1.31.2014

A Miracle (MinSul Shipper) | Chapter 2 END

Cast       : Choi Jin Ri
                   Choi Min Ho
                   Lee Tae Min
                   Cho Kyu Hyun
Genre   : Sad, Hurt, Romance, etc
Song      : Taeyeon _ Closer
                  Onew _ In Your Eyes
                  EunHae _ Still You

Annyeong haseyo readers J
Saya datang lagi dan membawakan FF yg berbeda dari biasanya(?) hohoho :o
Kok isa beda ya? Kenapa? Karena cast yg saya pakai tumben bukan dari Member SJ *berhubung saya Elf
Saya Minsul Shipper, atau Sulho shipper.. Entah kenapa saya sukaaaa bgt sama couple itu, gara-gara TTBY hohoho :v
Eh tapi sebelumnya memang bias saya di F(x) itu si Sulli XD dan bias saya di SHINee itu JongMin (Jonghyun-Minho) hahahaha XD
Baiklah ini FF jauuuuh dari kata sempurna, jadi mohon saran dan kritikannya ya chingudeul :D

Terimakasih..


~Happy Reading~

Terkadang aku bisa menahan semua rasa sakit yang menusuk hatiku, hanya karena dirimu..
Karenamu aku jadi mengerti apa itu pengorbanan. Mungkin aku hanyalah orang yg merugi karena aku tak mengerti indahnya langit sesungguhnya..

Ah kau tak menganggapku? Aku setiap detik bahkan setiap nafas yang kuhirup selalu kuingat dirimu.. Apa kau tak bisa melihatku hanya sedikit saja? Oh jebal~ Geumanhae! Geumanhae atas semua yang kau lakukan padaku..

Ranting pohon sangatlah rapuh, namun ia bisa menggoyangkan puluhan daun.. Ia bisa mengikuti kemana arus angin itu pergi.. Seperti dirimu, kau lemah andai saja aku bisa menjadi yg pertama di hatimu.. Tak akan kubuat air mata keluar dari pelupuk matamu..

Part Sebelumnya ...

***

Camping’s Day End~

Author POV

“Jadi.. Kau telah membujuk pelatih Park agar mau melatih Minho lagi di club Renang?” Ucap Taemin sembari meraih kedua tangan Sulli
“Heum..” Sulli mengangguk
“Woaah.. Kau berkorban sangat banyak? Lalu Minho? Apa dia sudah kembali ke club itu?” Tanya Taemin semakin girang
“Entahlah..” Sulli menggeleng tak mengerti jawabannya
“Yah..” Seketika tangan Taemin mengendor
“Lalu apa yang kau jelaskan pada Pelatih Park tentang kedudukan Minho yang dulu kau rebut?” Ucap Taemin lagi menginterogasi
“Hahaha kau konyol sekali Taemin-ah.. Aku merebut kedudukan Minho, membuatnya malu habis-habis an karena seorang atlet seperti dia yang sedang naik daun tiba-tiba tak mengikuti Lomba Renang tingkat Nasional? Dan malah membuatnya mengundurkan diri dari club renangnya? Hingga ia di cibir berbagai teman-temannya termasuk musuh terbesarnya? Kkkk~ itu .. benar-benar..” Sulli masih tertawa sejenak kemudian ia berhenti dan air mata kembali tumpah
“Namun itu sangatlah kejam..” Ucapannya meneruskan
Taemin pun menenangkan Sulli dan memeluknya erat

Minho sedari tadi melihat mereka dari balik pohon, merasa sangat sakit
“Sebegitu kejamkah dirimu Sulli-ya? Apa perasaanku salah akhir-akhir ini? Memang sepantasnya aku membencimu!” Umpat Minho pada Sulli geram
Ucapannya barusan membuatnya meneteskan air mata entah darimana asalnya(?)

Part Selanjutnya ...

“Bukan sesungguhnya yang kau dengar.. Itu semua tidak benar..” Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Minho dari belakang
“Hyun..Jae??” Ucap Minho terbata
“Ada yang ingin ku bicarakan padamu..” Ucap Hyunjae dengan menunduk
“Tidak sekarang, aku harus menyelesaikan satu urusanku dulu..” Minho bergegas pergi meninggalkan Hyunjae yang ingin meraih tangan kekar Minho

2 Hari Kemudian
*Kantor Kejaksaan Tinggi Daerah*

“Baiklah dengan ini saya putuskan, kalian resmi bercerai. Dok..Dok..Dok..”
Seketika itu air mata sukses jatuh dari pelupuk mata gadis yang tengah duduk di Kursi Tersangka(?) dengan menatap suami nya yang baru saja memutuskan perceraian dengannya
Memori-memori yang sempat menari di otak nya berputar begitu cepat
Ingin rasanya gadis itu berlari memeluk mantan suami nya itu, dan mengatakan bahwa dirinya begitu mencintai seorang Choi Minho
Tapi apa daya? Kontrak tetaplah Kontrak, hanya hukum yang bisa berbicara tentang ini
Dengan tubuh yang melemas, gadis ini beranjak dari kursi memunguti koper-koper yang telah disiapkan nya sejak semalam dan berjalan perlahan keluar dari ruangan yang membuat dada nya begitu sesak kini



@Bandara Incheon

“Kajja, eomma mu sudah menunggu mu disana.. ia bilang, seorang pria akan membuatmu melupakan Minho dengan sekejap..” Ucap Choi Yeun Geun ahjumma kepada Sulli
Drap..drap

“Chankaman-yo!!” Seketika langkah Sulli terhenti ia membalikkan tubuhnya kebelakang
Syuut..
Seorang namja memeluknya dengan erat sangat erat bahkan, seperti tak ingin Sulli cepat-cepat meninggalkannya
“Jebal kajimara.. hiks, nan neo saranghanda Sulli-ya..” Lee Taemin terus saja mengucapkan bahwa dirinya mencintai Sulli, sahabatnya yang selama ini selalu hadir di sisinya entah dalam keadaan suka mau pun duka
Namun sepertinya kenyataan ini harus sirna mengingat beberapa menit lagi pesawat yang menuju Amerika akan segera lepas landas
“Aku akan membuat Minho menyesali perbuatannya, jebal tetaplah di Seoul.. Aku akan membuat nya kembali mencintaimu..” Taemin melepas pelukannya dan menghapus bulir-bulir air mata Sulli
“Amoepda aniya.. tak perlu Taemin-ah, ia sudah lebih bahagia saat ini.. Geure aku pergi dulu, jaga dirimu ne? Arrachi? Nado saranghanda “ Ucap Sulli kemudian mengikuti eomma nya masuk kedalam pesawat

***

L.A – Amerika Serikat

“Hahahaha, ani kau lebih cocok menjadi oppa ku.. Aku sama sekali tak tertarik denganmu Kyuhyun-ah” Gadis yang bernama Sulli berulang kali bergelayut manja di lengan seorang namja nan gagah ini
“Arraseo terserah kau saja.. Terpenting aku tak ingin pertunangan ini berlanjut.. Ckck kasihan sekali kau bahkan 2 tahun menikah belum pernah sama sekali melakukan hubungan suami-istri? Ckck, geure adikku ini sebaiknya kembali lah ke pelukan seorang Choi Minho bukan nya Cho Kyuhyun,arrachi?” Ucap pria ini panjang lebar membuat Sulli mengembangkan senyumannya
“Keunde ia tak mau lagi bertemu denganku, itu percuma karena tak akan bisa merubah tekadnya oppa..” Ucap Sulli dengan penuh canda dan tawa
“Heum? Maldo andwae.. Itu pasti akan berubah sesuai dengan waktu nya nanti.. Kau fokuslah pada kuliah mu di sini, setelah kau lulus dan mendapat gelar Dokter, baru lah aku antar kau pulang ke Seoul..” Ucapan Kyu membuat Sulli sedikit terhenyak
“Jinjja??? Aaaaa gomawo oppaa” Jawab Sulli penuh kegirangan

-skip-

“Yak! Choi Sulli? Kau masih didalam eoh? Kajja cepatlah aku tak bisa menahannya.. Aisshh” Kyuhyun mondar – mandir didepan Kamar Mandi rumahnya menunggu Sulli keluar
“Nde..” Setelah menunggu beberapa menit yang ditunggu pun akhirnya keluar dengan perasaan tak bersalah sama sekali membuat Kyu ingin memakannya hidup-hidup
“Ada email balasan yang masuk untukmu, kajja lihatlah aku telah mengetahui siapa pengirimnya..” Kyu pun segera masuk kamar mandi dan menutup pintu dengan cukup keras membuat Sulli terkejut dengan tiba-tiba
“Aissh! Lain kali berhati-hatilah pabbo!!” Teriak Sulli sebal

Ia pun beranjak dari tempatnya dan menuju laptop milik tunangannya, Cho Kyuhyun
Betapa terkejutnya ia mengetahui seseorang yang begitu ia cintai membalas email yang pagi tadi ia kirimkan

                “Annyeong haseyo.. Anda orang Korea? Senang berkenalan denganmu..”
                “Sulli-ya? Kau kah itu? Aku mencari kabarmu ke semua orang, mencari dan terus mencari keberadaanmu tak ada seorang pun yang memberitahu nya untukku.. Kau tahu? Aku hampir mati karena tak bisa melihatmu untuk yang terakhir saat di bandara itu, aku terlambat 2 menit setelah pesawat lepas landas.. Sulli-ya, nafas ku sesak ketika tahu kau telah bertunangan di Amerika sana. Aku ingin memutar kembali kejadian kemarin dan tak akan pernah menceraikanmu lagi.. hiks, jebal beri aku satu kesempatan.. jangan terima dirinya Sulli-ya.. Dan terimakasih karena kau telah berkorban banyak hal yang selama ini tak kuketahui.. Kau yang merancang semua nya demi menyelamatkan ku.. Jeongmal Saranghamnida, gujil-gujilku.. – Choi Minho”

Tes.. air mata terus menetes di pelupuk mata gadis cantik ini
Sungguh bergetar hatinya, ia merasa sangat puas dengan kenyataan yang terjadi saat ini
Choi Minho? Kau kembali padaku? Batin nya
Sebuah senyuman menyungging bebas di wajahnya, membuat wajahnya berkali-kali lipat lebih cerah dari biasanya
“Aku putuskan untuk tetap mencintaimu Minho-ya..” Ucap Sulli penuh semangat

Flashback On

“Aku ingin bicara padamu.. Ini masalah penting.. Jebal” ucap Hyunjae
“Kau tak lihat?! Aku baru saja bercerai dengan Choi Sulli, apa kau tak bisa melihat situasi heum?? Ini kantor kejaksaan bodoh!” Caci maki Minho pada Hyunjae
Hyunjae hanya bisa mendengus sebal dan menundukkan kepalanya menyesal

Ya.. Seseorang yang sangat membenci Minho, seseorang yang telah membuat Sulli menjadi sengsara seperti ini. Hyun Jae mengajak Minho berbicara dan ia akan menjelaskan semuanya
Minho pun akhirnya menuruti permintaan musuh terbesarnya untuk berbicara serius padanya

Deoholic Caffee

“MWO-YA?! Neo?!! Neoneun jeongmal myiecheosseo-ya??!” Plakk! Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus Hyun Jae
“Mi..mianhada..” Tunduk Hyun Jae menyesali perbuatannya
“Selama ini kau telah membuatku membenci sosoknya, Hyunjae-ya! Apa kau tahu betapa sakitnya bila berada di posisi nya? Jinjja kau ini benar-benar!” Murka Minho, mengingat keadaan Sulli beberapa hari yang lalu sebelum dirinya resmi bercerai dengan Minho karena kehabisan waktu kontrak
“Semua sudah terlambat Minho-ya, aku benar-benar meminta maaf padamu.. Lagi pula kau tak pernah mau mendengarkan suara hati mu sesungguhnya.. Aku tahu kalian sudah mempunyai perasaan masing-masing meski kebencianmu menutupi rasa cinta mu yang sesungguhnya.. Aku harap kau kejar dirinya lagi..” Ucap Hyunjae dengan penuh menyesal

Flashback Off

Los Angeless-Amerika Serikat

3 Tahun telah berlalu
Musim dingin juga telah berlalu
Bergantian dengan Musim Semi
Para pelajar berlarian kesana-kemari mengelilingi pantai yang sejuk ini
Tak terkecuali seorang gadis yang tengah menatap Kimchi nya dengan malas dan hanya membuang air nya saja ke tempat sampah, membuat lelaki disebelahnya hanya mendengus sebal

“Yak! Daripada kau hanya merusak selera makanku, lebih baik kau pergi saja bermain seperti anak-anak itu!! Sincaa?!” Lelaki itu merebut Kimchi yang tengah disantap Sulli dan melahapnya
“Aishh! Dasar evil kau!!” Ucap Sulli sebal
Ia berlari kearah pasir pantai dan mulai bermain ceria bersama-sama dengan anak-anak disana
“Can I playing with u?” Ucapnya girang
“Okay! Let’s to make a wonderfull building sist!” jawab salah satu anak kecil dengan tak kalah cerianya

Tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya
“Sillyehamnida, bisakah aku bertemu dengan tunanganmu?” Sulli terkejut dan masih sembari bermain pasir ia menjawab
“Mwo? Kau bisa berbahasa Korea? Nde akan kupanggilkan” Ucap Sulli agak tak peduli
“Sist, what’s your mean?” Seorang anak bertanya karena tak mengerti maksudt ucapan Sulli pada pria yang berdiri dibelakangnya itu
“No, just Korean language..” ucapnya cuek dan terus menyelesaikan kastilnya

“Yaak!! Cho Kyu Hyun!! Ada yang ingin bertemu denganmu!! Sepertinya kita memang harus memutuskan pertunangan! Aku tak ingin pergi bersamamu seperti ini.. Kau ini evil sekali!” Teriak Sulli membuat banyak anak kecil menutup telinga nya karena tak mengerti apa yang Sulli bicarakan
“kkkkk~ Lucu sekali kau ini.. Tak pernah berubah” Sulli tak mengerti mengapa pria ini menertawainya, ia pun segera berdiri dan membalikkan badannya
Cho Kyuhyun yang melihat ini dari jauh hanya bisa tertawa
“Kau mau wine lagi hyung?” Ucap Taemin yang sedari tadi tiduran di sebelah Kyu
“Heum, gomawo.. Ternyata banyak juga yang menyukai seorang Choi Sulli.. ckck” Kyuhyun meremehkan
“Termasuk aku..” Ucap Taemin santai membuat Kyu memelotot ke arahnya tak percaya

Sulli membalikkan badannya dan mulai memaki pria ini
“Aisshh! Namja yang tak punya sopan santun!!” Belum sempat melanjutkan ucapannya, Sulli terkejut dan hampir tak percaya
Membuat air matanya tumpah seketika
“Long time no see, princess?” Choi Minho memeluk erat tubuh mungil Sulli dan tak segan-segan ia mengucapkan kata-kata di telinganya
“Kyaaaaaa Minho-ya?! Neomu phogosibo~”

“Nado phogosibo Sulli-ya! Jeongmal saranghae,”
Semakin erat dan semakin erat
“Putuskanlah pertunanganmu, karena kau akan segera menikah lagi denganku, wahai dokter hatiku..”
“Aigooo sejak kapan kau belajar merayu seperti itu eoh? Hahaha”

Dan semua pun berakhir bahagia~~

The End

Huaaaaaahhh akhirnya Endingnya SUPER DUPER GAJELAS!!
Terimakasih sudah mau membaca FF yang sangat ABAL ini XD
KU ucapkan banyak maaf karena FF nya HANCUR TOTAL XD
Kesalahan Author sih pengennya cepet-cepet wleeek :p
Baiklah sekian dan terimakasih
Mohon kritik dan sarannya oKyu??

Ika Fajrin
ELFishy Jewels Sparkyu ^^

1.30.2014

A Miracle (MinSul Shipper) | Chapter 1

A Miracle
Cast       : Choi Jin Ri
                   Choi Min Ho
                   Lee Tae Min
                   Cho Kyu Hyun
Genre   : Sad, Hurt, Romance, etc
Song      : Taeyeon _ Closer
                  Onew _ In Your Eyes
                  EunHae _ Still You

Annyeong haseyo readers J
Saya datang lagi dan membawakan FF yg berbeda dari biasanya(?) hohoho :o
Kok isa beda ya? Kenapa? Karena cast yg saya pakai tumben bukan dari Member SJ *berhubung saya Elf
Saya Minsul Shipper, atau Sulho shipper.. Entah kenapa saya sukaaaa bgt sama couple itu, gara-gara TTBY hohoho :v
Eh tapi sebelumnya memang bias saya di F(x) itu si Sulli XD dan bias saya di SHINee itu JongMin (Jonghyun-Minho) hahahaha XD
Baiklah ini FF jauuuuh dari kata sempurna, jadi mohon saran dan kritikannya ya chingudeul :D
Terimakasih..

~Happy Reading~

Terkadang aku bisa menahan semua rasa sakit yang menusuk hatiku, hanya karena dirimu..
Karenamu aku jadi mengerti apa itu pengorbanan. Mungkin aku hanyalah orang yg merugi karena aku tak mengerti indahnya langit sesungguhnya..

Ah kau tak menganggapku? Aku setiap detik bahkan setiap nafas yang kuhirup selalu kuingat dirimu.. Apa kau tak bisa melihatku hanya sedikit saja? Oh jebal~ Geumanhae! Geumanhae atas semua yang kau lakukan padaku..

Ranting pohon sangatlah rapuh, namun ia bisa menggoyangkan puluhan daun.. Ia bisa mengikuti kemana arus angin itu pergi.. Seperti dirimu, kau lemah andai saja aku bisa menjadi yg pertama di hatimu.. Tak akan kubuat air mata keluar dari pelupuk matamu..

Author POV

Genie High School , Gyeong-do
May 13, 2012 . Saturday

“Selamat atas semua murid SMA Genie yang telah LULUS 100%.. Saya Kepala Sekolah Jang turut Bangga atas prestasi memuaskan dari kalian.. Dan saya akan mengumumkan 3 siswa peraih nilai tertinggi..” Itulah semangat dari Kepala Sekolah Jang, dengan wajah ceria melihat prestasi anak didiknya yang begitu memuaskan.. Bahkan salah 1 dari 120 siswa meraih nilai Sempurna
“Kita panggilkan peraih nilai sempurna di sekolah kita.. CHOI JIN RI.. Naiklah untuk menerima penghargaan..” Yang dipanggil pun hanya bengong dan tidak percaya dengan ini semua
Yeoja berambut cokelat sebahu dengan poni penuh, kulit putih pucat seperti susu, tubuh yang ramping dan cenderung kecil itu naik keatas panggung untuk memenuhi panggilan Kepala Sekolah
Cklik..
Cklik..
Begitu banyak siswa-siswi yang mengambil gambar nya, untuk disebarkan ke sosial media dengan tujuan mengangkat nama baik sekolahan mereka..
“Jeongmal Gamsahamnida~” Ucap yeoja cantik nan manis itu kala dirinya diminta berpidato menghadap para Seonsaengnim dan teman-temannya
“Tapi.. Ini semua takkan terjadi bila tak ada seseorang yang telah memberiku semangat.. Seseorang yang membuatku merasa senang kala aku melihat senyumannya.. Seseorang yang mungkin tak pernah tau jika ini semua berkat dirinya.. Someone, I’m really love you.. Thanks for your smile, always give it to me.. And I’m never to forget this.. Saranghae-yo!!!”
Gila,.. Benar-benar gila bukan? Yeoja ini bahkan menyatakan perasaannya pada orang yang dimaksut didepan semua teman-teman dan gurunya
“Sulli-ya!! Apa yg kau lakukan eoh? Kenapa kau malah menyatakan perasaanmu?!” Ucap Yoona, teman sekelasnya mengingatkan
“Ani.. Dia bahkan tak ada disini yoong-ah.. Jadi, tenanglah..” Yang di peringatkan pun hanya santai dan kembali melihat sekitar
Tak ada yang ditemukan, ia pun pergi meninggalkan temannya untuk mencari angin katanya

---
“Chukhae-yo oppa.. Kau lulus dengan nilai yang cukup memuaskan.. hihi..” Seorang yeoja tengah bergelayut manja pada seorang Namja yang jika dilihat cukup dingin dan cuek
“Heum..” Jawab namja itu dan kembali cuek
“Omo?! Bu..bukankah? sedang apa mereka di tempat sepi seperti ini?” Sulli terkejut seperti melihat namja yang tadi ia sindir saat berpidato tengah bersama yeoja lain
Tes.. Air mata jatuh dari pelupuk mata yeoja manis ini tatkala melihat yeoja centil itu bergelayut manja di lengan Choi Minho. Namja yang dimaksut Sulli
“Yuri-ya, mianhae.. Sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini..” Sontak jantung Sulli serasa di hantam batu yang begitu besar, kini ia bersembunyi dibalik pohon lumayan jauh dari tempat Minho dan Yuri berdiri
“Minho..mengakhiri hubungannya?” Gumam Sulli
Ia tetap berdiri dibelakang pohon demi mendengar semuanya
“Aku..Telah..dijodohkan..Aku tak mengerti semua ini berlangsung begitu saja..Eommaku sakit keras dan ia ingin aku segera menikah dengan yeoja pilihannya..Mianhae Yuri-ya, semoga kau mendapatkan namja yang lebih baik dari aku..” Panjang lebar Minho menjelaskan pada yeojachingunya, dan ia beranjak untuk pergi
“Keunde?! Minho-ya?! Hiks..”

Sreek..
“Auww..” Keluh Sulli kala Minho barusaja melewati dirinya yang hampir terpeleset
“Mi..mianhae..Ak..aku tak mendengar apapun yg kalian bicarakan..Sungguh..Peracayalah..” Ucap Sulli gugup dan menundukan wajahnya
“Aisshh! Kau! Selalu saja berusaha mengikutiku?! Ingat! Meski aku putus dari yeojaku, namun jangan harap kau bisa menggantikan posisinya! Arra?!”
Jederrrr!! Kata-kata yang terlontar dari mulut Minho barusan begitu menyayat hati Sulli
Ia menangis dan terus-terusan menangis
Sepanjang perjalanan pulangnya, Ia tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya
“Sebegitu bencikah dirimu padaku Minho-ya? Hiks.. Apa kau tak tau selama ini aku lah yang tulus mencintaimu..”

Flashback On

Sulli’s POV
Genie High School
“Junbi ! Hana, Dul , Set, Sijak!!”
Prokk..prokk..
Aku menyempatkan diriku datang kala pertandingan Basket Sekolah dimana Minho menjadi pemain penggantinya, padahal aku barusaja sembuh dari sakit typusku setelah dirawat beberapa minggu di Rumah Sakit
Ya.. Choi Minho adalah teman sekelasku, mulai aku masuk di Ilsan Junior High Shool dan sejak saat itu aku mulai menyukainya
Mengikutinya kemanapun ia pergi, bahkan aku rela masuk sekolah ini demi ingin mengetahui bahwa ia baik-baik saja
Aku selalu menjadi penguntitnya, melindunginya kala ada orang yang ingin menyelakainya dari belakang.. Aku selalu rela jika diriku yang sakit meskipun mati sekalipun..
“Aarrgh!!” Lututku lemas seketika saat melihat wasit menyempritkan peluit tanda ada pemain yang cidera
“Minho?! Minho?! Ada apa dengannya?!” Aku segera turun ke lapangan basket berniat membantu Minho.. Menyusulnya ke ruang ganti, membawakan handuk dan obat yang diperlukan, dan menaruhnya di dekat lokernya
Aku tak pernah berani mendekatinya, karena aku adalah yeoja yang sangat dibenci Minho
Karena aku pernah merebut posisinya saat lomba Renang tingkat Nasional SMP. Padahal itu kulakukan juga demi dirinya, agar aku saja yang celaka bukan dirinya
Dan benar, saat itu aku yang celaka karena air kaporit yang mengandung banyak senyawa asam, kulitku memerah, banyak dari peserta lomba yang harus dirawat di rumah sakit
Tak ada yang tau jika semua ini adalah ulah musuh dari Choi Minho, hanya aku yang tahu..

---
“Minho, Sulli, Donghae, kalian satu kelompok.. Silahkan cari artikel-artikel yang berhubungan dengan Metabolisme.. kerjakan nanti pulang sekolah dan kumpulkan di meja saya besok pagi..” Ucap Park Seonsaengnim tegas
Aku begitu senang mendengar jika aku satu kelompok kerja dengan Minho
“Minho-ya, Sulli-ya, mianhae.. Keunde hari ini aku ada acara dengan keluargaku.. Aku sudah mencari beberapa artikel.. Ige, hanya itu yang bisa kubantu..” Aku terkejut saat Donghae mengakatakan itu pada ku dan Minho
“Yak! Neol busunsuri-ya?! Andwae!! Aku tak mau jika hanya berdua dengannya!” Namun aku lebih terkejut melihat Minho mengatakan semua itu padaku
Sebegitu bencikah dirinya padaku? Ingin rasanya ku lontarkan kalimat bahwa aku sangat mencintainya, namun mulut ini terasa kelu dan tak mampu mengutarakannya
Hanya isakan-isakan kecil dan jeritan dalam hati yang aku simpan cukup diriku yang mengetahuinya
“Geu..geure..Arraseo.. Biar aku saja yang membuatnya..” Aku sebisa mungkin menahan rasa sakit ini
Gwaenchana, gwaenchana, Sulli kau pasti bisa.. Demi Choi Minho, kekuatan yang sampai saat ini membuatmu kuat demi dirinya.. Fighting!! – batinku
“Ne..Memang kau yang pantas membuatnya!” Ucap Minho dingin, dan segera berlalu meninggalkanku
Sendiri.. Hingga waktu menunjukkan pukul 7 pm aku masih disekolah menyusun tugasku
“Sulli-ya, pulanglah bersama kami..” Ajak Yoona dan Nara teman sekelasku
“Ani..Tugasku belum selesai..Aku bisa pulang sendiri nanti..” Jawabku dengan senyuman yang meyakinkan mereka
“Jinjja? Geure, aku pulang dulu..Jaga dirimu,arrayo?”
“Ne..” Aku tersenyum penuh keceriaan, untuk meyakinkan mereka bahwa aku baik-baik saja

---
Hari ini suasana Kelas tercipta sangat damai, tak seperti biasanya yang sungguh membuatku tak nyaman..
Aku berniat untuk naik bus dan tak meminta Kyuhyun oppa menjemputku, karena aku ingin mengetahui dimana Minho tinggal.. hihihi
Ketika aku keluar gerbang dan hendak menyeberang ke halte di seberang jalan, aku melihat Minho tengah melamun saat menyebrang
Aku takut ia akan tertabrak, aku mendekatinya dan mengikuti tepat dibelakangnya
Dan benar, sebuah motor melaju dengan cepat hendak menabrak kami
Sekuat tenaga aku mendorong tubuh Minho dan
Brakk..
Kami terjatuh bersama di trotoar “Oh..aigo..” dengusku kesal pada diriku sendiri
“Yakk! Mwo hago-ya?! Neo myiecheosseo?! Handpone ku! Kau!! Aargh!!” Aku tak sengaja menindih handpone nya dan pecah
Aku menangis saat ini, menangis mengingat tak seharusnya aku menindih handpone nya, tak seharusnya aku ikut ke trotoar, seharusnya aku membiarkan diriku tertabrak motor tadi
Hiks..
“Minho-ya..Jebal mianhae-yo..Jebal useyo..” Ucapku bergetar

Flashback Off

Author’s POV

“Bahkan hingga kini kau tak pernah mengajakku biara lebih dulu.. Tak pernah menyapaku, dan tak pernah berlaku baik padaku..”
Gadis ini berjalan penuh lamunan hingga seseorang mengejutkannya
“Aigo.. Taemin-ah? Mwo hago isseyo? Huh?” dengan cepat Sulli menghapus air mata yang tengah membasahi pipinya
“Ige..” Ucap Taemin sembari menyodorkan sapu tangan miliknya
“Mwo? Waeyo?” Sulli benar-benar gadis yang polos. Taemin terkekeh geli
“Ck.. Yeoja pabbo. Pakai ini untuk membersihkan air matamu, aish sinca? Kkkk” Sulli hanya tersenyum tulus pada Taemin, membuat Taemin bergidik ngeri melihat senyuman itu
Senyuman yang disukai banyak orang, termasuk Taemin
“Geumanhae.. Jangan tersenyum seperti itu.. Membuatku hilang kendali nanti..” Canda Taemin sembari menuntun Sulli untuk duduk di pinggir trotoar, menikmati semilir angin malam Gyeong-do
Hening. Keadaan hening sejenak sebelum Taemin memulai pembicaraannya
“Kau tahu? Kita hanya selisih 0,85 jika saja Matematika ku mendapat nilai sempurna.. hahaha” Taemin menyenggol hidung kecil Sulli, membuat Sulli tersenyum dan mulai bercanda dengan Taemin sahabat dekat yang akhir-akhir ini sangat dekat dengannya
Bahkan Taemin lah yang selalu ada kala Sulli menangis, membutuhkan bantuan, dan sakit hati karena Minho
“Ck.. Taemin pabbo.. Hahaha” Sejenak, gadis ini melupakan rasa sakit hati nya yang baru saja ia rasakan tadi
“Aku senang membuatmu tersenyum.. Jika saja aku yang ada di hatimu saat ini..” Batin Taemin, menatap mata Sulli dengan sangat dalam membuat Sulli salah tingkah
“Yak! Waeyo? Tatapanmu setan sekali.. Hahaha” Canda Sulli
Suasana kembali hidup kini, Taemin pun menemani Sulli hingga gadis yang disukainya merasa tenang
Kemudian Namja imut ini mengantarkan Sulli sampai rumah

***

Minho’s POV

Choi Yeun Geun’s Family
Ruang Tengah

“MWONDE?! SHIREO!! AKU TAK AKAN MENERIMA SEMUA INI!! MALDO ANDWAE,APPA!!” Ucap ku membentak Appa ku sendiri
Aku benar-benar muak. Apa maksudtnya? Apa yang ada di pikirannya? Jebal geumanhae! Kau selalu membuat hidupku penuh dengan aturan
Aku benci semua ini!
“Appa tak mau tau!! Jika kau tak ingin Eomma mu kecewa, minggu depan kau datang ke pertunanganmu! Acara perjodohan itu akan dilakukan didepan Eomma mu!! Neo jinjja arra-yo??” Setelah mengatakan kata-kata menjijikan itu, Appa pergi meninggalkan ku di ruang tengah ini sendirian
Aku memang anak terakhir dari 2 bersaudara.. Noona ku yang telah bersuami dan menetap di Amerika saat ini, memang sudah mapan. Ayahku seorang pengusaha terkenal se Korea Selatan, dan aku akan dijodohkan oleh anak dari sahabat Ayahku saat ia Kuliah dulu?
Cih~ Apa-apaan ini? Apa ini sandiwara? Dengan mudahnya Ayahku memasukkan ku ke Seoul University dengan bidang Management. Sedangkan aku ingin sekali menjadi Atlet Renang yang hebat, jika saja yeoja itu tak merusak semuanya!
“Aaaaargh!!” Aku berteriak tak karuan sekarang
Rasanya, hidupku telah hancur! Impianku ingin kembali ke dunia Atlet Renang ku telah kandas!
Ayahku akan menjodohkanku, menguliahkan ku, dan memberikan aku pekerjaan bodoh perusahaannya padaku!
Jika saja saat itu aku tak mengikuti kata-kata ayahku, mungkin kini aku sudah terkenal dan menjadi Atlet. Mengatur hidupku sendiri tanpa ada penguntit yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi, selalu menjadi pahlawan sedangkan aku tak memintanya!
Jinjja! Aku benci dirinya!
“Yeoja itu! Aku sangat benci dirinya!”

***
Sulli’s POV

Sudah hampir satu minggu aku berdiam diri dirumah, menunggu panggilan masuk di Universitas incaranku..
Yah, anggap ini adalah liburan panjang. Sehingga aku bisa menikmati tidur panjangku juga.. Hahahaha

Tiba-tiba
Ting..ting..tongtingtong.. *bunyi dering Handpone
“Aissshh.. Nugusseo? Pagi-pagi begini menelpon!” Dengan malas aku membuka mataku, berdiri ke meja belajarku dan mengambil handpone ku
“Ne?Yeoboseyo?” Ucapku malas
“Mwonde?Jinjja?” Aku terkejut dan sontak membuka mataku lebar-lebar
“Eom..eomma? Dia tak apa kan ahjumma??” Aku sedikit mengeluarkan air mataku
“Arrasseo..Arrasseo..Aku akan segera kesana sekarang juga..” Ucapku sedikit panik
“Ingat satu hal..Berpakaian dengan dress yang telah eomma mu berikan tadi.. Anggap itu adalah pemberian terakhirnya..” hiks, kata-kata ahjumma membuat air mataku semakin deras
Piip..
Aku segera menutup telepon dan menuju kamar mandi dengan cepat
Berdandan seadanya, memakai baju yang telah eomma belikan, dan segera menyusul eomma ke Rumah Sakit dimana ahjumma dan eomma dirawat

Seoul National Hospital
Aku bergegas mencari kamar inap ahjumma, beliau mengatakan eomma ku sedang ada disana. Aku benar-benar panik saat ini,hingga tak kupedulikan orang yang berlalu lalang didepanku saat ini
Brukk..
“Auuwww.. Agassi! Jika berjalan itu hati-hati!”Ups aku tak sengaja menabrak seseorang sekarang
“Mianhamnida..Jeongmal..” Aku membungkuk dan terus mengatakan maaf padanya
“Ck..Yeoja murahan, untuk apa kerumah sakit berpakaian sakral seperti itu?” Hupp, kata-kata namja ini benar-benar membuatku naik darah
“Kyaa! Apa kau bilang?!! Yeoja Murahan?! Tau apa kau soal yeoja?! Tau apa kau soal aku?!” Aku mendongakkan wajahku menatap wajahnya
“Kau!! Namja pab..” Belum sempat melanjutkan ucapanku, aku terkejut dengan siapa yang ada dihadapanku saat ini
“Min..Minho-ssi?!” Ucapku gugup, DEG! Jantung ini berdegup sangat sangat kencang, bibirku kelu untuk mengatakan apapun, sontak tubuhku bergetar hebat
Air mataku ingin keluar, aku sangat terharu bisa bertemu dengannya lagi..
Setelah aku fikir, aku tak akan pernah bisa bertemu dengannya, setelah kejadian yang sangat menyedihkan itu
“Aissh” Ia hanya mendengus dan pergi berlalu meninggalkanku setelah tahu orang yang menabrak nya adalah aku
Hiks.. Tes.. Air mata ini jatuh lagi.. Segera aku menghapusnya dengan tissue, dan segera aku menuju kamar inap ahjumma

***
Minho’s POV

Aish sial sekali aku?! Bertemu yeoja yang sangat kubenci tadi! Baru saja semalam aku memikirkan nya, memikirkan kelakuan nya yang membuat aku sangat membencinya!
Aku segera menuju dimana Eomma dirawat
Ceklek..
“Minho-ya? Kau sudah datang heum?” Ucap Eomma mencoba bangun dari tiduran nya
Dengan cepat aku membantunya untuk duduk di ranjang
“Eomma? Neo geudaeui gwaenchana heum?” Tanyaku penuh kasih sayang
“Geudaeui..” glekk.. Ia tersenyum padaku, dan mengelus puncak kepalaku
Akuu sangat rindu kasih sayang seorang eomma setelah lama ia dirawat di rumah sakit ini karena penyakit hepatitis nya
“Ahjumma? Annyeong hashimnikka.. Bangapseumnida ahjumma..” Sapaku pada ahjumma Han dengan hangat. Tumben sekali ia kemari setelah beberapa tahun yang lalu kami tak bertemu lagi
“Dia kesini, ingin memperkenalkan seseorang kepadamu..” Ucap appa tiba-tiba
“Nde? Jeongmalseumnikka ahjumma?” tanyaku pada ahjumma
Dan beliau hanya mengangguk tanda mengiyakan
“Keunde, geunyeo nugunde?” Ucapku agak tak mengerti
Ceklek..
“Silyehamnida..Jeongmal jweseonghamnida, saya terlambat..” Tiba-tiba seorang yeoja berlambut cokelat sebahu bergelombang dengan poni ratanya masuk mengenakan dress sakral, dan menunduk menatap lantai Kamar Inap ini
Aku lumayan terkejut, seperti kenal suara ini. Batinku
“Geunyeo-ga, yeoja yang akan Eomma jodohkan padamu.. Jin Ri-ya, kajja kemarilah..” Ucap eomma ku lembut pada yeoja ini
Dan, GLEKK!! Aigo!! Aku sungguh tak percaya?! Yeoja ini?! Jin Ri?! Sulli??! Yeoja yang sangat kubenci?!
Sejenak pandangan kami saling bertatapan tanda kami terkejut atas semua ini
Aku tahu ia juga terkejut, dan tak percaya
***
Sulli’s POV

Ya Tuhan?! Apa semua ini adalah rencana-Mu untuk ku? Benarkah aku akan dijodohkan dengan namja yang sudah lama aku sangat mencintainya?
Benarkah ya Tuhan?
Melihat ekspresinya yang sangat terkejut dan wajah penuh kebencian menatapku sangat sinis, membuat ku ingin menangis sekarang juga
Menjerit dan berlari kepelukan sahabatku Taemin, menceritakan semua yang terjadi saat ini
“Neoneun?!” Ucap kami bersamaan sambil saling tunjuk
“Ah! Yeobo, sepertinya mereka sudah saling kenal.. Jadi, kita percepat saja pernikahannya minggu depan..” Ucap ahjumma atau yang ternyata adalah Eomma Minho
“Aigo! Andwae!” Ucap kami bersamaan lagi
“Wah kalian sangat serasi ne? Haha” Ucap eomma ku sambil memegang cincin pertunanganku dengan Minho, dan menaruh nya ke tangan Minho

-skip-

5 hari kemudian
4 pm
Gyeong-go’s Garden

“Hiks..Aku juga tak mengerti kenapa semua ini bisa terjadi Taemin-ah..” kepalaku menyandar di bahu Taemin, sahabatku
Nyaman, sangat nyaman. Aku selalu berkhayal jika aku bisa seperti ini juga dengan Minho
Namun sepertinya itu hanyalah khayalanku belaka
“Hadapilah semuanya Sulli-ya.. Aku yakin kau yeoja yang kuat.. Heum? Yaksokhae? Yaksokhalke? Arrachi?” Ucap Taemin mengelus puncak kepalaku, dan menenangkanku
“Ne.. Yaksokhae-yo..” Ucapku pasrah
“Kajja..Smile-eu..” ucap Taemin sembari memperagakan senyumannya didepanku, membuatku sedikit terhibur
Aku pun tersenyum karena nya.. haha memang sahabat yang sangat baik padaku..
“Nah.. Yeppeuda jeongmal..kkkk” Godanya lagi
“Aku akan datang ke acara pernikahanmu.. Jadi, tenang saja..” Taemin membenarkan posisi nya dan segera pamit karena ada urusan mendadak

***
Married Day
Minho-Sulli
Daegi’s Ballroom, Gyeong-do’s Hotel, Seoul
11 August 2012

“Wah.. Selamat berbahagia ya! Aku kira aku duluan yang menikah nanti, tak taunya kau duluan hyung.. kkkk,sehabis lulus langsung menikah itu sangat bagus..” Ledek Taemin pada Minho yang sedaritadi hanya cemberut tanpa senyuman sama sekali di wajahnya
Berbeda denganku, yang terus tersenyum menyambut tamu yang datang
“Diamlah Taemin-ah.. Sedang tak ingin berdebat denganmu!” Ucap Minho agak membentak Taemin
Taemin pun kesal dan pergi dari Minho, kemudian menghampiriku dan mengajakku bercanda
“Buatkan aku keponakan ne nanti? Kkkk” Ucap Taemin sambil menyentuh hidung mungil ku
Sebuah senyuman kuhadiahkan kepadanya, haha

Acara pernikahan berlangsung cepat, kini aku dan Minho berada di rumah besar nan mewahnya yang beraksen agak ke barat-baratan itu
Minho membuat perjanjian yang harus aku tepati

Flashback On

Gyeong-do’s Garden
1 pm
“Aku mau menikah denganmu, asalkan kau tanda tangani ini..” Ucap Minho
“ige..mwoya?” Tanyaku tak mengerti
“Palliwa tanda tangani!” Ucapnya dingin seolah aku tak boleh tau isi nya
Kubuka isinya dan, sungguh membuatku sesak didada mengingat perjanjian konyol macam ini?
Cih~

Selama menjadi istriku yang Sah dimata hukum dan keluarga, kau belum Sah dimata seorang Choi Min Ho
1.       Tidur di kamarku boleh, tapi kau tidur dengan kasur busa di lantai..
2.       Tak boleh sekali pun tidur bersamaku
3.       Jaga jarak mu 1-2 m dari ku
4.       Jangan bersuara lebih dari 40 Desibel di kamarku
5.       Bersikap perhatian didepan eomma/appa/ayah-ibu mu
6.       Bersikap romantis didepan keluarga
7.       Dan yang penting, aku bukan siapa-siapa mu menurut diluar hukum. Sehingga aku boleh mempunya yeojachingu
Dan dengan ini Choi Jin Ri sebagai istri Kontrak Choi Min Ho menyetujui nya..
Pernikahan ini hanya berjalan 2 tahun, setelah itu Choi Min Ho akan menceraikan nya secara baik-baik..
Kau mengerti?

“Arrasseo..” ucapku menahan tangis
“Good..” Minho menyeringai kepadaku, aku hanya pasrah dibuatnya

Flashback Off

Jederr!!
Bagaikan ditusuk ribuan jarum tumpul
Sakit sekali, sesak rasanya dadaku ini
Apa ini perjanjian seorang Choi Minho untukku? Apa aku hanyalah Istri Kontrakan nya? Hiks
Jika tahu kejadiaannya akan seperti ini lebih baik aku tak usah menyetujui nya

Minho’s Room
“Baiklah ini appa sudah menyiapkan semuanya.. Untuk kalian berdua.. kkkk, semoga tidur nyenyak malam ini..” Ucap Tuan Choi Yeun Geun merapikan kasur Minho
Aku dan Minho hanya diam seribu bahasa
“Mwonde? Kenapa diam saja?!” Ucap appa mulai curiga
Dengan cepat aku merubah semua suasana hening yg tercipta antara aku dan Minho
“Aniyo appa.. Eum, Minho-ya? Dimana kamarmandi nya, mungkin aku perlu menyiapkan mu air hangat..” Ucapku sok perhatian pada Minho. Minho hanya melirikku dan bersikap acuh padaku. Sakit.. Sangat menyakitkan..

***
1 Tahun berlalu
Hubunganku dengan Choi Minho berjalan mulus, dan yang pasti Monoton
Aku selalu fokus pada kuliahku yang ternyata satu kampus dengan dirinya
Namun berbeda bidang.. Aku mengambil bidang kedokteran sedangkan dia mengambil bidang management
Setiap harinya aku diantar jemput Taemin, dengan alasan dia adalah sahabat terdekatku
Minho bersikap seolah-olah tak kenal siapa aku jika di kampus, aku sering menangis dibuatnya
Dia sangat manis pada yeoja-yeoja di kampus, bahkan dia sudah ganti-ganti pasangan. Sedangkan aku tak ada yang melindungi di kampus setiap ada yeoja yang curiga kenapa aku kadang satu mobil dengan Minho
Minho hanya menjawab “Ani..Dia hanya yeodongsaeng ku saja..Marganya sama kan?” jawabannya itu membuatku sangat sakit
Oiya, hingga kini aku masih gadis. Mana mungkin Minho mau menyentuhku? Cih~ Aku selalu melakukan semua pekerjaan rumah untuk membantu ahjumma, namun aku tak pernah dianggap oleh Minho. Sama sesuai dengan perjanjian, yang menyebutkan kita hanya Sah secara hukum, dan tidak Sah secara hati
Minho tau dari dulu hingga sekarang aku masih mencintai dirinya
Hingga sikapnya mulai sedikit berubah ketika suatu kejadian menimpa kita berdua

Flashback On

5 bulan setelah menikah
Minho’s Room

“Kau! Apa yang kau lakukan di kasurku ha? Jangan meyentuhnya!” Aku terkejut, Minho tiba-tiba keluar dari kamarmandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya
Aku tertegun melihat otot perutnya yang..aww..
“Mwo..mwonde?! Apa yang kau lihat?” Ucap Minho mendekat, DEG.. Kenapa dia sangat dekat ya Tuhan? Sungguh sempurna ciptaan-Mu ini..
Aku terus mundur karena ketakutan, ia hanya mendengus sebal padaku
Aku seperti orang bodoh, ah aniyo, anjing bodoh malah yang menanti majikannya mendekat untuk sekedar mengelus buluku -_-
Blukk..
Aku terjatuh terpental di atas kasurnya
“Pergilah dari atas kasurku, pabbo!!” Minho mendekat dan terus mendekat
Blukk..
Ia terpeleset sesuatu yang membuat dirinya jatuh di kasur dan berada diatasku. Aku benar-benar gugup, rasanya malu dan ingin tertawa. Handuk yang melilit di tubuh Minho sempat terlepas untung aku pura-pura untuk tidak melihatnya
5 menit..
10 menit..
Kami tetap seperti ini, sebelum seseorang mengejutkan kami
Ceklek..
“Ups.. Sepertinya kita salah situasi yeobo..” Ucap eommaku pada appaku
Buru-buru kami kembali ke posisi biasa, Minho segera masuk kamarmandi untuk memakai pakaiannya. 2 jam setelah kejadian itu, dan setelah eomma-appa pergi, kami menjadi sedikit..Canggung..

Flashback Off

Bahkan hingga sekarang masih canggung..
Hari ini aku pulang terlambat, karena harus mengantarkan Taemin mencari barang-barang untuk talkshow nya. Yah.. Taemin sudah terkenal menjadi atlet sepak bola di Seoul, bahkan ia hampir menjadi Artis kalau saja bukan karena ku. Aku tak ingin dirinya pergi meninggalkanku dan keluarganya, akhirnya? Dia menurut dan tetap tinggal menjadi Atlet sepak bola
“Cha..Sudah sampai..” Taemin turun dari mobilnya didepan rumah ku, aniyo, rumah Minho dan membukakan pintu untukku
“Gomawo.. Taemin-ah..” Ucapku sambil tersenyum

Minho’s POV

“Ck..Kenapa yeoja itu belum pulang jam segini?” Aish apa-apaan aku ini? Kenapa sejak kini aku mulai memikirkannya? Aisshh sepertinya aku mulai Gila !
Sekamar dengannya terus-terusan membuatku benar-benar Gila
Terkadang aku selalu melirik kebawah hanya untuk memastikan dia sudah tidur atau belum
Aku merasa ingin sekali membantunya saat ia kelelahan karena mengurus rumah, namun lagi-lagi kejadian itu terulang di benakku membuat aku menjadi benci dengan yeoja ini
Namun terkadang hatiku merasa gelisah saat Taemin sangat sering berada di sisi yeoja yang kini menjadi Istri Kontrak ku
11 pm kenapa belum juga pulang eoh?
Aku berniat turun kebawah untuk mencarinya. Baru saja aku membuka pintu, ternyata ia juga membuka pintu membuat darahku sedikit berdesir dan jantungku sedikit lega
“Ka..kau mau pergi kemana?” Ucapnya mengkhawatirkanku
“Ani..Hanya keluar sebentar” Ucapku cenderung cuek dan acuh padanya. Entah kenapa sikapku selalu seperti ini padanya, mungkin karena rasa benciku sudah memuncak
Aku keluar dari rumah, dan hanya duduk di teras saja
Mwo? Itu mobil Taemin kan? Sedang apa dia? Aku menghampirinya dan menyapanya
“Hyung?” Dia kaget saat aku ada di sebelahnya
“Kau mengantar Sulli lagi ne?” Ucapku berlagak cuek jika menyebut nama Sulli
“Hemm..” Ia mengangguk
“Ohiya hyung, jangan buat dia menangis setiap saat karenamu..” Glekk.. Kata-kata Taemin kali ini membuatku terkejut. Menangis? Aku sering melihat dirinya menundukkan kepalanya, apa mungkin itu menangis?
Bahkan aku selalu bersikap kasar padanya..
“Aku tak pernah berhenti berusaha hyung.. Untuk merebut hati Sulli, dan berusaha membuat ku ada di hatinya.. Kau tak mencintainya kan hyung? Lepaskan saja untukku.. Jebal..” DEG. Ucapan Taemin kali ini entah kenapa membuat hatiku gelisah. Sudah sangat sering ia berkata seperti ini padaku, namun yang kali ini membuat ku benar-benar gelisah
“Baiklah hyung.. aku pergi dulu, mobilku sudah bisa jalan lagi.. Annyeong” Ucap anak itu dengan songong(?)
Aku kembali masuk rumah dan berniat tidur
“Hiks..Hiks..Minho selalu tak menganggapku ada eoh?” Baru saja aku ingin meraih gagang pintu, suara itu? Kenapa dengan Sulli ? Dia menangis?
Hupp.. Entah kenapa melihatnya menangis membuat hatiku merasa sesak
Ceklek..
Aku masuk dan pura-pura tidak menghiraukan suaranya. Aku naik keatas kasurku dan berniat untuk tidur
Lagi-lagi aku melihat kebawah hanya untuk memastikan dia sudah tertidur atau belum
“hoah? Cepat sekali tertidurnya? Padahal td baru saja menangis :o” ucapku setengah bingung dan setengah tak percaya
“Min..ho-ya? Nan..neol..sa..saranghae-yo” DEG. Aku terkejut ia mengatakan seperti itu padaku, segera aku melihat kebawah dan memastikan nya
Yang benar saja? Ck. Ternyata dia hanya mengigau.. Aku tersenyum ketika melihat wajahnya. Sangat damai ketika tertidur.. Bibirnya yang tebal menambah aksen imut pada wajahnya. Glek.. apa yang sedang aku pikirkan saat ini? Yak! Minho-ya! Jangan sampai termakan omonganmu sendiri -_-
“Eunggh..” Kenapa dia terus mengigau ne?
Tanganku mencoba untuk menyentuh keningnya, dan Omo?!
Suhu tubuhnya panas sekali?
Pantas saja ia mengigau tak jelas dari tadi?
Persetan dengan rasa benciku padanya, aku merasa kasihan padanya. Memindahkannya diatas kasurku, merawatnya dengan mengompres keningnya, dan menungguinya hingga esok pagi.
“Hoaaahmm..” Lenguhku, aku merasa lelah
Sudah pukul 00.00 ? Sepertinya aku memang harus tidur. Tak mungkin jika aku tidur di sampingnya, -aku takut terjadi kesalah-pahaman antara aku dan dirinya. Hemm, lebih baik aku tidur di tempat yang biasa dipakai nya tidur.

7 am
Minho’s Room

Author’s POV

“Mwonde? Mengapa aku berada di kasur ini? Apa semalam aku sangat kacau sehingga nekat tidur disini eoh?” Sulli terbangun dan sungguh terkejut, melihatnya berada di atas kasur Minho dalam keadaan berselimut. Pagi tadi, Minho sudah membereskan alat kompres dan kasur busa yang sering dipakai Sulli untuk tidur. Minho hanya menyisakan selimut di tubuh Sulli, agar Sulli tak curiga.
“Aku rasa, semalam aku demam? Heum, kenapa sudah sembuh? Ah baiklah aku harus mandi..” Ucap Sulli sedikit curiga namun ia menepis semua dugaannya jika Minho telah merawat dirinya semalaman
“Aku harap ini hanya karena rasa kasihan huh?” Batin Minho ketika melihat Sulli yang bersikap tak tahu jika semalam Minho merawatnya

Seoul University

Entah kenapa, pagi ini Minho berangkat bersama Sulli dalam satu mobil. Tadinya Sulli sempat menolak, namun karena appa nya memaksa, ya bagaimana lagi?
“Woaaah.. Aigo, aigo.. Apa aku tak salah melihat?” Ucap Taemin yang telah menyambut Sulli ketika turun dari mobil Minho
“Aniyo Taemin-ah.. Mungkin ia sudah sedikit jinak padaku. Hehe” Jawab Sulli cengengesan(?)
Taemin segera meraih tangan Sulli dan menggandengnya memasuki kampus
“Ck. Kenapa aku merasa khawatir melihat Taemin meraih tangan Sulli eoh? Aissh !!” Sebal Minho ketika melihat Taemin dan Sulli bergandengan memasuki kampus. Ia hanya bisa mengikuti mereka berdua dibelakang, dan dengan sedikit mendengus sebal
Apa yang dirasakan Minho menjadi tak karuan. Ia merasa perasaannya sedikit aneh pagi ini

***
16 Bulan berjalan

“Hahahaha..”
“Aigo.. Taemin-ah, jangan membuatku marah!”
“Haha coba saja kalau bisa mengalahkanku..”
Yah.. Taemin dan Sulli sedang bermain Playstasion di kamar besar Minho. Minho telah mengijinkannya
1 tahun lebib berjalan, hubungan Minho dan Sulli semakin membaik.. Meskipun Minho tak menyadari jika dirinya telah jatuh cinta pada Sulli. Sulli yang menyadari perubahan sikap Minho hanya bisa berharap jika suatu saat nanti Minho bisa belajar mencintai dirinya. Sulli hanya membayangkan jika tak genap 8 bulan lagi dirinya harus rela berpisah dengan Minho. Sulli selalu melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Mulai mengurus Minho ketika Minho sakit, mencuci semua pakaian Minho, bahkan memijat Minho ketika Minho sedang tidur.
Sebenarnya Minho mengetahui semua itu, namun ia tak pernah bisa untuk menolak semua itu. Meskipun terkadang pikiran tentang kejadian yang membuatnya membenci Sulli selalu memenuhi pikirannya, ia tak pernah memikirkan itu lagi kini.
Sepertinya, Minho sudah bisa memaafkan Sulli..

“Yaaakk!! Kau mengalahkanku Sulli-ya!!” Ucap Taemin frustasi. Sulli yang menyadari dirinya akan diserbu Taemin, ia segera berlari menghindari Taemin
“Hahahahaha” Tawa mereka bersamaan. Minho yang melihat dari luar pintu kamarnya hanya bisa pasrah
“Huft, apakah aku mulai jatuh cinta padamu nyonya Choi Jin Ri?” Ucap Minho menatap Sulli dan Taemin yang sedang asyik bermain kejar-kejaran layaknya anak-anak SD
“Aaaaa apa yang kau lakukan Sulli-ya?! Baiklah rasakan ini!”
Brukk..
Seketika itu Minho langsung menoleh dan hendak membuka knop pintu lebar
Glek.. Hatinya merasa sakit, dadanya sesak serasa jantungnya ingin melompat keluar dari tubuhnya
Melihat Sulli terjatuh diatas kasurnya, dan disusul Taemin yang menubruk Sulli. Bukannya cepat-cepat kembali ke posisi semula, malah bercanda dengan posisi seperti itu. Itu membuat Minho mulai naik darah
Cklek..
“Yak!! Kalian jika ingin bermesra-mesraan jangan dikamarku! Diluar saja sana!” Ucap Minho emosi
Sulli dan Taemin cepat-cepat merubah posisi dan membungkuk pada Minho berulang kali
“Mi..mianhae Minho-ya.. Nanti akan kubereskan semuanya..” Glek.. Bukan itu jawaban yang ingin didapatkan Minho dari mulut mungil Sulli. Bukan seperti itu.
Hening. Kondisi yang tadinya seru menjadi hening semenjak Minho mengacaukan semuanya
Buru-buru Taemin ijin untuk pulang
“Sulli-ya.. Jangan lupakan makan malam mu nanti.. Baiklah hyung? Aku pergi dulu.. Gomawo-yo Playstasion nya tadi.. hehe Annyeong” yang dibalas anggukan dan senyuman dari Sulli

“Mwo? Makan malam?” Ucap Minho tak mengerti pada Sulli setelah Taemin menutup pintu kamarnya
“Ani.. Seperti biasa.. Hanya makan bersama..” Ucap Sulli berusaha acuh, padahal sebenarnya ia sangat merasa canggung dengan keadaan seperti ini. Jantung Sulli serasa mau copot kala Minho menatapnya dalam
“Sulli pabbo..” Ucap Minho sembari meraih tangan Sulli ketika Sulli hendak keluar kamar
“Hah?” Sulli terkejut dengan sikap Minho yang mendadak menjadi seperti ini
“Jangan bersikap acuh padaku jebal..” Suara Minho melemah
“Bu..busunsuri-ya?” Sulli menahan tangisnya
“Andwae.. Kau mulai lah bersikap baik padaku.. Aku..aku ingin berteman denganmu” Bukan itu yang ingin dikatakan Minho sepertinya. Hatinya merasa menyesal saat hanya mengatakan kata-kata itu
Hatinya sangat sakit
Hupp.. Teman? Hanya Teman? – batin Sulli
“Ge..geure..Kau kan sudah menjadi chinguku sejak awal..” Suaranya bergetar menahan sesuatu yang ingin keluar dari pelupuk mata Sulli
“Mi..mian aku harus mencuci baju..” Syut.. Sulli melepaskan tautan tangannya dengan Minho, dan keluar kamar.
Ia berlari kearah dapur, menumpahkan semua tangisannya disana. Senang? Tentu saja.. Minho mulai menerima dirinya. Namun sakit? Sakit karena hanya dianggap teman oleh Minho? Tentu saja.. Sudah sangat lama bukan Sulli mencintai seorang Choi Min Ho?

Sedangkan Minho? Entah apa yang ada dipikirannya, ia juga menumpahkan sedikit cairan matanya setelah mengatakan kata-kata yang tak seharusnya keluar dari mulutnya pada Sulli tadi. Ia merasa menyesal
“Igo aniya Sulli-ya.. Bukan ini yang aku maksudtkan padamu..” Suaranya sangat pelan

***
In Front of Minho’s Home

“Kyaa, kenapa kau selalu membuatku menunggu?” Ucap Taemin berkacak pinggang
“Hehe mian Taemin-ah..” Jawab Sulli sambil tersenyum
“Ah geure, silahkan masuk tuan puteri..” Taemin membukakan pintu mobilnya untuk Sulli
“Gomawo prince.. Hahaha” Sulli meledek Taemin dengan kata-kata Prince
“Aish kau ini!”

Minho hanya bisa menatapnya lewat jendela kamar nya yang berada di lantai 2
“Sampai kapan kau akan bersama-sama dengan Taemin eoh?” Ucap nya dengan wajah yang sangat sulit diartikan. Sedih? Sudah pasti. Menyesal? Entahlah..

10 pm

“Aish.. Geunyang eodisseo-ya?!” Sedaritadi Minho hanya menatap jam dindingnya saat waktu mulai menunjukkan pukul 9 pm. Sebegitu gelisahkah Minho? Menunggu Sulli pulang hingga 1 jam lebih?
Suara mobil membuat Minho cepat-cepat membuka Gorden Jendelanya dan melihat siapa yang datang
Ada perasaan lega ketika melihat siapa yang datang
“Senyumannya selalu membuatku terus-terusan memikirkan yeoja pabbo itu! Ckck” Ucapnya sedikit tersenyum
Ceklek..
“Mi..mian aku terlambat lagi..” Mwo? Kemana senyuman itu? Kenapa tiba-tiba hilang saat bertatapan denganku? – batin Minho
“Neo eodi-ya?” Ucap Minho to the point tanpa basa-basi
“Nan molla.. Taemin mengajakku berputar Seoul..” Ucapnya cuek, membuat Minho sedikit kesal
“Kau..Sudah mandi?” Ucap Sulli mencoba Perhatian pada Minho
Minho tersenyum, perasaannya senang ketika Sulli menanyakan itu padanya. Meski pertanyaan itu sangatlah tidak penting
“Hemm” Minho menggeleng
“Aish..” Sulli mendengus, ia belum ganti pakaian langsung menuju Kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk Minho nya
“Kajja tuan Choi Minho, air hangatmu sudah siap..” Ucap Sulli berlagak seperti sang pelayan yang telah menyelesaikan tugasnya untuk majikan
Senyum. Sulli tersenyum penuh arti ketika Minho menatap dalam mata Sulli.
Deg.. Ia merasa kan sesuatu yang sangat tidak beres pada tubuhnya
Minho semakin mendekat, ia memundurkan langkahnya terus-menerus hingga menatap tembok
“Mw..mwo hago-ya?” Ucap Sulli takut-takut
Syut..
Tiba-tiba Minho memeluk tubuh ramping Sulli sangat erat
Sulli sangat heran dengan sikap Minho kali ini. Sikap yang selalu sulit untuk Sulli tebak huft -_-
5 menit..
10 menit..
Minho masih memeluk Sulli dengan erat, mengelus puncak kepalanya, dan sesekali mencium pundaknya
“Neo? Gwaenchana-yo?” Ha?? Pertanyaan macam apa ini? – batin Sulli
Kenapa Minho bertanya seperti itu padaku? –batin Sulli
“N..neol busunsuri-ya?” Ucap Sulli gugup
“Apa ini Sulli-ya? Aku merasa menyesal telah berlaku jahat padamu dulu.. Telah sangat sering membuat mu menangis..” Ucap Minho menjelaskan
“Ka..kau? ak..aku tak pernah merasa dendam padamu.. Ak..aku sungguh tulus padamu..” Ucap Sulli penuh bergetar
“Kau?” Tiba-tiba Minho melepas pelukannya dan buru-buru masuk kamar mandi
“w..wae? ada yang salah dengan ucapanku?” Ucap Sulli kecewa
Jderr..
Minho menutup pintu kamarmandi cukup keras
Hehehehe Sulli malah tertawa, dan senyum-senyum mengingat sikap Minho akhir-akhir ini

***

Seoul University

“Mwo? Camping?” Ucap Sulli dan Minho bersamaan
Sejak kejadian saling peluk kemarin, Minho jadi sering mengantar Sulli ke kampus. Sering makan bersama dikantin, dan tak pernah malu mengakui jika Sulli adalah saudara perempuan nya
Sebenarnya Sulli merasa sebal saat mendengar itu dari Minho. Padahal dirinya adalah istri Minho
“Sulli-yaaaa?!” Sapa Taemin dengan riang
“Apa kau sudah menyiapkan semuanya?” Ucap Taemin sambil mencoba merangkul Sulli didepan Minho
“Mwo?” Ucap Minho
“Yak! Aish, jebal Sulli-ya.. bantu aku menyiapkan semuanya. Nanti malam aku akan menjemputmu. Arra-yo?” Ucap Taemin dan bergegas segera pergi
“Aish shireo! Kau harus pergi bersama ku.. Kita kan satu tim saat camping..” Ucap Minho memotong pembicaraan Sulli dan Taemin namun Taemin sudah duluan pergi
“Lagipula, kita juga satu tim dengan Taemin. Pergi bersama saja..” Ucap Sulli dengan penuh senyuman
“Huh?” Minho mengalah dan mengiyakan ajakan Sulli
Jika sudah melihat ia tersenyum seperti itu, aku bisa saja mengatakan iya huft.. – batin Minho kesal

2 days later
Camping’s Day

“Geure.. Berhati-hatilah! Banyak jurang disini.. Jika sudah sampai di lapangan, segera bangun tenda kalian dan tidurlah, karena kita akan lelah hari esok.. Neol arra-yo?!” Ucap Sang pembina tegas
“Ne!!” Jawab semua mahasiswa serempak

Sulli berusaha mempompa tendanya dan mengangkat besi-besi untuk menyangga tendanya tanpa ada yang membantu
Ya, dia akan tidur satu tenda dengan Suami Kontraknya, Taemin, dan Haera temannya..
Tiba-tiba Minho datang dan mengambil alih pekerjaan Sulli
“Go..gomawo..” Ucap Sulli pada Minho
Minho hanya menatap Sulli dan tersenyum, kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya
Di Tempat Lain

“Sulli-ya? Apa kalian akan berpisah di waktu dekat ini? Berapa bulan lamanya?” Ucap Taemin penuh dengan rasa penasarannya
“Maybe Taemin-ah.. 3 bulan lagi.. Masih tersisa 3 bulan waktu aku bisa bersama nya.. hiks..” Seketika itu tangis Sulli pun pecah
“Gwaenchana, 3 bulan adalah waktu yang cukup lama untuk kau mengubah hati Minho Sulli-ya..” Tenang Taemin
Syut..
Ia menyandarkan kepala Sulli agar bersandar pada dada bidangnya
“Gomawo Taemin-ah.. Kau yang selalu ada disaat aku membutuhkan bantuan..” Ucap Sulli
“Everything for you..” Jawab Taemin tulus dari dasar hatinya

Minho hanya mendengus kesal melihat pemandangan yang tak mengenakkan matanya ini
Ia bersembunyi dibalik semak-semak agar tak ketahuan keduanya
Ckck.. perasaan apa ini Minho-ya? – batin Minho kesal
“Nan.. neo.. Sarang..hae-yo.. Sulli-ya..” Ucap Minho tanpa sadar
Ia pun segera kembali ke basecamp karena tak ingin keberadaannya semakin membuat kedua orang itu curiga

*Hari Pertama Camping*
(Backsound nya Super Junior KRY _ Sky yah J*)

Hari ini adalah hari pertama Mahasiswa Seoul University tingkat I memulai campingnya. Dengan dibuka oleh Kepala Pembina yang memimpin jalannya Upacara Pembukaan, kemudian disusul Outbound antar mahasiswa, dan ditutup dengan makan malam Kimchi buatan mahasiswa jurusan Boga

“Huh? Dingin sekali...” Sulli berada cukup jauh dari basecamp karena ia memang sedang ingin mencari angin
“Jeongmal? Ige..” Taemin datang membawa selimut miliknya dan mengatupkannya ke tubuh Sulli
Mereka duduk di atas bukit menghadap padang rumput luas yang dihiasi dengan lampu-lampu buatan teman-teman mereka untuk menyambut Camping
Sungguh Romantis..
“Ehem..” Taemin berdehem(?) ketika Sulli menyandarkan kepalanya lagi di pundak Taemin
“Waeyo? Kau kan sahabatku..” Ucap Sulli cuek dan kembali menyandarkan kepalanya
“Keunde, hubunganmu dengan Minho? Apa dia sudah mulai mencoba mencintaimu?” Tanya Taemin hati-hati
“Nan mollayo..” Ucap Sulli cuek. Pandangannya menerawang lurus kedepan. Memorinya memutar kembali kejadian yang membuat Minho membencinya seumur hidup. Kejadian yang hampir membuat dirinya mati karena terserang alergi. Kejadian dimana hatinya hancur berkeping-keping
Air mata Sulli menetes lagi dan lagi jika mengingat kejadian itu
“Sudahlah..” Ucap Taemin mencoba menenangkan

Dan lagi-lagi Minho melihat kebersamaan mereka dari jauh. Hanya bisa memandangi dengan hati yang cukup tersayat. Entah apa yang kini dirasakan Minho. Apakah dia mulai bisa menerima Sulli dan menghapus kebenciannya terhadap Sulli?

Minho’s POV

Basecamp – MinSul’s Tenda
05:00 am

“Hoaaahmm..” Aku menguap dan terbangun dari tidurku. Menyalakan handpone ku dan melihat jam. Ternyata masih sangat pagi
Aku melihat kasur yang ditempati Haera dan Sulli. Oh? Sulli eodigayo? Kenapa hanya ada Haera disitu?
Aku pun memutuskan untuk keluar. Ternyata benar dugaanku dia sudah bangun lebih awal..
Dia berjalan dan terus berjalan lagi-lagi keluar dari Basecamp. Aigo?! Apa dia memang suka keluar-masuk Basecamp tanpa ijin eoh?
Aku tak henti-henti mengikuti dan memperhatikannya dari belakang. Entah kenapa aku selalu ingin tahu tentang nya setiap bertambahnya detik,menit,jam, bahkan hari..
Aku merasa menyesal tak melihat ketulusannya dari dulu..

Ketika sampai di Bukit dimana semalam ia dan Taemin disini, Sulli malah duduk dan menikmati semilir angin yang menyapu wajah putih dan cantiknya
“Apa tidak dingin eoh?” Kataku mencoba memecah suasana. Ia terkejut ketika melihatku sudah ada dibelakangnya dan mendapati diriku telah menguntitnya sejak tadi
“Yak! Minho-ya? Mwo hago-ya eoh?” Ucapnya dengan penuh senyum
“Mengikutimu sejak tadi..” Ucapku cuek dan ikut duduk disampingnya
“Omo? Kau menjadi penguntit sekarang.. hehehe” Tawanya membuatku terus-terusan memperhatikan wajahnya tanpa henti
Membuat ia merasa kikuk dan salah tingkah tiba-tiba
“Mw..Mwo?” Ucapnya
“Aniyo..” Jawabku. Pandanganku tak lagi menatapnya, namun tetap saja selalu mencuri pandangan kearahnya
“Kau suka udara pagi?” Tanya Sulli kepadaku tiba-tiba. Ckck pertanyaannya sangat aneh menurutku
“Ne.. Neol eotteokhae?” Tanyaku kembali padanya
“Neomu..” Ucapnya menggantung
“Heum??” Aku penasaran dan menatapnya
“Dulu.. Aku sering bersahabat dengan angin pagi ini tiap kali aku akan melakukan sesuatu demi seseorang yang ku suka..” Ucapnya menggantung lagi. Semakin membuatku tak mengerti
“Dan juga, angin pagi yang telah membuatku merasa tenang.. Seseorang telah menyudutkanku dulu, memaki ku, meneriaki ku, bahkan membenciku.. aku sakit sangat sakit dibuatnya.. Angin pagi bahkan yang bisa menyembuhkanku dari penyakit yang dulu sempat membuat ku hampir mati karena kulitku yang sangat alergi..” Ucapannya panjang lebar. Namun aku masih tak mengerti
“Hampir? Mati? Mworago-ya?” Tanyaku tak mengerti
“Minho-ya.. Masih tersisa 3 bulan untuk kita bisa bermain-main lebih dari ini.. Kajja setelah pulang dari camping aku akan mengajakmu keliling Seoul..” Ucapnya kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkanku sebelum sebuah senyuman pagi ia hadiahkan padaku
Aku masih tak mengerti dengan sikapnya yang berubah tadinya sedih menjadi sangat ceria. Itu membingungkan..
Aku pun segera menyusulnya dan meraih tangannya dari belakang. Sontak ia terkejut dan menghadap ke belakang
Chuuu~
Aku meraih tangannya dan mengecup punggung tangannya. Kemudian pergi bergegas meninggalkannya
“Geure arrasseo.. Aku tunggu ajakanmu!!” Teriakku
Masih bisa kurasakan ia berhenti di tempat dan berlagak seperti orang bodoh. Ckck sungguh lucu kau Gujil-gujil ku..


***

Camping’s Day End~

Author POV

“Jadi.. Kau telah membujuk pelatih Park agar mau melatih Minho lagi di club Renang?” Ucap Taemin sembari meraih kedua tangan Sulli
“Heum..” Sulli mengangguk
“Woaah.. Kau berkorban sangat banyak? Lalu Minho? Apa dia sudah kembali ke club itu?” Tanya Taemin semakin girang
“Entahlah..” Sulli menggeleng tak mengerti jawabannya
“Yah..” Seketika tangan Taemin mengendor
“Lalu apa yang kau jelaskan pada Pelatih Park tentang kedudukan Minho yang dulu kau rebut?” Ucap Taemin lagi menginterogasi
“Hahaha kau konyol sekali Taemin-ah.. Aku merebut kedudukan Minho, membuatnya malu habis-habis an karena seorang atlet seperti dia yang sedang naik daun tiba-tiba tak mengikuti Lomba Renang tingkat Nasional? Dan malah membuatnya mengundurkan diri dari club renangnya? Hingga ia di cibir berbagai teman-temannya termasuk musuh terbesarnya? Kkkk~ itu .. benar-benar..” Sulli masih tertawa sejenak kemudian ia berhenti dan air mata kembali tumpah
“Namun itu sangatlah kejam..” Ucapannya meneruskan
Taemin pun menenangkan Sulli dan memeluknya erat

Minho sedari tadi melihat mereka dari balik pohon, merasa sangat sakit
“Sebegitu kejamkah dirimu Sulli-ya? Apa perasaanku salah akhir-akhir ini? Memang sepantasnya aku membencimu!” Umpat Minho pada Sulli geram

To Be Continued . . .

Dimohon Readers comentar nya yaaa :D
Apa kah masih pantas untuk dilanjutkan?
wkwk

Rencananya Author akan lanjutkan sebelum UN SMK tiba hoho *authornya persiapan UN XD

Spring Rain Boy | Evil Cho,Stop!!! - One Shoot

Spring Rain Boy
Cast       : Lee Hye Eun
                 Kim Jae Joong
                 Cho Kyu Hyun
                 Park Hye Mi
Genre   : Fun, Comedy, Romance, Hurt
Age        : All Age XD
Song      : Baek Ji Young _ Spring Rain
                 JYJ _ In Heaven
                Cho Kyuhyun _ Like the first time feeling

Annyeong Haseyo *bow
Saya datang lagi untuk yang kesekian kalinya dengan FF pesanan Eonni saya yang paling tercinta muah muah *Lebay XD* yaitu eonni yang namanya mirip dengan nama saya *gak Tanya –“
Habis buatin punya nya Nurul, skrg buatin punya Eon Ika –‘ besok masih ada nih *puyengg
Yesungdahlah, oKyu langsung dibaca saja
Saya harap gak ada yang nge-bash yaa karena FFnya masih sama GaJe nya *hlawong yang buat juga GaJe gituu u,u
Kkkk~ dimohon untuk selalu memberikan Kritik dan Sarannya yaaa XD
Gomawo-yo J

Chekidott

`Happy Reading`

Aku percaya disetiap keteguhan hati selalu ada keajaiban, Tuhan selalu membuat sebuah rencana yang indah untukku suatu saat nanti… dan Aku percaya, disetiap detik yang aku jalani aka nada lebih dari seribu halangan yang senantiasa bersedia membuatku untuk terlihat lebih tegar dan lebih sabar. Karena orang yang terpilih itu bukan karena dirinya mewah, tapi orang terpilih itu terbentuk dari kata tegar sabar dan air mata (y) – Lee Hye Eun
Didunia ini tak pernah ada kata tidak mungkin… setiap detik kita menghirup udara, pasti mungki jika udara itu mengandung senyawa kimia yang sangat berbahaya… setiap hati yang kita labuhi, taka da yang tidak mungkin bila kita bisa menemukan orang yang tepat, orang yang membuat dirikita nyaman dibuatnya, dan yang pasti orang yang setia – Kim Jae Joong
Satu dari sepuluh orang yang ada tak menghiraukan sebuah keajaiban… apakah kau termasuk didalamnya? Keajaiban datang tak pernah memilih siapapun namun keajaiban datang karena dipilih oleh Tuhan untuk menyeleksi satu orang yang pantas mendapatkan sesuatu yang ia inginkan… Hatimu itu 75% terbuat dari batu… kalau tak percaya coba saja ambil lalu makanlah! Kenapa hanya manusia yang keras kepala? Kebapa hanya manusia yang selalu melanggar garis takdirnya? Itu sangat dilarang bukan? – Cho Kyu Hyun

Lee Hye Eun POV

“Hye Eun-ah, Kajja cepalah! Kau itu manja sekali eoh?” saat aku sedang membenarkan tali sepatuku, Park Hye Mi teman dekat ku itu langsung menarik tanganku membuatku kehilangan keseimbangan dan
Brukk…
Upss aku menjatuhkan banyak buku-buku yang sedari tadi bertengger di tangan kananku, sedangkan tangan kiriku membenarkan tali sepatu yang menggelewer(?) dari tempatnya
“Aish!! Berhati-hatilah nona kalau sedang jalan!!” Seorang namja tiba-tiba memunguti buku-buku ku dan terlihat berkacak pinggang didepanku. Hyemi yang merasa bersalahpun terdiam sambil berlindung di belakangku, takut namja ini akan memarahinya
“Eh? Ye? Apakah buku-buku ku mengenai tubuhmu aghassi?” Namja itu mendekat kearah kami berdua, membuat Hyemi maju selangkah dan memohon maaf pada namja itu
“Mi…mianhae aghassi, aku yang menarik tangannya tadi. Mianhae kau jangan marah padanya u,u” Namja itu terkekeh geli dengan penuturan Hyemi barusan
“Hahahaha siapa yang akan memarahimu aghassi? Aku hanya ingin menegur temanmu itu. Kepalaku terkena salah satu bukunya yang tebal! Kau tau? Kepalaku ini sangat berharga… huft” aku yang mendengar itu sungguh kesal dan melangkahkan kaki tepat didepan wajahnya
“Mianhae aku tak sengaja… jika kepalamu itu Mahal, akan kuganti kan dengan kepalaku! Huft namja payah” aku pun mengambil buku-buku ku dari tangannya, dan menarik Hyemi agar segela memasuki kelas baru

@New Class

“Hye Eun-ah! Apa yang kau lakukan padanya tadi? Isss kau itu sungguh lancang pada orang yang tak kita kenal!” aku kesal dengan perkataan Hyemi yang bertubi-tubi, membuatku ingin memakannya sekarang juga
“Kau diamlah Hyemi-ya!! Aku tak bisa berkonsentrasi eoh?! Aku sangat tak menyukai pelajaran matematika, jadi aku harus berkonsentrasi penuh pada pelajaran ini! Huft kau mengacaukanku saja!” ucapku sebal pada Hyemi
“Lagian saat kelulusan kemarin, aku yang memberimu contekan… kau pun lulus dengan nilai matematika yang cukup bagus meskipun tak sebagus punyaku…” aku pun terdiam sejenak, dan terlepas konsentrasiku dari pelajaran Choi Seonsaengnim
“Ye… dan kau yang membantuku menyelesaikan soal Matematika saat aku kesulitan mengikuti tes untuk masuk ke Universitas ini! Gomawo Hyemi-ya, hehehe. Mian karena telah membentakmu…” Hyemi pun membalasnya dengan senyuman

Seusai pelajaran matematika yang membuatku sangat pusing itu pun aku dan Hyemi langsung menuju Kantin untuk membeli beberapa makanan
“Kurasa perutku sangat lapar Hyemi-ya! Kajja akan ku traktir kau!” aku menarik lengan Hyemi dan menuju salah satu meja yang kosong
Ketika aku akan menduduki nya, seorang namja tiba-tiba mendahului ku dan duduk dengan santai di meja kosong itu
“Aish kan aku dulu yang melihatnya!!!” ucapku kesal pada namja itu
“………” namja itu hanya menoleh kearahku sebentar, kemudian melanjutkan kegiatan nya lagi memainkan tabletnya
“Aisshh bukankah kau namja yang tadi mengataiku?!” Aku melepas headset yang ada di telinganya cukup keras, dan duduk didepannya. Sedangkan Hyemi hanya geleng-geleng melihat tingkahku
“Apa ada masalah lagi aghassi?” balas namja itu dengan santai
“Ada! Kau mendahuluiku di sini… di meja ini!” tegasku padanya sambil menunjuk-nunjuk meja yang sedang ku tempati ini
“ahh jika hanya itu, kita bisa makan bersama…” jawabnya dengan tenang
Mwo? Apa namja ini gila? Ia bahkan tak marah sedari tadi aku bersikap kasar padanya? Aish namja ini sungguh unik hehe
Akhirnya aku pun memesan makanan bersama Hyemi, memakan makanan di meja yang sama yang ditempati namja tampan itu
Mwo? Namja tampan? Omo! Jangan bilang kau mulai tertarik pada namja itu Hye Eun pabbo! Aish itu memalukan sekali –“
“Daritadi aku belum mengetahui namamu, aghassi?” ucap Hyemi tiba-tiba membuyarkan lamunanku yang daritadi memandanginya
“Nde? Oh… Kim Jae Joong imnida… aku mahasiswa jurusan kedokteran *(what?! Jaejoong dokter? XD waks) yang kini tengah menginjak semester 3, nona… kau sendiri?” balas Jaejoong diiringi senyuman yang errr ternyata namja ini tampan juga
“Ahh, Park Hye Mi imnida… yeoja yang gemar dengan pelajaran matematika hihi. Aku dan Hye Eun sudah berteman sejak kami SMA dulu, dan kini kami baru masuk semester pertama jurusan Ilmu Kimia… woaaah kau akan menjadi seorang dokter? Benar-benar suami idamanku” ucap Hyemi dengan girang disertai tangannya yang membentuk ‘hope’ dan diletakkan di samping kiri pipinya
Membuatku sangat muak dengan kelakuan Hyemi yang super kekanak-kanakan itu
“Dan kau akan menjadi seorang professor Hyemi-ssi… senang berkenalan denganmu” ucap namja itu sembari menjulurkan tangannya
Langsung saja aku membalas uluran tangannya dan tersenyum kearahnya
“Ne, senang bisa berkenalan denganmu Jaejoong-ssi…” akupun mendapat sebuah pukulan di lengan dari Hyemi huft
“Kau itu!”
Ternyata namja ini lebih tua 1tahun dari aku, ahh sepertinya mulutku sangat kelu untuk memanggilnya dengan sebutan Oppa u,u jinjjayo?
“panggil saja dia Oppa, Hye Eun-ah...” bisik Hyemi tepat di telinga kiriku. Membuatku agak sedikit geli
“Shireo..” ucapku kembali memasukkan beberapa Bibimbab ke mulutku
“Aaa, baiklah Hyemi-ya, dan Kau gadis menyebalkan, aku harus segera mengikuti kelas sebentar lagi.. Aku pamit dulu semua.. annyeong!” Tiba-tiba namja itu berpamitan pada kami dan memasukkan tabletnya ke dalam tas ransel miliknya, segera pergi begitu saja
“hahahahahaha...” aku yang mendengar tawaan Hyemi setelah namja itu pergi beberapa detik, tiba-tiba tersedak begitu saja
“Uhukk.. Aish kau ini ada apa?!!” Tanyaku kesal dan sedikit membentak nya
“Bahkan kau di panggil Jaejoong Oppa dengan sebutan Gadis Menyebalkan.. Hahahaha sebutan yang cocok untukmu Hye Eun-ah!” Aku terdiam dan terus memandanginya
“Geure, aku diam..” Ucap Hyemi kemudian menunduk dan kembali menyesap Milki Soda miliknya, aku terkekeh melihat ekspresi takutnya ketika aku berpura-pura kesal padanya haha taukah? Itu sangat lucu, Hyemi-ya!

3 bulan kemudian...
-skip-

Pagi ini aku sama sekali tak melihat namja tampan yang bernama Jaejoong itu.. Kemana dia? Tumben sekali tak ada di kantin untuk sekedar bermain tabletnya?
..pluk..
Ku dengar suara dentuman air kolam, seperti terkena lemparan batu. Aku yang tertarik pun menghampiri sebuah kursi kosong di dekat kolam yang cukup luas itu, yang jaraknya lumayan jauh dari kantin *(tajem juga pendengarannya Hye Eun? Waks)
Omo? Itu bukan kah Jaejoong Op..pa? sedang apa dia disini?
..pluk..
Lagi-lagi ia melempar sebuah batu yang lebih kecil dari sebelumnya
“Kalau seperti itu terus, dentumannya tak akan bisa keras.. Lihat ini!” aku mengambil batu yang ukurannya lebih besar, kulempar dengan sekuat tenaga
..PluKk..
“Tch.. Kau kuat juga?” Ucapnya datar
Ada apa dengan namja ini? Tak biasanya wajahnya datar seperti ini
“Neoneun gwaenchanayo?” ucapku hati-hati sambil memandang wajahnya yang menatap lurus ke arah kolam
“Gwaenchana.. Tak usah bertanya seperti itu” Ucap nya singkat, dan lagi-lagi mengambil beberapa batu yang kecil-kecil dan melemparnya ke tengah kolam
“Yak!” ucapku sedikit mengagetkannya, namun yang dikagetkan tak merasa sedikit pun jika dia sedang dikagetkan
“Yak!” ucapku sekali lagi
..syut..
Iya mengambil tas ranselnya yang berada di sebelahku dan meninggalkanku begitu saja
Aku pun hanya bisa melongo dibuatnya :o
Segera aku mengejarnya, menarik tangannya yang kekar itu dan, syut..
Aku memeluknya sebentar, kemudian sedikit berjinjit dan mencium bibirnya sekilas
Membuatnya terkejut sambil mebelalakkan matanya
“Nan..Nan neo.. Johahaeyo, Jaejoong-ssi...” Ucapku gugup sambil menatap manik matanya begitu dalam
Aku pun melanjutkan ucapanku lagi setelah kurasa cukup lama aku terdiam
“Aku.. Aku menyukai mu sejak kau memarahiku waktu itu.. Sejak.. Sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu.. Aku selalu bersikap marah didepanmu, Aku selalu bersikap acuh didepanmu, namun aku selalu memperhatikanmu.. ketika kau sedang bersama beberapa Yeoja di kantin, ketika kau meminjamkan tabletmu untukku, dan.. ketika kau tersenyum pada Hyemi u,u Mianhae aku lancang padamu, aku tak pantas mengungkapkan ini padamu.. Aku memang gadis yang menyebalkan dan.. bodoh” ucapku sedikit bergetar, tak terasa sebulir air mata jatuh perlahan
Dikarenakan aku takut melihatnya menolakku, pikiranku bergelayut ke mana-mana, Pikiranku berpikir bahwa sebentar lagi, jaejoong Oppa akan menolakku..
Jantungku berdegup seribu kali lebih cepat, darah ku berdesir lebih cepat, dan lagi-lagi aku tak berani menatap matanya
“Mi..mianhae..” Hanya kata itu yang keluar dari mulut indahnya, cukup lama aku menanti kata-kata yang keluar dari mulut indahnya, berharap kata itu berarti ternyata dugaanku salah
Perlahan tubuhku mulai melemas, pundakku bergetar menahan tangisan yang akan keluar dari mulut nakalku ini
“Kau tak perlu menyukaiku seperti ini.. Hye Eun-ah” Ucapannya yang sangat lembut membuat jantungku berdegup seribu kali lebih cepat sangat cepat dan berasa hampir copot
Mataku memerah, kaki ku melemas, tak terasa buliran-buliran itu pun turun begitu cepat dari biasanya
“Ka..u tak menyukaiku?” kuberanikan diri untuk bertanya hal itu padanya
“Aku..menganggapmu hanya..sebatas..Yeodongsaeng, tak lebih..Mianhaeyo” ucapan terakhirnya sebelum ia memilih untuk pergi meninggalkan ku sendiri menangis didekat kolam
Sakit.. ya Tuhan, kenapa sangat sakit melihat nya seperti itu
Aku tak dapat menopang tubuhku dan bruk.. aku terjatuh di rumput, menangis sejadinya disitu tak peduli berapa banyak yeoja dan namja yang bertanya-tanya apa yang membuatku jadi seperti ini
Setelah cukup lama aku menumpahkan semua isi hatiku, aku pun segera berlari untuk cepat sampai rumah
Tak mengikuti mata pelajaran Choi Seonsaengnim, dan tak menjawab telepon dari Hyemi yang mungkin kini sedang panik mencariku

***
Aku terduduk diam di dalam bus yang melaju cukup cepat menuju Gyeosangnam-do, kota yang belum pernah aku berkunjung kesana
Kota yang katanya sangat indah akan panorama yang menyejukkan disana
Mataku terus menatap lekat pemandangan di sebelah kiriku tanpa berkedip sekalipun, hingga sebuah suara tiba-tiba mengagetkanku
“Ahgassi.. Apa kau tetap ingin disini selagi bus nya sudah berhenti?”
Aaah saking asyiknya melihat pemandangan yang indah itu, aku bahkan lupa jika sudah sampai tujuan
“Aah Joseonghamnida tuan.. Aku tak memperhatikanmu sedaritadi..” ucapku sedikit membungkuk dan segera pergi dari bus
“Huaaaah.. Segar sekali udara di kota ini”
Ucapku dengan girang. Aku terkejut tiba-tiba, mendengar suara jeritan berulang kali seorang yeoja meminta tolong kepadaku. Aku melihat sekeliling yang telah sepi akan pengguna jalan. Dengan sigap aku berlari kearah yeoja itu dan menariknya kedalam pelukanku
“Shireo!! Pergi kau!! Pergi!! Shireo!! Aaaaaaaaaaaa~ Hajimaaaaa!!” Yeoja itu terus menerus berteriak histeris saat tubuhnya ku peluk dengan kencang
“Kau pergi!! Siapa kau?!!” Sepertinya yeoja ini terkena kelainan jiwa, ia selalu melihat kearah samping kanannya, sedangkan aku berada di samping kirinya. Hingga sesosok Namja tampan, sangat sangat tampan dan tembus pandang menghalangi penglihatanku
“OMO?!” Teriakku tak kalah histeris dengan yeoja yang sedang ku peluk ini
“Aish! Dasar manusia! Kau hanya akan mengganggu pekerjaanku saja! Cepat kau pergi!” ucap namja tampan itu sembari perlahan mendekatiku. Aku sungguh terkejut dengan pemandangan ini, jika ada hantu disini seharusnya ia tembus pandang dan tak terlihat... Namun kenapa namja ini terlihat oleh mata ku? Ya Tuhan, aku takut dengan hantu.. jauhkan Namja yang telah meninggal ini dariku, Tuhaaan. Aku menggumam pelan sambil menangis dan memejamkan mataku
“Yak!!” Namja itu mencoba menggoyangkan pundakku
Waeyo? Kenapa dia bisa menyentuhku? Seharusnya ia tak bisa menyentuhku!
Perlahan aku mencoba membuka mataku dan betapa terkejutnya aku ketika melihat yeoja yang tengah kupeluk tadi, sudah tidak bernyawa lagi. Apakah namja ini malaikat pencabut nyawa?
Hiks.. Tuhan, aku tak ingin Kau mengambil nyawaku sekarang :’(
Aku belum menyelesaikan tugasku Tuhan.. Belum berusaha mendapatkan hati Jaejoong oppa, aku belum menikah, bahkan hari ini aku berdosa pada Choi Seonsaengnim karena telah meninggalkan pelajarannya :’(
Tangisku dalam hati
“Huahahahaha... Tak usah takut seperti itu Pabbo! Siapa yang ingin mencabut nyawamu eoh?” ternyata benar namja ini adalah malaikat pencabut nyawa.. Konon, orang jaman dulu bilang jika kita sudah melihat Malaikat Pencabut nyawa, maka tak lama lagi kita akan dicabut nyawanya oleh malaikat itu.. Mwoya? Berarti?? Sebentar lagi aku tak akan melihat indahnya Dunia? Aish Ya Tuhaaan :’(
“Hey pabbo! Kenapa kau sampai berpikiran yang tidak-tidak begitu tentangku ha?! Lagian nyawamu itu masih jelek dan masih mentah! Mana mungkin aku mencabut nyawamu sekarang? Tch jangan percaya diri kau!” Hardik namja ini di depan wajahku
Sepertinya namja ini pandai membaca pikiran orang..
“Yeo..yeoja ini..bagai..bagaimana?” tanyaku pada namja ini dengan terbata
“akan ada orang yang menolongnya, biarkan saja.. Kajja! Ikut aku! Kau harus diberi pelajaran karena sudah lancang melihatku!!” ucapnya sembari menarik tanganku dan membawaku ke tempat yang sangat asing.. Sepertinya ini rumah megah yang kosong tak berpenghuni, yang telah lama ditinggalkan oleh penghuninya.. Entahlah? Nan mollayo –“
“apa-apaan kau ini?! Dasar Setan!!” Ucapku setengah kesal dengannya
“Mwo? Setan darimana? Aku ini malaikat, Yeoja pabbo!!” ..klik.. sambil menyentil dahi ku pelan
“aww.. neomu appo..”
“Tch, dasar manusia yang manja!” Aku benar-benar sebal dibuatnya kini
“kau ini kenapa?!! Memangnya kenapa jika aku manusia?! Memangnya kau ini siapa? Malaikat? Atau hantu??! Kenapa hidupku sial sekali bisa bertemu denganmu di kota ini hah?! Dangsineul jeongmal myiechesso saramiweoyo?!!” Hardikku tak kalah kasar dengannya
“Ige mwoya?! Saramiweoyo?!  Neoneun saramieyo?! Tch!” apa katanya? Dia bertanya apakah aku ini manusia?
“Aku ini manusia Bodoh!! Kau itu yang tak berbentuk!! Manusia bukan, malaikat sudah pasti bukan!!” ucapku kemudian segera meninggalkan nya pergi
Tiba-tiba dia menghilang entah kemana, semenjak itu aku tak pernah melihatnya lagi..
Aku lupa menanyakan namanya, aku ingin tahu apakah malaikat ataupun hantu juga mempunyai sebuah nama.. dan kurasa, dia tak akan menjawab itu, karena dia adalah namja pabbo yang setengah gila! Tch, aku harap aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi.. hahaha

-skip-

Aku melanjutkan perjalananku di kota ini, mengunjungi berbagai museum yang terkenal akan kelestarian sejarahnya dikota ini..
Mengunjungi pantai dengan pasir putih dan hamparan rumput laut yang sangat indah.. Uuugh, aku rasa aku terlalu terburu-buru menikmati pantai ini..
Berkali-kali aku melihat penampakan yang membuat bulu kudukku merinding T_T
Apakah ini kota yang diciptakan khusus untuk para malaikat pencabut nyawa eoh?
Sebenarnya aku ingin cukup lama berdiam di kota ini, namun berhubung aku harus menyelesaikan berbagai tugasku, dan aku harus pulang ke tempat asalku, Seoul, dan yang pasti aku sedikit mistis dengan tempat ini.. Maka ku putuskan sekitar pukul 5 sore nanti aku harus cepat-cepat membeli tiket bus..

..cklik..
Aku memotret beberapa rumput laut yang terhampar di pinggir pantai yang indah ini..
Andai saja aku dan Jaejoong oppa adalah sepasang kekasih, mungkin kini aku dan dirinya tengah berfoto mesra di pantai ini
Aku sangat iri melihat banyak yeoja yang berfoto bersama namja mereka masing-masing u,u
“Jaejoong Oppaaaaaaaa!! Apa kau ingat saat pertama aku tak mau memanggilmu Oppa?! Apa kau tau betapa beratnya aku mengucapkan kata-kata Oppa didepanmu??!! Itu sangat berat Oppaaaa!! Aku berusaha payah hanya untuk memanggilmu dengan sebutan itu, agar kau menyukaiku!! Tapi nyatanya kau sama sekali tak tertarik padaku!! Aku Mencintai mu Oppaaaa!! Nan neo Saranghaeyo, Oppaaaa!! Jebal dorawaaaa~!!” aku teriak-teriak tak karuan di pinggir pantai
Begitu banyak orang yang berlalu lalang sambil memandangku dengan tatapan aneh, yang membuatku risih dibuatnya

Setelah itu aku melanjutkan perjalananku untuk membeli tiket bus dan segera kembali ke Seoul karena hari semakin gelap

------------------------------------- OoOoOoOoOo ===========================================

Hye Eun POV End

Author POV

“Kau ini kemarin kemana saja Hye Eun-ah?! Kau tak menyadari banyak orang yang mencarimu dimana-mana ha?!” Hyemi sedari tadi memarahinya habis-habisan setelah ia tahu Hye Eun turun dari bus dan berjalan pulang kerumahnya larut malam
“Semalam kau pulang jam berapa hah?! Apa kau tak kasian Eomma mu mencarimu hingga ke rumahku?!!” Hye Eun hanya terus-terusan menundukkan kepalanya, takut jika Hyemi semakin memarahinya
Akhirnya beberapa patah kata Hye Eun keluarkan untuk menyanggah kata-kata marah Hyemi
“A..ku tak peduli siapapun yang mencariku di sekitar kampus.. Aku tau.. Tak akan ada orang yang akan mencariku!” Hye Eun sedikit meninggikan suaranya, membuat Hyemi semakin memuncak
“Kau pikir kau ini siapa hah?!! Buronan?! Yang ingin di perhatikan setiap hari?! Kau pikir siapa yang tidak peduli terhadapmu?!! Apa kau tahu?!! Aku dan teman-teman kewalahan menenangkan eommamu yang telah panik, takut kau tak akan pulang!! Tch, kau ini sebenarnya temanku atau bukan ?!” Sejenak suasana menjadi hening..

Setelah diam beberapa menit, Hye Eun pun memulai pembicaraan
“Mi..mianhae.. Aku hanya sakit hati, pada..seseorang.. Jeongmal..Mianhae..Mianhae..hiks” Hye Eun ringsut di lantai dengan lututnya yang menyangga semua tubuhnya. Ia mengeluarkan banyak air mata, mengeluarkan semua air mata malah, seakan kejadian tadi pagi mengingatkannya. Sakit, rasa itu yang kembali dirasakan Hye Eun
“Neo gwaenchanayo, Hye Eun-ah?” Hyemi juga ikut ringsut ke lantai dan memeluk Hye Eun untuk menenangkan perasaan sahabatnya itu
“Geuneun nuguya? (siapa dia?) yang telah membuatmu menangis seperti ini?! Geuneun nuguya? Katakan padaku siapa dia Hye Eun-ah?! “ Hyemi mengguncang-guncangkan pundak Hye eun dengan kencang, berharap dengan cara ini sahabatnya itu akan mengatakan yang sesungguhnya padanya
“Nan..nan museowoyo Hyemi-yaaa.. hiks” bukannya menjawab Hye Eun malah semakin memeluk Hyemi dengan erat
“Waeyo? Kenapa kau takut ha?! Apa yang sedang kau lakukan ini?? Apa yang kau takutkan Hye Eun-ah?! Jebal jawab aku.. aku sangat sedih melihatmu seperti orang frustasi seperti ini..” Perlahan pelukan mereka berdua merenggang hingga tercipta jarak diantara mereka.
“Jae.. Op..pa.. Geuneun eodisseo?” Hye Eun segera menghapus air matanya, dan berpura-pura terlihat bahagia didepan sahabatnya itu
“Mwo?  Ada apa dengan Jaejoong oppa? Kenapa tiba-tiba kau menanyakannya?” ucap Hyemi bingung menatap sahabatnya itu
“Aaah aniyo.. Aniyo, lupakan saja itu bukan pertanyaan yang seharusnya kau jawab Hyemi-ya.. Baiklah aku ingin berendam air panas sebentar.. Kau bisa memasak makanan sendiri Hyemi-ya selagi aku sedang mandi.. Geure, nan meonjeogalkeyo (aku pergi dulu)..” Ucap Hye Eun kemudian segera berlari menuju kamar mandi untuk menghindari pertanyaan Hyemi yang mungkin terjadi bila ia tiba-tiba menanyakan keberadaan Jaejoong. Ia takut persahabatannya sedikit retak bila Hyemi tau Hye Eun menyukai namja yang juga disukai Hyemi
Padahal yang sebenarnya Hyemi mendekati Jaejoong karena dia ingin memanfaatkan kepintarannya, bukan karena mempunyai perasaan lebih. Sejak awal Hyemi sudah merasa bahwa sahabatnya itu mempunyai perasaan yang lebih terhadap Jaejoong. Hyemi sudah tau jika Jaejoong sudah mempunyai Yeojachingu yang sebenarnya tidak pernah Jaejoong perhatikan (ceritanya yeojachingu nya Jae di php sama si Jae ya.. mudeng to?) Hyemi sendiri tak tahu siapa yang kini sedang Jaejoong sukai. Apakah itu Hye Eun? Sepertinya tidak jika melihat sikap Jaejoong yang sangat acuh ketika Hye Eun ada di dekatnya. Itu adalah teka-teki yang harus Hyemi pecahkan

“Aish bilang saja jika dia telah menyatakan perasaannya pada Jaejoong oppa, dan Jaejoong oppa tidak menganggapnya? Begitu saja susah.. aish” gumam Hyemi dengan mulut pout-nya
Hyemi pun menuju dapur untuk membuat ramyeon sebagai menu makan malamnya dengan Hye Eun

***

@Gyeonggi University

“Iya, apa kau tahu kenapa dengan si Hye Eun itu? Ia tiba-tiba menghilang dari kelas Choi seonsaengnim tanpa meninggalkan alasan apapun..” Ucap seorang mahasiswi kepada temannya saat sedang makan siang di kantin, dengan kencangnya ia bertanya hal itu pada temannya sukses membuat Jaejoong mengalihkan perhatian pada kedua yeoja itu
“Geunyeo-neun gwaenchanayo?” Gumam Jaejoong sambil melihat kedua yeoja itu. Dan yang dilihat tidak merasa jika dirinya sedang dilihat(?) *(plakk! Lupakann XD wkwk)
“Aish apa yang kau pikirkan Jaejoong??! Jinjja! Nan moreuge seumnida –‘ Aku tak mungkin peduli lagi dengannya, karena aku sendiri yang telah membuatnya seperti itu.. huft” Jaejoong pun kembali melanjutkan makan siangnya

-skip-

“Aigoo kenapa bisa aku meninggalkan ponselku di kelas Choi Seonsaengnim huh?” Hye Eun terlihat tergesa-gesa sambil berlari menuju kelas yang barusan ia tempati
“Omona?!! Dangsineul nuguya?!!” Hye Eun terkejut dengan kehadiran seekor(?) malaikat ah aniyo lebih tepatnya setan tak berbentuk(?) yang tampan mungkin? Ia bukan malaikat pencabut nyawa lagi kini, mungkin ia tertarik pada Hye Eun sejak pandangan pertama di Gyeosangnam-do sewaktu itu
“Bu..bu..bukankah ka..u hantu yang waktu itu??” Dengan cepat Hye Eun melempar namja itu dengan ponselnya. Namun, brakk.. bukannya mengenai namja itu, lemparannya meleset hingga ponselyna terbagi dalam beberapa bagian(?)
“Kyaaaaaaaa! Aigooo apa yang kau lakukan dengan ponselku orang asing??!!” Hye Eun segera memunguti serpihan ponselnya dan memasangnya kembali
“Sini kemarikan padaku.. Aku bisa memperbaikinya..” Ucap namja itu dan merebut serpihan ponsel Hye Eun. Dengan sekejap mata, ia menyulap ponsel Hye Eun kembali utuh seperti semula
Hye Eun pun terkejut dibuatnya
“Eotteohkeyo?? Ba..bagaimana ini bisa terjadi??” Hye Eun membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya
Ia menatap wajah namja yang ada didepannya dengan seksama. Memperhatikan setiap lengkuk wajahnya. Berharap kejadian ini adalah mimpi yang tak akan pernah kembali terulang lagi dalam hidupnya. Berharap namja ini akan menghilang lagi seperti saat di Gyeosangnam-do waktu itu. Tapi nihil.. Namja ini malah semakin mendekat, semakin menampakkan bahwa tubuhnya kini sangat mirip dengan manusia. Rambutnya yang cokelat sedikit keatas dan acak-acakan menambah kesan tampan pada namja ini. Kulitnya yang putih pucat, bibirnya yang agak kemerahan, postur tubuhnya yang sangat tinggi dan gagah, menambah aksen ‘seksi’ bila melihat namja ini. Wajahnya benar-benar seperti malaikat, Hye Eun mengutuk dirinya sendiri yang telah mengatakan jika namja ini sangatlah buruk. Jika boleh dibilang, saat ini Hye Eun sedang terpana dengan pesona yang dikeluarkan namja ini
Sangat sangat tampan

“Nona.. Nona?? Neo gwaenchanayo?” Namja ini melambaikan tangan di depan wajah Hye Eun yang sedaritadi memandangi betapa indahnya anugerah Tuhan pada namja ini
“Aaaa Nan gwaenchana.. Ahgassi, apa kau sekolah disini juga? Bu..bukankah kau kemarin adalah malaikat pencabut nyawa eoh?” tanya Hye Eun dengan cepat seakan memang itu pertanyaan yang sedari tadi sudah ada dibenaknya
“Ne.. Aku memang malaikat.. Haha aku tau kau pasti takkan percaya bukan? Aku Cho kyuhyun.. Dulu aku namja paling tampan di sekolahku.. Sayang sekali aku harus meninggal 2tahun yang lalu, umurku kira-kira 1tahun lebih tua darimu.. Karena kecelakaan mobil saat itu membuatku kehilangan seluruh nyawaku :( Aku menyelamatkan seorang gadis yang sangat kucintai, padahal aku tau ia sama sekali tak melihatku waktu itu. Yang ia tau, kerusakan pada hatinya telah terobati dengan aku sebagai pendonornya, gadis itu tak tahu siapa pendonor sekaligus malaikatnya saat ia hampir mati..” Curcol(?) namja itu dengan panjang lebar. Matanya menatap lurus kedepan seolah memorinya kembali lagi saat itu
“Cho..Kyu..hyun?? Lalu, kenapa kau sekarang memilih untuk bertemu denganku dan menampakkan wujudmu padaku? Kenapa tak kepada gadis lain yang lebih cantik dan mungkin bisa kau pilih-pilih mana yang baik?! Kenapa harus aku?” Tanya Hye Eun dengan sedikit nada tinggi
“Aish kau ini memang yeoja keras kepala dan menyebalkan dari dulu! Yasudah jika itu maumu, aku akan pergi sekarang!” Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dan berjalan keluar
Banyak yeoja yang terkejut dengan kehadiran Kyuhyun secara tiba-tiba
“kyaaa siapa dia? Tampan sekali..” ucap beberapa yeoja yang berjalan melewati Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun semakin PD untuk melanjutkan perjalanannya berjalan-jalan di sekitar kampus ini.
*(udah evil, narsis lagi –“ dasar, bias siapa sih ni?? Plakk XD)

Kyuhyun menyamar sebagai mahasiswa baru yang sangat cerdas. Berkat kecerdasannya, ia mengikuti kelas eksklarasi(?) yang membantunya loncat kelas hingga kini ia berada di semester 3 bersama Jaejoong
Memang itu yang ia incar ketika melihat orang yang begitu dicintainya menangis karena ulah seorang namja. Sangat sesak ketika Kyuhyun harus ditakdirkan Tuhan untuk bertemu kembali dengan yeoja yang dulu sangat ia cintai, bahkan rela mengorbankan nyawanya demi yeoja yang sama sekali tak menyukainya

Flashback

“Hye Eun-ah kau mendapat surat cinta lagi dari penggemar misterius itu! Kajja lihatlah lokermu..” Ucap Hyemi ketika ditemui nya Hye Eun di kantin
“Mwoya? Aaah kau ini berlebihan sekali Hyemi-ya.. sangat berlebihan, mana ada Namja yang jatuh cinta kepadaku?” Hye Eun segera mengikuti Hyemi menuju loker

Saranghamnida, Hye Eun-ah..
Joneun dangsineul johahaeyo..
Urin seoro cheonneune beonhasseoyo..
Geure, arraseo kau tak akan pernah mengerti siapa aku..
Jebal, putar lagu ini ^^
------------------------------------- Saranghandan mal johahandan malnaegeneun neomu appo..
Nae nundongjaen na do moreuneun chokjokan iseul bangul..
Geunyang naega mani apeun geotman arayo
Mworago malhaji, eotteohke butjapeulji na do moreugetjjana..
Eotteohke? Nan eotteohke hajyo? ----------------------------------------------------------

Mencintai sesuatu yang disukai itu sungguh menyakitkan..
Di pupil mataku tanpa kuketahui menetes jatuh membasahi
Aku banyak tersakiti, hanya itu yang kuketahui..
Aku tidak dapat berkata apapun, bagaimana cara menahannya pun aku juga tak mengerti
Bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?

-Ch.Ky-

“Kyaaaa, kata-katanya benar-benar membuatku melayang sejauh ini.. Hyemi-ya, inisial apa ini? Aku tak mengerti dengan inisial seperti ini..”
“Sepertinya aku pernah melihat inisial ini sebelumnya.. Lihatlah..”
Hyemi menyodorkan topi dengan inisial yang sama

***
“Lain kali kalau jalan berhati-hatilah..” Ucap seorang namja yang sangat tampan ketika Hye Eun terjatuh dan menjatuhkan banyak buku
Namja itu membantu Hye Eun memunguti buku-buku kelasnya itu
“Goma..Gomapseumnida sunbae..” Ucap Hye Eun menahan malu sembari berbungkuk 90` dan orang yang di bungkuki(?) malah terkekeh pelan berhasil membuat Hye Eun salah tingkah
“Ada apa sunbae?” ucap Hye Eun hati-hati
“Kau itu lucu sekali Hye Eun-ah..” Namja itu kemudian pergi dan menjatuhkan sebuah topi, inisial itu. Inisial yang selalu ada dalam surat misterius Hye Eun
Kembali Hye Eun mengingat kata-kata sahabatnya, Hyemi. Topi dengan inisial yang sama pada surat rahasia itu. Berarti....??
“OMO?! Be..benarkah ini???! Kyaaaaaaa Kyuhyun sunbae, namja tertampan satu sekolah ku menyukaiku?? Aigooo Tuhaaan aku sangat senang.. Aku akan menyatakan perasaanku besok..” ucap Hye Eun dengan senyuman yang melebar
Ia berniat pulang langsung hari ini, tanpa ikut belajar kelompok disekolahnya
yemiHyeHHhhhhdkjhfkshfkdhffffjuuGHggghghthkjgfhjgfjfgjHye Eun-ah, berhati-hatilah..”
“Ne Hyemi-ya, nan meonjeogalkeyo..”

--Depan Gerbang Sekolah—

“Udara mulai dingin karena sebentar lagi musim gugur, kau harus pakai jaketmu..” Ucap Cho Kyuhyun, namja itu telah berdiri dibelakang Hye Eun sedari tadi
Belum sempat Hye Eun melanjutkan bicaranya dan menoleh kearah sumber suara, sebuah bus yang hilang kendali menyambar tubuh Hye Eun begitu saja. Kyuhyun terkejut setengah mati dan tak bisa menolong Hye Eun dengan cara lain, ia harus mengorbankan nyawanya demi yeoja didepannya itu
“Hye Eun-aaaah!” Kyu memeluk Hye Eun dengan cepat, melemparkannya ke sembarang tempat dan
..BruuKkkK..Ciiitttt...Braakkk..
Tubuh Kyuhyun terpental jauh namun hampir dekat dengan jarak Hye Eun, bus itu berhenti karena menabrak sebuah batang pohon. Perut Hye Eun mengalir banyak sekali darah segar, ia sempat menatap siapa penolongnya, tersenyum haru, menangis kemudian ia sudah tak sadar lagi
Kyuhyun melihat kearah Hye Eun, sangan sakit. Itu yang Kyuhyun rasakan. Sakit melihat yeoja yang dicintainya berbaring lemah dengan darah yang bercucuran, juga sangat sakit merasakan kepala dan perut yang mengeluarkan banyak darah(?)
*(Kyaaaaaaaaaaa ini ceritanya semakin gak Mutu!! Huwaaa XD)
Beberapa saat kemudian ia merasakan tubuhnya terangkat dan pandangannya pun mulai kabur

***
Beberapa bulan kemudian

“Kyu..sunbae..hikss, ini semua salahku...” Hye Eun menangisi makam Kyuhyun sesenggukan, memukuli terus-terusan kepalanya. Ia merasa bersalah, ia sama sekali tak menyangka akan seperti ini kejadiannya
“Hye Eun-ah sudahlaah.. semua ini sudah terjadi, ia bahkan dengan tulus mengorbankan semuanya untuk mu..” Hyemi menenangkan sahabatnya yang sedang kalut itu

Flashback Off

Kini 2 tahun telah berlalu, mungkin Hye Eun telah melupakan kejadian itu
Beberapa menit setelah Kyuhyun meninggalkannya sendiri di kelas tadi, ia kembali ingat beberapa serpihan-serpihan memori kala ia mendengarkan dengan cermat curhatan Kyuhyun tentang kematiannya
Sesaat kemudian ia kembali tersadar dan sangat terkejut
“Bukankah? Cho Kyuhyun adalah Kyuhyun sunbae?” ia segera berlari mencari sosok Kyuhyun berada sekarang
Ketika melewati sebuah kolam yang sungguh tak asing baginya, kakinya terhenti. Wajahnya menoleh ke arah kolam yang beberapa saat lalu telah membuat nya merasakan sakit hati
Kakinya malah berjalan terus mendekati kolam. Betapa terkejutnya ia ketika melihat 2 orang yang sama-sama ia kenal, sedang duduk bersandar berdua
Kakinya melemas, bagaimana bisa ini terjadi?

“Jae..jaejoong oppa?” ucap Hye Eun ketika telah sampai tepat dihadapan Namja yang dipanggilnya itu
“Mwo? Hye Eun-ah? Bagaimana bisa kau mengenalnya?” tanya seorang namja yang berdiri di sebelah namja yang ditanyai Hye Eun
Bukannya menjawab, Hye Eun terus terfokus pada Jaejoong seakan ingin menyatakan perasaannya kembali
Kyuhyun yang melihat itu sedari tadi hanya bisa menghela nafasnya
“Aaa baiklah-baiklah.. Hyung, lebih baik kau mengenalnya secara lebih dalam lagi..” ucap Kyuhyun yang hanya dibalas tatapan aneh dari Jaejoong
“Apa maksudtmu? Aku sudah mengenalnya. Justru kau yang sama sekali belom mengenalnya, pabbo!” Ucap Jaejoong dengan terkekeh
“Oppa,,” panggil Hye Eun lagi, kali ini kalimatnya dibuat menggantung untuk memancing jawaban dari Jaejoong
Sungguh inikah hari sial Hye Eun, perkataannya sama sekali tak dibalas dengan Jaejoong. Membuat Hye Eun semakin ingin mengeluarkan air mata yang sedaritadi ia tahan
“Apa kau tak mendengarku?” Hye Eun memberanikan diri bertanya untuk yang kesekian kalinya pada Jaejoong
“Kyuhyun-ah, aku pergi dulu.. Sampai jumpa..” Dengan sigap Hye Eun kembali melanjutkan ucapannya
“Kenapa?? Kenapa kau sama sekali tak menginginkan aku?? Aku tahu, aku ini yeoja yang berlebihan.. Aku sama sekali tak mempunyai akal sehat karena dengan mudahnya aku jatuh cinta padamu dan tunduk padamu tanpa memperdulikan harga diri ku yang telah kau injak-injak sejauh ini,Oppa.. Kau tak mengerti sesulit apa aku berusaha memanggilmu dengan sebutan Oppa.. Aku sendiri tak mengerti kenapa hatiku bisa semudah ini tergiur dengan Namja macam kau?! Jika aku boleh meminta, aku ingin Tuhan mencabut rasa cintaku padamu sekarang! Atau kau menerima rasa cintaku ini..” panjang lebar Hye Eun berbicara pada Jaejoong
Dengan santainya Jaejoong berbalik sebentar kemudian melanjutkan langkah kakinya untuk pergi meninggalkan tempat itu
Hiks.. hiks..
Hanya itu yang bisa dilakukan Hye Eun setelah beberapa langkah Jaejoong –seseorang yang disukainya itu- pergi meninggalkan dirinya, tiba-tiba..
“Ige..” Sebuah sapu tangan datang kehadapan wajah Hye Eun, ia pun terkejut dan mendongak menatap seseorang yang telah menolongnya dengan memberi sebuah sapu tangan kecil
“Kyu..kyuhyun sun..bae..” Hye Eun kembali teringat dengan serpihan memori masa lalu, orang yang dipanggilnya sunbae pun tiba-tiba terkejut dan tak percaya
“hah..”
“kenapa sunbae terkejut? Go..gomawo karena kau telah menyelamatkan ku 2 tahun yang lalu u,u” ucap Hye Eun dengan nada pelan
“Kau ingat itu? Ba..bagaimana bisa kau..?” belum sempat Kyuhyun melanjutkan ucapannya, Hye Eun memotongnya (lagi)
“Sudahlah sunbae tak usah dibahas lagi.. saat ini aku sedang bersedih.. huwaaa hiks hiks..” Hye Eun memotong ucapan Kyuhyun karena tak mau membuat dirinya sendiri semakin merasa bersalah
“Yak! Yak! Kenapa kau malah menangis eoh?! Berhentilah menangis didepanku! Aish kau ini!” ucap Kyuhyun tak mau kalah kerasnya dengan tangisan Hye Eun
“Bantu aku sunbae.. Jebalyo bantu aku..” Hye Eun memohon dengan sangat pada Kyuhyun yang notabenya adalah sunbaenya semasa SMA
“Geure,geure tapi aku harus melakukan apa huh?” Tanya Kyuhyun penasaran
“Buatlah Jaejoong oppa menyukaiku.. aku mohon sunbae bantu aku.. hiks”
“MWO?! Enak saja kau ini!! Bagaimana bisa kau menyuruhku untuk berbuat seperti itu! Aish kau ini!” Kyu pun berdiri menarik sapu tangan yang diberinya untuk menghapus air mata Hye Eun kembali, dan mulai beranjak menjauhi Hye Eun
“Bukankah dulu sunbae menyukaiku?!” Tiba-tiba Hye Eun berdiri dan menyusul Kyuhyun
“Apa kau bilang?! Hey pabbo! Aku ini malaikat, tak mungkin aku masih menyimpan perasaan seperti itu kepadamu!” Ucap Kyuhyun menahan sesuatu yang selalu ia sembunyikan semenjak hidup kembali(?) menjadi malaikat
“Ka..Kalau begitu harusnya kau mau dong membantuku!!” Gertak Hye Eun pada Kyuhyun
“Kau ini meminta tolong atau memaksa hah?!” Balas Kyuhyun tak kalah kerasnya
Hye Eun hanya memalingkan muka dan kembali menangis sesenggukan
“Aish! Anak ini menyusahkanku saja huh! Geure geure arraseo! Aku akan membantumu! Kau puas sekarang?? Baiklah aku masih ada kelas,aku pergi dulu!” Kyuhyun segera beranjak dari tempatnya dan pergi begitu saja meninggalkan Hye Eun yang masih terkejut dengan jawaban Kyuhyun barusan
“Nde??? Apa katamu??? Jinjjayo?? Aaaaa Gomawo Kyuhyun sunbae, aku tak akan pernah melupakan kebaikanmu itu!” ucap Hye Eun dengan senangnya.. Ia tau jika Kyuhyun pasti akan sakit hati jika menolongnya seperti ini, namun ia percaya malaikat itu tak punya perasaan lagi kini

Author POV END

Cho Kyuhyun POV

Sebenarnya apa yang sedang dipikirkan Hye Eun itu benar, malaikat itu tak punya perasaan itu benar sekali. Namun tak dengan ku! Dia fikir aku ini benar-benar malaikat utusan Tuhan apa?
Perasaan ku padanya masih sama seperti dulu..
Namun jika aku melanggar dengan berpacaran dengan manusia, bisa-bisa Tuhan membuatku kembali ke surga(?)
Dengan berat hati akhirnya aku pun akan bersusah payah membuat Jaejoong hyung menyukai Hye Eun Y_Y

“Yak!! Kau ini mengagetkanku saja eoh!! Kau sedang apa? Melamunkan apa? Aku ya?” Tiba-tiba sebuah suara memecah konsentrasiku yang sedang memikirkan cara untuk membuat rencana pada Hye Eun dan Jaejoong hyung, ya dia Hye Eun –“
Anak ini lagi, anak ini lagi. Kenapa ia tak pernah bisa pergi sedikit saja sih dari detik kehidupanku? Apa iya Tuhan mengirimku ke dunia hanya untuk bertemu dengan yeoja menyebalkan seperti dirinya? Aish apa-apaan ini
Bisa-bisa aku gila jika begini terus, menatap matanya dalam dapat membuat darahku berdesir
Oh Tuhan, ciptaanMu ini sungguh membuatku tak pernah bisa berpisah dengannya(?)
“Aish, sekarang kau malah melamun lagi! Sebenarnya ada apa dengan dirimu?!! Apa kau tak mau membantuku??!” Ucap Hye Eun dengan keras membuat pengunjung kantin memperhatikan kami
Hupp...
Segera saja ku bekap mulutnya dan aku membawanya ke lorong dekat kantin yang jarang dikunjungi oleh mahasiswa
“Kau ini apa-apaan ha?! Mau membuat semua orang bertanya-tanya dengan hubungan kita?!!” Ucapku pelan tapi menggertak
“me..memangnya salah aku meneriakimu sunbae?” Suaranya mulai pelan dan melemah kini
“Aaah sudahlah.. Lupakan saja!” Aku segera pergi sebelum ada setan yang menggodaku di tempat sepih ini bila hanya berdua dengannya
“Chankaman!!” Aku segera berhenti ketika mendengar kata-kata itu
“Gomawo-yo sunbae..” Hye Eun membungkukan badannya 90` kearahku, aku sungguh sunkan melihatnya begini. Aku segera meninggalkannya dan tak mau mendengarkan perkataannya lagi bila ia memanggilku

1 bulan kemudian
-School Celebrating-

Hari ini kampusku mengadakan pesta dansa untuk mempertingati hari Hanbok se-Korea. Para yeoja datang ke pesta malam ini menggunakan dress semi Hanbok yang terlihat manis bila dipakainya
Aku pun berpakaian dengan setelan Jas yang di design sedemikian rupa oleh designer terkenal di Korea hingga membentuk seperti Hanbok juga
“Omo~ Kyuhyun-ah, kau terlihat sangat sangaaat tampan malam ini..” ucap seorang yeoja yang terkenal paling seksi di kampus ini
Aku akui malam ini aku memang sangat tampan, melebihi ketampanan seorang Kim Jaejoong dan Choi Siwon *(Beuh! Ngimpi bisa ngelebihin Siwon gantengnya XD ngelebihin Donghae aja gak bisa :P eitss Sparkyu dilarang cemberut! :P)
“Omo~!” Aku terkejut dengan siapa yang berdiri dihadapanku saat ini
“Aish! Kau ini lihat apa?! Aku bertanya dimana Jaejoong oppa, sunbae?!” Aku segera menepis lamunanku dan kembali fokus
Cantik sekali Hye Eun malam ini, balutan dress pink-biru dengan sedikit hiasan hanbok pada dress selutut yang dipakainya dengan aksen bercak-bercak bunga sakura di lekukan bawah dekat lututnya
Gelungan rambut yang biasanya terurai, kini dinaikkan hingga membuat pundaknya terbuka
Bisa membuat siapapun namja yang melihatnya akan terpancing nafsu. Make up yang sangat sederhana menghiasi wajah yeoja ini.. Sungguh cantik
“aku tak melihat apa-apa!! Kau pasti sedang berfikiran buruk lagi huh! Jaejoong hyung!! Kemarilah!” Aku segera memanggil Jaejoong hyung untuk mendekat kearah kami
Aku tau mungkin dengan begini Jaejoong hyung akan mulai mendekat pada yeojaku ini
Namun aku melakukan ini semua demi Hye Eun saja –“ *(huft, mengeluh aja nih orang kerjaannya! Boro-boro tak buat ganteng disini :P)
“Ada apa Kyu memanggilku ke.. Wow Hye Eun-ah neomu yeppeuda..”
Bukannya melanjutkan ucapannya Jaejoong hyung malah memuji Hye Eun >__<
Dan kini ia mulai mengajak Hye Eun berdansa lagi, yak! Dia ini memang namja ada maunya saja
“Kau orang pertama yang bilang aku cantik setelah, ibuku oppa..” Ucap Hye Eun basa-basi, wanita bisa saja jika sedang dipuji -_-
“Hey mana ada orang pertama seperti itu? Itu orang kedua bodoh!!” Hardikku agak kasar dengan mata melotot kearahnya
“Aish kau ini mengganggu kami saja!! Terserah aku ingin berbicara seperti apa! Kau tak perlu ikut campur bodoh!!”
Jaejoong yang memperhatikan kami kemudian tertawa dan menarik Hye Eun kepelukannya tiba-tiba
Aku pun naik darah dibuatnya segera kutepis tangan Jaejoong dari pundak Hye Eun dan melotot ke arah Hye Eun
“Baiklah, aku mengerti sekarang..” Ucap Jaejoong hyung tiba-tiba. Aku tak mengerti dibuatnya
“Maukah kau menjadi yeojachinguku Hye Eun-ah?” tiba-tiba ia menarik tangan Hye Eun, meraihnya untuk segera berdansa dengannya, aku tak mengerti dengan semua ini, ini begitu cepat dan sangat cepat
Hye Eun dengan enaknya mengikuti alunan musik dan mengikuti tarikan tangan Jaejoong hyung, ia menunduk tanda ia mau menerimanya
Aaargh! Tuhan sakit sekali ini perasaanku melihat mereka seperti itu!!
Aku pun segera pergi untuk meninggalkan mereka berdua

-Kolam- *(tempat biasanya Jaejoong sama kyu jg menyendiri plakk )

“Kurasa aku memang harus kembali ke awan(?) mengingat tugasku menyatukan Jaejoong hyung dan Hye Eun telah selesai.. Baiklah kalau begitu, Tuhan ijinkan aku untuk yang terakhir kalinya memberikan sesuatu untuk Hye Eun..”
Aku menatap lurus ke kolam yang sangat indah dihiasi lilin-lilin disekitarnya
Namun disekitar ini terlihat sepi tak ada seorang pun yang datang kemari, mereka semua sibuk berdansa dengan pasangan masing-masing dan tidak denganku
Aku hanyalah arwah(?) atau orang menyebutku malaikat atau apalah itu yang ingin melihat kembali orang yang sangat kucintai, dan membantunya untuk memenuhi apa yang ia inginkan meskipun hatiku sangat sakit..
Grap..grap..grap..
Seperti terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat, aku mulai merinding.. Aish yang benar saja aku ini sudah mati mana mungkin takut dengan hantu atau sejenisnya *(yaiyalah bang lo kan juga sejenis mereka!! XD)
Saat aku menoleh ke sumber suara(?), betapa terkejutnya aku dengan semua ini
“Ap..apa yang sedang kau lakukan..?” Aku beranjak dari duduk ku menghampiri seseorang yang tengah menatap ku saat ini
“Sun..sunbae..” Ia Hye Eun, memanggilku dengan sebutan ‘Sunbae’ secara terbata, mengeluarkan air matanya dan menatapku dalam
“Wae..wae? neo gwaenchana-yo?” Aku buru-buru menghampirinya memeluknya dalam
Syut.. Tuhan, aku kenapa? Kenapa aku tak bisa memeluk yeojaku disaat ia menangis membutuhkanku?
“Sunbae?? Ternyata kau sudah pergi.. hiks.. aku ingin mengatakan jika dulu aku mencintaimu sunbae.. hiks hiks Gomawo telah mengorbankan nyawamu demi aku..” Hye Eun duduk di kursi itu tanpa memperdulikan aku yang berada di samping nya
Sepertinya ia tak mengetahui kehadiranku, apakah aku tembus pandang atau apa?
“Aku terlambat sunbae.. Jika aku datang 1 menit lebih awal, mungkin aku dapat meraih tubuhmu ke pelukanku sebelum tubuhmu tembus pandang dan hilang.. T_T”
Mwo??? Tubuhku hilang??! Bagaimana bisa?!! Asih, aku berkali-kali mencoba untuk menjadi manusia lagi, namun aku tidak bisa
“Bodohnya aku tak menyadari perasaan ku yang sesungguhnya padamu sunbae..Dulu, saat kau memasukkan sebuah surat kecil di lokerku, saat itu aku merasa senang....”

Flashback

 “OMO?! Be..benarkah ini???! Kyaaaaaaa Kyuhyun sunbae, namja tertampan satu sekolah ku menyukaiku?? Aigooo Tuhaaan aku sangat senang.. Aku akan menyatakan perasaanku besok..”
 “Udara mulai dingin karena sebentar lagi musim gugur, kau harus pakai jaketmu..”
“Hye Eun-aaaah!”
..BruuKkkK..Ciiitttt...Braakkk.
 “Kyu..sunbae..hikss, ini semua salahku...”
“Hye Eun-ah sudahlaah.. semua ini sudah terjadi, ia bahkan dengan tulus mengorbankan semuanya untuk mu..”

Flashback Off

Jadi dulu dia selalu malu-malu saat bertemu denganku karena ia tau aku yang selalu menjadi penggemar misterius nya? Oh Tuhan, mungkin memang benar aku dan dia tak Kau takdirkan untuk bersama..
Aku ikhlas Tuhan, aku akan selalu menjaganya meskipun ia menjadi milik orang lain.. aku akan tetap menjaganya hingga ia menyusulku ke surga, aku yakin pada nantinya Engkau akan menyatukan ku dan dia di surga nanti..
Annyeong Gi Gyeseyo Hye Eun-ah..

Beberapa tahun kemudian

Autor POV

Semburat sinar matahari pagi menembus jendela-jendela kamar milik gadis cantik Lee Hye Eun yang tengah bergulat dengan selimutnya
Kring..Kring..Kring
Handpone nya pun berdering berulang kali membuatnya harus membuka mata dan menerima telepon masuk dari seseorang yang berada jauh disana
“Yeoboseyo oppa?” suaranya serak-serak basah membuat kesan seksi untuk penelpon
“Hye Eun-ah, kajja mandi lah aku akan menjemputmu 10 menit lagi..” –piiip-
“MWO??! 10 menit lagi??!! Aish yang benar saja aku harus siap dalam waktu 10 menit??! Dasar namja!!
Baru saja Hye Eun ingin masuk kamar mandi, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan membukanya
“Aigooo, Hye Eun pabbo! Kau ini bandel sekali eoh?! Apa kau menungguku agar aku memandikan mu eoh?” Sambil mengerdipkan sebelah matanya namja itu buru-buru membopong Hye Eun masuk dalam kamar mandi dan menguncinya

-skip Yadong kumat!- XD

“Baiklah Eomma akan melangsungkan pernikahan kalian 2 minggu lagi.. bagaimana Jaejoong-ah?” ucap nyonya Kim –eomma Jaejoong- pada saat makan malam bersama keluarga Lee
“Nde?? Mian aku tak bisa..” Ucap Hye Eun tiba-tiba dan segera beranjak pergi meninggalkan mereka semua
“Hye Eun-ah???”
Jaejoong dengan segera menyusul Hye Eun yang berlari kearah teras depan rumahnya
“Aku tau oppa tak sepenuhnya mencintaiku.. Aku tau oppa tak sungguh-sungguh selama ini berpacaran dengan ku..” ucap Hye Eun dengan penuh penekanan
“Memangnya kau ini masih mencintai Kyuhyun? Jika memang iya, sebaiknya kau putuskan saja hubungan kita ini sebelum terlambat..” ucap Jaejoong santai
“Apa katamu?! Kau itu selalu seenaknya sendiri tanpa memikirkan perasaan orang-orang disekitarmu oppa.. Kyuhyun sunbae sudah mati 5 tahun yang lalu.. Mana mungkin aku memutuskan mu dan menikah dengan Kyuhyun sunbae?” Hye Eun menghampiri sebuah kolam didepan teras rumahnya dan bermain air dengan ikan-ikan yang ada di kolam itu
“Omo?! 5 tahun yang lalu? Bukankah 2 tahun yang lalu ia masih kuliah di kampus bersama kita Hye Eun-ah?” Jaejoong tak percaya mendengar ini semua dari Hye Eun
“Ne Geudae! Saat itu ia sudah mati.. kau pasti tak percaya bukan? Heum sudahlah lupakan saja.. Baiklah aku menerima pernikahan ini..” Ucap Hye Eun agak frustasi, susah menjelaskan semua ini kepada Jaejoong agar dia mengerti

-7 years of Love-

7 tahun berlalu, Kim Hye Eun telah menjadi orang yang sukses begitu juga dengan dokter Kim Jaejoong. Mereka telah menikah sekitar 7 tahun yang lalu, dan menghasilkan seorang namja kecil yang amat tampan yang mereka namai Cho Kyuhyun. Aneh bukan pasangan ini memberi nama anak mereka dengan marga Cho karena permintaan Hye Eun
Hye Eun berharap Kyuhyun sunbae nya dulu akan selalu ada bersama anak mereka, selalu menjaga Hye Eun, sama seperti Kyuhyun sunbaenya mengorbankan nyawa untuk Hye Eun
Hye Eun sangat merasa bersalah, meskipun sesungguhnya di hati Hye Eun yang paling dalam ia sangat berharap Cho Kyuhyun sunbaenya ber reinkarnasi dan menjadi pendamping hidupnya
Namun khayalan yeoja itu sungguh tinggi, ia sangat berterimakasih pada Kyuhyun sunbaenya berkat seorang Kyuhyun ia dapat melanjutkan hidupnya, menikah dengan orang yang dulu sangat disukainya, meskipun ada 1 hal yang masih mengganjal di hati Hye Eun
Sepertinya ia semakin mencintai Kyuhyun, ia selalu merasa Kyuhyun sunbae selalu ada disaat Jaejoong pergi keluar kota untuk waktu yang lama
Dan ia pernah berfikir bahwa anak yang bernama Cho Kyuhyun itu bukan anak hasil buah cinta nya dengan suaminya kini, namun adalah anak dari dia dan sunbaenya dulu Cho Kyuhyun
Bagaimana bisa??
Hanya Hye Eun dan Tuhan yang tau semua itu

-Kim Family-
“Eomma! PSP ku rusak, kau harus membelikan yang baru! Arrayo?!” ucap Little Cho ketika eommanya sedang memasakkan Jjangmyeong –makanan kesukaannya- untuk nya
“Arraseo.. Kau ini masih 5 tahun sudah sangat mahir bermain game..”
Hye Eun tersenyum dan memeluk anak semata wayangnya itu
“Aku Pulaaang!!” sebuah suara yang membuat Little Cho segera berhamburan dari pelukan sang eomma dan menuju ke sumber suara
“Appa!!”


-The End-

Huaaaaaaaaaaaaah selesai juga dah akhirnya
Nih aku buat nya pas abis PKL jadi Capek,dan masih males mikir
Maaf kalo ENDING nya sama sekali nggak nyambung, GaJe, jelek sumpah deh ni Jelek bangett FF nya XD
Mianhae Ika Irwantiana Eonni, gak bisa buat FF yang sesuai dengan skenario yang kau ciptakan huhuhuhu T_T
Silahkan Like Komen kalau perlu Kritik dan saran sepertinya FF ini butuh Kritikan yang tajam (?) XD
Wkwk
Terimakasih atas perhatian nya :D
Semoga di FF” ku yang selanjutnya bisa lebih baik.. Amien..


Ika FaFajrin

ELFishy Jewels Sparkyu