“Huaaaah.. Segar
sekali udara di kota ini”
Ucapku dengan girang.
Aku terkejut tiba-tiba, mendengar suara jeritan berulang kali seorang yeoja
meminta tolong kepadaku. Aku melihat sekeliling yang telah sepi akan pengguna
jalan. Dengan sigap aku berlari kearah yeoja itu dan menariknya kedalam
pelukanku
“Shireo!! Pergi kau!!
Pergi!! Shireo!! Aaaaaaaaaaaa~ Hajimaaaaa!!” Yeoja itu terus menerus berteriak
histeris saat tubuhnya ku peluk dengan kencang
“Kau pergi!! Siapa
kau?!!” Sepertinya yeoja ini terkena kelainan jiwa, ia selalu melihat kearah
samping kanannya, sedangkan aku berada di samping kirinya. Hingga sesosok Namja
tampan, sangat sangat tampan dan tembus pandang menghalangi penglihatanku
“OMO?!” Teriakku tak
kalah histeris dengan yeoja yang sedang ku peluk ini
“Aish! Dasar manusia!
Kau hanya akan mengganggu pekerjaanku saja! Cepat kau pergi!” ucap namja tampan
itu sembari perlahan mendekatiku. Aku sungguh terkejut dengan pemandangan ini,
jika ada hantu disini seharusnya ia tembus pandang dan tak terlihat... Namun
kenapa namja ini terlihat oleh mata ku? Ya Tuhan, aku takut dengan hantu..
jauhkan Namja yang telah meninggal ini dariku, Tuhaaan. Aku menggumam pelan
sambil menangis dan memejamkan mataku
“Yak!!” Namja itu
mencoba menggoyangkan pundakku
Waeyo? Kenapa dia bisa
menyentuhku? Seharusnya ia tak bisa menyentuhku!
Perlahan aku mencoba
membuka mataku dan betapa terkejutnya aku ketika melihat yeoja yang tengah
kupeluk tadi, sudah tidak bernyawa lagi. Apakah namja ini malaikat pencabut
nyawa?
Hiks.. Tuhan, aku tak
ingin Kau mengambil nyawaku sekarang :’(
Aku belum
menyelesaikan tugasku Tuhan.. Belum berusaha mendapatkan hati Jaejoong oppa,
aku belum menikah, bahkan hari ini aku berdosa pada Choi Seonsaengnim karena
telah meninggalkan pelajarannya :’(
Tangisku dalam hati
“Huahahahaha... Tak
usah takut seperti itu Pabbo! Siapa yang ingin mencabut nyawamu eoh?” ternyata
benar namja ini adalah malaikat pencabut nyawa.. Konon, orang jaman dulu bilang
jika kita sudah melihat Malaikat Pencabut nyawa, maka tak lama lagi kita akan
dicabut nyawanya oleh malaikat itu.. Mwoya? Berarti?? Sebentar lagi aku tak
akan melihat indahnya Dunia? Aish Ya Tuhaaan :’(
“Hey pabbo! Kenapa kau
sampai berpikiran yang tidak-tidak begitu tentangku ha?! Lagian nyawamu itu
masih jelek dan masih mentah! Mana mungkin aku mencabut nyawamu sekarang? Tch
jangan percaya diri kau!” Hardik namja ini di depan wajahku
Sepertinya namja ini
pandai membaca pikiran orang..
“Yeo..yeoja
ini..bagai..bagaimana?” tanyaku pada namja ini dengan terbata
“akan ada orang yang
menolongnya, biarkan saja.. Kajja! Ikut aku! Kau harus diberi pelajaran karena
sudah lancang melihatku!!” ucapnya sembari menarik tanganku dan membawaku ke
tempat yang sangat asing.. Sepertinya ini rumah megah yang kosong tak
berpenghuni, yang telah lama ditinggalkan oleh penghuninya.. Entahlah? Nan
mollayo –“
“apa-apaan kau ini?!
Dasar Setan!!” Ucapku setengah kesal dengannya
“Mwo? Setan darimana?
Aku ini malaikat, Yeoja pabbo!!” ..klik.. sambil menyentil dahi ku pelan
“aww.. neomu appo..”
“Tch, dasar manusia
yang manja!” Aku benar-benar sebal dibuatnya kini
“kau ini kenapa?!!
Memangnya kenapa jika aku manusia?! Memangnya kau ini siapa? Malaikat? Atau
hantu??! Kenapa hidupku sial sekali bisa bertemu denganmu di kota ini hah?!
Dangsineul jeongmal myiechesso saramiweoyo?!!” Hardikku tak kalah kasar
dengannya
“Ige mwoya?!
Saramiweoyo?! Neoneun saramieyo?! Tch!”
apa katanya? Dia bertanya apakah aku ini manusia?
“Aku ini manusia
Bodoh!! Kau itu yang tak berbentuk!! Manusia bukan, malaikat sudah pasti
bukan!!” ucapku kemudian segera meninggalkan nya pergi
Tiba-tiba dia
menghilang entah kemana, semenjak itu aku tak pernah melihatnya lagi..
Aku lupa menanyakan
namanya, aku ingin tahu apakah malaikat ataupun hantu juga mempunyai sebuah
nama.. dan kurasa, dia tak akan menjawab itu, karena dia adalah namja pabbo
yang setengah gila! Tch, aku harap aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi..
hahaha
-skip-
Aku melanjutkan
perjalananku di kota ini, mengunjungi berbagai museum yang terkenal akan
kelestarian sejarahnya dikota ini..
Mengunjungi pantai
dengan pasir putih dan hamparan rumput laut yang sangat indah.. Uuugh, aku rasa
aku terlalu terburu-buru menikmati pantai ini..
Berkali-kali aku
melihat penampakan yang membuat bulu kudukku merinding T_T
Apakah ini kota yang
diciptakan khusus untuk para malaikat pencabut nyawa eoh?
Sebenarnya aku ingin
cukup lama berdiam di kota ini, namun berhubung aku harus menyelesaikan
berbagai tugasku, dan aku harus pulang ke tempat asalku, Seoul, dan yang pasti
aku sedikit mistis dengan tempat ini.. Maka ku putuskan sekitar pukul 5 sore
nanti aku harus cepat-cepat membeli tiket bus..
..cklik..
Aku memotret beberapa
rumput laut yang terhampar di pinggir pantai yang indah ini..
Andai saja aku dan
Jaejoong oppa adalah sepasang kekasih, mungkin kini aku dan dirinya tengah
berfoto mesra di pantai ini
Aku sangat iri melihat
banyak yeoja yang berfoto bersama namja mereka masing-masing u,u
“Jaejoong
Oppaaaaaaaa!! Apa kau ingat saat pertama aku tak mau memanggilmu Oppa?! Apa kau
tau betapa beratnya aku mengucapkan kata-kata Oppa didepanmu??!! Itu sangat
berat Oppaaaa!! Aku berusaha payah hanya untuk memanggilmu dengan sebutan itu,
agar kau menyukaiku!! Tapi nyatanya kau sama sekali tak tertarik padaku!! Aku
Mencintai mu Oppaaaa!! Nan neo Saranghaeyo, Oppaaaa!! Jebal dorawaaaa~!!” aku
teriak-teriak tak karuan di pinggir pantai
Begitu banyak orang
yang berlalu lalang sambil memandangku dengan tatapan aneh, yang membuatku
risih dibuatnya
Setelah itu aku
melanjutkan perjalananku untuk membeli tiket bus dan segera kembali ke Seoul
karena hari semakin gelap
------------------------------------- OoOoOoOoOo
===========================================
Hye Eun POV End
Author POV
“Kau ini kemarin kemana saja Hye Eun-ah?! Kau tak
menyadari banyak orang yang mencarimu dimana-mana ha?!” Hyemi sedari tadi
memarahinya habis-habisan setelah ia tahu Hye Eun turun dari bus dan berjalan
pulang kerumahnya larut malam
“Semalam kau pulang jam berapa hah?! Apa kau tak
kasian Eomma mu mencarimu hingga ke rumahku?!!” Hye Eun hanya terus-terusan
menundukkan kepalanya, takut jika Hyemi semakin memarahinya
Akhirnya beberapa patah kata Hye Eun keluarkan
untuk menyanggah kata-kata marah Hyemi
“A..ku tak peduli siapapun yang mencariku di
sekitar kampus.. Aku tau.. Tak akan ada orang yang akan mencariku!” Hye Eun
sedikit meninggikan suaranya, membuat Hyemi semakin memuncak
“Kau pikir kau ini siapa hah?!! Buronan?! Yang
ingin di perhatikan setiap hari?! Kau pikir siapa yang tidak peduli
terhadapmu?!! Apa kau tahu?!! Aku dan teman-teman kewalahan menenangkan eommamu
yang telah panik, takut kau tak akan pulang!! Tch, kau ini sebenarnya temanku
atau bukan ?!” Sejenak suasana menjadi hening..
Setelah diam beberapa menit, Hye Eun pun memulai
pembicaraan
“Mi..mianhae.. Aku hanya sakit hati,
pada..seseorang.. Jeongmal..Mianhae..Mianhae..hiks” Hye Eun ringsut di lantai
dengan lututnya yang menyangga semua tubuhnya. Ia mengeluarkan banyak air mata,
mengeluarkan semua air mata malah, seakan kejadian tadi pagi mengingatkannya.
Sakit, rasa itu yang kembali dirasakan Hye Eun
“Neo gwaenchanayo, Hye Eun-ah?” Hyemi juga ikut
ringsut ke lantai dan memeluk Hye Eun untuk menenangkan perasaan sahabatnya itu
“Geuneun nuguya? (siapa dia?) yang telah membuatmu
menangis seperti ini?! Geuneun nuguya? Katakan padaku siapa dia Hye Eun-ah?! “
Hyemi mengguncang-guncangkan pundak Hye eun dengan kencang, berharap dengan
cara ini sahabatnya itu akan mengatakan yang sesungguhnya padanya
“Nan..nan museowoyo Hyemi-yaaa.. hiks” bukannya
menjawab Hye Eun malah semakin memeluk Hyemi dengan erat
“Waeyo? Kenapa kau takut ha?! Apa yang sedang kau
lakukan ini?? Apa yang kau takutkan Hye Eun-ah?! Jebal jawab aku.. aku sangat
sedih melihatmu seperti orang frustasi seperti ini..” Perlahan pelukan mereka
berdua merenggang hingga tercipta jarak diantara mereka.
“Jae.. Op..pa.. Geuneun eodisseo?” Hye Eun segera
menghapus air matanya, dan berpura-pura terlihat bahagia didepan sahabatnya itu
“Mwo? Ada
apa dengan Jaejoong oppa? Kenapa tiba-tiba kau menanyakannya?” ucap Hyemi
bingung menatap sahabatnya itu
“Aaah aniyo.. Aniyo, lupakan saja itu bukan
pertanyaan yang seharusnya kau jawab Hyemi-ya.. Baiklah aku ingin berendam air
panas sebentar.. Kau bisa memasak makanan sendiri Hyemi-ya selagi aku sedang
mandi.. Geure, nan meonjeogalkeyo (aku pergi dulu)..” Ucap Hye Eun kemudian
segera berlari menuju kamar mandi untuk menghindari pertanyaan Hyemi yang
mungkin terjadi bila ia tiba-tiba menanyakan keberadaan Jaejoong. Ia takut
persahabatannya sedikit retak bila Hyemi tau Hye Eun menyukai namja yang juga
disukai Hyemi
Padahal yang sebenarnya Hyemi mendekati Jaejoong
karena dia ingin memanfaatkan kepintarannya, bukan karena mempunyai perasaan
lebih. Sejak awal Hyemi sudah merasa bahwa sahabatnya itu mempunyai perasaan
yang lebih terhadap Jaejoong. Hyemi sudah tau jika Jaejoong sudah mempunyai
Yeojachingu yang sebenarnya tidak pernah Jaejoong perhatikan (ceritanya
yeojachingu nya Jae di php sama si Jae ya.. mudeng to?) Hyemi sendiri tak tahu
siapa yang kini sedang Jaejoong sukai. Apakah itu Hye Eun? Sepertinya tidak
jika melihat sikap Jaejoong yang sangat acuh ketika Hye Eun ada di dekatnya.
Itu adalah teka-teki yang harus Hyemi pecahkan
“Aish bilang saja jika dia telah menyatakan
perasaannya pada Jaejoong oppa, dan Jaejoong oppa tidak menganggapnya? Begitu
saja susah.. aish” gumam Hyemi dengan mulut pout-nya
Hyemi pun menuju dapur untuk membuat ramyeon
sebagai menu makan malamnya dengan Hye Eun
***
@Gyeonggi University
“Iya, apa kau tahu kenapa dengan si Hye Eun itu?
Ia tiba-tiba menghilang dari kelas Choi seonsaengnim tanpa meninggalkan alasan
apapun..” Ucap seorang mahasiswi kepada temannya saat sedang makan siang di
kantin, dengan kencangnya ia bertanya hal itu pada temannya sukses membuat
Jaejoong mengalihkan perhatian pada kedua yeoja itu
“Geunyeo-neun gwaenchanayo?” Gumam Jaejoong sambil
melihat kedua yeoja itu. Dan yang dilihat tidak merasa jika dirinya sedang
dilihat(?) *(plakk! Lupakann XD wkwk)
“Aish apa yang kau pikirkan Jaejoong??! Jinjja!
Nan moreuge seumnida –‘ Aku tak mungkin peduli lagi dengannya, karena aku
sendiri yang telah membuatnya seperti itu.. huft” Jaejoong pun kembali
melanjutkan makan siangnya
-skip-
“Aigoo kenapa bisa aku meninggalkan ponselku di
kelas Choi Seonsaengnim huh?” Hye Eun terlihat tergesa-gesa sambil berlari
menuju kelas yang barusan ia tempati
“Omona?!! Dangsineul nuguya?!!” Hye Eun terkejut dengan
kehadiran seekor(?) malaikat ah aniyo lebih tepatnya setan tak berbentuk(?)
yang tampan mungkin? Ia bukan malaikat pencabut nyawa lagi kini, mungkin ia tertarik
pada Hye Eun sejak pandangan pertama di Gyeosangnam-do sewaktu itu
“Bu..bu..bukankah ka..u hantu yang waktu itu??”
Dengan cepat Hye Eun melempar namja itu dengan ponselnya. Namun, brakk..
bukannya mengenai namja itu, lemparannya meleset hingga ponselyna terbagi dalam
beberapa bagian(?)
“Kyaaaaaaaa! Aigooo apa yang kau lakukan dengan
ponselku orang asing??!!” Hye Eun segera memunguti serpihan ponselnya dan
memasangnya kembali
“Sini kemarikan padaku.. Aku bisa
memperbaikinya..” Ucap namja itu dan merebut serpihan ponsel Hye Eun. Dengan
sekejap mata, ia menyulap ponsel Hye Eun kembali utuh seperti semula
Hye Eun pun terkejut dibuatnya
“Eotteohkeyo?? Ba..bagaimana ini bisa terjadi??”
Hye Eun membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya
Ia menatap wajah namja yang ada didepannya dengan
seksama. Memperhatikan setiap lengkuk wajahnya. Berharap kejadian ini adalah
mimpi yang tak akan pernah kembali terulang lagi dalam hidupnya. Berharap namja
ini akan menghilang lagi seperti saat di Gyeosangnam-do waktu itu. Tapi nihil..
Namja ini malah semakin mendekat, semakin menampakkan bahwa tubuhnya kini
sangat mirip dengan manusia. Rambutnya yang cokelat sedikit keatas dan
acak-acakan menambah kesan tampan pada namja ini. Kulitnya yang putih pucat,
bibirnya yang agak kemerahan, postur tubuhnya yang sangat tinggi dan gagah,
menambah aksen ‘seksi’ bila melihat namja ini. Wajahnya benar-benar seperti
malaikat, Hye Eun mengutuk dirinya sendiri yang telah mengatakan jika namja ini
sangatlah buruk. Jika boleh dibilang, saat ini Hye Eun sedang terpana dengan
pesona yang dikeluarkan namja ini
Sangat sangat tampan
“Nona.. Nona?? Neo gwaenchanayo?” Namja ini
melambaikan tangan di depan wajah Hye Eun yang sedaritadi memandangi betapa
indahnya anugerah Tuhan pada namja ini
“Aaaa Nan gwaenchana.. Ahgassi, apa kau sekolah
disini juga? Bu..bukankah kau kemarin adalah malaikat pencabut nyawa eoh?”
tanya Hye Eun dengan cepat seakan memang itu pertanyaan yang sedari tadi sudah
ada dibenaknya
“Ne.. Aku memang malaikat.. Haha aku tau kau pasti
takkan percaya bukan? Aku Cho kyuhyun.. Dulu aku namja paling tampan di
sekolahku.. Sayang sekali aku harus meninggal 2tahun yang lalu, umurku
kira-kira 1tahun lebih tua darimu.. Karena kecelakaan mobil saat itu membuatku
kehilangan seluruh nyawaku :( Aku menyelamatkan seorang gadis yang sangat
kucintai, padahal aku tau ia sama sekali tak melihatku waktu itu. Yang ia tau,
kerusakan pada hatinya telah terobati dengan aku sebagai pendonornya, gadis itu
tak tahu siapa pendonor sekaligus malaikatnya saat ia hampir mati..” Curcol(?)
namja itu dengan panjang lebar. Matanya menatap lurus kedepan seolah memorinya
kembali lagi saat itu
“Cho..Kyu..hyun?? Lalu, kenapa kau sekarang
memilih untuk bertemu denganku dan menampakkan wujudmu padaku? Kenapa tak
kepada gadis lain yang lebih cantik dan mungkin bisa kau pilih-pilih mana yang
baik?! Kenapa harus aku?” Tanya Hye Eun dengan sedikit nada tinggi
“Aish kau ini memang yeoja keras kepala dan
menyebalkan dari dulu! Yasudah jika itu maumu, aku akan pergi sekarang!”
Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dan berjalan keluar
Banyak yeoja yang terkejut dengan kehadiran
Kyuhyun secara tiba-tiba
“kyaaa siapa dia? Tampan sekali..” ucap beberapa
yeoja yang berjalan melewati Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun semakin PD untuk
melanjutkan perjalanannya berjalan-jalan di sekitar kampus ini.
*(udah evil, narsis lagi –“ dasar, bias siapa sih
ni?? Plakk XD)
Kyuhyun menyamar sebagai mahasiswa baru yang
sangat cerdas. Berkat kecerdasannya, ia mengikuti kelas eksklarasi(?) yang
membantunya loncat kelas hingga kini ia berada di semester 3 bersama Jaejoong
Memang itu yang ia incar ketika melihat orang yang
begitu dicintainya menangis karena ulah seorang namja. Sangat sesak ketika
Kyuhyun harus ditakdirkan Tuhan untuk bertemu kembali dengan yeoja yang dulu
sangat ia cintai, bahkan rela mengorbankan nyawanya demi yeoja yang sama sekali
tak menyukainya
Flashback
“Hye Eun-ah kau mendapat surat cinta lagi dari
penggemar misterius itu! Kajja lihatlah lokermu..” Ucap Hyemi ketika ditemui
nya Hye Eun di kantin
“Mwoya? Aaah kau ini berlebihan sekali Hyemi-ya..
sangat berlebihan, mana ada Namja yang jatuh cinta kepadaku?” Hye Eun segera
mengikuti Hyemi menuju loker
Saranghamnida, Hye Eun-ah..
Joneun dangsineul johahaeyo..
Urin seoro cheonneune beonhasseoyo..
Geure, arraseo kau tak akan pernah
mengerti siapa aku..
Jebal, putar lagu ini ^^
------------------------------------- Saranghandan mal johahandan malnaegeneun neomu
appo..
Nae nundongjaen na do moreuneun
chokjokan iseul bangul..
Geunyang naega mani apeun geotman
arayo
Mworago malhaji, eotteohke
butjapeulji na do moreugetjjana..
Eotteohke? Nan eotteohke hajyo?
----------------------------------------------------------
Mencintai sesuatu yang disukai itu
sungguh menyakitkan..
Di pupil mataku tanpa kuketahui menetes
jatuh membasahi
Aku banyak tersakiti, hanya itu yang
kuketahui..
Aku tidak dapat berkata apapun,
bagaimana cara menahannya pun aku juga tak mengerti
Bagaimana? Apa yang harus ku
lakukan?
-Ch.Ky-
“Kyaaaa, kata-katanya benar-benar membuatku
melayang sejauh ini.. Hyemi-ya, inisial apa ini? Aku tak mengerti dengan
inisial seperti ini..”
“Sepertinya aku pernah melihat inisial ini
sebelumnya.. Lihatlah..”
Hyemi menyodorkan topi dengan inisial yang sama
***
“Lain kali kalau jalan berhati-hatilah..” Ucap seorang
namja yang sangat tampan ketika Hye Eun terjatuh dan menjatuhkan banyak buku
Namja itu membantu Hye Eun memunguti buku-buku
kelasnya itu
“Goma..Gomapseumnida sunbae..” Ucap Hye Eun
menahan malu sembari berbungkuk 90` dan orang yang di bungkuki(?) malah
terkekeh pelan berhasil membuat Hye Eun salah tingkah
“Ada apa sunbae?” ucap Hye Eun hati-hati
“Kau itu lucu sekali Hye Eun-ah..” Namja itu
kemudian pergi dan menjatuhkan sebuah topi, inisial itu. Inisial yang selalu
ada dalam surat misterius Hye Eun
Kembali Hye Eun mengingat kata-kata sahabatnya,
Hyemi. Topi dengan inisial yang sama pada surat rahasia itu. Berarti....??
“OMO?! Be..benarkah ini???! Kyaaaaaaa Kyuhyun
sunbae, namja tertampan satu sekolah ku menyukaiku?? Aigooo Tuhaaan aku sangat
senang.. Aku akan menyatakan perasaanku besok..” ucap Hye Eun dengan senyuman
yang melebar
Ia berniat pulang langsung hari ini, tanpa ikut
belajar kelompok disekolahnya
“Hye
Eun-ah, berhati-hatilah..”
“Ne Hyemi-ya, nan meonjeogalkeyo..”
--Depan Gerbang Sekolah—
“Udara mulai dingin karena sebentar lagi musim gugur, kau harus pakai
jaketmu..” Ucap Cho Kyuhyun, namja itu telah berdiri dibelakang Hye Eun sedari
tadi
Belum sempat Hye Eun melanjutkan bicaranya dan menoleh kearah sumber suara,
sebuah bus yang hilang kendali menyambar tubuh Hye Eun begitu saja. Kyuhyun
terkejut setengah mati dan tak bisa menolong Hye Eun dengan cara lain, ia harus
mengorbankan nyawanya demi yeoja didepannya itu
“Hye Eun-aaaah!” Kyu memeluk Hye Eun dengan cepat, melemparkannya ke
sembarang tempat dan
..BruuKkkK..Ciiitttt...Braakkk..
Tubuh Kyuhyun terpental jauh namun hampir dekat dengan jarak Hye Eun, bus
itu berhenti karena menabrak sebuah batang pohon. Perut Hye Eun mengalir banyak
sekali darah segar, ia sempat menatap siapa penolongnya, tersenyum haru,
menangis kemudian ia sudah tak sadar lagi
Kyuhyun melihat kearah Hye Eun, sangan sakit. Itu yang Kyuhyun rasakan.
Sakit melihat yeoja yang dicintainya berbaring lemah dengan darah yang
bercucuran, juga sangat sakit merasakan kepala dan perut yang mengeluarkan
banyak darah(?)
*(Kyaaaaaaaaaaa ini ceritanya semakin gak Mutu!! Huwaaa XD)
Beberapa saat kemudian ia merasakan tubuhnya terangkat dan pandangannya pun
mulai kabur
***
Beberapa bulan kemudian
“Kyu..sunbae..hikss, ini semua salahku...” Hye Eun menangisi makam Kyuhyun
sesenggukan, memukuli terus-terusan kepalanya. Ia merasa bersalah, ia sama
sekali tak menyangka akan seperti ini kejadiannya
“Hye Eun-ah sudahlaah.. semua ini sudah terjadi, ia bahkan dengan tulus
mengorbankan semuanya untuk mu..” Hyemi menenangkan sahabatnya yang sedang
kalut itu
Flashback Off
Kini 2 tahun telah berlalu, mungkin Hye Eun telah melupakan kejadian itu
Beberapa menit setelah Kyuhyun meninggalkannya sendiri di kelas tadi, ia
kembali ingat beberapa serpihan-serpihan memori kala ia mendengarkan dengan
cermat curhatan Kyuhyun tentang kematiannya
Sesaat kemudian ia kembali tersadar dan sangat terkejut
“Bukankah? Cho Kyuhyun adalah Kyuhyun sunbae?” ia segera berlari mencari
sosok Kyuhyun berada sekarang
Ketika melewati sebuah kolam yang sungguh tak asing baginya, kakinya
terhenti. Wajahnya menoleh ke arah kolam yang beberapa saat lalu telah membuat
nya merasakan sakit hati
Kakinya malah berjalan terus mendekati kolam. Betapa terkejutnya ia ketika
melihat 2 orang yang sama-sama ia kenal, sedang duduk bersandar berdua
Kakinya melemas, bagaimana bisa ini terjadi?
“Jae..jaejoong oppa?” ucap Hye Eun ketika telah sampai tepat dihadapan
Namja yang dipanggilnya itu
“Mwo? Hye Eun-ah? Bagaimana bisa kau mengenalnya?” tanya seorang namja yang
berdiri di sebelah namja yang ditanyai Hye Eun
Bukannya menjawab, Hye Eun terus terfokus pada Jaejoong seakan ingin
menyatakan perasaannya kembali
Kyuhyun yang melihat itu sedari tadi hanya bisa menghela nafasnya
“Aaa baiklah-baiklah.. Hyung, lebih baik kau mengenalnya secara lebih dalam
lagi..” ucap Kyuhyun yang hanya dibalas tatapan aneh dari Jaejoong
“Apa maksudtmu? Aku sudah mengenalnya. Justru kau yang sama sekali belom
mengenalnya, pabbo!” Ucap Jaejoong dengan terkekeh
“Oppa,,” panggil Hye Eun lagi, kali ini kalimatnya dibuat menggantung untuk
memancing jawaban dari Jaejoong
Sungguh inikah hari sial Hye Eun, perkataannya sama sekali tak dibalas
dengan Jaejoong. Membuat Hye Eun semakin ingin mengeluarkan air mata yang
sedaritadi ia tahan
“Apa kau tak mendengarku?” Hye Eun memberanikan diri bertanya untuk yang
kesekian kalinya pada Jaejoong
“Kyuhyun-ah, aku pergi dulu.. Sampai jumpa..” Dengan sigap Hye Eun kembali
melanjutkan ucapannya
“Kenapa?? Kenapa kau sama sekali tak menginginkan aku?? Aku tahu, aku ini
yeoja yang berlebihan.. Aku sama sekali tak mempunyai akal sehat karena dengan
mudahnya aku jatuh cinta padamu dan tunduk padamu tanpa memperdulikan harga
diri ku yang telah kau injak-injak sejauh ini,Oppa.. Kau tak mengerti sesulit
apa aku berusaha memanggilmu dengan sebutan Oppa.. Aku sendiri tak mengerti
kenapa hatiku bisa semudah ini tergiur dengan Namja macam kau?! Jika aku boleh
meminta, aku ingin Tuhan mencabut rasa cintaku padamu sekarang! Atau kau
menerima rasa cintaku ini..” panjang lebar Hye Eun berbicara pada Jaejoong
Dengan santainya Jaejoong berbalik sebentar kemudian melanjutkan langkah
kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu
Hiks.. hiks..
Hanya itu yang bisa dilakukan Hye Eun setelah beberapa langkah Jaejoong
–seseorang yang disukainya itu- pergi meninggalkan dirinya, tiba-tiba..
“Ige..” Sebuah sapu tangan datang kehadapan wajah Hye Eun, ia pun terkejut
dan mendongak menatap seseorang yang telah menolongnya dengan memberi sebuah
sapu tangan kecil
“Kyu..kyuhyun sun..bae..” Hye Eun kembali teringat dengan serpihan memori
masa lalu, orang yang dipanggilnya sunbae pun tiba-tiba terkejut dan tak
percaya
“hah..”
“kenapa sunbae terkejut? Go..gomawo karena kau telah menyelamatkan ku 2
tahun yang lalu u,u” ucap Hye Eun dengan nada pelan
“Kau ingat itu? Ba..bagaimana bisa kau..?” belum sempat Kyuhyun melanjutkan
ucapannya, Hye Eun memotongnya (lagi)
“Sudahlah sunbae tak usah dibahas lagi.. saat ini aku sedang bersedih..
huwaaa hiks hiks..” Hye Eun memotong ucapan Kyuhyun karena tak mau membuat
dirinya sendiri semakin merasa bersalah
“Yak! Yak! Kenapa kau malah menangis eoh?! Berhentilah menangis didepanku!
Aish kau ini!” ucap Kyuhyun tak mau kalah kerasnya dengan tangisan Hye Eun
“Bantu aku sunbae.. Jebalyo bantu aku..” Hye Eun memohon dengan sangat pada
Kyuhyun yang notabenya adalah sunbaenya semasa SMA
“Geure,geure tapi aku harus melakukan apa huh?” Tanya Kyuhyun penasaran
“Buatlah Jaejoong oppa menyukaiku.. aku mohon sunbae bantu aku.. hiks”
“MWO?! Enak saja kau ini!! Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk berbuat
seperti itu! Aish kau ini!” Kyu pun berdiri menarik sapu tangan yang diberinya
untuk menghapus air mata Hye Eun kembali, dan mulai beranjak menjauhi Hye Eun
“Bukankah dulu sunbae menyukaiku?!” Tiba-tiba Hye Eun berdiri dan menyusul
Kyuhyun
“Apa kau bilang?! Hey pabbo! Aku ini malaikat, tak mungkin aku masih
menyimpan perasaan seperti itu kepadamu!” Ucap Kyuhyun menahan sesuatu yang
selalu ia sembunyikan semenjak hidup kembali(?) menjadi malaikat
“Ka..Kalau begitu harusnya kau mau dong membantuku!!” Gertak Hye Eun pada
Kyuhyun
“Kau ini meminta tolong atau memaksa hah?!” Balas Kyuhyun tak kalah
kerasnya
Hye Eun hanya memalingkan muka dan kembali menangis sesenggukan
“Aish! Anak ini menyusahkanku saja huh! Geure geure arraseo! Aku akan
membantumu! Kau puas sekarang?? Baiklah aku masih ada kelas,aku pergi dulu!”
Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya dan pergi begitu saja meninggalkan Hye
Eun yang masih terkejut dengan jawaban Kyuhyun barusan
“Nde??? Apa katamu??? Jinjjayo?? Aaaaa Gomawo Kyuhyun sunbae, aku tak akan
pernah melupakan kebaikanmu itu!” ucap Hye Eun dengan senangnya.. Ia tau jika
Kyuhyun pasti akan sakit hati jika menolongnya seperti ini, namun ia percaya malaikat
itu tak punya perasaan lagi kini
Author POV END
Cho Kyuhyun POV
Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan Hye Eun itu benar, malaikat itu tak
punya perasaan itu benar sekali. Namun tak dengan ku! Dia fikir aku ini
benar-benar malaikat utusan Tuhan apa?
Perasaan ku padanya masih sama seperti dulu..
Namun jika aku melanggar dengan berpacaran dengan manusia, bisa-bisa Tuhan
membuatku kembali ke surga(?)
Dengan berat hati akhirnya aku pun akan bersusah payah membuat Jaejoong
hyung menyukai Hye Eun Y_Y
“Yak!! Kau ini mengagetkanku saja eoh!! Kau sedang apa? Melamunkan apa? Aku
ya?” Tiba-tiba sebuah suara memecah konsentrasiku yang sedang memikirkan cara
untuk membuat rencana pada Hye Eun dan Jaejoong hyung, ya dia Hye Eun –“
Anak ini lagi, anak ini lagi. Kenapa ia tak pernah bisa pergi sedikit saja
sih dari detik kehidupanku? Apa iya Tuhan mengirimku ke dunia hanya untuk
bertemu dengan yeoja menyebalkan seperti dirinya? Aish apa-apaan ini
Bisa-bisa aku gila jika begini terus, menatap matanya dalam dapat membuat
darahku berdesir
Oh Tuhan, ciptaanMu ini sungguh membuatku tak pernah bisa berpisah
dengannya(?)
“Aish, sekarang kau malah melamun lagi! Sebenarnya ada apa dengan dirimu?!!
Apa kau tak mau membantuku??!” Ucap Hye Eun dengan keras membuat pengunjung
kantin memperhatikan kami
Hupp...
Segera saja ku bekap mulutnya dan aku membawanya ke lorong dekat kantin
yang jarang dikunjungi oleh mahasiswa
“Kau ini apa-apaan ha?! Mau membuat semua orang bertanya-tanya dengan
hubungan kita?!!” Ucapku pelan tapi menggertak
“me..memangnya salah aku meneriakimu sunbae?” Suaranya mulai pelan dan
melemah kini
“Aaah sudahlah.. Lupakan saja!” Aku segera pergi sebelum ada setan yang
menggodaku di tempat sepih ini bila hanya berdua dengannya
“Chankaman!!” Aku segera berhenti ketika mendengar kata-kata itu
“Gomawo-yo sunbae..” Hye Eun membungkukan badannya 90` kearahku, aku
sungguh sunkan melihatnya begini. Aku segera meninggalkannya dan tak mau
mendengarkan perkataannya lagi bila ia memanggilku
1 bulan kemudian
-School Celebrating-
Hari ini kampusku mengadakan pesta dansa untuk mempertingati hari Hanbok
se-Korea. Para yeoja datang ke pesta malam ini menggunakan dress semi Hanbok
yang terlihat manis bila dipakainya
Aku pun berpakaian dengan setelan Jas yang di design sedemikian rupa oleh
designer terkenal di Korea hingga membentuk seperti Hanbok juga
“Omo~ Kyuhyun-ah, kau terlihat sangat sangaaat tampan malam ini..” ucap
seorang yeoja yang terkenal paling seksi di kampus ini
Aku akui malam ini aku memang sangat tampan, melebihi ketampanan seorang
Kim Jaejoong dan Choi Siwon *(Beuh! Ngimpi bisa ngelebihin Siwon gantengnya XD
ngelebihin Donghae aja gak bisa :P eitss Sparkyu dilarang cemberut! :P)
“Omo~!” Aku terkejut dengan siapa yang berdiri dihadapanku saat ini
“Aish! Kau ini lihat apa?! Aku bertanya dimana Jaejoong oppa, sunbae?!” Aku
segera menepis lamunanku dan kembali fokus
Cantik sekali Hye Eun malam ini, balutan dress pink-biru dengan sedikit
hiasan hanbok pada dress selutut yang dipakainya dengan aksen bercak-bercak
bunga sakura di lekukan bawah dekat lututnya
Gelungan rambut yang biasanya terurai, kini dinaikkan hingga membuat
pundaknya terbuka
Bisa membuat siapapun namja yang melihatnya akan terpancing nafsu. Make up
yang sangat sederhana menghiasi wajah yeoja ini.. Sungguh cantik
“aku tak melihat apa-apa!! Kau pasti sedang berfikiran buruk lagi huh!
Jaejoong hyung!! Kemarilah!” Aku segera memanggil Jaejoong hyung untuk mendekat
kearah kami
Aku tau mungkin dengan begini Jaejoong hyung akan mulai mendekat pada
yeojaku ini
Namun aku melakukan ini semua demi Hye Eun saja –“ *(huft, mengeluh aja nih
orang kerjaannya! Boro-boro tak buat ganteng disini :P)
“Ada apa Kyu memanggilku ke.. Wow Hye Eun-ah neomu yeppeuda..”
Bukannya melanjutkan ucapannya Jaejoong hyung malah memuji Hye Eun
>__<
Dan kini ia mulai mengajak Hye Eun berdansa lagi, yak! Dia ini memang namja
ada maunya saja
“Kau orang pertama yang bilang aku cantik setelah, ibuku oppa..” Ucap Hye
Eun basa-basi, wanita bisa saja jika sedang dipuji -_-
“Hey mana ada orang pertama seperti itu? Itu orang kedua bodoh!!” Hardikku
agak kasar dengan mata melotot kearahnya
“Aish kau ini mengganggu kami saja!! Terserah aku ingin berbicara seperti
apa! Kau tak perlu ikut campur bodoh!!”
Jaejoong yang memperhatikan kami kemudian tertawa dan menarik Hye Eun
kepelukannya tiba-tiba
Aku pun naik darah dibuatnya segera kutepis tangan Jaejoong dari pundak Hye
Eun dan melotot ke arah Hye Eun
“Baiklah, aku mengerti sekarang..” Ucap Jaejoong hyung tiba-tiba. Aku tak
mengerti dibuatnya
“Maukah kau menjadi yeojachinguku Hye Eun-ah?” tiba-tiba ia menarik tangan
Hye Eun, meraihnya untuk segera berdansa dengannya, aku tak mengerti dengan
semua ini, ini begitu cepat dan sangat cepat
Hye Eun dengan enaknya mengikuti alunan musik dan mengikuti tarikan tangan
Jaejoong hyung, ia menunduk tanda ia mau menerimanya
Aaargh! Tuhan sakit sekali ini perasaanku melihat mereka seperti itu!!
Aku pun segera pergi untuk meninggalkan mereka berdua
-Kolam- *(tempat biasanya Jaejoong sama kyu jg menyendiri plakk )
“Kurasa aku memang harus kembali ke awan(?) mengingat tugasku menyatukan
Jaejoong hyung dan Hye Eun telah selesai.. Baiklah kalau begitu, Tuhan ijinkan
aku untuk yang terakhir kalinya memberikan sesuatu untuk Hye Eun..”
Aku menatap lurus ke kolam yang sangat indah dihiasi lilin-lilin
disekitarnya
Namun disekitar ini terlihat sepi tak ada seorang pun yang datang kemari,
mereka semua sibuk berdansa dengan pasangan masing-masing dan tidak denganku
Aku hanyalah arwah(?) atau orang menyebutku malaikat atau apalah itu yang
ingin melihat kembali orang yang sangat kucintai, dan membantunya untuk memenuhi
apa yang ia inginkan meskipun hatiku sangat sakit..
Grap..grap..grap..
Seperti terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat, aku mulai
merinding.. Aish yang benar saja aku ini sudah mati mana mungkin takut dengan
hantu atau sejenisnya *(yaiyalah bang lo kan juga sejenis mereka!! XD)
Saat aku menoleh ke sumber suara(?), betapa terkejutnya aku dengan semua
ini
“Ap..apa yang sedang kau lakukan..?” Aku beranjak dari duduk ku menghampiri
seseorang yang tengah menatap ku saat ini
“Sun..sunbae..” Ia Hye Eun, memanggilku dengan sebutan ‘Sunbae’ secara
terbata, mengeluarkan air matanya dan menatapku dalam
“Wae..wae? neo gwaenchana-yo?” Aku buru-buru menghampirinya memeluknya
dalam
Syut.. Tuhan, aku kenapa? Kenapa aku tak bisa memeluk yeojaku disaat ia
menangis membutuhkanku?
“Sunbae?? Ternyata kau sudah pergi.. hiks.. aku ingin mengatakan jika dulu
aku mencintaimu sunbae.. hiks hiks Gomawo telah mengorbankan nyawamu demi aku..”
Hye Eun duduk di kursi itu tanpa memperdulikan aku yang berada di samping nya
Sepertinya ia tak mengetahui kehadiranku, apakah aku tembus pandang atau
apa?
“Aku terlambat sunbae.. Jika aku datang 1 menit lebih awal, mungkin aku
dapat meraih tubuhmu ke pelukanku sebelum tubuhmu tembus pandang dan hilang..
T_T”
Mwo??? Tubuhku hilang??! Bagaimana bisa?!! Asih, aku berkali-kali mencoba
untuk menjadi manusia lagi, namun aku tidak bisa
“Bodohnya aku tak menyadari perasaan ku yang sesungguhnya padamu sunbae..Dulu,
saat kau memasukkan sebuah surat kecil di lokerku, saat itu aku merasa
senang....”
Flashback
“OMO?!
Be..benarkah ini???! Kyaaaaaaa Kyuhyun sunbae, namja tertampan satu sekolah ku
menyukaiku?? Aigooo Tuhaaan aku sangat senang.. Aku akan menyatakan perasaanku
besok..”
“Udara mulai dingin karena sebentar
lagi musim gugur, kau harus pakai jaketmu..”
“Hye Eun-aaaah!”
..BruuKkkK..Ciiitttt...Braakkk.
“Kyu..sunbae..hikss, ini semua
salahku...”
“Hye Eun-ah sudahlaah.. semua ini sudah terjadi, ia bahkan dengan tulus
mengorbankan semuanya untuk mu..”
Flashback Off
Jadi dulu dia selalu malu-malu saat bertemu denganku karena ia tau aku yang
selalu menjadi penggemar misterius nya? Oh Tuhan, mungkin memang benar aku dan
dia tak Kau takdirkan untuk bersama..
Aku ikhlas Tuhan, aku akan selalu menjaganya meskipun ia menjadi milik
orang lain.. aku akan tetap menjaganya hingga ia menyusulku ke surga, aku yakin
pada nantinya Engkau akan menyatukan ku dan dia di surga nanti..
Annyeong Gi Gyeseyo Hye Eun-ah..
Beberapa tahun kemudian
Autor POV
Semburat sinar matahari pagi menembus jendela-jendela kamar milik gadis
cantik Lee Hye Eun yang tengah bergulat dengan selimutnya
Kring..Kring..Kring
Handpone nya pun berdering berulang kali membuatnya harus membuka mata dan
menerima telepon masuk dari seseorang yang berada jauh disana
“Yeoboseyo oppa?” suaranya serak-serak basah membuat kesan seksi untuk
penelpon
“Hye Eun-ah, kajja mandi lah aku akan menjemputmu 10 menit lagi..” –piiip-
“MWO??! 10 menit lagi??!! Aish yang benar saja aku harus siap dalam waktu
10 menit??! Dasar namja!!
Baru saja Hye Eun ingin masuk kamar mandi, tiba-tiba seseorang mengetuk
pintu dan membukanya
“Aigooo, Hye Eun pabbo! Kau ini bandel sekali eoh?! Apa kau menungguku agar
aku memandikan mu eoh?” Sambil mengerdipkan sebelah matanya namja itu buru-buru
membopong Hye Eun masuk dalam kamar mandi dan menguncinya
-skip Yadong kumat!- XD
“Baiklah Eomma akan melangsungkan pernikahan kalian 2 minggu lagi..
bagaimana Jaejoong-ah?” ucap nyonya Kim –eomma Jaejoong- pada saat makan malam
bersama keluarga Lee
“Nde?? Mian aku tak bisa..” Ucap Hye Eun tiba-tiba dan segera beranjak
pergi meninggalkan mereka semua
“Hye Eun-ah???”
Jaejoong dengan segera menyusul Hye Eun yang berlari kearah teras depan
rumahnya
“Aku tau oppa tak sepenuhnya mencintaiku.. Aku tau oppa tak sungguh-sungguh
selama ini berpacaran dengan ku..” ucap Hye Eun dengan penuh penekanan
“Memangnya kau ini masih mencintai Kyuhyun? Jika memang iya, sebaiknya kau
putuskan saja hubungan kita ini sebelum terlambat..” ucap Jaejoong santai
“Apa katamu?! Kau itu selalu seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan
orang-orang disekitarmu oppa.. Kyuhyun sunbae sudah mati 5 tahun yang lalu..
Mana mungkin aku memutuskan mu dan menikah dengan Kyuhyun sunbae?” Hye Eun
menghampiri sebuah kolam didepan teras rumahnya dan bermain air dengan
ikan-ikan yang ada di kolam itu
“Omo?! 5 tahun yang lalu? Bukankah 2 tahun yang lalu ia masih kuliah di kampus bersama kita Hye Eun-ah?” Jaejoong tak percaya mendengar ini semua dari Hye Eun
“Omo?! 5 tahun yang lalu? Bukankah 2 tahun yang lalu ia masih kuliah di kampus bersama kita Hye Eun-ah?” Jaejoong tak percaya mendengar ini semua dari Hye Eun
“Ne Geudae! Saat itu ia sudah mati.. kau pasti tak percaya bukan? Heum
sudahlah lupakan saja.. Baiklah aku menerima pernikahan ini..” Ucap Hye Eun
agak frustasi, susah menjelaskan semua ini kepada Jaejoong agar dia mengerti
-7 years of Love-
7 tahun berlalu, Kim Hye Eun telah menjadi orang yang sukses begitu juga
dengan dokter Kim Jaejoong. Mereka telah menikah sekitar 7 tahun yang lalu, dan
menghasilkan seorang namja kecil yang amat tampan yang mereka namai Cho
Kyuhyun. Aneh bukan pasangan ini memberi nama anak mereka dengan marga Cho
karena permintaan Hye Eun
Hye Eun berharap Kyuhyun sunbae nya dulu akan selalu ada bersama anak
mereka, selalu menjaga Hye Eun, sama seperti Kyuhyun sunbaenya mengorbankan
nyawa untuk Hye Eun
Hye Eun sangat merasa bersalah, meskipun sesungguhnya di hati Hye Eun yang
paling dalam ia sangat berharap Cho Kyuhyun sunbaenya ber reinkarnasi dan
menjadi pendamping hidupnya
Namun khayalan yeoja itu sungguh tinggi, ia sangat berterimakasih pada
Kyuhyun sunbaenya berkat seorang Kyuhyun ia dapat melanjutkan hidupnya, menikah
dengan orang yang dulu sangat disukainya, meskipun ada 1 hal yang masih
mengganjal di hati Hye Eun
Sepertinya ia semakin mencintai Kyuhyun, ia selalu merasa Kyuhyun sunbae
selalu ada disaat Jaejoong pergi keluar kota untuk waktu yang lama
Dan ia pernah berfikir bahwa anak yang bernama Cho Kyuhyun itu bukan anak
hasil buah cinta nya dengan suaminya kini, namun adalah anak dari dia dan
sunbaenya dulu Cho Kyuhyun
Bagaimana bisa??
Hanya Hye Eun dan Tuhan yang tau semua itu
-Kim Family-
“Eomma! PSP ku rusak, kau harus membelikan yang baru! Arrayo?!” ucap Little
Cho ketika eommanya sedang memasakkan Jjangmyeong –makanan kesukaannya- untuk
nya
“Arraseo.. Kau ini masih 5 tahun sudah sangat mahir bermain game..”
Hye Eun tersenyum dan memeluk anak semata wayangnya itu
“Aku Pulaaang!!” sebuah suara yang membuat Little Cho segera berhamburan
dari pelukan sang eomma dan menuju ke sumber suara
“Appa!!”
-The End-
Huaaaaaaaaaaaaah selesai juga dah akhirnya
Nih aku buat nya pas abis PKL jadi Capek,dan masih males mikir
Maaf kalo ENDING nya sama sekali nggak nyambung, GaJe, jelek sumpah deh ni
Jelek bangett FF nya XD
Mianhae Ika Irwantiana Eonni, gak bisa buat FF yang sesuai dengan skenario
yang kau ciptakan huhuhuhu T_T
Silahkan Like Komen kalau perlu Kritik dan saran sepertinya FF ini butuh
Kritikan yang tajam (?) XD
Wkwk
Terimakasih atas perhatian nya :D
Semoga di FF” ku yang selanjutnya bisa lebih baik.. Amien..
Ika FaFajrin
ELFishy Jewels Sparkyu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar