10.23.2013

You Like My Oxygen

You like oxygen for me! Jebal, hajima…!

Cast       : Lee Dong Hae
                  Lee Hae Ra a.k.a Park Hyo Ri (as You)
                  Han Adachi
                  Song Ji Min
                  Other…
Genre   : Friendship, Hurt(maybe), Yadong(molla~), Horror(?)
Song      : After School _ Wriswatch
                  Baek Ji Young _ Spring Rain
                  Lee Donghae _ First Love
                  Kyuhyun _ Just Once

Yuhuuuu annyeong hashimnikaa… saya datang lagi membawa FF yang membuat kalian semua pasti sudah bosan membacanya bukan? Hahaha *(nyengir ala Kyupil)
Apalagi dengan cerita yang Sad Ending?? Wahahaha itu favorite saya kalo membuat cerita yang endingnya pasti Sad gak pernah Happy -___-“
Cerita saya ini terinspirasi sama ‘Sedikit’ kehidupan saya…
Hahahaha saya ambil castnya iwak peyek itu lagi *(nunjuk si Donghae) karena dia memang bias saya yang paliiing saya cintai(?) xD *digampar Fishy, kabor ahhhh~

Dimohon untuk selalu memberi saran dan kritikan yaaa… dimohon seperti sebelum-sebelumnya saat saya mem post FF” saya yang lalu…
Ghamsahamnida #bow

-chekidot-

`Happy Reading`

Cinta ini datang begitu saja… aku tak pernah mau berurusan dengan cinta, pasti itu rasanya sangat sakit bukan?
How do you think about…your friend?
Eotteohke?Jika kau menyukai temanmu sendiri?Apakah itu hal yang wajar?
Semua manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan…
Sahabat, selalu ada dibelakang kita… namun jika ternyata kau sendiri yang menghancurkan sebuah persahabatan hanya dikarenakan cinta?Apa yang akan kau lakukan?
Lari? Sepertinya itu bukan alasan yang tepat… Bersembunyi? Kau pasti akan segera ketemu!
Hadapilah seberat apapun masalah yang menimpamu..karena Kepercayaan itu seperti kertas.. *(opo hubungane jal? –“ lupakan!)

Author POV

Seorang Yeoja manis nan cantik sedang berjalan seorang diri di koridor kampus kedokterannya yang sangat megah itu…
Koridor yang sangat sepi itu bisa membuat bulu kuduk siapa saja yang melewatinya akan berdiri
Ditambah lagi bangunan Kampus yang sudah tua, dengan lantai berwarna abu-abu layaknya bangunan kuno.Namun tak sembarang orang dapat lolos masuk ke Kampus Kedokteran yang katanya mempunyai sejarah misterius itu. Karena para alumni dari kampus itu semua dan tanpa terkecuali menjadi sukses bak konglomerat yang ada di bidang kesehatan(?) *gak mudeng saya -__-‘
Gwangju University, ya itu nama kampusnya. Universitas Kedokteran terfavorit se Korea Selatan *(kayak UGM gitu loohhh xD)

Kembali ke yeoja itu. Ia mengenakan kaos Biru langit dengan jaket tebal ke-abuan yang bertengger di tubuhnya..celana Jeans panjang yang menutupi kaki jenjangnya itu membuat kesan Agak Tomboy pada yeoja ini..
Rambut nya yang di kucir kuda dengan poni tebal yang menutupi keningnya serta sepatu All Star model Namja yang juga ia kenakan..
Yeoja ini sungguh cantik, sayangnya penampilan yeoja ini yang terlalu cuek malah menyembunyikan kesan Ellegant dan Cantik yang ada pada diri yeoja itu

“Lee Hae Ra!!!” Yeoja itu terkejut dan dengan sigap menoleh kebelakang
“Kyaaa!! Lee Dong Hae!! Kau mengagetkanku eoh?” suara yeoja itu terdengar seperti berteriak. Namja yang memanggil Ha era pun segera menutup telinganya cepat-cepat, tak mau ia terkena serangan jantung secara mendadak
“Bisakah kau kecilkan suaramu?! Lihatlah Koridor ini sepih, kau mau membuat keributan dengan makhluk-makhluk halus yang ada disekitar sini?” seketika yeoja itu langsung diam dan membungkam mulutnya, tak mau banyak mencari masalah dengan makhluk halus yang sangat sangat dibencinya itu
“eoh aku lupa… untung kau mengingatkanku Donghae-ya, jika tidak mungkin sudah ada beberapa yang mendekat ke arahku… hiii~” ucap yeoja itu dengan mata yang menerawang apa yang akan terjadi jika ia bertindak ceroboh
“Kajja!Ikut aku… aku ingin melihat siapa saja yang lolos tes kampus ini dari sekolah kita?” Lee Dong Hae, namja tampan itu menarik pergelangan tangan Hae Ra dan segera menaiki anak tangga yang ada di sebelah kanan koridor kampus tersebut dan berjalan menuju ruang Penelitian untuk mengetahui apakah ia lolos atau tidak

“Annyeong haseyo… apakah kau murid baru disini?” Tanya seorang yeoja cantik yang berpenampilan sangat feminim dengan senyum yang ia buat semanis mungkin. Membuat Hae Ra tertegun dan bergumam dengan pelan “sangat berbeda denganku..” namun gumaman itu masih terdengar oleh Lee Dong Hae yang sejak tadi berdiri di sebelah kanannya
“Oh ye..kami baru saja mengikuti Tes Wawancara 2 hari yang lalu, kami akan melihat papan pengumuman untuk mengetahui apakah nama kami tercantum disitu.. kau sendiri Aghassi?” jawab Donghae dengan sangat manis
“Tentu saja..aku sudah masuk pada daftar itu.. Jha, perkenalkan Park Seo Hyun imnida..mahasiswa jurusan ahli Gizi II.. siapa namamu Aghassi?” yeoja berambut pendek sebahu itu mengulurkan tangannya pada Donghae dan di balas uluran tangan juga oleh Donghae
“Lee Dong Hae imnida..dan temanku ini, namanya Lee Hae Ra.. Matamu sangat mirip dengan Haera..Apa kalian bersaudara? Hahaha, aniyo aku hanya bercanda ..Haera-ya perkenalkan namamu padanya..” suruh Donghae sambil menyenggol lengan Haera dengan lengan Donghae
“aaah ne.. Annyeong..Lee Hae Ra imnida^^ senang berkenalan denganmu Seohyun-ssi…” ucap Haera seraya membungkukkan badan dan beranjak meninggalkan Seohyun yang masih berbincang dengan Donghae. Haera menuju papan pengumuman itu dan..
“Omona?!! Kita satu ruangan lagi Donghae-yaaa!!! Aish akhirnyaaa penantianku tak sia-sia juga! Hahaha” sejenak Haera diam, dan ia sadar akan apa yang dikatakannya tadi. Segera ia menutup mulutnya dan membulatkan matanya
“Mwo?! Kau bilang apa tadi?” ucap Donghae dan segera menghampiri Haera yang masih shock dengan apa yang terjadi barusan
“Huwaaa kita satu bidang dan hampir setiap hari satu ruangan, Haera-ya!!Huwaah” Girang Donghae yang kemudian memeluk Haera dengan erat. Haera masih terpaku atas perlakuan Donghae barusan

***

Lee Hae Ra POV

“Ne Adachi-ya!Dan kau tahu? Aku bahkan satu bidang dengannya..sungguh menyebalkan bukan? Semakin lama aku akan semakin gila jika terus menerus menjadi sahabatnya aaargh!” aku curhat dengan sahabatku Han Adachi yang kini melanjutkan kuliahnya di Negara dimana ia dilahirkan, Jepang.
Ia sahabatku saat Senior High School dulu bersama dengan Lee Donghae dan Song Ji Min. kami berempat adalah sahabat. Dulu kami selalu bersama-sama dan selalu satu kelas berturut-turut.Kami berempat merupakan murid teladan yang cukup pintar dan banyak disukai Seonsaengnim-seonsaengnim. Apalagi Donghae? Ia bahkan mempunyai fans club sendiri saat Senior High School dulu
Banyak yeoja yang iri denganku karena aku bisa sangat dekat dengan Donghae… tak segan-segan banyak yeoja yang selalu mengerjaiku dulu namun aku tak pernah takut pada siapapun
Bahkan yeojachingu Donghae dulu sangat-sangat membenciku, ia selalu menghalalkan segala cara untuk memisahkan aku,Donghae, Adachi dan juga Jimin.. namun yeoja Donghae sepertinya memang benci hanya padaku. Entah apa yang dipikirkannya, mungkin ia mengetahui aku menyimpan sebuah rasa yang begitu besar pada Donghae..ia sahabatku disaat suka dan juga duka.. dan juga Namja yang selalu memberiku kekuatan untuk berubah demi dirinya^^
“Geurae arraseo… akan ku beritahu Donghae jika aku bertemu dengannya lagi nanti..jaga kesehatanmu Adachi-ya!! Saranghae!”
-piip-
Bunyi sambungan telephon yang sudah mati
Aku segera menghempaskan tubuhku kasar ke kasur yang empuk ini, menikmati setiap kenikmatan yang tercipta di kamar kesayanganku ini…
Kamar yang selalu berantakan ketika ke-tiga sahabatku itu datang walau hanya sekedar membuat tugas atau bermain di kamarku ini
Kami tak pernah memperdulikan Donghae yang seorang namja, karena kami bertiga terbuka dan bersahabat dengan siapa saja…
Segelintir memori tersirat dalam otakku secara tiba-tiba

-flashback-

Author POV

“baiklah aku dan Jimin akan keluar sebentar mencari Ramyeon kalian tunggulah kami! Jangan mengerjakan tugas dulu! Dan tunggulah kami kembali! Kalian jangan coba berbuat curang, arraseo?” ucap Adachi yeoja yang sama bentuknya dengan Haera itu sambil membulatkan mata sipitnya
“Nde!!Arra!!”Haera pun tak kalah kerasnya membalas tatapan Adachi
Beberapa detik kemudian hanya ada Donghae dan Haera yang tertinggal di dalam kamar Haera
…hening…
Mereka berdua berkutat dengan pikiran masing-masing
Donghae yang sedari tadi BBM-an dengan yeojachingunya serta Haera yang sedari tadi hanya memandangi laptopnya yang berisi banyak Video-video Super Junior, Idolanya. Sedetik kemudian Haera merasa jantungnya berdegup sangat kencang ia menoleh perlahan menghadap Donghae yang entah sejak kapan tertidur di samping Haera
“Omo?!” ucap Haera berbisik dan lama-kelamaan ia mendekat kan wajahnya ke wajah Donghae, sahabatnya itu
“Waeyo? Ada apa dengan jantungku?” katanya masih berbisik seraya memegang dada kirinya yang agak sakit kala melihat sebuah Massage di Handpone Donghae yang belum dibaca nya itu, Kim Nana, nama itu yang tertera di layar handpone Donghae
1..2..3.. ia semakin mendekatkan wajahnya pada Donghae, memandangi lekuk-lekuk wajah Donghae yang nyaris sempurna ini
Tiba-tiba… chuuu~
Apa yang membuatnya begitu hina hingga ia mencium bibir sahabatnya sendiri ketika sahabatnya sedang tertidur
Ia hanya menempelkan bibirnya pada bibir Donghae yang sukses membuat Donghae terbangun
“Omona! Apa yang kau lakukan Haera-ya?” ucap Donghae terkejut dan bangun dari tidurnya(?)
Haera yang sangat sangat terkejut mencoba bangun dan menundukkan kepalanya seraya meminta maaf pada Donghae
“mi..mianhae Donghae-ya..aku..aku bisa menjelaskan semua ini..Jeongmal..” pipi keduanya mengeluarkan semburat merah, jantung keduanya terdengar lebih cepat dari biasanya
Entah persetan apa yang ada di pikiran Donghae itu, ia malah mendongakkan wajah Haera menatap ke arahnya
Perlahan tapi pasti, wajahnya mendekat ke wajah Haera..dan pada akhirnya hidung mereka bergesekan. Donghae memandang Haera dalam sangat dalam
Haera tiba-tiba memejamkan matanya berharap Donghae akan menciumnya, syuut..
Ternyata dugaan Haera salah. Donghae malah memeluknya sangat erat bahkan sangat sangat erat sampai-sampai Haera hampir kehabisan nafas
“Aku sayang padamu Haera-ya… kita akan terus bersahabat hingga ajal menjemput bukan?” ucap Donghae penuh penekanan pada setiap kata-katanya membuat keduanya saling deg-deg,an
Haera bisa dengan jelas mendengar degup jantung Donghae, begitu juga sebaliknya
Perlahan Donghae melumat bibir mungil itu.Dan menggigit dengan kasar bibir bawah Haera hingga Haera mengerang kesakitan “Aargh…”
Tangan kanan Donghae yang berada di pinggang Haera tambah mengeratkan pelukannya hingga Haera merasa kehabisan nafas.5menit..10menit..cukup lama mereka berciuman hingga sebuah suara menghentikan aksi mereka
“Ya Tuhaan!Apa yang kalian berdua lakukaaaan?!” suara Song Ji Min tiba-tiba datang dan membuka pintu kamar Haera betapa terkejutnya ia melihat kedua sahabatnya yang sedang berciuman. Sahabatnya?Iya mereka bersahabat bukan? Adachi yang penasaran akan apa yang terjadi buru-buru masuk dan..
“Astaughfirullahalazim(????)!Aigooo! Ka..kalian? ber..berciuman?!” sontak Haera dan Donghae melepaskan bibirnya masing-masing dan mulai salah tingkah
“aniyo! Kalian salah paham Jimin-ah!” ucap Donghae membela diri
“apanya yang salah? Jelas-jelas kalian melakukan itu tadi?” sejenak kedua sahabat Haera –jimin dan adachi- terkekeh melihat tingkah laku mereka
“kalian sangat lucu hahahaha……” yang membuat Haera cepat-cepat bersembunyi di balik selimutnya
-flashback Off-

Lee Hae Ra POV

Aku mencintaimu donghae-ya, sangat mencintaimu melibihi seorang sahabat.Aku yang selalu ada disaat kau jatuh kedalam jurang yang amat dalam… dan aku yang selalu memperhatikanmu disaat kesehatanmu mulai menurun. Andai kita tak bersahabat, mungkin kita telah bersatu kini..
Mendadak butiran air mata bening keluar dari sudut mataku yang membuat aku semakin terisak
Donghae-ya jebal sadarlah jika kita saling menyukai… apakah karena kita bersahabat itu yang membuatmu tak mau lagi memelukku?Bahkan menciumku seperti kala itu? Hiks..

Aku kembali berfikir ketika pengumuman di Kampus tadi yang membuat Donghae sontak memelukku dengan erat seakan sangat senang jika kembali bersamaku lagi…
Dan lagi-lagi aku hanya berfikir jika itu hanya pelukan seorang sahabat kepada sahabatnya, tidak lebih
“kau bahkan adalah First Kiss ku, Donghae-ya… mungkin ciuman 1tahun yang lalu itu hanya akan menjadi history ku… menjadi ciuman pertamaku dan terakhirku denganmu… kapan waktu itu akan terulang kembali? Aku takut… aku takut jika suatu saat nanti aku mulai lelah mencintaimu, Donghae-yaa…” aku mulai menangis –lagi- menutup wajahku yang penuh air mata ini dengan bantal Angry Bird Biru besar kesayanganku.
“Aargh…” aku merasakan nyeri yang amat sangat tiba-tiba pada bagian perut atasku, aku mencoba berdiri perlahan dan mengambil segelas air putih di dekat meja kasurku. Glek… setelah aku merasa lega, aku pun kembali melanjutkan tidurku dan bergelayutan di dunia mimpi~

*Keesokan Harinya*

“Arraseo eomma… aku segera pergi..Annyeong hashimnika!”
“hati-hati chagi!” beberapa saat kemudian aku melangkahkan kakiku untuk keluar rumah karena aku akan pergi dengan Donghae pagi ini
“Kau sudah siap Hae Ra-ya? Kajja!” aku pun pergi dengan Donghae ke kampus menggunakan mobilnya
Hari pertama kami masuk di Universitas favorit ini… kami menjalani masa orientasi selama 3 hari…
“Apakah kau siap untuk melanjutkan di kampus itu nemo-ya?” tanyaku padanya yang masih focus menyetir
“Aish! Jika sudah sampai kampus nanti, jebal jangan katakana nemo didepanku! Arraseo?” ucapnya kesal dan hanya kubalas decakan sedikit

***
“Mwo?Apa yang kalian bicarakan? Siapa yang akan mengikuti pentas drama dengan Park Seo Hyun eoh?” aku mendekati beberapa kerumunan mahasiswa yang sedang berdiri di depan madding dengan membicarakan seorang Lee Donghae. Yah aku dengar mereka menyebutkan Lee Donghae
“nde? Ahh aniyo aghassi… aku hanya kagum pada namja ini… ia akan bermain pentas drama dengan yeoja anak Sajangnim pemilik universitas ini… kau tau? Ia sangat cantik. Geure aghassi aku harus masuk kelas. Permisi..”
“oh ne..” mwo? Lee Donghae? Park Seo Hyun? Wae?Apa ada yang salah dengan diriku? Kenapa aku susah sekali untuk bernafas saat ini? Sungguh sakit hiks..
Yeoja itu sungguh sempurna jika bersanding dengan Donghae, aish aku ini mikir apa? Donghae hanya sahabatmu, Hae Ra! Jangan pikirkan dia, jebal Tuhan bantu aku melupakan cintaku padanya :(
Tes..lagi-lagi air mata ini! Ck..ada apa denganku? Kenapa makin lama perasaanku ke dia semakin menjadi?
Saat aku berbalik berniat menuju kelas hari ini, aku bertemu dengan sosok yeoja yang sangat ku kenal
“mwo hago isseyo?” Tanya nya ramah padaku
“aniyo.. hanya melihat isi madding hari ini.. wae? Ada yang salah denganku?” jawabku mencoba terlihat ceria didepannya. Kemudian kami berpandangan cukup lama, ia menatapku dengan datar. Aku hanya menatapnya biasa. Ada sesuatu diantara kami, aku seperti rindu dengan sosok ini..matanya, sama persis sepertiku, ingin rasanya aku memeluknya, namun siapa dia? Dan siapa diriku? Tak lama kami berpandangan akupun meninggalkan nya sendiri
Syut..ia mencegah ku pergi, menahan bahuku dan membalikkannku ke arahnya. Aku yang terkejut reflek membentaknya
“Sebenarnya apa maumu?!” ia agak terkejut mendengar perkataanku
“ck! Yeoja pabbo, pergilah dari hadapan Donghae! Aku tak suka melihatmu mendekati nya..” katanya ketus kemudian cepat-cepat pergi dari hadapanku
“Memangnya siapa kau?!Apa hakmu melarangku untuk mendekatinya?! Apa yang kau inginkan dariku?! Kau yang bodoh! Kau bahkan tak tau siapa aku sebenarnya! Apa hubunganku dengannya!” aku meneriaki nya saat ia pergi meninggalkanku sendiri
Aku merasa sangat sakit ketika dia membentakku dan menghinaku seperti itu… aku merasa hatiku sedikit perih, tanpa sadar aku pun menitikkan air mata yang entah dari mana datangnya air mata ini (?)
Kemudian aku pun segera menuju kelas selanjutnya

“kemana saja kau?” tiba-tiba Donghae menghampiriku
“melihat madding.. wae?” kataku sedikit ketus padanya
“kkkk~ apa yang kau lihat heum? Kau melihat pementasan drama ku dengan Seohyun? Hahaha” bukannya menanyai keadaanku ia malah tertawa. Semakin membuat ku sebal saja!
“Dasar ikan busuk! Aku benci padamu! Kenapa kau membuatku tak bisa membencimu? Padahal aku sangat ingin membencimu!” kata-kata itu terlontar dari mulut manisku, mataku mulai berkaca-kaca saat menatap matanya yang hangat
“bu..bukankah sahabat tidak boleh saling membenci Haera-ya? Wae? Kau kenapa?” aku melihat raut wajahnya yang agak khawatir dengan keadaanku sekarang
“mi..mianhae Donghae-ya..” aku langsung memeluk tubuhnya erat, tak peduli siapapun yang sedang melihat kami saat ini
“Haera-ya… Kim Seonsaengnim sudah tiba…” ia melepas pelukannya dan bluss ku rasa kini pipiku telah merah kala melihat Kim Seonsaengnim geli dengan tingkah kami XD

---------------------------------------------     ****OoOoOoOo****`` =================================================================================

Lee Donghae POV

Hari ini adalah pementasan drama untuk masa Orientasi siswa baru.Aku sebagai pemeran pria utama nya dan Park Seo Hyun sebagai pemeran wanita utamanya.Aku sungguh tak nyaman dengan semua ini, aku selalu menyesali penampilan sederhana Hae Ra yang tak pernah bisa merubah penampilannya seperti putri. Padahal aku yakin ia akan tampak lebih cantik dari yeoja didepanku ini -_-
Bukannya aku tertarik padanya, aku hanya merasa nyaman bila berada di sisinya.Ya bukankah sahabat seharusnya seperti itu? Rasa nyaaman yang membuat kita akan lama menjalani sebuah persahabatan bukan? Itu yang selama ini ku rasakan pada Haera.Aku tau Haera mencintaiku bukan sebagai sahabat, namun aku tak mau merusak hubungan persahabatan kami.Makanya aku selalu menolak untuk berpelukan dengannya aku tak mau kejadian dulu terulang lagi.Membuatku salah tingkah bila berada di sisinya.

“kemana yeoja tengik itu eoh?” aku clingak-clinguk mencari sosok Lee Hae Ra didalam gedung ini dan.. aku menemukan sosok yeoja cantik sangat cantik malam ini dengan dress selutut dan rambut panjang lurusnya yang hanya diurai tanpa aksesoris apapun, beberapa helai poni berjatuhan dari rambutnya menutupi kening yang tak terlalu lebar itu. Neomu Yeppeuda…
“Lee Hae Ra!!” aku berteriak memanggil namanya dari atas panggung, membuat semua mata menatapku sejenak kemudian beralih menatap Hae Ra dengan tatapan kagum
“bisakah kau kecilkan suaramu? Kau sedang diatas panggung pabbo!!” Hae Ra tak kalah semangatnya membalas ucapanku
Kemudian pentas drama pun dimulai… banyak adegan romantic yang aku lakukan dengan Seohyun.Membuat banyak yeoja berteriak histeris.Aku bahkan merasakan tingkah Seohyun yang terlalu berlebihan sedari tadi. Tanpa sadar aku selalu menatap Hae Ra diam-diam untuk memastikan ia menangis atau tidak. Mwo? Kenapa ia tak ada di kursi itu? Bukankah tadi ada disana?Eodiya? Aish! Apa dia menangis?
Pentas drama pun selesai, aku segera kembali ke belakang panggung dan segera mencari Hae Ra. Aku ingin memastikan keadaannya baik-baik saja
Kemana dia?
Aku berjalan agak cepat keseluruh sudut ruangan untuk mencarinya, cukup lama aku tak menemukannya aku pikir ia sudah pulang akupun kembali ke belakang panggung untuk mengambil barang-barangku dan menyusul kerumahnya
“Daebak juseyo! Aktingmu keren tuan nemo! Haha” aku terkejut melihatnya tengah duduk di kursi sambil menyodorkan segelas air kepadaku
“Kyaaa!Dari mana saja kau?!Aku mencarimu bodoh!”
“mwo? Sejak kapan kau mencariku?” ia mepoutkan bibirnya dan menatapku tak percaya
“ah shireo! Aku tak mencarimu! Aku hanya ingin mengatakan, penampilanmu itu jelek! Kau lebih bagus pakai celana jeansmu itu dengan rambut kelincimu, pabbo!”
“jinjjayo?! Bahkan banyak namja yang mengatakan aku cantik tadi..apa kau buta?” ia lantas berdiri dan menghampiriku kemudian memutar-mutar kan badannya didepanku
Aku sedikit terkekeh melihat tingkahnya yang sangat berbeda malamini..ia sama sekali tak terlihat seperti namja!
“Rambutmu ini! Seharusnya dinaikkan saja!” aku mengacak-acak poninya yang agak berantakan
“Donghae-ya?” ia menatapku dalam. Ach ya Tuhan jangan sampai kejadian itu terulang lagi aku tak mau membuatnya menangis
“Donghaae-ya… matamu itu?” ucapannya menggantung membuatku penasaran. Aku menunggunya melanjutkan ucapannya
“sangat jelek…” ia sedikit berjinjit dan menyentil keningku dengan kedua jarinya
“aaawwhh!! Appo!!” aku terkejut, kufikir Ia akan menciumku?
“Aish! Apa yang sedang kau pikirkan tentangku?!Aish dasar Yadong!”
Ia pun segera pergi meninggalkanku sendiri disini
“aniyo Hae Ra-ya, aku tak ingin membuatmu menangis jika kau melanjutkan nya tadi seperti dulu..” gumamku tanpa sadar

-skip-

*beberapa hari kemudian

Hari ini aku tak ada kelas dengan Hae Ra, jadi aku merasa rindu padanya setelah 2 hari yang lalu tak bertemu karena ia selalu pulang cepat setelah pelajaran selesai..tak pernah lagi mau bermain denganku di kantin. Huft
“sepertinya aku akan menghabiskan kimbab ini sendirian >_<” sreet.. aku merasa ada seseorang yang mengambil kimbab itu dari tanganku saat aku ingin memakannya, ahh itu Hae Ra?!
“Lain kali jika kau butuh teman, bicaralah padaku oppa…” aku berbalik menghadap nya dan Omo? Ada apa Seohyun datang padaku?
“ah ne? apa yang kau lakukan disini Seohyun-ssi?”
“aku hanya menemanimu mengabiskan ini oppa.. wae? Tak boleh?” aku hanya diam menuruti kemauannya
“Oppa, maukah kau mengajariku pelajaran anatomi tubuh? Aku sangat lemah pada pelajaran itu..”aku teringat Hae Ra yang sangat pandai pada pelajaran itu
“Hae Ra, Lee Hae Ra~! Kau bisa memintanya mengajarimu, Seohyun-ssi..”
“Nugu? Lee Hae Ra?! Andwae! Appa ku sudah memintamu menjadi guru privatku mulai hari ini setelah pulang kuliah oppa..” aku terkejut. Itu tandanya tak akanada banyak waktu untuk aku bisa bermain lagi bersama Haera

“setiap hari?” aku bertanya ragu padanya. Sebenarnya aku tak enak hati jika menolak ajakan Appanya, namun aku juga tak ingin menyakiti hati Seohyun
“aniyo.. hanya hari selasa dan rabu oppa.. kau kan hanya hari itu dapat kelas pagi hari oppa..”
“oh ne arraseo..” ia pun memelukku dengan erat “gomawo oppa!” aku agak risih dengan perlakuannya yang secara mendadak itu

                “Cinta ini salah..aku tak pantas memendamnya..
                Namun, aku akan terus tersiksa jika menyembunyikannya darimu..
                Aku tau jawaban dari bibir manismu itu, aku tau kau akan menjawab tidak
                Jebal juseyo~ mungkin hanya aku yang mencintaimu setulus hati
                Cukup susah menjaga perasaan ini bertahun-tahun, Ya Tuhan..” – Lee Hae Ra

Lee Hae Ra POV

Aku berjalan seorang diri menyusuri koridor kampus yang mulai sepih ini..
Sepertinya hari sudah hampir sore, aku bahkan lupa memakai jam tanganku..ckck
Sudah hampir satu bulan aku tak bertemu Donghae, aku selalu memergoki(?)nya berdua dengan Seohyun. Yah mungkin memang ia namjachingu Seohyun kini..apa aku harus menghapus semua perasaan lebihku dengannya? Ach sangat sulit, jebal jangan paksa aku Hae-ya ;(

“Oppaaa lihatlah es krim nya membasahi buku ku… kau seharusnya membelikanku yang masih beku…”
“aish kau ini!”
“Oppaaa, sekarang baju dan mulutku belepotan! Lihatlah …”
“baiklah.. Sini! akankubersihkan, kajja senyumlah!” aku mendengar suara Donghae di ruangan anatomi tubuh ini. Aku mulai mendekati ruangan ini, pintunya tak sepenuhnya tertutup jadi aku bisa mengintipnya dari luar meskipun tidak jelas.Omo?! Aku menutupi mulutku dengan kedua tepalak tanganku seraya menahan tangisanku
Apakah aku tak salah melihat? Lee Donghae namja yang selama ini sangat kucintai mendekatkan bibirnya pada bibir yeoja lain meskipun aku hanya melihat punggung Donghae, tapi aku tau dia pasti sedang mencium bibir Seohyun. Dan parahnya yeoja itu malah memeluk Ikan mokpo ku dengan tangan kanannya yang masih memegang es krim :’(
Hiks..
Hatiku sungguh miris melihat adegan itu. Bukankah selama ini Donghae selalu menghindari ku jika aku akan melakukan itu padanya?
Apa salahnya? Seorang sahabat boleh dong memeluk sahabatnya?Apa ada yang salah denganku?
Ya Tuhan…
Aku berjalan menjauhi mereka… Tes… Tes… aku merasakan bau amis pada hidungku, aigo~ sepertinya aku ke lelahan hari ini, sebaiknya aku cepat pulang saja sebelum banyak darah yang keluar dari hidungku ya Tuhan…

Author POV

“Baiklah, minggu depan aku akan kerumahmu Seohyun-ssi..aku sudah mendapat honor bulanan dari Appa mu, aku tak enak bila mengecewakannya.. hmm hari sudah sore, kau boleh pulang duluan Seohyun-ssi..” Donghae dengan ramah membereskan buku-buku milik seohyun dan memasukkannya kedalam tas yeoja itu
“apakah Oppa tak mau pulang bersamaku?” Donghae menggeleng dengan senyuman manis yang masih menghiasi bibirnya itu
Seohyun pun segera pergi dan membungkukkan badannya pada Donghae, yang dibalas dengan anggukan lagi oleh Donghae
“Ach lelah sekali aku berada di kampus ini sedari tadi pagi.. Huaaaah~ aku akan mandi air panas sore ini! Haha” Setelah Seohyun cukup lama meninggalkan Donghae, Donghae pun segera keluar dari ruangan itu
Srek…
“Ige mwoya? (apa ini?)” Donghae terkejut dengan sebuah gantungan kunci yang sangat ia kenal terjatuh didepan pintu tempatnya belajar dengan Seohyun beberapa menit yang lalu. Gantungan kunci berbentuk setengah bintang yang berhiaskan ikan-ikan kecil di sebelah bintang itu semakin menunjukkan bahwa gantungan kunci itu hanya bisa ditemukan di tempat dimana Donghae lahir, Mokpo
“Bu..Bukankah ini gantungan milik Haera? Kya! Ada darah yang menempel pada gantungan ini..mwoya? Lantai ini pun juga terkena tetesan darah.Ini tak mungkin darah Haera kan?” Donghae memastikan darah itu masih segar atau tidak, setelah tau jawabannya ia segera berlari menggenggam gantungan itu dan menyatukannya dengan gantungan yang juga ia milikki
Ia khawatir dengan keadaan Haera, ia sering melihat Haera akhir-akhir ini berpenampilan sangat kusut seperti tak pernah makan setiap paginya
Ia berlari menghampiri mobil biru soft nya dan pergi menuju rumah Haera

@Haera’s house
Tok..tok..tok..

“Sillyehamnida?” Ucap Donghae berulang kali
“Nugusseo?” ia mendengar suara Haera dengan lantang dari dalam rumah yang tak terlalu besar ini
Ceklek..
“Lee Dong Hae?Benarkah ini kau?” Donghae terkejut dengan wajah pucat Haera, dan rambut haera yang dibiarkan terurai terlihat seperti tak terawat
“Lee Hae Ra! Ada apa denganmu?!”
Syut.. Haera langsung memeluk Donghae dengan erat seperti tak mau kehilangan Donghae
Donghae juga membalas pelukan Haera kali ini, ia mencium puncak kepala Haera dengan perasaan yang sangat sulit untuk diartikan
Haera yang membenamkan kepalanya di dada bidang Donghae perlahan kehilangan kesadaran dan..bruk..
“Lee Hae Ra?!Kau kenapa?! Jebal bangunlah! Ada apa denganmu? Ada apa dengan hidungmu itu?!”
Donghae menepuk-nepuk pipi Haera, ia segera membawa Haera kekamarnya
Tak berapa lama Eomma Haera tiba
“Lee Donghae? Mwo hago isseyo?Apa yang kau lakukan di kamar Haera?”
“Aniyo ahjumma..saat aku mengetuk pintu, kemudian Haera membukanya, dan..dan dia terjatuh..” Donghae dengan panic menjelaskan semuanya pada Eomma Haera

`OoOoOoOoOo`

“aku tak menyangka Haera punya penyakit yang tak baik pada empedu dan hatinya.. Tuhan, apakah Haera masih bisa bertahan untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang Dokter?” Donghae duduk di kursi taman dengan wajahnya menatap keatas langit biru dengan awan putih yang menghiasi awan itu semakin membuat suasana menjadi teduh
“Oppa!”
“aish! Kau membuatku terkejut seohyun-ssi!”
“Kau sedang memikirkan apa Oppa? Ckck kau pasti sedang berfikir Yadong ne?”
“Omo.. Aniyo.. Ani Seohyun-ssi..aku hanya memikirkan temanku yang sedang sakit..”
Donghae mulai bercerita panjang lebar pada seohyun, sedikit rasa tidak nyaman menyelimuti hati seohyun dengan topic yang sedang dibicarakan Donghae adalah yeoja yang sangat Seohyun benci, Lee Hae Ra
“aah Oppa tak usah memikirkannya.. bagaimana jika kita beli es krim kemudian menuju rumahnya? Aku juga ingin melihat keadaannya Oppa..Eotteohkeyo?”
“Kajja! Aku tak sabar untuk bertemu dengannya lagi…”
Mereka pun pergi ke kedai es krim dan tak lama kemudian Donghae melajukan mobil nya untuk menuju ke rumah Haera

“Haera-ssi, bagaimana keadaanmu?” sambil masih menggenggam tangan Donghae, seohyun memberi Es Krim yang tadi dibelinya bersama Donghae
“Dasar rubah…” Haera hanya membatin ucapannya itu sambil membuang muka dan berbalik membelakangi mereka berdua
“Kau tak boleh menolak pemberiannya, Haera-ya.. Ia yang mempunyai niat untuk mengunjungimu..Jebalyo?Es Krim ini kesukaanmu bukan?”Donghae membujuk Haera yang masih membelakangi mereka berdua.Ia meraih lengan Haera dengan lembut dan memegang tangan Haera perlahan, membuat Seohyun menahan kekesalannya
“Jebal juseyo Haera-ya aku tak suka melihatmu seperti ini..kau tau?” belum sempat Donghae melanjutkan ucapannya, Haera sudah memotong perkataan Donghae’
“Ne arraseo aku terima es krim darinya..Kau puas Donghae-ya?Ahh sepertinya kalian butuh berbicara lebih banyak bukan?Otte aku keluar dulu~” haera meninggalkan mereka berdua di kamarnya *(loh??-__-aneh ya to?)membuat Donghae terbengong-bengong atas tingkah Haera yang sangat sangat tidak Donghae mengerti
Haera menuju belakang rumahnya yang biasanya dibuat banyak anak-anak kecil untuk bermain, dan biasanya mereka selalu mengidolakan Donghae

Flashback ON

“Noona, noona, kau lihat tidak Hyung yang tampan tadi menuju rumah ini?”
Ucap seorang anak kecil pada Haera, yg kala itu baru membuat tugas akhir sekolahnya dengan Adachi dan Jimin di teras belakang rumah Haera yang kebetulan cukup sejuk
“aniyo adek kecil.. kami tak melihat kakak tampan tadi..” ucap Adachi membuka suara mereka
“Aish eonni berbohong! Lihatlah kakak ini pasti mengetahuinya kan? Eonni jebal beritahu kami dimana namjachingumu itu berada eoh?” seorang yeoja kecil menunjuk-nunjuk Haera dengan mempoutkan bibirnya. Sontak Adachi dan Ji Min teriak bersamaan
“Omoya! Hahahaha”
“Yaaak! Kenapa kalian malah menertawakanku eonni?” gadis kecil tadi menghampiri Haera dan berlindung didekatnya
“Aniyo.. Dia bukan namjachingu ku chagi..dia hanya sahabatku, sama seperti mereka..” ucap Haera dengan lembut seraya memperkenalkan teman-temannya satu persatu
“noona kau cantik sekali.. Gaya rambutmu sama seperti Youngmi, yeojaku.. Lihatlah..hihihi” namja kecil itu menunjuk gadis kecil dengan gaya rambut diikat kelinci dengan poni tebal didepannya. Semua yang berada disitu pun tertawa lepas melihat tingkah Haera yang salah tingkah sambil memanggil nama Donghae
“Kyaaaa! Donghae-ya! Apa yang kau ajarkan pada merekaaaa?!!”
Donghae yang baru menampakkan tubuhnya pun langsung diserbu oleh anak-anak kecil yang menagih es krim darinya
“Aniyo Haera-ya~! Aku tak mengajari apapun pada mereka.. Jeongmal!” tangannya membentuk sebuah huruf ‘V’ yang di tempelkan dekat kepalanya
“Oppaaaa mana es Krim kami..tadi kau menjanjikannya pada kami!” ucap gadis kecil yang bernama Youngmi tadi
“mwo? Bukankah kau bilang akan membelikan 4es krim untuk kami Donghae-ya?” Kini giliran Han Adachi yang menuntut Donghae kembali
“Aisshh kalian semua menyusahkanku!” Donghae pun berlari kearah halaman untuk menghindari berbagai macam serangan oleh anak-anak maupun sahabat-sahabatnya sendiri

---------------------------------------------OoOoOoOo------------------------------------------------------

“Donghae-ya!Kau tak mengabari Han adachi jika hari ini kita belajar kelompok bersama di teras belakang rumahku?Aish kau ini selalu seperti ini jinjja!” Haera menyambar handpone Donghae dan menekan nomor HP Adachi yang ia hafal
“Adachi-ya! Palliwa! Sudah hampir 15 menit aku menunggumu!”
“Aigoooo hanya 15menit kau mengeluh??Bukankah disana ada Donghae?Kau bisa mengerjakannya dulu dengan Donghae, aku dan Ji Min menyusul, pabbo!”
Tuut—tuut—tuut
“Aishh selalu memutuskan keputusannya sendiri >_<” Haera pun lengah dan kembali duduk di sebelah Donghae. Menyandarkan kepala nya pada dada Donghae sambil memainkan PSP nya
“Haera-ya, namja seperti apa yang kau sukai?” Sontak membuat Haera menoleh keatas menghadap Donghae
“Ani! Aku tak suka namja! Jangan tanyakan itu padaku! Aish kau ini~” ia pun kembali melanjutkan permainannya, tak berapa lama ia tertidur
Donghae yang sedari tadi memandangi wajahnya, mengambil PSP yang masih bertengger di tangannya, mengecup puncak kepalanya singkat, kemudian meletakkan kepala Haera pelan-pelan pada karpet yang ada di halaman itu
“Tidurlah dengan nyenyak, Haera pabbo…” Donghae melepas jaket tebalnya dan menyelimutkannya di tubuh Haera.Donghae segera pergi mencari es krim untuk bekal belajar kelompokna nanti. Haera yang ternyata sedari tadi hanya pura-pura tidur, lantas beranjak memeluk jaket tebal Donghae dan bergumam tak karuan

-Flashback Off-

                “Kineun manhi keosseulkka nae ireum gieokhalkka..
                Yunanhido mari eopdeon ainde, I missing you..
                Yeojachingu isseulkka saenggangmaneurodo misoga..
                Cham bogosipda nae chinguya..” – Lee Dong Hae

Lee Dong Hae POV

“Sudah ku duga ternyata kau disini, Haera-ya..” aku menghampiri Haera yang tengah melamun di halaman belakang rumahnya, tempat dimana banyak meninggalkan kenangan antara kami
“Donghae-ya?Apa yang kau lakukan disini eoh?! Seohyun? Eodiya?” bukannya menanyakan keadaanku, ia malah menanyakan Seohyun u,u
“Ia tadi pamit padaku, ia pulang mendahuluiku..wae? Kau rindu padanya? Haha”
“aish~ sinca! Dia itu yeoja yang sangat licik! Kau tau?” aku tak percaya Haera bisa berkata seperti itu pada Seohyun
“Jeongmalyo? Kau bercanda Haera-ya! Dia tak seperti yang kau fikirkan..”
..diam..ia kembali menatap lurus kedepan
Sebenarnya aku tak mengerti apa yang ada di pikirannya saat ini? Sikapnya yang sangat sangat berubah akhir-akhir ini membuatku selalu khawatir, namun aku juga sangat kesal padanya
“Kau kenapa Haera-ya?Kau sangat aneh akhir-akhir ini? Apakah ada sesuatu?” tiba-tiba ia menoleh kearahku dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan tatapan aneh nya seperti ingin menelanku hidup-hidup membuatku sedikit takut untuk menatapnya, tapi aku berusaha untuk terus menatapnya
“Aku?Kenapa?Kau memperdulikanku, Lee Dong Hae yang sangat tampan hingga disukai banyak yeoja?!Kau bilang aku ini kenapa?Kemana dirimu 3bulan terakhir ini?Apa yang kau lakukan sehingga kau lupa kepadaku? Apa kau mengingatku setiap waktu? Cih~ sepertinya posisiku sebagai sahabatmu sudah tak berarti lagi dimatamu Donghae-ya… bahkan kau lupa bahwa ini hari ulang tahun Song Ji Min sahabatmu! Sahabat yang selalu membuatkanmu PR matematika jika kau tak pernah mau membuatnya! Sahabat yang selalu mengingatkanmu untuk bangun lebih awal agar tak lupa membawa tugas-tugas seonsaengnim! Apa kau melupakannya? Bahkan Seohyun sepertinya lebih berharga di bandingkan dengannya! Kau berubah Donghae-ya..aku kecewa padamu..”
Jlebbb~~ bagaikan ditusuk ribuan pisau, dadaku terasa sakit ketika mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Song Ji Min, sahabatku kala Senior High School dulu..
Dan apa yang dikatakan Haera tadi benar, bahkan Haera sakit pun aku tak mengetahuinya..aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku menjadi guru private Seohyun.. aku sibuk menuruti segala permintaan konyol Seohyun.. aku tak memperdulikan Haera dan sahabat-sahabatku lagi kini.. aku menyesal Haera-ya.. Maafkan aku..aku pun beranjak menyusul Haera berlari
“Haera-ya! Chankaman! Hajima Haera-ya! Aku ingin bicara padamu! Jebalyo…” aku mengejarnya yang mulai berlari keluar rumah

“Haera-ya!Donghae-ya!”Haera yang tadi nya lari, kini menghentikan langkahnya dan menatap arah pagar yang lumayan dekat dengan ku berdiri.Ia berlari menghampiriku, bukan aku yang dihampirinya melainkan yeoja di belakangku
“Song Ji Min!!!” hupp—ia memeluk Ji Min sangat erat, aku yang mulai menyadari kehadiran Ji Min ikut memeluknya *(teletubies…berpelukan ye?? Hahaha LOL XD)
“Haera?Kau kenapa?Kenapa kau menangis? Omonaa! Wajahmu pucat sekali?Kau sedang sakit? Donghae, ada apa dengan keadaannya?” bukannya membalas pertanyaan Ji Min, haera malah menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan menyenggol lenganku agar ikut menyanyi bersamanya
“saengil chukha hamnida.. Saengil chukha hamnida..saranghaneun uri Ji Min, saengil chukha hamnida~ Happy birthday to you.. naega isseo haengbokhae~” Haera pun mengajak Ji Min untuk masuk dalam rumahnya, aku hanya mengikuti mereka berdua dari belakang
Sekarang kami bertiga berada di ruang tamu rumah Haera, berbincang dan saling mengejek hal yang kami sering lakukan semasa Senior high school dulu..bahkan kini aku dan Haera dapat berbincang bersama lagi, setelah beberapa jam yang lalu Haera memarahiku dan menangis didepanku
Setelah cukup tenang keadaan saat ini, aku memulai membuka pembicaraan
“Haera-ya.. Jeongmal mianhae..” Haera yang sedari tadi di sebelahku, kembali menatapku dengan serius
“untuk?”
“Aku mengecewakanmu tadi.. Jimin-ah, mianhamnida..aku hampir melupakan hari ulangtahun mu tadi.. jeongmal mianhae.” Ucapku seraya menundukkan kepala
“hahahahahahaha!!!” bukannya memaafkanku, mereka berdua malah tertawa lepas dan menatapku dengan tatapan ‘sukurin lu!’
“mwoya? Apanya yang lucu hah??!” aku kesal dengan mereka, aku pun pergi meninggalkan mereka dan pamit dengan Eomma Haera untuk pulang

***
Lee Hae Ra POV

1tahun adalah waktu yang cukup lama untuk aku memendam penyakit empedu dan hatiku.. 1 tahun juga waktu yang cukup lama untuk aku yang sangat jarang bertemu dengan Donghae di kampus, padahal kami sering sekelas, namun aku tak pernah lagi berbicara dengannya..aku tak pernah bermain dengannya di kantin lagi, padahal kami sering saling berpesan lewat surat pada sore hari di taman biasa aku dan Donghae menghabiskan es krim saat Senior High School dulu
Besok adalah hari ulang tahun Donghae, aku akan memberikan kejutan yang akan membuatnya terkagum-kagum dengan kejutanku..hehe

@Gwangju Store

“memangnya kau akan berbelanja keperluan apa?” Song Ji Min cerewet sekali eoh? Huft
“untuk Donghae, Jimin-ah.. eum aku akan membuat sesuatu yang berbeda pada ulang tahunnya kali ini.. heum kita butuh krim itu!” tunjukku pada Jimin dan berlari mengambil krim strawberry untuk sebuah cake
“kau yakin akan membuat ini semua sendiri Haera-ya?”
“Heum..” jawabku sambil mengangguk yakin
“arraseo.. kalau begitu, besok saat kau menyerahkan kue ini, kau harus berpenampilan sangat cantik.. eotteohke?” ahh sepertinya itu bagus, mungkin ini ulang tahun Donghae yang terakhir buatku, aku akan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik ya Tuhan! Bantu aku ya Tuhan!
“Nde??! Kajjaaa hwaiting!!” aku pun segera berbelanja berbagai keperluan untuk membuat cake tanpa memperdulikan keadaanku yang mulai melemas

-skip-

“kau yakin semua bahan sudah masuk dalam plastic itu haera-ya?”
“ne aku sangat yakin Jimin-ah! Baiklah kajja segera ambil mobilmu dan kita membuat cake ini bersama..haha” saat aku menunggu Ji min yang sedang mengambil mobil, aku menunggu didepan Mall ini
Aku terkejut ketika mataku menangkap pemandangan yang sangat tak asing lagi.Bukankah itu Lee Donghae? Sedang apa dia disini? Ia membawa begitu banyak barang, aniyo itu buku diary yang di tempatkan di kardus
Aku berlari menghampirinya “Lee Donghae!” aku berhenti berlari ketika melihat seorang yeoja keluar dari mobil Donghae dan membawa kardus cokelat itu kedalam Mall
“itu Seohyun?” gumamku pelan, mataku mulai berkaca-kaca
“Lee Haera!” Donghae menghampiriku, dan dengan cepat aku menghindarinya aku berlari sekuat mungkin untuk menghindar darinya. Aku tahu ia akan mengkhawatirkan keadaanku jika melihat aku sedang menangis entah itu karena kemasukan debu atau menangis karenanya
“Chankamanyo Haera-ya!” aku terus berlari hingga mobil Ji Min mendekat kearahku
Blam..aku segera menutup pintu mobilnya cepat-cepat dan menyuruh Jimin untuk cepat melajukan mobilnya
“gwaencanayo Haera-ya?” Tanya Jimin khawatir dan menoleh kea rah spion mobil
“Lee Dong Hae?Sedang apa dia di sini?” Tanya Song jimin –lagi- membuatku kesal bila mendengarnya
“mollayo! Jangan tanyakan padaku, jimin-ah..palliwa, aku ingin segera pulang kerumah jimin-ah.. jebalyo?”
“ah arraseo..” Jimin pun melajukan mobilnya dengan cepat
Aku tak menyangka Donghae bahkan pergi dengan Seohyun bersama di Mall, mereka membawa sebuah kardus cokelat, mungkin itu adalah kado yang akan Seohyun berikan untuk ulangtahun Donghae besok u,u

`OoOoOoOo`

Author POV

“Kau yakin masih mau melanjutkan nya Haera-ya?” Song Jimin sahabat Haera sangat khawatir dengan keadaan Haera yang pucat tapi tetap masih membuat kan Cake untuk ulangtahun Donghae besok
“nde.. JImin-ah bisakah kau ambilkan pasta itu? Palliwa..”
“ah ne.. ini Haera-ya.. sebaiknya pastanya jangan terlalu tipis..” sambil menyerahkan pisau kecil pada Haera
“aku mengerti Jimin-ah.. maaf telah merepotkanmu malam ini.. aku mengganggumu Jimin-ah mianhae..”
“gwaenchana Haera-ya, aku akan menemanimu membuat cake hingga esok pagi tiba..” Haera menghampiri Jimin dengan tangan yang masih penuh pasta.Ia memeluk Jimin hangat seraya memejamkan kedua matanya sejenak
“Gomawo Jimin-ah, kau memang sahabat yang paling mengerti aku.. Saranghae..”
Kemudia ia kembali melanjutkan membuat kue lagi

Wednessday, 15 October

@Donghae’s Bedroom

Matahari mulai menampakkan sinarnya membuat sepasang mata indah nan tampan itu terbuka. Menampakkan wajah nya yang amat rupawan. Mungkin burung pun rela berdiri didepan jendela kaca yang tak pernah ditutup oleh sehelai benangpun, demi menyaksikan sang malaikat rupawan bangun dari beribu kisah mimpinya semalam. Lee Donghae, namja yang sangat tampan yang mampu membuat hati semua wanita luluh padanya. Dengan jurus andalannya yang sangat romantic, senyum yang tak pernah lupa ia singgungkan semakin membuat nya terkesan seperti namja yang baik dan tampan
..please don’t please don’t say good bye ay ay.. *(suara dering smsnya si Dongek)

Membuat namja itu terbangun dan langsung menyambar handpone yang setia menemaninya tidur di samping bantal tempat kepalanya itu bertengger
Matanya membulat seketika membaca pesan masuk yang tertera di layar ponselnya
‘My Pabboya Yeoja’
Senyum lebar terlukis indah di bibirnya, hati nya merasa hangat kala membaca pesan yeoja yang sangat dekat dengannya itu. Jantungnya berdegup kencang, buru-buru ia membuka pesan tersebut sembari menyunggingkan senyum yg amat sangat lebar

“Donghae-ya! Saengil chukhaeyo~ aku berharap ulang tahun mu kali ini bisa membuat mu beribu kali lipat tersenyum kepada dunia..juga kepada burung yang ada didepan jendelamu.. Donghae-ya, aku ingin bertemu denganmu hari ini..aku tunggu kau di taman seperti biasa, aku hanya bisa bertahan selama 3jam selebihnya, aku akan marah padamu! Arraseo? Janganlah terlambat! Pukul 4 p.m kau harus memakai jaket tebalmu itu! Musim gugur akan segera berakhir! Jaga kesehatanmu! Hahaha .your pabboya yeoja – Lee Hae Ra”

Setelah membaca pesan singkat itu, ia segera menoleh pada jendela yang tak jauh dari tempatnya berbaring
“ckck! Apa yang biasa kalian lakukan didepan jendelaku eoh?!” sembari membuka jendelanya, ia bercakap sendiri kepada burung yang tengah memperhatikannya dari tadi
“wuuh.. udara sangat dingin.. padahal musim gugur belum berakhir eoh? Sepertinya aku harus ke toko baju untuk membeli beberapa jaket tebal untukku dan..untuk Haera agar ia bisa menjaga kesehatannya..”
Donghae pun segera menyambar masuk ke kamar mandi, tak lupa sehelai handuk(?) menemaninya masuk kedalam
15menit kemudian..*(gila! Lama bgt lu bang mandinya? -__-“)

“Arraseo.. Saengil chukhaeyo, Lee Dong Hae! Jinjja~ penampilanmu sangat tampan hari ini ckck” namja tampan yang berbicara dengan dirinya sendiri didepan cermin sembari tersenyum layaknya orang-orang gila kebanyakan -____-

@Gwangju University

Donghae duduk dikursi panjang tepat di bawah pohon pinus yang tak berdaun(?) seraya menyinggungkan sebuah senyum dengan headset yang terpasang pada kedua telinganya itu
“aish pukul 4 p.m mengapa masih lama? Aku tak sabar menunggunya..” gumamnya sambil terus memandangi jam tangan yang bertengger manis pada pergelangan tangannya
“Oppa!!” seseorang mengagetkannya tiba-tiba
“aish neo?! Seohyun-ssi tak bisakah kau pelan-pelan memanggilku?” Seohyun hanya terkekeh mendengar Donghae berkata seperti itu padanya
“Oppa..ikutlah denganku sebentar.. Appa ingin bertemu denganmu..”
“Tapi aku ada kelas hari ini pukul 1 p.m nanti..tak bisakah besok saja?” Seohyun pun dengan sigap memaksa Donghae untuk mengikuti nya masuk dalam mobilnya
“Shireo.. Appa ingin bertemu denganmu hari ini juga..”

-skip-

“Donghae-ya… bisakah kau mencarikan Park Hyo Ri untukku?” Tuan Park mulai menceritakan sebuah rahasia pada Donghae
“mwo? Park Hyo Ri? Nuguya Appa?” Seohyun tiba-tiba memotong ucapan ayahnya itu dan membuat ayahnya sedikit membentaknya
“bisakah kau diam sebentar?!” membuat Seohyun akhirnya pun diam dan Tuan Park kembali melanjutkan ucapannya
“Park Hyo Ri, saudara kembarmu… sebenarnya eommamu tak meninggal, ia masih hidup entah dimana keberadaannya kini.. Sejak kami berpisah 20 tahun yang lalu, ketika kau berumur 2tahun, ia membawa Hyori pergi ke Osaka, Jepang dan sempat tinggal disana hingga Hyori masuk Senior High School di Korea.. namun aku tak mengetahui keberadaan mereka di Korea, sangat sulit mencari mereka, mungkin eomma mu sudah mengganti nama Hyori.. Hyori umurnya terpaut 3jam lebih tua darimu..ia mempunyai kelainan pada Hatinya, karena Hati kalian hanya satu namun dokter berusaha membagi hati kalian agar kalian sama-sama hidup.. keunde Appa sangat ingin anak kedua Appa hidup sehingga 75% hati kalian berada pada dirimu..”
..hening.. semua nya tercengang atas apa yang dikatakan Tuan Park barusan
“Ja..Jadi?aku punya saudara kembar, appa?” Donghae hanya bisa menerawang, saat ini pikirannya masih berada pada Haera yang menunggunya di tengah udara dingin
Ia selalu menyesal, Haera tak pernah cerita apapun tentang penyakit empedu dan Hatinya. Tiba-tiba
“Lee Hae Ra! Mianhamnida aboeji..ia chinguku, ia mempunyai penyakit pada empedu dan hatinya.. ia hanya tinggal bersama eommanya, tanggal lahirnya pun sama dengan tanggal lahir Seohyun.. apa mungkin..?” belum sempat Donghae melanjutkan ucapannya, Tuan Park langsung mengajak Donghae untuk diantarkan kerumah Haera
Donghae pun menuruti kata Tuan Park dan mengantarkan nya kerumah Haera

`OoOoOoOoOo`

“nugusseo?” terdengar suara Eomma Haera dari dalam rumah dengan lantang
Cklek..
“Omo?!!” Eomma Haera pun shock dan menatap tak percaya dengan apa yang terjadi dihadapannya
“Park Hyo Ri, dimana dia? Kenapa selama ini kau sama sekali tak memberitahukan keberadaanmu di Korea? Aku pikir kau masih tinggal di Jepang dan akan tinggal disana selamanya! Tapi ternyata kau…!” belum sempat Tuan Park melanjutkan ucapannya, Eomma Haera pun menghampiri Donghae
“Donghae-ya, Haera tak bersamamu?” Donghae yang terkejut langsung sadar akan janjinya pada Haera
“Aigooo! Myiecheosseo! Aku..aku melupakan Haera ahjumma.. jeongmal mianhae, aku akan segera menyusulnya di taman..”
“Jebalyo.. Cepatlaah sudah sejak pukul 3 sore tadi ia menunggumu..hiks”

@Sapphire’s Garden

Donghae berlari sekuat tenaga tak memperdulikan mobil-mobil yang mengklaksonnya kala ia menyebrang jalan dengan tergesa
Betapa terkejutnya ia melihat yeoja manis nan cantik mengenakan dress pink selutut, rambut hitam panjang yang dibiarkan terurai dengan poni tebal menutupi keningnya, tubuhnya diselimuti jaket cokelat tebal, gadis itu tertidur di sebuah kursi panjang namun bibirnya menunjukan bahwa dirinya sedang tak baik-baik saja
Ia tetap menggenggam tas jenjang yang berisikan Cake Ulang tahun hasil karyanya untuk seseorang yang sangat dicintainya
“Lee Hae Ra? Neo gwaenchanayo?” perlahan haera membuka matanya, ia tersenyum dan menyerahkan tas jenjang itu pada Donghae
“akhirnya kau datang juga Donghae-ya… bukalah.. aku yang membuatkannya khusus hanya untukmu..” Haera pun duduk disebelah Donghae
“woaaah~ Kyeopta! Kau kah yang membuatnya Haera-ya?”
“heum.. Ji Min yang membantuku waktu itu…”
Syuuut… Donghae memeluk Haera sangat erat..seolah tak mau kehilangan yeoja itu untuk selamanya
“hiks..hiks.. Saranghae Donghae-ya! Nan jeongmal Saranghaeyo~”
“sebegitu besarkah rasa cintamu padaku Haera-ya? Jebal, Kajima… jangan tinggalkan aku sendiri… aku tak bisa hidup tanpa dirimu… aku..aku..aku juga mencintaimu Haera-ya! Ikatan persahabatan ini sungguh menyiksaku! Aku tak pernah mau menghianati ikatan ini, namun aku tak tega padamu… aku juga mencintaimu Haera-ya sangat mencintaimu..ketika mengetahui kau sakit, aku sangat ingin berada disisimu bukan sebagai sahabat namun lebih dari sahabat aku ingin menyentuh tubuh ini, menghangatkannya setiap kali kau merasa kedinginan… aku ingin menyentuh bibir ini..” Kemudian donghae merenggangkan pelukannya.Ia menempelkan bibirnya pada bibir Haera singkat
“namun aku takut… aku takut aku akan salah tingkah bila berada disisimu dan malah menyakitimu.. aku takpantas menjadi orang yang kau cintai, Haera-ya…” Haera pun terisak dan membenamkan kepalanya di dada bidang Donghae
“sstt.. kau tak boleh bicara seperti itu! Aku menerima kekuranganmu lebih banyak  dari pada kelebihanmu! Jebal, jangan membuatku lebih sakit dari ini… aku selalu merasa kau juga menyimpan rasa padaku..hiks”
“Maukah kau menjadi milikku seutuhnya saat ini?” Donghae kembali memeluk Haera setelah Haera mengangguk dan mengeluarkan banyak air mata

Sedangkan tak jauh dari tempat mereka berpelukan, Seohyun menyaksikan kisah dramatis mereka… ia pun menitikkan air matanya
“Selama ini aku jahat padamu, eonni… aku telah merebut Donghae perlahan darimu, membuat hatimu sangat sakit..bahkan aku membenci saudara kandungku sendiri… padahal kau tak pernah sama sekali membenciku… hiks eonni apa yang bisa ku lakukan untuk menolongmu tetap hidup?”

Brug…
Haera perlahan terjatuh dengan darah yang mengalir dari hidungnya
“Lee Hae Raaaaaaaaaaa!!!!” Seohyun pun datang menghampiri Haera terjatuh, dan membantu Donghae untuk mengangkat Haera menuju mobil Seohyun
“Eonni… jebal irreona… hiks aku bersalah padamu… aku egois pada hidupmu hiks”

@International Hospital

(Kyuhyun _ Just Once now playing… XD)

Lee Dong Hae POV
Aku tak pernah menyangka akan begini keadaanya, Ya Tuhaaan jebal jangan ambil Haera dariku… selama ini aku selalu dekat dengannya, aku selalu menghabiskan banyak waktu bersamanya, membuatnya tersenyum, menangis bahkan tertawa.., aku mengisi setiap hari-harinya…
Tapi kenapa disaat aku benar-benar ingin hadirnya, Kau malah mengambilnya dari sisiku Tuhan?
Aku tak mau penggantinya ataupun seseorang yang mirip dengan dirinya…aku  hanya ingin dia, hanya ingin hatinya
“Uisa, eotteohke Haera?” Ahjumma menghampiri dokter, dengan cepat dokter itu meminta maaf.. Aku mohon jangan sekarang Ya Tuhan..jangan sekarang aku mohon… aku belum sempat membuatnya bahagia..
“aku tak tahu apakah ia akan hidup hingga esok pagi tiba… hatinya sangat lemah, ia tak meminum obatnya lagi beberapa bulan ini? Aku tak tau harus berbuat apa… sebaiknya, serahkan semuanya kepada Tuhan.. Haera anak yang baik, ia punya cita-cita menjadi dokter sama sepertiku, ia pernah berkata ia ingin membuat semua orang tersenyum untuknya, ia selalu berusaha untuk mempertahankan keinginannya meskipun itu sangat sulit..ahh aku hampir saja lupa, ia memintaku mempertemukannya pada namja bernama Donghae… baiklah aku kembali ke ruanganku, jika ada sesuatu panggil saja aku.. Annyeong..”
“ne gomawo uisa`”
Aku pun segera memasuki ruangannya, buru-buru menggenggam erat kedua tangannya dan mencium bibirnya berulang kali
“Haera-ya! Kau pabbo! Aku menelpon Adachi dan Ji Min tadi untuk segera menghampirimu! Kau tak mau bertemu mereka? Kau tak mau melihat konser Super Junior minggu depan eoh? Aku sudah membelikan tiketnya untukmu~ aku akan menemanimu menonton! Jebal bangunlah… Kau pasti bisa Haera-ya..”
Tes… Haera menghapus air mata yang mengalir di pipiku perlahan… aku segera menyuruh Seohyun untuk mengambilkan box cokelat yang telah kupersiapkan untuk ulang tahun Haera yang hanya terpaut 1 minggu denganku
“Kau ingat box cokelat ini? Kau salah paham Haera-ya… waktu itu aku dan Seohyun memang pergi ke Mall, namun aku ingin membungkus box cokelat ini yang akan kuserahkan padamu disaat ulang tahun mu nanti… aku berencana untuk memberanikan diri mejadikanmu kekasihku bukan sahabatku lagi, Haera-ya jebal bangunlah aku yakin kau bisa.. demi aku, kau harus tetap bertahan hidup, kau harus meneruskan pesan-pesanku yang sudah tertulis pada buku ini Haera-ya.. Jebal juseyo~ hiks”
Aku kembali mencium I bibirnya lagi, ia meneteskan air matanya, air mata kami bercampur tak segan aku menelannya. Kemudian memeluknya lagi

Suara alat pernafasan yang membuatku benci akan hadirnya, terus  berputar semakin lama semakin lambat… aku segera pergi keluar tak mau melihat Haera yang akan meninggalkanku

Lee Dong Hae POV End

Author POV

“Oppa..kau mau kemana? Haera membutuhkanmu…”
“Seohyun-ssi, sampaikan box cokelat ini padanya..aku hanya pergi sebentar..”
Ahjumma pun menghampiri Donghae dan berkata
“Gomawo nak… kau telah membuat Haera mengerti akan arti cinta sebenarnya..kau selalu membuat Haera tersenyum dan membuat semua orang tersenyum untuknya.. aku berhutang banyak padamu Donghae-ya”
“Ahjumma mianhae..karena ku Haera menjadi seperti ini.. aku mohon, maafkan aku.. gantungan ini, jebal serahkan pada Haera… aku sangat mencintainya ahjumma..”
Donghae pun berpelukan dengan Eomma Haera, tak lama kemudian ia pergi entah kemana author pun tak mengerti(?) tujuannya setelah ini XD *LOL

3 tahun kemudian …

15 October
“Donghae-ya!Aku datang lagi… ini, kau pasti suka bunga ini bukan? Aku membelikannya khusus untukmu~ aku sangat mencintaimu Donghae-ya! Haha”
“Eonni kau sudah selesai? Kajja! Ada yang ingin bertemu denganmu setelah ini…”
“Donghae-ya..hiks.. aku berjanji akan selalu menjaga hati ini untukmu.. Hati ini yang bisa membuatku bertahan tetap mencintaimu hingga saat ini.. Hati ini yang memaksa aku untuk menerima kakakmu yang jauh lebih jelek dari pada dirimu..hati ini yang membuatku bertahan tetap pada cita-citaku hingga saat ini… aku mencintaimu melebihi apapun didunia ini Donghae-ya.. Tunggu aku disana..”
Haera pun tersenyum pada langit sembari menunjukkan kalung dengan gantungan kunci pemberian Donghae yang menjadi bandulnya
“Aku akan datang lagi Donghae-ya! Mokpo tak menjadi halangan untukku berkunjung ke makam mu Donghae-ya! Meski ragamu jauh disini, dan Roh mu jauh disana, namun aku percaya, hatimu menjadi satu dengan tubuhku kini… Nan Jeongmal Saranghae Donghae-ya!”
Haera pun beranjak dari pemakaman itu dan memasukki mobil audy biru milik saudara kembarnya, Seohyun itu

***

“Eonni kau harus mencuci sepatu mu sendiri! Aish kau ini mau jadi istri macam apa?! Lee Hyuk Jaeeee lihat lah calon istrimu itu! Ia bahkan sama sekali tak bisa memasak! Padahal ia sangat pandai membuat Cake! Jinjjaaaa!! >_<”
“kkkk ia hanya akan mau jika membuatkan Cake untuk Donghae, Seohyun-ah… Seohyun-ah cepat kedepan, sepertinya ada yang mencarimu…”
“mwo? Nugu? Minhyuk oppa!! Wuaaaah pogosipeo~!!”

-skip-

“kau suka? Itu Cake untukmu… Donghae sangat senang jika aku membuatkannya untukmu oppa…”
Hyukjae pun segera mengambil Cake itu, meski hatinya sangat sakit hingga sekarang Haera masih belum bisa merelakan Donghae dan mencintai dirinya sepenuhnya
“Gomawo chagiya…”
“Ne…” Haera tersenyum membalas tatapan Hyukjae yang sangat mirip dengan tatapan Donghae

Dan Hanbonman nareul saranghaejwoyo…
Geudaeneun irheulge hanado objjyo…
Geujuh hansoongaman nareul saenggakhaebwayo..
Saranghamnida geuhriweul.. Sarang…

Aku akan tetap mengikuti hatimu, entah sampai kapan aku bisa mencintaimu hatimu yang akan memimpin setiap rasa cinta yang aku rasakan…
Aku beruntung memiliki sahabat sepertimu, aku mencintaimu sejak kita berteman…
Dan akan mencintaimu sampai kita bertemu kembali di surga yang penuh dengan cinta, nantinya…
Terimakasih telah menghadirkan penggantimu yang sangat berbeda denganmu, sedikit rasa rindu tertutupi dari lubuk hatiku… Naega neol saranghae yeongwonhi~ … - Lee Hae Ra

Entah apa yang aku rasakan saat ini… aku tak pernah bisa membencimu… aku juga sangat mencintaimu, mungkin mata ini yang menuntunku terus menatapmu dan membuat mu cantik saat aku menatapmu…
Kau seperti oxygen bagi mataku ini… aku akan terus menjaga harta yang sangat berharga ini, yaitu dirimu… akan kubuat kau mulai terbiasa dengan mata ini… Johahaeyo~ … - Lee Hyuk Jae

--------------------------------------END--------------------------------------------

Fuaaaah *ngelap keringeeett . Akhirnya END ing jugak nih FF XD
Benar-benar GaJe+Jelek! Hihihihi XD mohon dimaafkan alurnya gak karu-karuan montang-manting kesana kemari (?)Jebal Kritik dan sarannya ne? Gomapseumnidaaa #Bow
Semoga gak pernah bosen sama FF-FFku selanjutnya ne? :D hehehehe *nyengir Evil


Lee Eun Sup a.k.a Cho Han Rin ELFishy Jewels Sparkyu 23 March 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar