Good Bye My Dreamingboy
Cast : Yoo Ji Ae
Kim Jong Woon a.k.a Yesung
Yang Yoseob
Kim Nana
Genre : Bestfriend, in Love, Hurt
Song : Jo Eun _ After a long time
Eric Nam _ Uraejeon Annyeong
Super Junior _ Storm
Annyeong haseyo ^_^ ini FF romance ke sekian kali ku XD haha
Mianhae kalau masih ada typo yang bertebaran kayak capung(?) mohon di maklumi karena saya hanya manusia biasa yang bisa berbuat salah u,u
Jeongmal Mianhae kalo readers masih belum puas sama FF saya karena FF saya ini jelek , nggak enak dibaca dan lain sebagainya u,u
Mohon dimaafkan ne? U,u
Yasudahlah karena saya ambil castnya Yesung sama Yoo Ji Ae yang nyanyi Delight just Delight hahaha langsung dibaca saja yah readers J
Gomawo #bow
Chekidot –
~Happy Reading~
Phogosipoyo..
Kalian tau apa arti dari kata itu?
Kata itu memang simple bahkan sangat simple.. namun mempunyai arti yang lebih dari satu.. arti yang sangat menyakitkan hati.. arti yang membuat kita merasakan sesak di dada..
Aku Rindu Kamu
Yah, Rindu..
Itu bukan kata-kata humoris..
Itu juga bukan kata-kata yang hanya untuk bahan lelucon..
Menurutku sendiri pun, itu kata-kata untuk mengungkapkan lebih dari seribu rasa yang terpendam dalam hati
Bahkan kata itu saja tidak cukup untuk mengungkapkan semuanya..
Semuanya? Apa yang dimaksudt dengan semuanya?
Apakah rebuah rasa? Kalau begitu rasa apa itu?
Cinta kah? Atau hanya sebatas rindu pada ‘Sahabat’?
Aku yakin diantara kalian pasti juga pernah merasakan bagaimana rasanya mencintai..
Rumit bukan? Tak pernah ada ujung nya? Tak pernah ada habisnya? Bahkan tak pernah ada obatnya? Lelucon macam apa ini? >_<
Jinan, 2011 Dessember 22
Yoo Ji Ae POV
“Jeongmal phogosipo..” gumamku terus-menerus entah apa yang sedang kurasakan saat ini..
Aku terduduk seorang diri di tengah dinginnya salju sore ini
Di taman yang indah ini, kenapa hanya ada aku seorang? Apakah kebanyakan orang sedang bersenda gurau dengan pacar masing-masing?
Omo?! Aku bilang apa tadi? Pacar?
Hahaha bahkan aku yeoja berumur 16 tahun tak mempunyai seorang namja..
Aku hanya mengagumi seseorang dari jauh sini
Kalian mau tau siapa dia? Kim Jong Woon :) dia namja yang sangat manis aku sangat mengaguminya
Ah aniyo~ bahkan aku sudah mencintainya sejak lama.. sejak masuk Kirin Art high school ini u,u
Keunde, bukankah aku sangat dekat dengannya?
Geure, tapi selama 2 tahun ini aku dan dia hanya bersahabat
Bukan karena aku menyukainya tapi karena kita sering bersama entah kapan pun itu
Liburan natal tahun ini membuatku tak bisa pergi ke Sekolah u,u
Rumahnya yang lumayan jauh dari rumahku membuatku jarang bertemu dengannya..
Ah aku ingat sekali kenangan-kenangan tentangnya waktu itu..
-FlashBack-
Author POV
“Kau! Selalu saja menyusahkan ku!” PLAK.. satu tamparan yang sukses mendarat di pipi gadis manis ini
Bermaksudt ingin menolong Eommanya yang sedang terbelit hutang, namun malah di perlakukan kasar oleh eommanya sendiri..
Sakit.. itu yang dirasakan
“Baiklah eomma, aku akan berangkat sekolah dulu.. hiks.. Annyeong..”
“Pergilah.. Jangankembali sebelum kau menemukan barang itu!”
-Skip-
Pagi ini Ji Ae berangkat ke sekolah melewati jalan yang biasa dia lewati
Sepi.. dia selalu melewati jalan yang sepi ini..
Tapi tidak untuk saat ini..
Ia merasa jalan ini lumayan dilalui dengan banyak orang..
“mwo? Kenapa banyak anak sekolah yang melewati jalan ini? Andai saja aku punya sepeda seperti mereka.. atau kendaraan seperti mereka.. ya Tuhan, haruskah aku meminta padaMu? Aku bahkan cukup dengan pemberianMu kini :’)”
Ia terus bergumam sembari melanjutkan jalannya
“Omo?! Aku tak menyadari jalanku pagi ini lambat sekali.. bisakah jarak ke sekolah ku tempuh hanya dalam waktu 5menit? Hiks.. eotteohke?”
Ia pun sedikit berlari dan menangis
Menangis memikirkan eommanya yang sedang bingung untuk melunasi hutang-hutangnya
Ia merasa menjadi anak yang tak berguna demi seseorang yang telah melahirkannya
Tiba-tiba Tiin..Tiin..
Bunyi klakson mengagetkannya
“Yak! Bisakah kau tidak tiba-tiba menyebrang seperti itu?!”
“Ah Mianhamnida Ahjussi.. jeongmal mianhamnida..”
Byuus.. mobil itu berlalu meninggalkan Ji Ae yang terus mengatakan maaf pada seorang ahjussi didalam mobil itu
Ciit..
“Kau sedang apa Ji Ae? Mau berangkat bersama ku?”
Betapa terkejutnya Ji Ae melihat Yesung yang sudah ada dibelakangnya
Namja yang sangat dicintainya melebihi apapun itu
“wae? Mengapa kau menyuruhku ikut denganmu? Bagaimana dengan Yeojamu?”
“Aniyo.. Gwaenchana kau adalah sahabatku.. Kajja naik!”
“Ne yesung-ah gomawoyo :’)”
“eh? Kau sedang menangis? Wae? Apa kau ada masalah lagi dengan Eommamu?”
“Ah aniya.. Nan jeongmal gwaenchana Yesung-ah.. hati-hati jalannya lihat kedepan hehe”
-skip-
“Untung saja tidak terlambat.. huuft.. Gomawo Yesung-ah kau menyelamatkanku.. Lagi.. dan Lagi.. aku berhutang banyak padamu..” kata yeoja manis itu sambil menunduk
“Ne Yuji.. Kajja kita masuk kelas bersama..”
“Aish lagi-lagi kau memanggilku dengan sebutan itu! Yak! Tunggu aku! Jangan lari kau! Kau belum merasakan pukulanku ini! Yaak!”
Selalu seperti itu hampir setiap harinya mereka bergurau bersama
Sebagai sepasang sahabat yang memang harus seperti itu bukan?
Sepasang? Apakah dia menyadari dengan kata-kata Sepasang itu? Hanya sahabat tidak mungkin lebih
-flashBack Off-
“hahaha..” sejenak Ji Ae tertawa jika mengingat-ngingat salah satu kenangannya bersama Yesung
“bisakah aku merasakan kehadirannya kini? Hiks..” ia menangis lagi untuk yang kesekian kalinya
“Bahkan di acara akhir semester kemarin dia sudah berdansa dengan Kim Nana.. bagaimana aku tidak kesal melihatnya? Eh tetapi bukankah aku sering melihat dia bersama dengan yeoja? Digosipkan dengan yeoja-yeoja di kelas? Lalu aku? Dia hanya tersenyum dan bercerita denganku.. apa dia tak mengetahui perasaanku padanya? Hiks..”
Gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungcheoreom
millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman..
kkejin goul wie mejojin inyonboda douk apatgie
i goreum-e kkeuteul boneneun maemeul non moreugetji..
geuman urogeu nunmule jotgido jone modeungol
araborin naega wonmang seuropda..
“Dan pada akhirnya aku menetapkan hatiku untuk pergi
Dan itu datang padaku seperti badai yang keras..
Mungkin nasib akan membasuhku seperti hujan
Karena itu lebih menyakitkan daripada nasib yang hancur seperti kaca..
Dan pada akhir perjalanan ini aku membiarkanmu tahu
Tapi kau tidak akan pernah tahu..
Aku benci diriku sendiri untuk mengetahui segala sesuatu” – Storm
`OoOoOo`
***
Kim Jong Woon POV
“Huaaah..” aku pun merebahkan tubuhku dikasur ini
“Sungguh lelah sekali seharian ini mengajak Kim Nana jalan-jalan disekitar taman.. bertemu dengan gadis aneh dengan Hadseat Birunya itu.. hmm aku tak melihat wajahnya karena dia terlalu berlebihan menghangatkan tubuhnya hingga mulutnya tak terlihat karena tertutup banyak Syal biru dilehernya.. hahaha”
Sejenak aku kembali memikirkan yeoja hadseat biru tadi
Matanya..
Aku mengingat matanya.. mata itu aku sungguh kenal mata cantik itu..
Ah! Yoo Ji Ae kemana saja dia? Dia selalu mengirimiku kata-kata aneh akhir-akhir ini..
Sebaiknya ku telpon saja dia
“yeoboseyo Yuji pabbo.. kau mendengar telponku eoh?”
“ah nde yesung-ah.. waeyo?”
“ah aniyo.. apakah kau jalan-jalan disekitar taman sore ini?”
“mwo? Aku? Aniyo.. aku sedang ada dirumah.. aku sedang membuat banyak lagu untuk kau nyanyikann di perpisahan kelas kita beberapa bulan lagi..”
“eh? Kau berbohong.. aku tahu itu.. bukankah kita sudah membuatnya beberapa waktu lalu?”
“ne? Geure.. aku berbohong. Mian”
Diam..
Aku berfikir untuk apa dia berbohong untuk hal sekecil itu..
Bahkan tadi dia sudah menyelamatkan Melo ku dan Nana
“gomawoyo Ji Ae-ya..”
Aku merasakan dia tersentak terkejut atas perkataanku barusan..
“untuk?”
“Gomawo jika tak ada kau tadi mungkin aku sudah kehilangan Melo anjingku, dan Kim Nana akan tertabrak oleh mobil tadi..”
Kata-kataku melemah. Aku takut menyakiti hatinya.. aku tau dia menyukaiku sejak lama.. namun aku masih mencoba untuk menyukainya..
Entah aku sadar atau tidak jika aku juga menyukainya..
Namun aku juga menaruh rasa pada Kim nana . dulu aku sempat menyukainya dan memberi harapan padanya..
Tak mungkin jika aku tiba-tiba meninggalkannya tanpa alasan yang ‘Pasti’
“apapun jika itu untuk sahabatku, Kim Jong Woon..” aku tersenyum
“Gomawo Yuji-ya.. ini sudah malam sebaiknya aku tidur.. Annyeong.. nice dream untuk malam ini Yuji-ya..”
Piip..
------------------------------------- OoOoooOoOo================================
Kirin
Art High School, 2013 May 7
Yoo Ji
Ae POV
Beberapa
tahun berlalu.. kalian pasti menanyakan keadaanku bukan?
Ya,
keadaanku masih seperti ini..
Melindungi
seorang namja namun namja itu tak mengetahuinya..
Aku
dan Yesung masih bersahabat hingga kini.. hingga kelulusan kami dari sekolah
ini..
“Kau
sudah siap Yuji-ya? Woaaah! Neomu Yeppeuda!” seruannya mengagetkanku
“Ah!
Kau selalu mengagetkanku! Bisakah kau memanggil sesuai dengan namaku eoh?
Bahkan ini sudah perpisahan kau tetap saja seperti itu!”
“Kajja!
Kau cantik sekali hari ini!”
Dia
menarik tanganku untuk menaiki motor sportnya
Aku
yang menganakan dress warna pink selutut dengan rambut ikalku yang kubiarkan
terurai bersama sebuah pita kupu-kupu yang menurutku, cantik ini agak kesusahan
menaiki motornya
“sini..
biarku naikkan..”
Hupp..
dia menggendongku untuk naik di motornya itu
Sungguh
rasanya benar-benar tak karu-karuan hati ini.. berdebar tak menentu.. ingin
sekali aku mengatakan yang sejujurnya pada Yesung u,u
-skip-
Pesta
Perpisahan tahun ini memang benar-benar yang terbesar
“Ji
Ae-ssi! Lagi-lagi kau datang bersama namjaku u,u apa kau tak malu? Kau bahkan
tahu dia sudah punya seorang yeoja!”
“apa
yang salah Nana-ya? Aku hanya berangkat bersama nya karena rumahkita searah..
dan kau pun tahu bahwa dia hanya Sahabatku! Yasudahlah sana kau berdansa ria
dengannya!”
“Cih~!
Myicheosseoya sarami!”
“apa?
Kau yang gadis gila! Huft aku tak mau banyak ribut denganmu..”
Srek..bugg..
Tubuhku
didorong kebawah oleh Kim Nana.. pikirku Kim Nana selama ini menghargai
persahabatanku dengan namja nya . namun ternyata tidak u,u dia bahkan sangat
membenciku u,u
Apakah
aku harus pergi menjauh dari hadapan Yesung?
“Kau
tak bisa seperti ini pada nya! Yeoja tak tau diri!”
Hah
siapa yang menolongku kali ini? Aku berharap itu Yesung yang menolongku..
“berdirilah..”
dia mengulurkan tangannya
Aku
meraihnya dan mengucapkan banyak terimakasih padanya
Ternyata
dugaanku salah..
“Gomawo..
Yoseob-ssi.. kau menolongku untuk yang kedua kalinya..”
`OoOoOo`
“maukah
kau berdansa denganku?”
Perkataan
yoseob membuyarkan lamunanku sedari tadi yang hanya memperhatikan Yesung dan
Nana bergurau bersama layknya sepasang kekasih
“ah?
Geure arraseo..” dengan berat hati aku terima tawarannya untuk berdansa
Alunan
musik yang begitu syahdu semakin membuatku merasa jika aku sedang berdansa
dengan Yesung
“Nan
neo johahae..”
“Nan
jeongmal johahaeyo Yesung-ah.. Saranghae..” aku memeluk namja didepanku ini
tiba-tiba
Merasa
ada yang aneh aku pun mencoba menyadarkan kembali otakku
“ah..
mianhae Yoseob-ssi aku tak sengaja..”
“ne..
gwaenchana Ae-ya.. aku menyukaimu..”
Sejenak
aku terkejut atas kata-katanya.. apakah dia menyukaiku? Benar-benar menyukaiku?
Lau? Aku? Aku mencintai namja lain? Tak lain dan tak bukan adalah sahabatku
sendiri? Eotteohke?
“aku....
tak bisa.. aku mencintai Yesung..”
“kau
tak lihat? Dia bahkan tak menganggapmu! Ae-ya kau harus menerimaku!”
Syuut..
aku tertarik dalam pelukan namja ini
Ia
mengapus jarak diantara kami. Mungkin banyak orang yang mengira aku sudah
menjadi yeojachingunya..
Cup~
dia mengecup keningku dalam dan menghirup aroma leherku..
Aku
yang sedikit terangsang hanya bisa mengikuti permainan sederhananya ini
Tiba-tiba
Bugg..
Ada
yang menjatuhkan Yoseob dan menarik tanganku..
Omo?!
Itu Yesung ada apa dengannya?
“jangan
menyentuhnya karena dia bukan yeojamu!!”
Yesung
POV
Pemandangan
apa-apaan ini?
Wae?
Ada apa denganku? Mworago? Ige mwoya?
Kenapa
dadaku sangat sesak melihat Yuji ku berdansa dengan namja lain?
Dan
lihatlah namja itu! Doa mengaitkan tangannya di pinggang yuji ku
Dan
omo? Ia menghapus jarak diantara mereka
Mataku
membulat seketika melihat Yujiku tiba-tiba memeluknya
Namun
ia kembali merenggangkan jaraknya
Sedetik
kemudian.. Namja pabbo itu malah menghirup aroma leher Yuji ku
Ia
bahkan mencium kening Yuji ku didepan banyak orang!
Entah
persetan apa yang lewat aku tak fokus berdansa dengan Nana aku menghampiri
mereka berdua dan memukul Yoseob hingga ia tersungkur ke tanah
“jangan
sentuh dia karena dia bukan yeojamu!!”
Banyak
orang yang terkejut. Nana pun menghampiri kami
Bugg..
pukulan namja ini sukses mendarat di bibirku
“Siapa
kau?! Dia juga bukan yeojamu! Mau apa kau?!”
“Neo!
Myiechesseoyo jeongmal! Yuji, pergi dari sini dan ikut aku!”
Aku
menarik tangan Yuji menjauh dari mereka semua
@Tempat
Parkir sekolah
“ada
apa denganmu?” suara Yuji yang melemah
“Kau!!
Aku yang harusnya bertanya! Ada apa denganmu!!” amarahku telah memuncak rasa
dari dalam hati ini benar-benar memuncak
“memangnya
apa yang salah denganku? Siapa kau?! Apakah kau namjachinguku? Kenapa kau
melarang Yoseob untuk menyentuhku?!”
“kau
bilang Kenapa?!! Apa kau tak sadar?! Sedari tadi aku memperhatikanmu dan meberi
sinyal untuk kau menjauh darinya??!! Apakah kau sudah tak menyukai namja
bernama Ddangko itu lagi?!! Apa kau sudah berpaling pada Yoseob?!! Jawab aku
Yuji-ya!!
“Huh?!
Apa kau pernah memperhatikanku??!” aku lihat dia menangis aku pun juga menangis
Entah
kenapa aku menangis sepertinya
Syut..
aku memeluknya.. dalam..
“aku .
aku.. Nan neo saranghae.. aku mencintaimu Yuji-ya.. Sangat mencintaimu..”
Bukannya
menjawab ia malah semakin menangis
Aku
melepas pelukan kami
“mengapa
kau malah menangis? Apa kau tak suka dengan perkataanku ini?”
“Kenapa
baru sekarang kau mengatakannya? :’( aku .. bahkan.. sudah sejak lama memendam
semua ini.. hiks..”
Chuuup~
aku langsung mencium bibirnya..
Melumat
bibirnya dengan lembut namun menuntut.. ia juga membalas nya dan sejenak kami
bermain lidah
-skip-
------------------------------------- OoOoOoOoOo=========================================
Yoo Ji
ae POV
Sudah
tiga hari yang lalu dia mengungkapkan perasaannya padaku..
Tapi
entah kenapa dia tak kunjung memintaku menjadi yeojanya.. mungkin dia ingin
sendiri untuk beberapa waktu ini..
Sungguh
ini jawaban dari penantianku selama ini..
Malam
ini aku dan dirinya akan berjalan-jalan disekitar Danau Joseon *(anggap danaunya
sama kayak yg di Joseon ya xD suka bgt sama danau itu sih.. yg ada di Rooftop
Pince xD plakk abaikan!)
“Yesung-ah!
Palli! Nah.. ini aku membuat sebuah kandang kura-kura disini. Aku punya 4 ekor
kura-kura tadinya.. namun kini tinggal 3 u,u nah aku menyebut Ddangko sebagai
dirimu.. dan kura-kura yang ku beri pita pink itu adalah Yuji.. haha”
“mwo?
Jadi selama ini Ddangko yang kau sebut-sebut itu adalah diriku?!” kulihat raut
wajah Yesung seketika berubah menjadi jengkel padaku hahaha mianhae Yesung-ah
“he..he..he..”
kataku sambil membentuk huruf V di dan tersenyum lebar padanya
“eum
Yuji pabbo! Kura-kura dengan pita biru itu , nugu?”
“ah..
itu? Dia Jongji .. eumm mianhae namanya adalah penggabungan namaku dan namamu..
dia baby kecil dari pernikahan Yuji dan Ddangko.. hehehe XD”
“aish
kau ini! Kasihan kan kura-kuranya..” dia mengambil kura-kura dengan nama Jongji
itu dan mengelus-elus cangkang serta kepalanya..
Sepertinya
dia mulai menyukai kura-kura itu
“Oppa..
jika aku sudah tak bisa mengurus kura-kura ini, kau harus mengurusnya Arraseo?”
“mwo?
Kenapa harus aku?!”
“ah?
Aniyo.. Oppa.. bolehkah aku memanggilmu Oppa?”
“tentusaja
boleh.. eum, ikut aku ke sebuah toko! Kajja! Akan ku tunjukan sesuatu padamu..”
***
“pakai
yang ini ne?”
“wuaaah
kau terlihat tampan anak muda..” sapa seorang ahjumma. Memang Yesungku kan
tampan..
“eumm
Kyeopta!!” gumamku tak sadar didepannya
“Sejak
dulu Yuji pabbo!” cengirnya tiba-tiba
Huh
pede sekali
“kau
pakai yang ini noona..” kata ahjussi yang memilih gaun pink itu
Beberapa
detik kemudian.
Aku
merasa diriku telah sempurna hihi
“wuaaah
neomu yeppeuda...” tatapan Yesung tak berkedip
Ya
kini kami sedang berfoto
Berpura-pura
menjadi pengantin baru dan berfoto..
“kalian
berdua sangat serasi.. semoga kalian berjodoh..”
“nde
sajangnim.. ghamsahamnida..” teriakku meninggalkan tempat ini
“baiklah..
kau bawa satu dan aku bawa satu.. 2tahun lagi kita akan melangsungkan
pernikahan ini.. hehe sambil menunggumu pulang dar New York nanti, aku berjanji
tak akan tertarik pada wanita lain.. yaksok!” seru Yesung oppa dan kami
menautkan kelingking kami masing-masing
“Geure
arraseo Yesung-ah.. saranghae! Hehe”
“hmm,
johahae..” balasnya
`OoOoOoOo`
Kim
Nana POV
“ne..
hari ini rencana kita harus berjalan dengan mulus.. kau bisa dapat Ji Ae
seutuhnya dan aku akan mencoba merebut hati Yesung kembali.. eotteohke?”
“hmm
aku setuju denganmu Nana-ssi..” ucap Yeoseob meyakinkanku
Aku
pun segera mengirimkan pesansingkat pada Yesung
“Datanglah ke
Holly’s Coffee malam ini.. aku ingin berpamitan denganmu untukyang terkahir
kalinya Yesung-ah.. Jebal marhaebwa u,u datanglah untuk yang terakhir kalinya..
dan bawalah Ji Ae juga.. Gomawo sebelumnya.. –KimNana-“ –send
“Apa yang kau lakukan?” Yoseob
mengagetkanku tiba-tiba
“Ah? Aniyo.. ini Eommaku mengirim pesan..
sepertinya aku harus pulang sekarang.. Jangan lupa nanti malam Yoseob-ssi..”
kataku berbohong padanya
“ne.. silahkan.. aku masih ingin memesan
kopi..hati-hatilah..”
-skip-
Sepertinya mereka sudah datang
Hmm akan kusapa baik-baik
“Annyeong Yesung-ah, Ji Ae-ya.. silahkan
duduk..”
“Ne nana-ya.. ada apa?” ucap Ji Ae manis
semanis kepribadiannya sungguh
“Baiklah langsung saja Yesung-ah, Ji
Ae-ya.. besok aku akan berangkat ke Paris untuk selamanya dan menetap disana..
aku ingin berpamitan dengan kalian.. maafkan segala kesalahanku selama ini dan
tentunya padamu, Ae-ya u,u” ucapku menunduk
“Jinjjayo? Omo.. kenapa begitu cepat?” ucap
Yesung setengah kaget
Tiba-tiba dari belakang Yoseob datang
dengan 3 anak buahnya
“tangkap yeoja itu!”
3 anak buahnya membawa Ji Ae dengan sigap
“Lepaskan Yuji ku!!” bugg.. Yesung memukul
3 anak buah Yoseob dengan sigap
Aku bersiap dengan botol soju ini
dibelakang Yesung
“Sungguh aku tak tahan dengan semua ini
Yesung-ah! Aaaaa....”
Yoo Ji Ae POV
Omo! Apa yang akan Nana lakukan pada botol
itu? Apa dia ingin memukul Yesung oppa? Andwae! Jangan terjadi Tuhaaan..
“aku berlari menghampiri Yesung oppa yang
sedang beraksi(?) itu dan..
Bugg..Prang..Cess..Priaang..(bunyi botol
pecah-____-“)
Aku mendorong tubuh Yesung oppa dan merasakan
sakitnya kepalaku ini..
“Yesung oppaaaa! Kau tak apa?” aku
berteriak tak karuan karena perlahan-lahan mataku ini tertutup
Dan aku sudah tak menyadari apapun lagi
kini
@Jinan Hospital
Author POV
“Uisa! Jebaal selamatkan Yuji ku..” Yesung
dengan berlinangan air mata dan baju nya yang penuh dengan darah segar itu
menangis sembari memeluk Yoo Eomma dan Eommanya sendiri
“Kau sabarlah Yoo-ya..” ucap Eomma Yesung
menenangkan Yoo Eomma
Kemudian seorang dokter keluar dari ruangan
itu setelah 1jam mereka menunggu
“eotteohke uisa? Bagaimana dengan annaeku?
Hu..hu..hu..hiks”
“tenanglah Yoo-ya...” ucap Eomma Kim
menenangkan
“Pendarahan di kepalanya sangat hebat. Dia
kehilangan banyak sekali darah. Dan penyakit Leukimia stadium 2 yang
dideritanya semakin mempersulit tranfusi darah yang kami lakukan.. kami hanya
berusaha semaksimal mungkin dan sisanya mintalah bantuan pada Tuhan.. baiklah
saya pergi dulu..”
Yesung melemas.. semua menangis..
Yoo Ji Ae terbaring lemah disana tak
berdaya
Dia bergelayut dengan komanya. Yesung
memasuki ruang ICU itu dengan mata yang sangat sayu, bibirnya bergetar hebat
“Yuji-ya pabbo! Kau dengar aku? Kau bodoh!
Bangunlah! Aku sangat mencintaimu! Bangunlah pabbo! Kita belum seminggu
bersama-sama seperti sepasang kekasih ini! Bangunlah pabbo! Aku tak ingin
melihatmu begini! Irreona Yuji-ya! Jebaaal irreonaaaaa..” Rontaan Yesung
semakin membuat Yoo Eomma menangis
Seperti mendapat mukjizat, tiba-tiba Ji Ae
membuka matanya perlahan menangis sambil meraih tangan Yesung
“Ye..sung..-ah.. eom..ma.. ah..juh..ma..
gham.sa..ham..nida.. mian..hae.. a..ku.. tak.. mem..beritahu.. ka.lian.. ttg..
pe..nya..kitku..” kata Ji Ae terbata-bata dan sambil menangis
(disarankan memutar Eric Nam _ Uraejeon
Annyeong biar agak galau soalnya artinya Goodbye masalalu -___-“)
“Yuji-ya pabbo! Kau bangunlaaah.. kami
semua ingin kau bangun.. jangan pikirkan penyakitmu.. aku ingin kau berdiri..
jebaal..”
“mwo..? wae op..pa? kenapa kau..menangis..?
ul..jima..op..pa..” Ji Ae masih sempat menghapus air mata di pipi Yesung
“Eom..ma.. jaga..lah..
Yesung..dan..Ddang..ko un..tukku.. bi..arkan dia ti..dur di
ka..marku..eom..ma..” air mata Ji Ae mengalir lagi
Matanya mengisyaratkan rasa lelah dan
perlahan – lahan dia pun terpejam
Bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman
yang sangat membuat semua hati bergetar
Dan untuk terakhir kalinya air matanya
kembali mengalir menetes di punggung tangan Yesung..
“ANDWAE!! Ji Ae-ya chagiyaaa jangan
tinggalkan Eommaaa!!”
“Yuji-ya pabbo!! Andwae!! Kau jangan terpejam
seperti itu!! Jebaaal bangunlah..”
Ji Ae pun pergi untuk selamanya
3 Tahun Kemudian
Yesung POV
“apa kau ingin ini?” Eun Rin membuyarkan
lamunanku
“Oh.. Ne taruh saja di situ.. gomawoyo..”
Sudah tiga tahun berlalu dan aku masih
belum bisa membuka hatiku untuk yeoja lain
Sungguh menyakitkan bagiku atas kejadian
semua ini..
Meskipun kini aku telah bertunangan dengan
Yoo Eun Rin, saudara sepupu Yuji ku yang disumbang Hati dan matanya oleh
Yujiku..
Mata itu selalu mengingatkanku dengan
Yuji-ya pabbo u,u
Aku selalu merasa Yoo Ji Ae hidup di dalam
hatiku dan mengikuti ku kemanapun aku pergi
Dan Jongji kini telah berumur 4tahun ia
tumbuh besar bersama dengan appa dan eommanya
Aku berjanji akan mengurus ketiga kura-kura
ini hingga mereka semua mati nanti..
Yuji-ya semoga kau selalu menungguku di
Surga sana
Tunggu aku Yuji-ya aku akan segera
menyusulmu nanti :’)
Aku bergumam pada langit biru itu dan
menunjukan Jongji pada langit biru itu :’)
“After
a long time, i’m here right now
Because
I long for that time..
Though
I tried to live without knowing..
I
Keep thinking about it
That’s
how I am, it keeps coming into my eyes
The
times we spent together, the memories they fall like stars
Tears
fall.. If I wait here
Will
I be able to see you? Then will I be able to tell you..”
Phogosipeun..
Aku tak mampu lagi mengucapkan sebuah kata
mewakili rasa rindu ku padamu
Apakah aku harus menunggu ajalku tiba agar
bisa bersamamu?
Apa aku harus menemukan takdir baru dan
melupakanmu? – Kim Jong Woon
Entah kapan waktu itu tiba, aku akan selalu
menunggumu..
Aku selalu ada di hatimu dan mengikuti
kemanapun jiwamu pergi..
Aku ikut berdiri disampingmu, menemani mu
dikala kau rindu suaraku..
Meskipun aku tak nyata lagi hadir di
kehidupanmu, Selamat tinggal my dreamingboy.. – Yoo Ji Ae
Suatu kehidupan yang entah kenapa hatiku
selalu menginginkanmu..
Seperti maghnet yang selalu menempel pada
sebuah besi
Aku selalu merasa hatiku telah sangat lama
bersama denganmu..
Hati ini terlalu sakit mengingat kenangan
tentangmu dulu..
Bukan aku ataupun bibirku, tapi ini hatiku
yang mengatakan..
Aku mencintaimu.. – Yoo Eun Rin
(Last Song : Super Junior _ Day Dream XD
hahaha)
---ENDing---
Huwaaah akhirnya selesai jugaaa :D
Capek kah? Ah aniyo.. lain kali saya akan
berusaha membuat FF yang lebih menarik lagi jauuh dari ini u,u
Doakan saya ne?! Gomawo buat yang udah
baca..
Gomapseumnidaaa #boww 90`
FF ini asli dari pemikiran saya.. jadi
Please No Plagiator :^)
-Lee
Eun Sup a.k.a Cho Han Rin-
Ika
FaFajrin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar