1.30.2014

Spring Rain Boy | Evil Cho,Stop!!! - One Shoot

Spring Rain Boy
Cast       : Lee Hye Eun
                 Kim Jae Joong
                 Cho Kyu Hyun
                 Park Hye Mi
Genre   : Fun, Comedy, Romance, Hurt
Age        : All Age XD
Song      : Baek Ji Young _ Spring Rain
                 JYJ _ In Heaven
                Cho Kyuhyun _ Like the first time feeling

Annyeong Haseyo *bow
Saya datang lagi untuk yang kesekian kalinya dengan FF pesanan Eonni saya yang paling tercinta muah muah *Lebay XD* yaitu eonni yang namanya mirip dengan nama saya *gak Tanya –“
Habis buatin punya nya Nurul, skrg buatin punya Eon Ika –‘ besok masih ada nih *puyengg
Yesungdahlah, oKyu langsung dibaca saja
Saya harap gak ada yang nge-bash yaa karena FFnya masih sama GaJe nya *hlawong yang buat juga GaJe gituu u,u
Kkkk~ dimohon untuk selalu memberikan Kritik dan Sarannya yaaa XD
Gomawo-yo J

Chekidott

`Happy Reading`

Aku percaya disetiap keteguhan hati selalu ada keajaiban, Tuhan selalu membuat sebuah rencana yang indah untukku suatu saat nanti… dan Aku percaya, disetiap detik yang aku jalani aka nada lebih dari seribu halangan yang senantiasa bersedia membuatku untuk terlihat lebih tegar dan lebih sabar. Karena orang yang terpilih itu bukan karena dirinya mewah, tapi orang terpilih itu terbentuk dari kata tegar sabar dan air mata (y) – Lee Hye Eun
Didunia ini tak pernah ada kata tidak mungkin… setiap detik kita menghirup udara, pasti mungki jika udara itu mengandung senyawa kimia yang sangat berbahaya… setiap hati yang kita labuhi, taka da yang tidak mungkin bila kita bisa menemukan orang yang tepat, orang yang membuat dirikita nyaman dibuatnya, dan yang pasti orang yang setia – Kim Jae Joong
Satu dari sepuluh orang yang ada tak menghiraukan sebuah keajaiban… apakah kau termasuk didalamnya? Keajaiban datang tak pernah memilih siapapun namun keajaiban datang karena dipilih oleh Tuhan untuk menyeleksi satu orang yang pantas mendapatkan sesuatu yang ia inginkan… Hatimu itu 75% terbuat dari batu… kalau tak percaya coba saja ambil lalu makanlah! Kenapa hanya manusia yang keras kepala? Kebapa hanya manusia yang selalu melanggar garis takdirnya? Itu sangat dilarang bukan? – Cho Kyu Hyun

Lee Hye Eun POV

“Hye Eun-ah, Kajja cepalah! Kau itu manja sekali eoh?” saat aku sedang membenarkan tali sepatuku, Park Hye Mi teman dekat ku itu langsung menarik tanganku membuatku kehilangan keseimbangan dan
Brukk…
Upss aku menjatuhkan banyak buku-buku yang sedari tadi bertengger di tangan kananku, sedangkan tangan kiriku membenarkan tali sepatu yang menggelewer(?) dari tempatnya
“Aish!! Berhati-hatilah nona kalau sedang jalan!!” Seorang namja tiba-tiba memunguti buku-buku ku dan terlihat berkacak pinggang didepanku. Hyemi yang merasa bersalahpun terdiam sambil berlindung di belakangku, takut namja ini akan memarahinya
“Eh? Ye? Apakah buku-buku ku mengenai tubuhmu aghassi?” Namja itu mendekat kearah kami berdua, membuat Hyemi maju selangkah dan memohon maaf pada namja itu
“Mi…mianhae aghassi, aku yang menarik tangannya tadi. Mianhae kau jangan marah padanya u,u” Namja itu terkekeh geli dengan penuturan Hyemi barusan
“Hahahaha siapa yang akan memarahimu aghassi? Aku hanya ingin menegur temanmu itu. Kepalaku terkena salah satu bukunya yang tebal! Kau tau? Kepalaku ini sangat berharga… huft” aku yang mendengar itu sungguh kesal dan melangkahkan kaki tepat didepan wajahnya
“Mianhae aku tak sengaja… jika kepalamu itu Mahal, akan kuganti kan dengan kepalaku! Huft namja payah” aku pun mengambil buku-buku ku dari tangannya, dan menarik Hyemi agar segela memasuki kelas baru

@New Class

“Hye Eun-ah! Apa yang kau lakukan padanya tadi? Isss kau itu sungguh lancang pada orang yang tak kita kenal!” aku kesal dengan perkataan Hyemi yang bertubi-tubi, membuatku ingin memakannya sekarang juga
“Kau diamlah Hyemi-ya!! Aku tak bisa berkonsentrasi eoh?! Aku sangat tak menyukai pelajaran matematika, jadi aku harus berkonsentrasi penuh pada pelajaran ini! Huft kau mengacaukanku saja!” ucapku sebal pada Hyemi
“Lagian saat kelulusan kemarin, aku yang memberimu contekan… kau pun lulus dengan nilai matematika yang cukup bagus meskipun tak sebagus punyaku…” aku pun terdiam sejenak, dan terlepas konsentrasiku dari pelajaran Choi Seonsaengnim
“Ye… dan kau yang membantuku menyelesaikan soal Matematika saat aku kesulitan mengikuti tes untuk masuk ke Universitas ini! Gomawo Hyemi-ya, hehehe. Mian karena telah membentakmu…” Hyemi pun membalasnya dengan senyuman

Seusai pelajaran matematika yang membuatku sangat pusing itu pun aku dan Hyemi langsung menuju Kantin untuk membeli beberapa makanan
“Kurasa perutku sangat lapar Hyemi-ya! Kajja akan ku traktir kau!” aku menarik lengan Hyemi dan menuju salah satu meja yang kosong
Ketika aku akan menduduki nya, seorang namja tiba-tiba mendahului ku dan duduk dengan santai di meja kosong itu
“Aish kan aku dulu yang melihatnya!!!” ucapku kesal pada namja itu
“………” namja itu hanya menoleh kearahku sebentar, kemudian melanjutkan kegiatan nya lagi memainkan tabletnya
“Aisshh bukankah kau namja yang tadi mengataiku?!” Aku melepas headset yang ada di telinganya cukup keras, dan duduk didepannya. Sedangkan Hyemi hanya geleng-geleng melihat tingkahku
“Apa ada masalah lagi aghassi?” balas namja itu dengan santai
“Ada! Kau mendahuluiku di sini… di meja ini!” tegasku padanya sambil menunjuk-nunjuk meja yang sedang ku tempati ini
“ahh jika hanya itu, kita bisa makan bersama…” jawabnya dengan tenang
Mwo? Apa namja ini gila? Ia bahkan tak marah sedari tadi aku bersikap kasar padanya? Aish namja ini sungguh unik hehe
Akhirnya aku pun memesan makanan bersama Hyemi, memakan makanan di meja yang sama yang ditempati namja tampan itu
Mwo? Namja tampan? Omo! Jangan bilang kau mulai tertarik pada namja itu Hye Eun pabbo! Aish itu memalukan sekali –“
“Daritadi aku belum mengetahui namamu, aghassi?” ucap Hyemi tiba-tiba membuyarkan lamunanku yang daritadi memandanginya
“Nde? Oh… Kim Jae Joong imnida… aku mahasiswa jurusan kedokteran *(what?! Jaejoong dokter? XD waks) yang kini tengah menginjak semester 3, nona… kau sendiri?” balas Jaejoong diiringi senyuman yang errr ternyata namja ini tampan juga
“Ahh, Park Hye Mi imnida… yeoja yang gemar dengan pelajaran matematika hihi. Aku dan Hye Eun sudah berteman sejak kami SMA dulu, dan kini kami baru masuk semester pertama jurusan Ilmu Kimia… woaaah kau akan menjadi seorang dokter? Benar-benar suami idamanku” ucap Hyemi dengan girang disertai tangannya yang membentuk ‘hope’ dan diletakkan di samping kiri pipinya
Membuatku sangat muak dengan kelakuan Hyemi yang super kekanak-kanakan itu
“Dan kau akan menjadi seorang professor Hyemi-ssi… senang berkenalan denganmu” ucap namja itu sembari menjulurkan tangannya
Langsung saja aku membalas uluran tangannya dan tersenyum kearahnya
“Ne, senang bisa berkenalan denganmu Jaejoong-ssi…” akupun mendapat sebuah pukulan di lengan dari Hyemi huft
“Kau itu!”
Ternyata namja ini lebih tua 1tahun dari aku, ahh sepertinya mulutku sangat kelu untuk memanggilnya dengan sebutan Oppa u,u jinjjayo?
“panggil saja dia Oppa, Hye Eun-ah...” bisik Hyemi tepat di telinga kiriku. Membuatku agak sedikit geli
“Shireo..” ucapku kembali memasukkan beberapa Bibimbab ke mulutku
“Aaa, baiklah Hyemi-ya, dan Kau gadis menyebalkan, aku harus segera mengikuti kelas sebentar lagi.. Aku pamit dulu semua.. annyeong!” Tiba-tiba namja itu berpamitan pada kami dan memasukkan tabletnya ke dalam tas ransel miliknya, segera pergi begitu saja
“hahahahahaha...” aku yang mendengar tawaan Hyemi setelah namja itu pergi beberapa detik, tiba-tiba tersedak begitu saja
“Uhukk.. Aish kau ini ada apa?!!” Tanyaku kesal dan sedikit membentak nya
“Bahkan kau di panggil Jaejoong Oppa dengan sebutan Gadis Menyebalkan.. Hahahaha sebutan yang cocok untukmu Hye Eun-ah!” Aku terdiam dan terus memandanginya
“Geure, aku diam..” Ucap Hyemi kemudian menunduk dan kembali menyesap Milki Soda miliknya, aku terkekeh melihat ekspresi takutnya ketika aku berpura-pura kesal padanya haha taukah? Itu sangat lucu, Hyemi-ya!

3 bulan kemudian...
-skip-

Pagi ini aku sama sekali tak melihat namja tampan yang bernama Jaejoong itu.. Kemana dia? Tumben sekali tak ada di kantin untuk sekedar bermain tabletnya?
..pluk..
Ku dengar suara dentuman air kolam, seperti terkena lemparan batu. Aku yang tertarik pun menghampiri sebuah kursi kosong di dekat kolam yang cukup luas itu, yang jaraknya lumayan jauh dari kantin *(tajem juga pendengarannya Hye Eun? Waks)
Omo? Itu bukan kah Jaejoong Op..pa? sedang apa dia disini?
..pluk..
Lagi-lagi ia melempar sebuah batu yang lebih kecil dari sebelumnya
“Kalau seperti itu terus, dentumannya tak akan bisa keras.. Lihat ini!” aku mengambil batu yang ukurannya lebih besar, kulempar dengan sekuat tenaga
..PluKk..
“Tch.. Kau kuat juga?” Ucapnya datar
Ada apa dengan namja ini? Tak biasanya wajahnya datar seperti ini
“Neoneun gwaenchanayo?” ucapku hati-hati sambil memandang wajahnya yang menatap lurus ke arah kolam
“Gwaenchana.. Tak usah bertanya seperti itu” Ucap nya singkat, dan lagi-lagi mengambil beberapa batu yang kecil-kecil dan melemparnya ke tengah kolam
“Yak!” ucapku sedikit mengagetkannya, namun yang dikagetkan tak merasa sedikit pun jika dia sedang dikagetkan
“Yak!” ucapku sekali lagi
..syut..
Iya mengambil tas ranselnya yang berada di sebelahku dan meninggalkanku begitu saja
Aku pun hanya bisa melongo dibuatnya :o
Segera aku mengejarnya, menarik tangannya yang kekar itu dan, syut..
Aku memeluknya sebentar, kemudian sedikit berjinjit dan mencium bibirnya sekilas
Membuatnya terkejut sambil mebelalakkan matanya
“Nan..Nan neo.. Johahaeyo, Jaejoong-ssi...” Ucapku gugup sambil menatap manik matanya begitu dalam
Aku pun melanjutkan ucapanku lagi setelah kurasa cukup lama aku terdiam
“Aku.. Aku menyukai mu sejak kau memarahiku waktu itu.. Sejak.. Sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu.. Aku selalu bersikap marah didepanmu, Aku selalu bersikap acuh didepanmu, namun aku selalu memperhatikanmu.. ketika kau sedang bersama beberapa Yeoja di kantin, ketika kau meminjamkan tabletmu untukku, dan.. ketika kau tersenyum pada Hyemi u,u Mianhae aku lancang padamu, aku tak pantas mengungkapkan ini padamu.. Aku memang gadis yang menyebalkan dan.. bodoh” ucapku sedikit bergetar, tak terasa sebulir air mata jatuh perlahan
Dikarenakan aku takut melihatnya menolakku, pikiranku bergelayut ke mana-mana, Pikiranku berpikir bahwa sebentar lagi, jaejoong Oppa akan menolakku..
Jantungku berdegup seribu kali lebih cepat, darah ku berdesir lebih cepat, dan lagi-lagi aku tak berani menatap matanya
“Mi..mianhae..” Hanya kata itu yang keluar dari mulut indahnya, cukup lama aku menanti kata-kata yang keluar dari mulut indahnya, berharap kata itu berarti ternyata dugaanku salah
Perlahan tubuhku mulai melemas, pundakku bergetar menahan tangisan yang akan keluar dari mulut nakalku ini
“Kau tak perlu menyukaiku seperti ini.. Hye Eun-ah” Ucapannya yang sangat lembut membuat jantungku berdegup seribu kali lebih cepat sangat cepat dan berasa hampir copot
Mataku memerah, kaki ku melemas, tak terasa buliran-buliran itu pun turun begitu cepat dari biasanya
“Ka..u tak menyukaiku?” kuberanikan diri untuk bertanya hal itu padanya
“Aku..menganggapmu hanya..sebatas..Yeodongsaeng, tak lebih..Mianhaeyo” ucapan terakhirnya sebelum ia memilih untuk pergi meninggalkan ku sendiri menangis didekat kolam
Sakit.. ya Tuhan, kenapa sangat sakit melihat nya seperti itu
Aku tak dapat menopang tubuhku dan bruk.. aku terjatuh di rumput, menangis sejadinya disitu tak peduli berapa banyak yeoja dan namja yang bertanya-tanya apa yang membuatku jadi seperti ini
Setelah cukup lama aku menumpahkan semua isi hatiku, aku pun segera berlari untuk cepat sampai rumah
Tak mengikuti mata pelajaran Choi Seonsaengnim, dan tak menjawab telepon dari Hyemi yang mungkin kini sedang panik mencariku

***
Aku terduduk diam di dalam bus yang melaju cukup cepat menuju Gyeosangnam-do, kota yang belum pernah aku berkunjung kesana
Kota yang katanya sangat indah akan panorama yang menyejukkan disana
Mataku terus menatap lekat pemandangan di sebelah kiriku tanpa berkedip sekalipun, hingga sebuah suara tiba-tiba mengagetkanku
“Ahgassi.. Apa kau tetap ingin disini selagi bus nya sudah berhenti?”
Aaah saking asyiknya melihat pemandangan yang indah itu, aku bahkan lupa jika sudah sampai tujuan
“Aah Joseonghamnida tuan.. Aku tak memperhatikanmu sedaritadi..” ucapku sedikit membungkuk dan segera pergi dari bus
“Huaaaah.. Segar sekali udara di kota ini”
Ucapku dengan girang. Aku terkejut tiba-tiba, mendengar suara jeritan berulang kali seorang yeoja meminta tolong kepadaku. Aku melihat sekeliling yang telah sepi akan pengguna jalan. Dengan sigap aku berlari kearah yeoja itu dan menariknya kedalam pelukanku
“Shireo!! Pergi kau!! Pergi!! Shireo!! Aaaaaaaaaaaa~ Hajimaaaaa!!” Yeoja itu terus menerus berteriak histeris saat tubuhnya ku peluk dengan kencang
“Kau pergi!! Siapa kau?!!” Sepertinya yeoja ini terkena kelainan jiwa, ia selalu melihat kearah samping kanannya, sedangkan aku berada di samping kirinya. Hingga sesosok Namja tampan, sangat sangat tampan dan tembus pandang menghalangi penglihatanku
“OMO?!” Teriakku tak kalah histeris dengan yeoja yang sedang ku peluk ini
“Aish! Dasar manusia! Kau hanya akan mengganggu pekerjaanku saja! Cepat kau pergi!” ucap namja tampan itu sembari perlahan mendekatiku. Aku sungguh terkejut dengan pemandangan ini, jika ada hantu disini seharusnya ia tembus pandang dan tak terlihat... Namun kenapa namja ini terlihat oleh mata ku? Ya Tuhan, aku takut dengan hantu.. jauhkan Namja yang telah meninggal ini dariku, Tuhaaan. Aku menggumam pelan sambil menangis dan memejamkan mataku
“Yak!!” Namja itu mencoba menggoyangkan pundakku
Waeyo? Kenapa dia bisa menyentuhku? Seharusnya ia tak bisa menyentuhku!
Perlahan aku mencoba membuka mataku dan betapa terkejutnya aku ketika melihat yeoja yang tengah kupeluk tadi, sudah tidak bernyawa lagi. Apakah namja ini malaikat pencabut nyawa?
Hiks.. Tuhan, aku tak ingin Kau mengambil nyawaku sekarang :’(
Aku belum menyelesaikan tugasku Tuhan.. Belum berusaha mendapatkan hati Jaejoong oppa, aku belum menikah, bahkan hari ini aku berdosa pada Choi Seonsaengnim karena telah meninggalkan pelajarannya :’(
Tangisku dalam hati
“Huahahahaha... Tak usah takut seperti itu Pabbo! Siapa yang ingin mencabut nyawamu eoh?” ternyata benar namja ini adalah malaikat pencabut nyawa.. Konon, orang jaman dulu bilang jika kita sudah melihat Malaikat Pencabut nyawa, maka tak lama lagi kita akan dicabut nyawanya oleh malaikat itu.. Mwoya? Berarti?? Sebentar lagi aku tak akan melihat indahnya Dunia? Aish Ya Tuhaaan :’(
“Hey pabbo! Kenapa kau sampai berpikiran yang tidak-tidak begitu tentangku ha?! Lagian nyawamu itu masih jelek dan masih mentah! Mana mungkin aku mencabut nyawamu sekarang? Tch jangan percaya diri kau!” Hardik namja ini di depan wajahku
Sepertinya namja ini pandai membaca pikiran orang..
“Yeo..yeoja ini..bagai..bagaimana?” tanyaku pada namja ini dengan terbata
“akan ada orang yang menolongnya, biarkan saja.. Kajja! Ikut aku! Kau harus diberi pelajaran karena sudah lancang melihatku!!” ucapnya sembari menarik tanganku dan membawaku ke tempat yang sangat asing.. Sepertinya ini rumah megah yang kosong tak berpenghuni, yang telah lama ditinggalkan oleh penghuninya.. Entahlah? Nan mollayo –“
“apa-apaan kau ini?! Dasar Setan!!” Ucapku setengah kesal dengannya
“Mwo? Setan darimana? Aku ini malaikat, Yeoja pabbo!!” ..klik.. sambil menyentil dahi ku pelan
“aww.. neomu appo..”
“Tch, dasar manusia yang manja!” Aku benar-benar sebal dibuatnya kini
“kau ini kenapa?!! Memangnya kenapa jika aku manusia?! Memangnya kau ini siapa? Malaikat? Atau hantu??! Kenapa hidupku sial sekali bisa bertemu denganmu di kota ini hah?! Dangsineul jeongmal myiechesso saramiweoyo?!!” Hardikku tak kalah kasar dengannya
“Ige mwoya?! Saramiweoyo?!  Neoneun saramieyo?! Tch!” apa katanya? Dia bertanya apakah aku ini manusia?
“Aku ini manusia Bodoh!! Kau itu yang tak berbentuk!! Manusia bukan, malaikat sudah pasti bukan!!” ucapku kemudian segera meninggalkan nya pergi
Tiba-tiba dia menghilang entah kemana, semenjak itu aku tak pernah melihatnya lagi..
Aku lupa menanyakan namanya, aku ingin tahu apakah malaikat ataupun hantu juga mempunyai sebuah nama.. dan kurasa, dia tak akan menjawab itu, karena dia adalah namja pabbo yang setengah gila! Tch, aku harap aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi.. hahaha

-skip-

Aku melanjutkan perjalananku di kota ini, mengunjungi berbagai museum yang terkenal akan kelestarian sejarahnya dikota ini..
Mengunjungi pantai dengan pasir putih dan hamparan rumput laut yang sangat indah.. Uuugh, aku rasa aku terlalu terburu-buru menikmati pantai ini..
Berkali-kali aku melihat penampakan yang membuat bulu kudukku merinding T_T
Apakah ini kota yang diciptakan khusus untuk para malaikat pencabut nyawa eoh?
Sebenarnya aku ingin cukup lama berdiam di kota ini, namun berhubung aku harus menyelesaikan berbagai tugasku, dan aku harus pulang ke tempat asalku, Seoul, dan yang pasti aku sedikit mistis dengan tempat ini.. Maka ku putuskan sekitar pukul 5 sore nanti aku harus cepat-cepat membeli tiket bus..

..cklik..
Aku memotret beberapa rumput laut yang terhampar di pinggir pantai yang indah ini..
Andai saja aku dan Jaejoong oppa adalah sepasang kekasih, mungkin kini aku dan dirinya tengah berfoto mesra di pantai ini
Aku sangat iri melihat banyak yeoja yang berfoto bersama namja mereka masing-masing u,u
“Jaejoong Oppaaaaaaaa!! Apa kau ingat saat pertama aku tak mau memanggilmu Oppa?! Apa kau tau betapa beratnya aku mengucapkan kata-kata Oppa didepanmu??!! Itu sangat berat Oppaaaa!! Aku berusaha payah hanya untuk memanggilmu dengan sebutan itu, agar kau menyukaiku!! Tapi nyatanya kau sama sekali tak tertarik padaku!! Aku Mencintai mu Oppaaaa!! Nan neo Saranghaeyo, Oppaaaa!! Jebal dorawaaaa~!!” aku teriak-teriak tak karuan di pinggir pantai
Begitu banyak orang yang berlalu lalang sambil memandangku dengan tatapan aneh, yang membuatku risih dibuatnya

Setelah itu aku melanjutkan perjalananku untuk membeli tiket bus dan segera kembali ke Seoul karena hari semakin gelap

------------------------------------- OoOoOoOoOo ===========================================

Hye Eun POV End

Author POV

“Kau ini kemarin kemana saja Hye Eun-ah?! Kau tak menyadari banyak orang yang mencarimu dimana-mana ha?!” Hyemi sedari tadi memarahinya habis-habisan setelah ia tahu Hye Eun turun dari bus dan berjalan pulang kerumahnya larut malam
“Semalam kau pulang jam berapa hah?! Apa kau tak kasian Eomma mu mencarimu hingga ke rumahku?!!” Hye Eun hanya terus-terusan menundukkan kepalanya, takut jika Hyemi semakin memarahinya
Akhirnya beberapa patah kata Hye Eun keluarkan untuk menyanggah kata-kata marah Hyemi
“A..ku tak peduli siapapun yang mencariku di sekitar kampus.. Aku tau.. Tak akan ada orang yang akan mencariku!” Hye Eun sedikit meninggikan suaranya, membuat Hyemi semakin memuncak
“Kau pikir kau ini siapa hah?!! Buronan?! Yang ingin di perhatikan setiap hari?! Kau pikir siapa yang tidak peduli terhadapmu?!! Apa kau tahu?!! Aku dan teman-teman kewalahan menenangkan eommamu yang telah panik, takut kau tak akan pulang!! Tch, kau ini sebenarnya temanku atau bukan ?!” Sejenak suasana menjadi hening..

Setelah diam beberapa menit, Hye Eun pun memulai pembicaraan
“Mi..mianhae.. Aku hanya sakit hati, pada..seseorang.. Jeongmal..Mianhae..Mianhae..hiks” Hye Eun ringsut di lantai dengan lututnya yang menyangga semua tubuhnya. Ia mengeluarkan banyak air mata, mengeluarkan semua air mata malah, seakan kejadian tadi pagi mengingatkannya. Sakit, rasa itu yang kembali dirasakan Hye Eun
“Neo gwaenchanayo, Hye Eun-ah?” Hyemi juga ikut ringsut ke lantai dan memeluk Hye Eun untuk menenangkan perasaan sahabatnya itu
“Geuneun nuguya? (siapa dia?) yang telah membuatmu menangis seperti ini?! Geuneun nuguya? Katakan padaku siapa dia Hye Eun-ah?! “ Hyemi mengguncang-guncangkan pundak Hye eun dengan kencang, berharap dengan cara ini sahabatnya itu akan mengatakan yang sesungguhnya padanya
“Nan..nan museowoyo Hyemi-yaaa.. hiks” bukannya menjawab Hye Eun malah semakin memeluk Hyemi dengan erat
“Waeyo? Kenapa kau takut ha?! Apa yang sedang kau lakukan ini?? Apa yang kau takutkan Hye Eun-ah?! Jebal jawab aku.. aku sangat sedih melihatmu seperti orang frustasi seperti ini..” Perlahan pelukan mereka berdua merenggang hingga tercipta jarak diantara mereka.
“Jae.. Op..pa.. Geuneun eodisseo?” Hye Eun segera menghapus air matanya, dan berpura-pura terlihat bahagia didepan sahabatnya itu
“Mwo?  Ada apa dengan Jaejoong oppa? Kenapa tiba-tiba kau menanyakannya?” ucap Hyemi bingung menatap sahabatnya itu
“Aaah aniyo.. Aniyo, lupakan saja itu bukan pertanyaan yang seharusnya kau jawab Hyemi-ya.. Baiklah aku ingin berendam air panas sebentar.. Kau bisa memasak makanan sendiri Hyemi-ya selagi aku sedang mandi.. Geure, nan meonjeogalkeyo (aku pergi dulu)..” Ucap Hye Eun kemudian segera berlari menuju kamar mandi untuk menghindari pertanyaan Hyemi yang mungkin terjadi bila ia tiba-tiba menanyakan keberadaan Jaejoong. Ia takut persahabatannya sedikit retak bila Hyemi tau Hye Eun menyukai namja yang juga disukai Hyemi
Padahal yang sebenarnya Hyemi mendekati Jaejoong karena dia ingin memanfaatkan kepintarannya, bukan karena mempunyai perasaan lebih. Sejak awal Hyemi sudah merasa bahwa sahabatnya itu mempunyai perasaan yang lebih terhadap Jaejoong. Hyemi sudah tau jika Jaejoong sudah mempunyai Yeojachingu yang sebenarnya tidak pernah Jaejoong perhatikan (ceritanya yeojachingu nya Jae di php sama si Jae ya.. mudeng to?) Hyemi sendiri tak tahu siapa yang kini sedang Jaejoong sukai. Apakah itu Hye Eun? Sepertinya tidak jika melihat sikap Jaejoong yang sangat acuh ketika Hye Eun ada di dekatnya. Itu adalah teka-teki yang harus Hyemi pecahkan

“Aish bilang saja jika dia telah menyatakan perasaannya pada Jaejoong oppa, dan Jaejoong oppa tidak menganggapnya? Begitu saja susah.. aish” gumam Hyemi dengan mulut pout-nya
Hyemi pun menuju dapur untuk membuat ramyeon sebagai menu makan malamnya dengan Hye Eun

***

@Gyeonggi University

“Iya, apa kau tahu kenapa dengan si Hye Eun itu? Ia tiba-tiba menghilang dari kelas Choi seonsaengnim tanpa meninggalkan alasan apapun..” Ucap seorang mahasiswi kepada temannya saat sedang makan siang di kantin, dengan kencangnya ia bertanya hal itu pada temannya sukses membuat Jaejoong mengalihkan perhatian pada kedua yeoja itu
“Geunyeo-neun gwaenchanayo?” Gumam Jaejoong sambil melihat kedua yeoja itu. Dan yang dilihat tidak merasa jika dirinya sedang dilihat(?) *(plakk! Lupakann XD wkwk)
“Aish apa yang kau pikirkan Jaejoong??! Jinjja! Nan moreuge seumnida –‘ Aku tak mungkin peduli lagi dengannya, karena aku sendiri yang telah membuatnya seperti itu.. huft” Jaejoong pun kembali melanjutkan makan siangnya

-skip-

“Aigoo kenapa bisa aku meninggalkan ponselku di kelas Choi Seonsaengnim huh?” Hye Eun terlihat tergesa-gesa sambil berlari menuju kelas yang barusan ia tempati
“Omona?!! Dangsineul nuguya?!!” Hye Eun terkejut dengan kehadiran seekor(?) malaikat ah aniyo lebih tepatnya setan tak berbentuk(?) yang tampan mungkin? Ia bukan malaikat pencabut nyawa lagi kini, mungkin ia tertarik pada Hye Eun sejak pandangan pertama di Gyeosangnam-do sewaktu itu
“Bu..bu..bukankah ka..u hantu yang waktu itu??” Dengan cepat Hye Eun melempar namja itu dengan ponselnya. Namun, brakk.. bukannya mengenai namja itu, lemparannya meleset hingga ponselyna terbagi dalam beberapa bagian(?)
“Kyaaaaaaaa! Aigooo apa yang kau lakukan dengan ponselku orang asing??!!” Hye Eun segera memunguti serpihan ponselnya dan memasangnya kembali
“Sini kemarikan padaku.. Aku bisa memperbaikinya..” Ucap namja itu dan merebut serpihan ponsel Hye Eun. Dengan sekejap mata, ia menyulap ponsel Hye Eun kembali utuh seperti semula
Hye Eun pun terkejut dibuatnya
“Eotteohkeyo?? Ba..bagaimana ini bisa terjadi??” Hye Eun membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya
Ia menatap wajah namja yang ada didepannya dengan seksama. Memperhatikan setiap lengkuk wajahnya. Berharap kejadian ini adalah mimpi yang tak akan pernah kembali terulang lagi dalam hidupnya. Berharap namja ini akan menghilang lagi seperti saat di Gyeosangnam-do waktu itu. Tapi nihil.. Namja ini malah semakin mendekat, semakin menampakkan bahwa tubuhnya kini sangat mirip dengan manusia. Rambutnya yang cokelat sedikit keatas dan acak-acakan menambah kesan tampan pada namja ini. Kulitnya yang putih pucat, bibirnya yang agak kemerahan, postur tubuhnya yang sangat tinggi dan gagah, menambah aksen ‘seksi’ bila melihat namja ini. Wajahnya benar-benar seperti malaikat, Hye Eun mengutuk dirinya sendiri yang telah mengatakan jika namja ini sangatlah buruk. Jika boleh dibilang, saat ini Hye Eun sedang terpana dengan pesona yang dikeluarkan namja ini
Sangat sangat tampan

“Nona.. Nona?? Neo gwaenchanayo?” Namja ini melambaikan tangan di depan wajah Hye Eun yang sedaritadi memandangi betapa indahnya anugerah Tuhan pada namja ini
“Aaaa Nan gwaenchana.. Ahgassi, apa kau sekolah disini juga? Bu..bukankah kau kemarin adalah malaikat pencabut nyawa eoh?” tanya Hye Eun dengan cepat seakan memang itu pertanyaan yang sedari tadi sudah ada dibenaknya
“Ne.. Aku memang malaikat.. Haha aku tau kau pasti takkan percaya bukan? Aku Cho kyuhyun.. Dulu aku namja paling tampan di sekolahku.. Sayang sekali aku harus meninggal 2tahun yang lalu, umurku kira-kira 1tahun lebih tua darimu.. Karena kecelakaan mobil saat itu membuatku kehilangan seluruh nyawaku :( Aku menyelamatkan seorang gadis yang sangat kucintai, padahal aku tau ia sama sekali tak melihatku waktu itu. Yang ia tau, kerusakan pada hatinya telah terobati dengan aku sebagai pendonornya, gadis itu tak tahu siapa pendonor sekaligus malaikatnya saat ia hampir mati..” Curcol(?) namja itu dengan panjang lebar. Matanya menatap lurus kedepan seolah memorinya kembali lagi saat itu
“Cho..Kyu..hyun?? Lalu, kenapa kau sekarang memilih untuk bertemu denganku dan menampakkan wujudmu padaku? Kenapa tak kepada gadis lain yang lebih cantik dan mungkin bisa kau pilih-pilih mana yang baik?! Kenapa harus aku?” Tanya Hye Eun dengan sedikit nada tinggi
“Aish kau ini memang yeoja keras kepala dan menyebalkan dari dulu! Yasudah jika itu maumu, aku akan pergi sekarang!” Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dan berjalan keluar
Banyak yeoja yang terkejut dengan kehadiran Kyuhyun secara tiba-tiba
“kyaaa siapa dia? Tampan sekali..” ucap beberapa yeoja yang berjalan melewati Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun semakin PD untuk melanjutkan perjalanannya berjalan-jalan di sekitar kampus ini.
*(udah evil, narsis lagi –“ dasar, bias siapa sih ni?? Plakk XD)

Kyuhyun menyamar sebagai mahasiswa baru yang sangat cerdas. Berkat kecerdasannya, ia mengikuti kelas eksklarasi(?) yang membantunya loncat kelas hingga kini ia berada di semester 3 bersama Jaejoong
Memang itu yang ia incar ketika melihat orang yang begitu dicintainya menangis karena ulah seorang namja. Sangat sesak ketika Kyuhyun harus ditakdirkan Tuhan untuk bertemu kembali dengan yeoja yang dulu sangat ia cintai, bahkan rela mengorbankan nyawanya demi yeoja yang sama sekali tak menyukainya

Flashback

“Hye Eun-ah kau mendapat surat cinta lagi dari penggemar misterius itu! Kajja lihatlah lokermu..” Ucap Hyemi ketika ditemui nya Hye Eun di kantin
“Mwoya? Aaah kau ini berlebihan sekali Hyemi-ya.. sangat berlebihan, mana ada Namja yang jatuh cinta kepadaku?” Hye Eun segera mengikuti Hyemi menuju loker

Saranghamnida, Hye Eun-ah..
Joneun dangsineul johahaeyo..
Urin seoro cheonneune beonhasseoyo..
Geure, arraseo kau tak akan pernah mengerti siapa aku..
Jebal, putar lagu ini ^^
------------------------------------- Saranghandan mal johahandan malnaegeneun neomu appo..
Nae nundongjaen na do moreuneun chokjokan iseul bangul..
Geunyang naega mani apeun geotman arayo
Mworago malhaji, eotteohke butjapeulji na do moreugetjjana..
Eotteohke? Nan eotteohke hajyo? ----------------------------------------------------------

Mencintai sesuatu yang disukai itu sungguh menyakitkan..
Di pupil mataku tanpa kuketahui menetes jatuh membasahi
Aku banyak tersakiti, hanya itu yang kuketahui..
Aku tidak dapat berkata apapun, bagaimana cara menahannya pun aku juga tak mengerti
Bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?

-Ch.Ky-

“Kyaaaa, kata-katanya benar-benar membuatku melayang sejauh ini.. Hyemi-ya, inisial apa ini? Aku tak mengerti dengan inisial seperti ini..”
“Sepertinya aku pernah melihat inisial ini sebelumnya.. Lihatlah..”
Hyemi menyodorkan topi dengan inisial yang sama

***
“Lain kali kalau jalan berhati-hatilah..” Ucap seorang namja yang sangat tampan ketika Hye Eun terjatuh dan menjatuhkan banyak buku
Namja itu membantu Hye Eun memunguti buku-buku kelasnya itu
“Goma..Gomapseumnida sunbae..” Ucap Hye Eun menahan malu sembari berbungkuk 90` dan orang yang di bungkuki(?) malah terkekeh pelan berhasil membuat Hye Eun salah tingkah
“Ada apa sunbae?” ucap Hye Eun hati-hati
“Kau itu lucu sekali Hye Eun-ah..” Namja itu kemudian pergi dan menjatuhkan sebuah topi, inisial itu. Inisial yang selalu ada dalam surat misterius Hye Eun
Kembali Hye Eun mengingat kata-kata sahabatnya, Hyemi. Topi dengan inisial yang sama pada surat rahasia itu. Berarti....??
“OMO?! Be..benarkah ini???! Kyaaaaaaa Kyuhyun sunbae, namja tertampan satu sekolah ku menyukaiku?? Aigooo Tuhaaan aku sangat senang.. Aku akan menyatakan perasaanku besok..” ucap Hye Eun dengan senyuman yang melebar
Ia berniat pulang langsung hari ini, tanpa ikut belajar kelompok disekolahnya
yemiHyeHHhhhhdkjhfkshfkdhffffjuuGHggghghthkjgfhjgfjfgjHye Eun-ah, berhati-hatilah..”
“Ne Hyemi-ya, nan meonjeogalkeyo..”

--Depan Gerbang Sekolah—

“Udara mulai dingin karena sebentar lagi musim gugur, kau harus pakai jaketmu..” Ucap Cho Kyuhyun, namja itu telah berdiri dibelakang Hye Eun sedari tadi
Belum sempat Hye Eun melanjutkan bicaranya dan menoleh kearah sumber suara, sebuah bus yang hilang kendali menyambar tubuh Hye Eun begitu saja. Kyuhyun terkejut setengah mati dan tak bisa menolong Hye Eun dengan cara lain, ia harus mengorbankan nyawanya demi yeoja didepannya itu
“Hye Eun-aaaah!” Kyu memeluk Hye Eun dengan cepat, melemparkannya ke sembarang tempat dan
..BruuKkkK..Ciiitttt...Braakkk..
Tubuh Kyuhyun terpental jauh namun hampir dekat dengan jarak Hye Eun, bus itu berhenti karena menabrak sebuah batang pohon. Perut Hye Eun mengalir banyak sekali darah segar, ia sempat menatap siapa penolongnya, tersenyum haru, menangis kemudian ia sudah tak sadar lagi
Kyuhyun melihat kearah Hye Eun, sangan sakit. Itu yang Kyuhyun rasakan. Sakit melihat yeoja yang dicintainya berbaring lemah dengan darah yang bercucuran, juga sangat sakit merasakan kepala dan perut yang mengeluarkan banyak darah(?)
*(Kyaaaaaaaaaaa ini ceritanya semakin gak Mutu!! Huwaaa XD)
Beberapa saat kemudian ia merasakan tubuhnya terangkat dan pandangannya pun mulai kabur

***
Beberapa bulan kemudian

“Kyu..sunbae..hikss, ini semua salahku...” Hye Eun menangisi makam Kyuhyun sesenggukan, memukuli terus-terusan kepalanya. Ia merasa bersalah, ia sama sekali tak menyangka akan seperti ini kejadiannya
“Hye Eun-ah sudahlaah.. semua ini sudah terjadi, ia bahkan dengan tulus mengorbankan semuanya untuk mu..” Hyemi menenangkan sahabatnya yang sedang kalut itu

Flashback Off

Kini 2 tahun telah berlalu, mungkin Hye Eun telah melupakan kejadian itu
Beberapa menit setelah Kyuhyun meninggalkannya sendiri di kelas tadi, ia kembali ingat beberapa serpihan-serpihan memori kala ia mendengarkan dengan cermat curhatan Kyuhyun tentang kematiannya
Sesaat kemudian ia kembali tersadar dan sangat terkejut
“Bukankah? Cho Kyuhyun adalah Kyuhyun sunbae?” ia segera berlari mencari sosok Kyuhyun berada sekarang
Ketika melewati sebuah kolam yang sungguh tak asing baginya, kakinya terhenti. Wajahnya menoleh ke arah kolam yang beberapa saat lalu telah membuat nya merasakan sakit hati
Kakinya malah berjalan terus mendekati kolam. Betapa terkejutnya ia ketika melihat 2 orang yang sama-sama ia kenal, sedang duduk bersandar berdua
Kakinya melemas, bagaimana bisa ini terjadi?

“Jae..jaejoong oppa?” ucap Hye Eun ketika telah sampai tepat dihadapan Namja yang dipanggilnya itu
“Mwo? Hye Eun-ah? Bagaimana bisa kau mengenalnya?” tanya seorang namja yang berdiri di sebelah namja yang ditanyai Hye Eun
Bukannya menjawab, Hye Eun terus terfokus pada Jaejoong seakan ingin menyatakan perasaannya kembali
Kyuhyun yang melihat itu sedari tadi hanya bisa menghela nafasnya
“Aaa baiklah-baiklah.. Hyung, lebih baik kau mengenalnya secara lebih dalam lagi..” ucap Kyuhyun yang hanya dibalas tatapan aneh dari Jaejoong
“Apa maksudtmu? Aku sudah mengenalnya. Justru kau yang sama sekali belom mengenalnya, pabbo!” Ucap Jaejoong dengan terkekeh
“Oppa,,” panggil Hye Eun lagi, kali ini kalimatnya dibuat menggantung untuk memancing jawaban dari Jaejoong
Sungguh inikah hari sial Hye Eun, perkataannya sama sekali tak dibalas dengan Jaejoong. Membuat Hye Eun semakin ingin mengeluarkan air mata yang sedaritadi ia tahan
“Apa kau tak mendengarku?” Hye Eun memberanikan diri bertanya untuk yang kesekian kalinya pada Jaejoong
“Kyuhyun-ah, aku pergi dulu.. Sampai jumpa..” Dengan sigap Hye Eun kembali melanjutkan ucapannya
“Kenapa?? Kenapa kau sama sekali tak menginginkan aku?? Aku tahu, aku ini yeoja yang berlebihan.. Aku sama sekali tak mempunyai akal sehat karena dengan mudahnya aku jatuh cinta padamu dan tunduk padamu tanpa memperdulikan harga diri ku yang telah kau injak-injak sejauh ini,Oppa.. Kau tak mengerti sesulit apa aku berusaha memanggilmu dengan sebutan Oppa.. Aku sendiri tak mengerti kenapa hatiku bisa semudah ini tergiur dengan Namja macam kau?! Jika aku boleh meminta, aku ingin Tuhan mencabut rasa cintaku padamu sekarang! Atau kau menerima rasa cintaku ini..” panjang lebar Hye Eun berbicara pada Jaejoong
Dengan santainya Jaejoong berbalik sebentar kemudian melanjutkan langkah kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu
Hiks.. hiks..
Hanya itu yang bisa dilakukan Hye Eun setelah beberapa langkah Jaejoong –seseorang yang disukainya itu- pergi meninggalkan dirinya, tiba-tiba..
“Ige..” Sebuah sapu tangan datang kehadapan wajah Hye Eun, ia pun terkejut dan mendongak menatap seseorang yang telah menolongnya dengan memberi sebuah sapu tangan kecil
“Kyu..kyuhyun sun..bae..” Hye Eun kembali teringat dengan serpihan memori masa lalu, orang yang dipanggilnya sunbae pun tiba-tiba terkejut dan tak percaya
“hah..”
“kenapa sunbae terkejut? Go..gomawo karena kau telah menyelamatkan ku 2 tahun yang lalu u,u” ucap Hye Eun dengan nada pelan
“Kau ingat itu? Ba..bagaimana bisa kau..?” belum sempat Kyuhyun melanjutkan ucapannya, Hye Eun memotongnya (lagi)
“Sudahlah sunbae tak usah dibahas lagi.. saat ini aku sedang bersedih.. huwaaa hiks hiks..” Hye Eun memotong ucapan Kyuhyun karena tak mau membuat dirinya sendiri semakin merasa bersalah
“Yak! Yak! Kenapa kau malah menangis eoh?! Berhentilah menangis didepanku! Aish kau ini!” ucap Kyuhyun tak mau kalah kerasnya dengan tangisan Hye Eun
“Bantu aku sunbae.. Jebalyo bantu aku..” Hye Eun memohon dengan sangat pada Kyuhyun yang notabenya adalah sunbaenya semasa SMA
“Geure,geure tapi aku harus melakukan apa huh?” Tanya Kyuhyun penasaran
“Buatlah Jaejoong oppa menyukaiku.. aku mohon sunbae bantu aku.. hiks”
“MWO?! Enak saja kau ini!! Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk berbuat seperti itu! Aish kau ini!” Kyu pun berdiri menarik sapu tangan yang diberinya untuk menghapus air mata Hye Eun kembali, dan mulai beranjak menjauhi Hye Eun
“Bukankah dulu sunbae menyukaiku?!” Tiba-tiba Hye Eun berdiri dan menyusul Kyuhyun
“Apa kau bilang?! Hey pabbo! Aku ini malaikat, tak mungkin aku masih menyimpan perasaan seperti itu kepadamu!” Ucap Kyuhyun menahan sesuatu yang selalu ia sembunyikan semenjak hidup kembali(?) menjadi malaikat
“Ka..Kalau begitu harusnya kau mau dong membantuku!!” Gertak Hye Eun pada Kyuhyun
“Kau ini meminta tolong atau memaksa hah?!” Balas Kyuhyun tak kalah kerasnya
Hye Eun hanya memalingkan muka dan kembali menangis sesenggukan
“Aish! Anak ini menyusahkanku saja huh! Geure geure arraseo! Aku akan membantumu! Kau puas sekarang?? Baiklah aku masih ada kelas,aku pergi dulu!” Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya dan pergi begitu saja meninggalkan Hye Eun yang masih terkejut dengan jawaban Kyuhyun barusan
“Nde??? Apa katamu??? Jinjjayo?? Aaaaa Gomawo Kyuhyun sunbae, aku tak akan pernah melupakan kebaikanmu itu!” ucap Hye Eun dengan senangnya.. Ia tau jika Kyuhyun pasti akan sakit hati jika menolongnya seperti ini, namun ia percaya malaikat itu tak punya perasaan lagi kini

Author POV END

Cho Kyuhyun POV

Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan Hye Eun itu benar, malaikat itu tak punya perasaan itu benar sekali. Namun tak dengan ku! Dia fikir aku ini benar-benar malaikat utusan Tuhan apa?
Perasaan ku padanya masih sama seperti dulu..
Namun jika aku melanggar dengan berpacaran dengan manusia, bisa-bisa Tuhan membuatku kembali ke surga(?)
Dengan berat hati akhirnya aku pun akan bersusah payah membuat Jaejoong hyung menyukai Hye Eun Y_Y

“Yak!! Kau ini mengagetkanku saja eoh!! Kau sedang apa? Melamunkan apa? Aku ya?” Tiba-tiba sebuah suara memecah konsentrasiku yang sedang memikirkan cara untuk membuat rencana pada Hye Eun dan Jaejoong hyung, ya dia Hye Eun –“
Anak ini lagi, anak ini lagi. Kenapa ia tak pernah bisa pergi sedikit saja sih dari detik kehidupanku? Apa iya Tuhan mengirimku ke dunia hanya untuk bertemu dengan yeoja menyebalkan seperti dirinya? Aish apa-apaan ini
Bisa-bisa aku gila jika begini terus, menatap matanya dalam dapat membuat darahku berdesir
Oh Tuhan, ciptaanMu ini sungguh membuatku tak pernah bisa berpisah dengannya(?)
“Aish, sekarang kau malah melamun lagi! Sebenarnya ada apa dengan dirimu?!! Apa kau tak mau membantuku??!” Ucap Hye Eun dengan keras membuat pengunjung kantin memperhatikan kami
Hupp...
Segera saja ku bekap mulutnya dan aku membawanya ke lorong dekat kantin yang jarang dikunjungi oleh mahasiswa
“Kau ini apa-apaan ha?! Mau membuat semua orang bertanya-tanya dengan hubungan kita?!!” Ucapku pelan tapi menggertak
“me..memangnya salah aku meneriakimu sunbae?” Suaranya mulai pelan dan melemah kini
“Aaah sudahlah.. Lupakan saja!” Aku segera pergi sebelum ada setan yang menggodaku di tempat sepih ini bila hanya berdua dengannya
“Chankaman!!” Aku segera berhenti ketika mendengar kata-kata itu
“Gomawo-yo sunbae..” Hye Eun membungkukan badannya 90` kearahku, aku sungguh sunkan melihatnya begini. Aku segera meninggalkannya dan tak mau mendengarkan perkataannya lagi bila ia memanggilku

1 bulan kemudian
-School Celebrating-

Hari ini kampusku mengadakan pesta dansa untuk mempertingati hari Hanbok se-Korea. Para yeoja datang ke pesta malam ini menggunakan dress semi Hanbok yang terlihat manis bila dipakainya
Aku pun berpakaian dengan setelan Jas yang di design sedemikian rupa oleh designer terkenal di Korea hingga membentuk seperti Hanbok juga
“Omo~ Kyuhyun-ah, kau terlihat sangat sangaaat tampan malam ini..” ucap seorang yeoja yang terkenal paling seksi di kampus ini
Aku akui malam ini aku memang sangat tampan, melebihi ketampanan seorang Kim Jaejoong dan Choi Siwon *(Beuh! Ngimpi bisa ngelebihin Siwon gantengnya XD ngelebihin Donghae aja gak bisa :P eitss Sparkyu dilarang cemberut! :P)
“Omo~!” Aku terkejut dengan siapa yang berdiri dihadapanku saat ini
“Aish! Kau ini lihat apa?! Aku bertanya dimana Jaejoong oppa, sunbae?!” Aku segera menepis lamunanku dan kembali fokus
Cantik sekali Hye Eun malam ini, balutan dress pink-biru dengan sedikit hiasan hanbok pada dress selutut yang dipakainya dengan aksen bercak-bercak bunga sakura di lekukan bawah dekat lututnya
Gelungan rambut yang biasanya terurai, kini dinaikkan hingga membuat pundaknya terbuka
Bisa membuat siapapun namja yang melihatnya akan terpancing nafsu. Make up yang sangat sederhana menghiasi wajah yeoja ini.. Sungguh cantik
“aku tak melihat apa-apa!! Kau pasti sedang berfikiran buruk lagi huh! Jaejoong hyung!! Kemarilah!” Aku segera memanggil Jaejoong hyung untuk mendekat kearah kami
Aku tau mungkin dengan begini Jaejoong hyung akan mulai mendekat pada yeojaku ini
Namun aku melakukan ini semua demi Hye Eun saja –“ *(huft, mengeluh aja nih orang kerjaannya! Boro-boro tak buat ganteng disini :P)
“Ada apa Kyu memanggilku ke.. Wow Hye Eun-ah neomu yeppeuda..”
Bukannya melanjutkan ucapannya Jaejoong hyung malah memuji Hye Eun >__<
Dan kini ia mulai mengajak Hye Eun berdansa lagi, yak! Dia ini memang namja ada maunya saja
“Kau orang pertama yang bilang aku cantik setelah, ibuku oppa..” Ucap Hye Eun basa-basi, wanita bisa saja jika sedang dipuji -_-
“Hey mana ada orang pertama seperti itu? Itu orang kedua bodoh!!” Hardikku agak kasar dengan mata melotot kearahnya
“Aish kau ini mengganggu kami saja!! Terserah aku ingin berbicara seperti apa! Kau tak perlu ikut campur bodoh!!”
Jaejoong yang memperhatikan kami kemudian tertawa dan menarik Hye Eun kepelukannya tiba-tiba
Aku pun naik darah dibuatnya segera kutepis tangan Jaejoong dari pundak Hye Eun dan melotot ke arah Hye Eun
“Baiklah, aku mengerti sekarang..” Ucap Jaejoong hyung tiba-tiba. Aku tak mengerti dibuatnya
“Maukah kau menjadi yeojachinguku Hye Eun-ah?” tiba-tiba ia menarik tangan Hye Eun, meraihnya untuk segera berdansa dengannya, aku tak mengerti dengan semua ini, ini begitu cepat dan sangat cepat
Hye Eun dengan enaknya mengikuti alunan musik dan mengikuti tarikan tangan Jaejoong hyung, ia menunduk tanda ia mau menerimanya
Aaargh! Tuhan sakit sekali ini perasaanku melihat mereka seperti itu!!
Aku pun segera pergi untuk meninggalkan mereka berdua

-Kolam- *(tempat biasanya Jaejoong sama kyu jg menyendiri plakk )

“Kurasa aku memang harus kembali ke awan(?) mengingat tugasku menyatukan Jaejoong hyung dan Hye Eun telah selesai.. Baiklah kalau begitu, Tuhan ijinkan aku untuk yang terakhir kalinya memberikan sesuatu untuk Hye Eun..”
Aku menatap lurus ke kolam yang sangat indah dihiasi lilin-lilin disekitarnya
Namun disekitar ini terlihat sepi tak ada seorang pun yang datang kemari, mereka semua sibuk berdansa dengan pasangan masing-masing dan tidak denganku
Aku hanyalah arwah(?) atau orang menyebutku malaikat atau apalah itu yang ingin melihat kembali orang yang sangat kucintai, dan membantunya untuk memenuhi apa yang ia inginkan meskipun hatiku sangat sakit..
Grap..grap..grap..
Seperti terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat, aku mulai merinding.. Aish yang benar saja aku ini sudah mati mana mungkin takut dengan hantu atau sejenisnya *(yaiyalah bang lo kan juga sejenis mereka!! XD)
Saat aku menoleh ke sumber suara(?), betapa terkejutnya aku dengan semua ini
“Ap..apa yang sedang kau lakukan..?” Aku beranjak dari duduk ku menghampiri seseorang yang tengah menatap ku saat ini
“Sun..sunbae..” Ia Hye Eun, memanggilku dengan sebutan ‘Sunbae’ secara terbata, mengeluarkan air matanya dan menatapku dalam
“Wae..wae? neo gwaenchana-yo?” Aku buru-buru menghampirinya memeluknya dalam
Syut.. Tuhan, aku kenapa? Kenapa aku tak bisa memeluk yeojaku disaat ia menangis membutuhkanku?
“Sunbae?? Ternyata kau sudah pergi.. hiks.. aku ingin mengatakan jika dulu aku mencintaimu sunbae.. hiks hiks Gomawo telah mengorbankan nyawamu demi aku..” Hye Eun duduk di kursi itu tanpa memperdulikan aku yang berada di samping nya
Sepertinya ia tak mengetahui kehadiranku, apakah aku tembus pandang atau apa?
“Aku terlambat sunbae.. Jika aku datang 1 menit lebih awal, mungkin aku dapat meraih tubuhmu ke pelukanku sebelum tubuhmu tembus pandang dan hilang.. T_T”
Mwo??? Tubuhku hilang??! Bagaimana bisa?!! Asih, aku berkali-kali mencoba untuk menjadi manusia lagi, namun aku tidak bisa
“Bodohnya aku tak menyadari perasaan ku yang sesungguhnya padamu sunbae..Dulu, saat kau memasukkan sebuah surat kecil di lokerku, saat itu aku merasa senang....”

Flashback

 “OMO?! Be..benarkah ini???! Kyaaaaaaa Kyuhyun sunbae, namja tertampan satu sekolah ku menyukaiku?? Aigooo Tuhaaan aku sangat senang.. Aku akan menyatakan perasaanku besok..”
 “Udara mulai dingin karena sebentar lagi musim gugur, kau harus pakai jaketmu..”
“Hye Eun-aaaah!”
..BruuKkkK..Ciiitttt...Braakkk.
 “Kyu..sunbae..hikss, ini semua salahku...”
“Hye Eun-ah sudahlaah.. semua ini sudah terjadi, ia bahkan dengan tulus mengorbankan semuanya untuk mu..”

Flashback Off

Jadi dulu dia selalu malu-malu saat bertemu denganku karena ia tau aku yang selalu menjadi penggemar misterius nya? Oh Tuhan, mungkin memang benar aku dan dia tak Kau takdirkan untuk bersama..
Aku ikhlas Tuhan, aku akan selalu menjaganya meskipun ia menjadi milik orang lain.. aku akan tetap menjaganya hingga ia menyusulku ke surga, aku yakin pada nantinya Engkau akan menyatukan ku dan dia di surga nanti..
Annyeong Gi Gyeseyo Hye Eun-ah..

Beberapa tahun kemudian

Autor POV

Semburat sinar matahari pagi menembus jendela-jendela kamar milik gadis cantik Lee Hye Eun yang tengah bergulat dengan selimutnya
Kring..Kring..Kring
Handpone nya pun berdering berulang kali membuatnya harus membuka mata dan menerima telepon masuk dari seseorang yang berada jauh disana
“Yeoboseyo oppa?” suaranya serak-serak basah membuat kesan seksi untuk penelpon
“Hye Eun-ah, kajja mandi lah aku akan menjemputmu 10 menit lagi..” –piiip-
“MWO??! 10 menit lagi??!! Aish yang benar saja aku harus siap dalam waktu 10 menit??! Dasar namja!!
Baru saja Hye Eun ingin masuk kamar mandi, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan membukanya
“Aigooo, Hye Eun pabbo! Kau ini bandel sekali eoh?! Apa kau menungguku agar aku memandikan mu eoh?” Sambil mengerdipkan sebelah matanya namja itu buru-buru membopong Hye Eun masuk dalam kamar mandi dan menguncinya

-skip Yadong kumat!- XD

“Baiklah Eomma akan melangsungkan pernikahan kalian 2 minggu lagi.. bagaimana Jaejoong-ah?” ucap nyonya Kim –eomma Jaejoong- pada saat makan malam bersama keluarga Lee
“Nde?? Mian aku tak bisa..” Ucap Hye Eun tiba-tiba dan segera beranjak pergi meninggalkan mereka semua
“Hye Eun-ah???”
Jaejoong dengan segera menyusul Hye Eun yang berlari kearah teras depan rumahnya
“Aku tau oppa tak sepenuhnya mencintaiku.. Aku tau oppa tak sungguh-sungguh selama ini berpacaran dengan ku..” ucap Hye Eun dengan penuh penekanan
“Memangnya kau ini masih mencintai Kyuhyun? Jika memang iya, sebaiknya kau putuskan saja hubungan kita ini sebelum terlambat..” ucap Jaejoong santai
“Apa katamu?! Kau itu selalu seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang-orang disekitarmu oppa.. Kyuhyun sunbae sudah mati 5 tahun yang lalu.. Mana mungkin aku memutuskan mu dan menikah dengan Kyuhyun sunbae?” Hye Eun menghampiri sebuah kolam didepan teras rumahnya dan bermain air dengan ikan-ikan yang ada di kolam itu
“Omo?! 5 tahun yang lalu? Bukankah 2 tahun yang lalu ia masih kuliah di kampus bersama kita Hye Eun-ah?” Jaejoong tak percaya mendengar ini semua dari Hye Eun
“Ne Geudae! Saat itu ia sudah mati.. kau pasti tak percaya bukan? Heum sudahlah lupakan saja.. Baiklah aku menerima pernikahan ini..” Ucap Hye Eun agak frustasi, susah menjelaskan semua ini kepada Jaejoong agar dia mengerti

-7 years of Love-

7 tahun berlalu, Kim Hye Eun telah menjadi orang yang sukses begitu juga dengan dokter Kim Jaejoong. Mereka telah menikah sekitar 7 tahun yang lalu, dan menghasilkan seorang namja kecil yang amat tampan yang mereka namai Cho Kyuhyun. Aneh bukan pasangan ini memberi nama anak mereka dengan marga Cho karena permintaan Hye Eun
Hye Eun berharap Kyuhyun sunbae nya dulu akan selalu ada bersama anak mereka, selalu menjaga Hye Eun, sama seperti Kyuhyun sunbaenya mengorbankan nyawa untuk Hye Eun
Hye Eun sangat merasa bersalah, meskipun sesungguhnya di hati Hye Eun yang paling dalam ia sangat berharap Cho Kyuhyun sunbaenya ber reinkarnasi dan menjadi pendamping hidupnya
Namun khayalan yeoja itu sungguh tinggi, ia sangat berterimakasih pada Kyuhyun sunbaenya berkat seorang Kyuhyun ia dapat melanjutkan hidupnya, menikah dengan orang yang dulu sangat disukainya, meskipun ada 1 hal yang masih mengganjal di hati Hye Eun
Sepertinya ia semakin mencintai Kyuhyun, ia selalu merasa Kyuhyun sunbae selalu ada disaat Jaejoong pergi keluar kota untuk waktu yang lama
Dan ia pernah berfikir bahwa anak yang bernama Cho Kyuhyun itu bukan anak hasil buah cinta nya dengan suaminya kini, namun adalah anak dari dia dan sunbaenya dulu Cho Kyuhyun
Bagaimana bisa??
Hanya Hye Eun dan Tuhan yang tau semua itu

-Kim Family-
“Eomma! PSP ku rusak, kau harus membelikan yang baru! Arrayo?!” ucap Little Cho ketika eommanya sedang memasakkan Jjangmyeong –makanan kesukaannya- untuk nya
“Arraseo.. Kau ini masih 5 tahun sudah sangat mahir bermain game..”
Hye Eun tersenyum dan memeluk anak semata wayangnya itu
“Aku Pulaaang!!” sebuah suara yang membuat Little Cho segera berhamburan dari pelukan sang eomma dan menuju ke sumber suara
“Appa!!”


-The End-

Huaaaaaaaaaaaaah selesai juga dah akhirnya
Nih aku buat nya pas abis PKL jadi Capek,dan masih males mikir
Maaf kalo ENDING nya sama sekali nggak nyambung, GaJe, jelek sumpah deh ni Jelek bangett FF nya XD
Mianhae Ika Irwantiana Eonni, gak bisa buat FF yang sesuai dengan skenario yang kau ciptakan huhuhuhu T_T
Silahkan Like Komen kalau perlu Kritik dan saran sepertinya FF ini butuh Kritikan yang tajam (?) XD
Wkwk
Terimakasih atas perhatian nya :D
Semoga di FF” ku yang selanjutnya bisa lebih baik.. Amien..


Ika FaFajrin

ELFishy Jewels Sparkyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar